Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelatih timnas John Herdman memantau para penggawa Garuda yang tengah berada di Eropa. Safari dilakukan Herdman untuk membangun kekompakan skuad Garuda.

Awal Februari 2026 menjadi pekan yang sibuk bagi pelatih timnas Indonesia, John Herdman.

Setelah melawat ke sejumlah klub dan menonton pertandingan Liga Super Indonesia, kini Herdman berada di Eropa untuk memantau penampilan penggawa Garuda.

Tim Serie A Italia, Sassuolo mengunggah foto pertemuan Herdman bersama kapten timnas Indonesia, Jay Idzes.

Sebelumnya, Herdman juga menyaksikan laga Dean James di lanjutan Eredivisie, serta Kevin Diks yang tengah berlatih bersama Munchengladbach.

Kedatangan Herdman di Eropa sesuai dengan komitmennya yang ingin mengenal pemain dan lingkungan tempat berlatih pemain timnas.

Analis sepak bola Iksan Mahar menilai langkah yang dilakukan Herdman merupakan pendekatan personal pada pemain, sama seperti yang pernah dilakukannya kala menukangi timnas Kanada.

Herdman punya waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan timnas sebelum berlaga di FIFA Series Maret mendatang.

Laga tersebut menjadi ujian perdana bagi Herdman dalam menangani timnas Indonesia.

Membahas safari John Herdman di Eropa, kita sudah bersama dengan Eks Pemain Timnas Indonesia, Zaenal Arief dan Analis Sepak Bola, Anton Sanjoyo.

Baca Juga Daftar Skuad Timnas U17 untuk Partai Uji Coba Lawan China di Tangerang di https://www.kompas.tv/olahraga/648470/daftar-skuad-timnas-u17-untuk-partai-uji-coba-lawan-china-di-tangerang

