00:00Membahas safari John Hedman di Eropa, kita sudah bersama dengan ex-pemain timnas Indonesia Zainal Arief dan juga analis sepak bola Anton Sanjoyo.
00:08Selamat malam Kang Abo dan juga Bung Joy, apa kabar?
00:12Selamat malam, kabar baik.
00:14Selamat malam, kabar baik.
00:16Kabar baik, semoga selalu untuk kita semua.
00:18Saya ke Kang Abo terlebih dahulu, sebagai mantan pemain ya, terutama di tahun 2000 hingga 2007,
00:24bagaimana Anda melihat pelatih yang rela terbang jauh demi menemui para pemainnya?
00:30Ya, di sini kita harus melihat keseriusan seorang John Hedman ya,
00:34bagaimana dia datang ke setiap negara dan setiap para pemain yang bermain di kompetisi itu.
00:40Hal tersebut memang saya juga baru melihat, mungkin waktu jaman saya tidak sedetail ini.
00:48Tetapi kalau berbicara masalah membangun tim, tidak harus dengan langsung latihan,
00:53tetapi minimal pendekatan secara personal ini yang paling penting.
00:56Supaya apa? Ketika nanti mereka berkumpul, mereka sudah tahu,
01:00plannya seperti apa dari pelatih tersebut dan tinggal bagaimana menyatukan kemistri itu di lapangan bisa terjaga.
01:08Pendekatan personal kira-kira ini mungkin jadi cara yang baru ya,
01:11terutama yang diadopsi oleh Hedman di permainannya ataupun juga dengan coachingnya saat ini.
01:17Tapi Bung Joy, ini kan infonya bahwa Hedman ini tak hanya menonton saat laga saja,
01:24tapi juga mengunjungi training center. Dampaknya bagaimana bagi para pemain?
01:30Ya kalau buat pemain pasti sangat senang ya, apalagi yang saya baca beritanya adalah dia sudah bertemu dengan
01:38captain tim Jai Itzes dan berbicara langsung bahkan dia ketemu dengan pelatihnya Jai juga.
01:45Jadi tadi kan dalam wawancara dia yang ditayangkan, dia mengatakan dia ingin tahu dari perspektif pemain.
01:54Dan saya rasa itu memang bekal dia untuk membangun tim berdasarkan squad yang sudah ada,
02:00yang sudah terbentuk sekian lama gitu.
02:03Dan dia ingin tahu dari perspektif pemain itu terutama captain,
02:06karena captain kan pasti menguasai semuanya.
02:08Artinya dia menguasai teknis, non-teknis, gabaran besarnya Jai pasti tahu apa yang terjadi pada tim,
02:15apa yang tidak disukai oleh tim, apa yang disukai tim, semua pasti digali oleh John Hedman.
02:20Dan ini bekal untuk dia membangun, karena kan satu bulan ini kan waktu yang sangat pendek ya,
02:26untuk membangun tim dengan kemistri yang baru, dengan pelatih yang baru.
02:30Nah ini dia butuh pendekatan-pendekatan yang luar biasa,
02:33walaupun cara dia itu seperti Ihsan bilang tadi bukan hal yang luar biasa juga.
02:37Karena dia pernah melakukan pendekatan kepada empat orang pemain Kanada dengan betul-betul personal.
02:44Pemain ini yang selalu bikin ulah, termasuk Alfonso Davies.
02:47Nah jadi dia berhasil dengan pendekatan-pendekatan personal itu,
02:51dan dia ingin juga melakukan hal yang sama kepada Indonesia.
02:55Karena bagaimanapun pemain-pemain, apalagi yang tampil di Eropa,
02:59karakternya tuh karakter yang sudah terbentuk di Eropa,
03:03karakter dialog, karakter yang agak sulit,
03:05karena memang pemain-pemain ini pemain yang luar biasa ya,
03:10biasanya karakternya agak susah gitu loh.
03:12Nah ini kan dia perlu tahu awal-awal dengan berbicara panjang lebar dengan para pemain.
03:17Tugaan saya dia tidak hanya akan ketemu, sudah ketemu Jai,
03:20dia akan ketemu Kevin Dix mungkin, akan ketemu Verdong,
03:23akan ketemu pemain-pemain senior yang lain,
03:26supaya dia mendapatkan gambaran yang poklet tentang tim.
03:29Jadi saya rasa itu langkah yang tepat ya, dilakukan oleh John Hartman.
03:33Ya nggak kepo sama sang kaptennya aja,
03:35tapi memang para pemain yang mungkin saat ini sedang berlaga di sana.
