Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LUMAJANG, KOMPAS.TV - Warga Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di kolong meja warung gorengan. Penemuan ini berawal saat sejumlah warga yang sedang berolahraga mendengan suara tangisan bayi dari arah warung gorengan.

Saat dihampiri, warga mendapati seorang bayi laki-laki yang disembunyikan di kolong meja warung.

Setelah polisi melakukan penyelidikan, pelaku pembuang bayi adalah orang tua bayi tersebut. Mereka nekat membuang buah hatinya lantaran keterbatasan ekonomi.

Pekerjaan orang tua bayi sebagai petani tak cukup membiayai hidup sang bayi yang menjadi anak kedua mereka. Bahkan biaya persalinan bayi tersebut belum dibayar dan hanya menitipkan buku nikah sebagai jaminan.

Saat ini, bayi laki-laki yang dibuang orang tuanya itu sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Senduro.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga Nasib Pilu Atlet Rugby Asal Garut, Sakit Parah dan Terkendala Biaya Pengobatan | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/648594/nasib-pilu-atlet-rugby-asal-garut-sakit-parah-dan-terkendala-biaya-pengobatan-berut

#bayidibuang #bayi #lumajang #ekonomi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648596/geger-penemuan-bayi-di-kolong-meja-warung-gorengan-orangtua-akui-karena-faktor-ekonomi-berut
Transkrip
00:00Sedara bayi laki-laki ditemukan warga di sebuah warung gorengan di Lumajang, Jawa Timur pada Rabu pagi
00:06saat ditemukan bayi yang diperkirakan berusia dua hari dalam keadaan hidup.
00:14Warga desa kandangan kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur
00:18digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di kolong meja warung gorengan.
00:24Penemuan ini berawal saat sejumlah warga yang sedang berolahraga
00:27mendengar suara tangisan bayi dari arah warung gorengan.
00:32Saat dihampiri, warga mendapati seorang bayi laki-laki yang disembunyikan di kolong meja warung.
00:37Tidak ada bungkus, tidak dibungkus, cuma di kemulin selimut, selimut warna biru yang dipakai.
00:45Waktu itu nangis atau bagaimana?
00:47Posisi tidak. Pertama saja, pertama setelah diketahui itu nangis.
00:53Satu kali, setelah saya gendong, tidak nangis sampai dibawa ke fokus mas.
01:00Setelah polisi melakukan penyelidikan, pelaku pembuang bayi adalah orang tua bayi tersebut.
01:06Mereka nekat membuang buah hatinya lantaran keterbatasan ekonomi.
01:10Pekerjaan orang tua bayi sebagai petani tak cukup membiayai hidup sang bayi yang menjadi anak kedua mereka.
01:19Bahkan, biaya persalinan bayi tersebut belum dibayar dan hanya menitipkan buku nikah sebagai jaminan.
01:25Orang tua daripada yang meninggalkan bayi di situ, datang ke kantor, menyatakan bersalah.
01:34Pengakuan orang tua siapa yang membuang bayi?
01:38Ini orang tua langsung berduaan.
01:41Berduaan, ya mungkin ke keterbatasan ekonomi, kalau punya informasi yang awal kita dapat, warna faktor itu.
01:52Saat ini bayi laki-laki yang dibuang orang tuanya itu sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Senduro.
02:00Abdurrahman Kompas Sifilumajang, Jawa Timur
Komentar

Dianjurkan