#timnas #johnherdman #skuadgaruda

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/648591/john-herdman-terbang-ke-eropa-demi-bangun-chemistry-timnas-ini-kata-zaenal-arief-dan-bung-joy
Transkrip
00:00Membahas safari John Hedman di Eropa, kita sudah bersama dengan ex-pemain timnas Indonesia Zainal Arief dan juga analis sepak bola Anton Sanjoyo.
00:08Selamat malam Kang Abo dan juga Bung Joy, apa kabar?
00:12Selamat malam, kabar baik.
00:14Selamat malam, kabar baik.
00:16Kabar baik, semoga selalu untuk kita semua.
00:18Saya ke Kang Abo terlebih dahulu, sebagai mantan pemain ya, terutama di tahun 2000 hingga 2007,
00:24bagaimana Anda melihat pelatih yang rela terbang jauh demi menemui para pemainnya?
00:30Ya, di sini kita harus melihat keseriusan seorang John Hedman ya,
00:34bagaimana dia datang ke setiap negara dan setiap para pemain yang bermain di kompetisi itu.
00:40Hal tersebut memang saya juga baru melihat, mungkin waktu jaman saya tidak sedetail ini.
00:48Tetapi kalau berbicara masalah membangun tim, tidak harus dengan langsung latihan,
00:53tetapi minimal pendekatan secara personal ini yang paling penting.
00:56Supaya apa? Ketika nanti mereka berkumpul, mereka sudah tahu,
01:00plannya seperti apa dari pelatih tersebut dan tinggal bagaimana menyatukan kemistri itu di lapangan bisa terjaga.
01:08Pendekatan personal kira-kira ini mungkin jadi cara yang baru ya,
01:11terutama yang diadopsi oleh Hedman di permainannya ataupun juga dengan coachingnya saat ini.
01:17Tapi Bung Joy, ini kan infonya bahwa Hedman ini tak hanya menonton saat laga saja,
01:24tapi juga mengunjungi training center. Dampaknya bagaimana bagi para pemain?
01:30Ya kalau buat pemain pasti sangat senang ya, apalagi yang saya baca beritanya adalah dia sudah bertemu dengan
01:38captain tim Jai Itzes dan berbicara langsung bahkan dia ketemu dengan pelatihnya Jai juga.
01:45Jadi tadi kan dalam wawancara dia yang ditayangkan, dia mengatakan dia ingin tahu dari perspektif pemain.
01:54Dan saya rasa itu memang bekal dia untuk membangun tim berdasarkan squad yang sudah ada,
02:00yang sudah terbentuk sekian lama gitu.
02:03Dan dia ingin tahu dari perspektif pemain itu terutama captain,
02:06karena captain kan pasti menguasai semuanya.
02:08Artinya dia menguasai teknis, non-teknis, gabaran besarnya Jai pasti tahu apa yang terjadi pada tim,
02:15apa yang tidak disukai oleh tim, apa yang disukai tim, semua pasti digali oleh John Hedman.
02:20Dan ini bekal untuk dia membangun, karena kan satu bulan ini kan waktu yang sangat pendek ya,
02:26untuk membangun tim dengan kemistri yang baru, dengan pelatih yang baru.
02:30Nah ini dia butuh pendekatan-pendekatan yang luar biasa,
02:33walaupun cara dia itu seperti Ihsan bilang tadi bukan hal yang luar biasa juga.
02:37Karena dia pernah melakukan pendekatan kepada empat orang pemain Kanada dengan betul-betul personal.
02:44Pemain ini yang selalu bikin ulah, termasuk Alfonso Davies.
02:47Nah jadi dia berhasil dengan pendekatan-pendekatan personal itu,
02:51dan dia ingin juga melakukan hal yang sama kepada Indonesia.
02:55Karena bagaimanapun pemain-pemain, apalagi yang tampil di Eropa,
02:59karakternya tuh karakter yang sudah terbentuk di Eropa,
03:03karakter dialog, karakter yang agak sulit,
03:05karena memang pemain-pemain ini pemain yang luar biasa ya,
03:10biasanya karakternya agak susah gitu loh.
03:12Nah ini kan dia perlu tahu awal-awal dengan berbicara panjang lebar dengan para pemain.
03:17Tugaan saya dia tidak hanya akan ketemu, sudah ketemu Jai,
03:20dia akan ketemu Kevin Dix mungkin, akan ketemu Verdong,
03:23akan ketemu pemain-pemain senior yang lain,
03:26supaya dia mendapatkan gambaran yang poklet tentang tim.