03:38Kang Albo, jadi Anda setuju ya,
03:40kalau misalnya pendekatan personal dengan ngobrol,
03:43itu biasanya akan lebih kena kepada para pemain.
03:47Dan akan masuk gitu visinya si Hartman ini mau ngapain sih terhadap tim Nas gitu ya?
03:51Ya, saya sangat setuju sekali apa yang dilakukan oleh John Hartman ini ya,
03:58apalagi secara psikologis, dia punya persiapan yang sangat mepet sekali, satu bulan.
04:05Untuk masalah latihan, saya kira sudah tidak ada masalah nanti ya,
04:08ketika para pemain berkombol.
04:10Tetapi tujuannya, goals-nya, sasarannya apa?
04:13Kalau sudah ketemu, mungkin sudah membangun,
04:17sudah membangun komunikasi yang baik,
04:19para pemain yang mungkin tadi Bung Anton juga sampaikan
04:23bahwa kapten yang lebih tahu dalamnya, itu betul.
04:26Dan memang saya juga sepakat dengan itu.
04:28Yang jelas pertemuan ini membuat nanti tim nasional ini semakin kuat.
04:32Semakin kuatnya, semakin kuat apa?
04:35Selain mereka nanti berbicara masalah taktikal,
04:38tetapi pendekatan personal ini yang paling penting ya.
04:41Biasanya para pemain itu, kalau sudah tersentuh hatinya,
04:44mereka capek, ini POP dari saya sebagai mantan praktisnya.
04:47Biasanya kalau kita sudah respect, kita sudah dapat dengan para pelatih.
04:51Dan tujuannya sama, saya kira capek pun tidak akan terasa capek ya,
04:58ketika kita sedang berjuang di lapangan.
05:00Dan pelatih itu akan paham itu.
05:02Jadi sama-sama, jadi pelatih punya tujuannya,
05:04bagaimana tim ini bisa solid,
05:06pemain bagaimana dia bisa mengangkat performanya ketika bermain di lapangan.
05:10Tapi Kang Abu, biasanya nih apa sih sebenarnya yang diobrolin pelatih dengan pemain?
05:16Terutama, ini kan lagi kali pertama nih untuk ngobrol.
05:19Apa aja sih sebenarnya yang dikepoin Hartman mungkin gitu ya istilahnya?
05:24Iya, mungkin pertanyaan itu bisa langsung ditanyakan ke Hartman ya.
05:27Tetapi kalau menurut saya sih, ya pasti seputar sepak bola ya,
05:35seputar bagaimana taktikal ini, bagaimana tim ini sebetulnya.
05:38Apa sih yang terjadi sebelumnya?
05:40Pasti dia akan mengulik para pemain yang mungkin selama ini menjadi tumpuan di tim nasional itu.
05:48Jadi sedikitnya mereka akan paham.
05:51Oh ini loh, problemnya itu di sini.
05:53Oh ini loh, masalahnya di sini.
05:55Kalau misalkan sudah ketemu,
05:56nanti ketika sudah masuk di latihan pertama,
06:02dia akan tahu.
06:02Dan dia akan bisa merasakan bahwa perubahan itu akan terasa gitu.
06:10Jadi buat saya sih ini sesuatu hal yang baik,
06:12sesuatu hal yang harus kita dukung,
06:14bagaimana membangun tim yang kuat itu,
06:16tidak hanya bagaimana latihan di lapangan,
06:18tetapi bagaimana pendekatan secara personil terhadap para pemain itu tetap dilakukan.
06:23Kalau gitu Bung Joy, berarti dengan pendekatan personal ini,
06:27jadi jaminan dong ya,
06:29kalau ruang ganti kita nanti akan lebih kondusif?
06:32Ya jaminan sih tidak,
06:34tapi paling tidak ada potensi yang positif yang sudah dia bangunkan.
06:40Kalau saya merujuk kepada misalnya Patrick Clifford,
06:43kemarin ketika dia menggantikan Sintayong kan,
06:46yang saya bayangkan dia akan ketemu sejumlah pemain,
06:48karena dia berasal dari Belanda,
06:50akan ketemu dengan pemain-pemain yang tampil di Belanda,
06:53akan ketemu Jai di Itali,
06:55akan ketemu pemain yang lain di negara lain,
06:57untuk ngobrol dulu gitu kan,
06:59tapi nyatanya kan tidak.
07:00Nah ini kan yang sekarang yang tidak dilakukan oleh Patrick Clifford,
07:04dilakukan oleh John Hedman.
07:06Dan ini pasti punya sasaran khusus ya,
07:09karena pelatih sekali ber-John Hedman,
07:11itu dia sudah punya standpoint sebetulnya,
07:14saya akan melatih dengan cara apa.
07:16Tapi kan dia perlu tahu dari sisi pemain,
07:19pemain ini kalau bermain dengan strategi A,
07:22strategi B,
07:23atau tim ini kalau ditanya ke Jai ya,
07:26kalau bermain dengan strategi ini, strategi ini, apa kendalanya misalnya.
07:30Kalau bermain dengan strategi bertahan,
07:32empat back, apa kendalanya, apa kelebihannya,
07:35dia pasti akan catat.
07:36Nah ini kan yang model penting ya,
07:40bagi John Hedman untuk memula langkah-langkah baru
07:43dengan tim yang dia pegang baru juga.
07:46Dia kan pasti belum ketemu sama semuanya,
07:48udah pasti itu.
07:48Sehingga kalau dia ketemu pemain secara acak,
07:52tapi acaknya purposif,
07:54yang sudah ada tujuannya,
07:56dia pasti akan ketemu pemain senior.
07:58Jai sudah ketemu,
07:59yang lain pasti dia akan ketemu.
08:00Dia akan punya satu bangunan,
08:02bangunan perspektif ke depannya,
08:05ini tim mau diapain.
08:07Nah ini cara latihannya gimana?
08:10Waktu latihannya seperti apa?
08:12Porsi latihannya seperti apa?
08:14Dia sudah ada standpoint sendiri,
08:15tapi dia ingin tahu dari sisi pemain.
08:17Oleh sebab itu,
08:19dia nanti akan melakukan adjustment-adjustment
08:21terhadap apa yang dia dapat dari pemain
08:23dan apa yang sudah dia rencanakan.
08:25Adjustment itulah yang akan menjamin nanti
08:27keberhasilan sebuah tim.
08:29Paling tidak tim ini solid dulu,
08:31ada trust antara pemain dengan pelatih,
08:34bahwa pemain akan memberikan semua kemampuannya
08:37kalau perlu lebih-lebih dari yang mereka punya
08:40untuk memberikan penghargaan kepada pelatih,
08:43karena ada trust.
08:44Nah ini dia sedang membangun kepercayaan itu,
08:47dia sedang membangun trust itu.
08:49Pertama pasti kepada kapten,
08:51yang kedua kepada pemain senior,
08:52lalu ketiga secara random akan kepada keseluruhan pemain.
08:56Saya rasa itu hal yang wajar dilakukan oleh pelatih.
08:58Ya pendekatan personal ini bisa saja pengaruh dengan mental
09:01daripada para pemain dan juga kenyamanan mereka ya,
09:04terutama nanti saat menerima instruksi dari sang pelatih.
09:07Kang Abo, ini kan sebulan lagi kita masuk ke Viva Series mulai bulan Maret.
09:13Nah pendekatan personal ini sudah dirasa cukup atau sebenarnya masih ada hal-hal lain
09:17yang sebenarnya perlu digenjot oleh sang pelatih?
09:21Ya kalau berbicara masalah pendekatan,
09:23saya kira ini dibilang cukup tidak.
09:26Tetapi kalau ada waktu,
09:28tapi kalau ada waktu ini bisa dilakukan kapan saja.
09:34Mungkin setelah ini dia sudah punya road premier sendiri ya.
09:37Ketika bermain, ketika dia sedang berada di sana,
09:42lalu oke, ketika dia sedang berada di Eropa,
09:46ya waktunya itu pasti dia maksimalkan untuk di sana.
09:49Dan ketika dia nanti pulang ke Indonesia,
09:51dia juga kan tidak, maksudnya tidak anti juga.
09:55Dia ingin melihat juga kualitas para pemain yang bermain di kompetisi kita.
09:58Ini salah satu kombinasi yang sangat baik
10:01dan ini juga menjadi stimulus para pemain yang bermain di kompetisi kita
10:04dan dia akan kombinasikan itu
10:06sehingga menjadi tim masyarakat yang sangat kuat,
10:10terukur, dan mungkin ke depannya semakin lebih terarah
10:13bagaimana tujuannya ketika tim ini nanti bertanding.
10:17Baik, terima kasih sudah berbagi pandangan Anda
10:21mantan pemain timnas,
10:25Kang Abo, Zanel Arief,
10:27dan juga analisanya, Bung Joy.
10:28Terima kasih sudah berbagi analisanya di Kompas Malam Kompas TV.
10:32Salam sehat selalu dan salam olahraga.
10:34Selamat menikmati.
10:35Selamat menikmati.
Komentar