03:29Jadi saya rasa itu langkah yang tepat ya, dilakukan oleh John Hartman.
03:33Ya nggak kepo sama sang kaptennya aja,
03:35tapi memang para pemain yang mungkin saat ini sedang berlaga di sana.
03:38Kang Albo, jadi Anda setuju ya,
03:40kalau misalnya pendekatan personal dengan ngobrol,
03:43itu biasanya akan lebih kena kepada para pemain.
03:47Dan akan masuk gitu visinya si Hartman ini mau ngapain sih terhadap tim Nas gitu ya?
03:51Ya, saya sangat setuju sekali apa yang dilakukan oleh John Hartman ini ya,
03:58apalagi secara psikologis, dia punya persiapan yang sangat mepet sekali, satu bulan.
04:05Untuk masalah latihan, saya kira sudah tidak ada masalah nanti ya,
04:08ketika para pemain berkombol.
04:10Tetapi tujuannya, goals-nya, sasarannya apa?
04:13Kalau sudah ketemu, mungkin sudah membangun,
04:17sudah membangun komunikasi yang baik,
04:19para pemain yang mungkin tadi Bung Anton juga sampaikan
04:23bahwa kapten yang lebih tahu dalamnya, itu betul.
04:26Dan memang saya juga sepakat dengan itu.
04:28Yang jelas pertemuan ini membuat nanti tim nasional ini semakin kuat.
04:32Semakin kuatnya, semakin kuat apa?
04:35Selain mereka nanti berbicara masalah taktikal,
04:38tetapi pendekatan personal ini yang paling penting ya.
04:41Biasanya para pemain itu, kalau sudah tersentuh hatinya,
04:44mereka capek, ini POP dari saya sebagai mantan praktisnya.
04:47Biasanya kalau kita sudah respect, kita sudah dapat dengan para pelatih.
04:51Dan tujuannya sama, saya kira capek pun tidak akan terasa capek ya,
04:58ketika kita sedang berjuang di lapangan.
05:00Dan pelatih itu akan paham itu.
05:02Jadi sama-sama, jadi pelatih punya tujuannya,
05:04bagaimana tim ini bisa solid,
05:06pemain bagaimana dia bisa mengangkat performanya ketika bermain di lapangan.
05:10Tapi Kang Abu, biasanya nih apa sih sebenarnya yang diobrolin pelatih dengan pemain?
05:16Terutama, ini kan lagi kali pertama nih untuk ngobrol.
05:19Apa aja sih sebenarnya yang dikepoin Hartman mungkin gitu ya istilahnya?
05:24Iya, mungkin pertanyaan itu bisa langsung ditanyakan ke Hartman ya.
05:27Tetapi kalau menurut saya sih, ya pasti seputar sepak bola ya,
05:35seputar bagaimana taktikal ini, bagaimana tim ini sebetulnya.
05:38Apa sih yang terjadi sebelumnya?
05:40Pasti dia akan mengulik para pemain yang mungkin selama ini menjadi tumpuan di tim nasional itu.
05:48Jadi sedikitnya mereka akan paham.
05:51Oh ini loh, problemnya itu di sini.
05:53Oh ini loh, masalahnya di sini.
05:55Kalau misalkan sudah ketemu,
05:56nanti ketika sudah masuk di latihan pertama,
06:02dia akan tahu.
06:02Dan dia akan bisa merasakan bahwa perubahan itu akan terasa gitu.
06:10Jadi buat saya sih ini sesuatu hal yang baik,
06:12sesuatu hal yang harus kita dukung,
06:14bagaimana membangun tim yang kuat itu,
06:16tidak hanya bagaimana latihan di lapangan,
06:18tetapi bagaimana pendekatan secara personil terhadap para pemain itu tetap dilakukan.
06:23Kalau gitu Bung Joy, berarti dengan pendekatan personal ini,
06:27jadi jaminan dong ya,
06:29kalau ruang ganti kita nanti akan lebih kondusif?
06:32Ya jaminan sih tidak,
06:34tapi paling tidak ada potensi yang positif yang sudah dia bangunkan.
06:40Kalau saya merujuk kepada misalnya Patrick Clifford,
06:43kemarin ketika dia menggantikan Sintayong kan,
06:46yang saya bayangkan dia akan ketemu sejumlah pemain,
06:48karena dia berasal dari Belanda,
06:50akan ketemu dengan pemain-pemain yang tampil di Belanda,
06:53akan ketemu Jai di Itali,
06:55akan ketemu pemain yang lain di negara lain,
06:57untuk ngobrol dulu gitu kan,
06:59tapi nyatanya kan tidak.
07:00Nah ini kan yang sekarang yang tidak dilakukan oleh Patrick Clifford,
07:04dilakukan oleh John Hedman.
07:06Dan ini pasti punya sasaran khusus ya,
07:09karena pelatih sekali ber-John Hedman,
07:11itu dia sudah punya standpoint sebetulnya,
07:14saya akan melatih dengan cara apa.
07:16Tapi kan dia perlu tahu dari sisi pemain,
07:19pemain ini kalau bermain dengan strategi A,
07:22strategi B,
07:23atau tim ini kalau ditanya ke Jai ya,
07:26kalau bermain dengan strategi ini, strategi ini, apa kendalanya misalnya.
07:30Kalau bermain dengan strategi bertahan,
07:32empat back, apa kendalanya, apa kelebihannya,
07:35dia pasti akan catat.
07:36Nah ini kan yang model penting ya,
07:40bagi John Hedman untuk memula langkah-langkah baru
07:43dengan tim yang dia pegang baru juga.
07:46Dia kan pasti belum ketemu sama semuanya,
07:48udah pasti itu.
07:48Sehingga kalau dia ketemu pemain secara acak,
07:52tapi acaknya purposif,
07:54yang sudah ada tujuannya,
07:56dia pasti akan ketemu pemain senior.
07:58Jai sudah ketemu,
07:59yang lain pasti dia akan ketemu.
08:00Dia akan punya satu bangunan,
08:02bangunan perspektif ke depannya,
08:05ini tim mau diapain.
08:07Nah ini cara latihannya gimana?
08:10Waktu latihannya seperti apa?
08:12Porsi latihannya seperti apa?
08:14Dia sudah ada standpoint sendiri,
08:15tapi dia ingin tahu dari sisi pemain.
08:17Oleh sebab itu,
08:19dia nanti akan melakukan adjustment-adjustment
08:21terhadap apa yang dia dapat dari pemain
08:23dan apa yang sudah dia rencanakan.
08:25Adjustment itulah yang akan menjamin nanti
08:27keberhasilan sebuah tim.
08:29Paling tidak tim ini solid dulu,
08:31ada trust antara pemain dengan pelatih,
08:34bahwa pemain akan memberikan semua kemampuannya
08:37kalau perlu lebih-lebih dari yang mereka punya
08:40untuk memberikan penghargaan kepada pelatih,
08:43karena ada trust.
08:44Nah ini dia sedang membangun kepercayaan itu,
08:47dia sedang membangun trust itu.
08:49Pertama pasti kepada kapten,
08:51yang kedua kepada pemain senior,
08:52lalu ketiga secara random akan kepada keseluruhan pemain.
08:56Saya rasa itu hal yang wajar dilakukan oleh pelatih.
08:58Ya pendekatan personal ini bisa saja pengaruh dengan mental
09:01daripada para pemain dan juga kenyamanan mereka ya,
09:04terutama nanti saat menerima instruksi dari sang pelatih.
09:07Kang Abo, ini kan sebulan lagi kita masuk ke Viva Series mulai bulan Maret.
09:13Nah pendekatan personal ini sudah dirasa cukup atau sebenarnya masih ada hal-hal lain
09:17yang sebenarnya perlu digenjot oleh sang pelatih?
09:21Ya kalau berbicara masalah pendekatan,
09:23saya kira ini dibilang cukup tidak.
09:26Tetapi kalau ada waktu,
09:28tapi kalau ada waktu ini bisa dilakukan kapan saja.
09:34Mungkin setelah ini dia sudah punya road premier sendiri ya.
09:37Ketika bermain, ketika dia sedang berada di sana,
09:42lalu oke, ketika dia sedang berada di Eropa,
09:46ya waktunya itu pasti dia maksimalkan untuk di sana.
09:49Dan ketika dia nanti pulang ke Indonesia,
09:51dia juga kan tidak, maksudnya tidak anti juga.
09:55Dia ingin melihat juga kualitas para pemain yang bermain di kompetisi kita.
09:58Ini salah satu kombinasi yang sangat baik
10:01dan ini juga menjadi stimulus para pemain yang bermain di kompetisi kita
10:04dan dia akan kombinasikan itu
10:06sehingga menjadi tim masyarakat yang sangat kuat,
10:10terukur, dan mungkin ke depannya semakin lebih terarah
10:13bagaimana tujuannya ketika tim ini nanti bertanding.
10:17Baik, terima kasih sudah berbagi pandangan Anda
10:21mantan pemain timnas,
10:25Kang Abo, Zanel Arief,
10:27dan juga analisanya, Bung Joy.
10:28Terima kasih sudah berbagi analisanya di Kompas Malam Kompas TV.
10:32Salam sehat selalu dan salam olahraga.
10:34Selamat menikmati.
10:35Selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan