Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NGADA, KOMPAS.TV - Polda NTT mendalami motif bunuh diri siswa SD di Kabupaten Ngada.

Polisi telah mendatangi keluarga korban dan memberi pendampingan psikologis.

Dari hasil penyelidikan awal, siswa kelas empat yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, itu sempat minta dibelikan buku dan pulpen kepada ibunya. Permintaan itu tidak terpenuhi karena sang ibu tidak memiliki uang.

Polda NTT sudah mengirimkan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri.

Mensos menegaskan, kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat pendampingan dan pemutakhiran data keluarga dengan kemiskinan ekstrem.

Siswa SD 10 tahun yang meninggal diduga bunuh diri menyisakan duka sekaligus pertanyaan bagi banyak orang tua, apa yang sebenarnya terjadi terutama potret kondisi ekonomi dan pendampingan pada anak.

Kita bahas bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Marsel Robot, Pengamat Pendidikan sekaligus Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana.

Baca Juga [FULL] Bupati Ngada dan Psikolog Anak Soal Kasus Siswa SD di Ngada Diduga Bunuh Diri | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/648602/full-bupati-ngada-dan-psikolog-anak-soal-kasus-siswa-sd-di-ngada-diduga-bunuh-diri-sapa-malam

#bunuhdiri #alattulis #ntt

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/648607/gubernur-ntt-dan-pengamat-buka-suara-soal-siswa-sd-diduga-bunuh-diri-karena-tak-bisa-beli-alat-tulis
Transkrip
00:00Siswa SD 10 tahun yang meninggal diduga bunuh diri,
00:04menyisahkan duka sekaligus pertanyaan bagi banyak orang tua.
00:08Apa yang sebenarnya terjadi, terutama potret kondisi ekonomi dan pendampingan pada anak?
00:13Kita bahas bersama Gubernur NTT, Emmanuel Melquiades La Galena,
00:18dan Marcel Robot, pengamat pendidikan,
00:21selulus dosen FKIP Universitas Nusa Cendana.
00:25Selamat petang Pak Gub, selamat petang Mbak Marcel.
00:30Selamat sore, selamat petang Yohana, Pak Marcel.
00:34Selamat.
00:36Kita dalam suasana duka cita, saya langsung ke Pak Gubernur dulu.
00:41Pak Gub, sejauh ini informasi yang paling jelas,
00:49apakah benar almarhum meninggal karena masalah ekonomi?
00:54Ya, sejauh yang saya dapatkan informasi dari berbagai sumber yang sudah saya konfirmasi,
01:07memang keluarga almarhum masuk kategori yang memang keluarga yang dibantu banyak oleh perolongan pemerintah.
01:15Dan faktor ekonomi tentu menjadi penyebab pertama di situ.
01:19Tapi saya memastikan bahwa memang di NTT,
01:23kasus atau keluarga yang mengalami kondisi ekonomi yang sulit ini memang cukup banyak tersebar di banyak tempat saya NTT.
01:31Nah, persoalan yang memang terjadi dengan anak kita ini,
01:35saya pakai saja kodenya YBR ini dan keluarganya,
01:37mamanya, ayahnya, dan juga keluarga besarnya.
01:40Tentu ada banyak faktor yang menyertai kasus ini,
01:45tapi memang yang mengemuka kemudian adalah karena faktor anak ini,
01:53YBR ini ketika meminta untuk bisa diberikan alat untuk pendidikannya,
02:01pena dan buku tulis, kemudian tidak bisa dilakukan oleh ibu.
02:03Dan karena faktor demikian, kemudian kita belum tahu,
02:08nanti masih lagi diteriti oleh pihak kepolisian,
02:12faktor-faktor yang menyertainya kemudian menyebabkan sampai kejadian muda ini terjadi.
02:16Tapi yang pasti memang ini sangat memukul duka kami,
02:19dan saya atas nama pemerintah provinsi NTT,
02:23berduka cita menalam akad peristiwa ini,
02:25dan kami juga sudah meminta untuk ada yang terus berkomunikasi dengan korman dan pihak-pihak di sana
02:32untuk berbagai kelanjutan dari peristiwa ini bisa kita lakukan pendampingan,
02:37kita memberikan penungguan bagi keluarga dan sekitarnya.
02:40Tapi memang dari masalah datuk kejadian ini,
02:43penjalan-penjalan ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri,
02:50karena ini menurut saya adalah kegakalan banyak faktor di NTT ya.
02:53Khususnya yang di pemerintah kabupaten yang ada terkait dengan
02:57bagaimana mekanisme pemerintahan, mekanisme peran atas sosial,
03:02keagamaan, adat, sampai tidak bisa menjangkau sampai peristiwa ini terjadi ini,
03:07tentu ini memukul kami secara bersama,
03:10dan nanti kami akan segera untuk melakukan berbagai langkah,
03:13untuk ini tidak boleh terjadi lagi di waktu-waktu ke depan di tempat manapun di sini.
03:17Pak Gub, sampai sekarang sudah berbicara dengan keluarga almarhum, mungkin ibu almarhum?
03:22Saya masih mengirim atau meminta orang ke sana,
03:28karena saya memang berencana nanti bisa ke sana nanti untuk bertemu langsung dengan keluarga.
03:36Jadi saya meminta orang ke sana untuk bertemu dan memastikan untuk ke depan nantinya
03:40berbagai hal yang nanti harus dilakukan oleh pemerintah provinsi dan juga kabupaten yang ada
03:45bisa kita lakukan dengan baik secara bersama-sama nanti untuk mendukung keluarga korban.
03:49Pak Gub, almarhum meninggal karena tadi Anda juga mengatakan
03:54tidak ada uang buat beli perlengkapan sekolah, buku dalam hal ini.
04:00Artinya sangat terjepit masalah ekonominya.
04:03Tadi Pak Gub sendiri mengatakan,
04:05memang masalah soal ekonomi prasyahtera banyak di NTT.
04:09Apakah memang almarhum keluarganya tidak tercatat di keluarga prasyahtera?
04:13Kalau data yang saya dapatkan, memang untuk sebagiannya itu masih jalan.
04:27Tapi memang karena ini ada pergeseran kependudukan dari satu tempat di daerah kabupaten tetangga
04:32ke kabupaten yang sekarang.
04:34Dulu keluarga ini tinggal di Nangaroro, kabupaten Agakeo.
04:38Kemudian pindah ke Jirebu U, ke Kecamatan Jirebu U di Kabupaten Ngada.
04:42Memang persen administrasi yang saya dapatkan informasi itu,
04:45administrasi keperdudukannya belum sempat diperbaiki.
04:49Dan ini memang mempengaruhi dukungan dari pemerintah
04:54terkait dengan program-program untuk keluarga masyarakat
04:57yang memang masih dianggap belum mampu ya.
05:00Seperti yang dialami oleh keluarga korban.
05:02Nah sayangnya memang kalau saya ada kapten kabar itu,
05:06karena persen administrasi ini juga mungkin dukungan terhadap keluarga ini,
05:09anak ini, si YBR ini, juga akhirnya mungkin tidak bisa maksimal.
05:14Jadi kita juga nampaknya dari peristiwa ini,
05:16nanti kami tentu dengan kondisi dengan Pak Menteri Sosial
05:18dan semua kementerian nebaga terkait.
05:21Hal-hal demikiannya mesti kita coba mempermudah juga
05:23sosial administrasi semacam ini.
05:25Jadi kalau dia dikompatin sebelumnya, dia dapat,
05:28pindah begini ternyata administrasi juga ternyata tidak mudah
05:31karena masih harus dirapikan dulu,
05:32baru bisa dapatkan dukungan pemerintah
05:35terkait dengan program-program untuk keluarga miskin seperti ini.
05:37Baik.
05:38Bang Marcel, atas kejadian ini,
05:42Anda sebagai orang yang memerhatikan pendidikan di sana,
05:46apa yang bisa kita tangkap?
05:47Apa yang bisa kita potret?
05:49Kenapa seorang anak kecil menyimpan luka yang dalam
05:54tanpa diketahui pihak sekolah?
05:57Orang desa?
06:01Oke, baik.
06:03Terima kasih.
06:04Selamat sore.
06:05Pak Melki, Pak Gubernur, selamat sore.
06:09Pertama sekali saya mengucapkan,
06:12ikut berbela sungkawa yang mendalam
06:14atas meninggalnya anak adik kita,
06:17YBL.
06:18Bagi saya kematian beliau itu adalah martir pendidikan,
06:25kematian suci.
06:27Dan sepotong surat yang dia tinggalkan itu,
06:30itu adalah pesan penting bagi pemerintah Indonesia
06:35dan terutama bagi pemerintah yang teti.
06:40Sebagai seorang pengamat pendidikan,
06:42saya melihat ini adalah kematian yang memilukan,
06:48mungkin sekaligus memalukan.
06:50Yang pertama,
06:52saya melihat memang
06:54problem-problem pendidikan
06:57yang menjadi urusan wajib negara,
06:59terutama di urusan negara timur,
07:01belum sepenuhnya dilakukan dengan baik.
07:03Saya ingin mengatakan begini,
07:06kalau kita melihat data itu,
07:08itu sekitar 145 ribu anak,
07:13itu yang bahkan putus sekolah,
07:15bahkan putus sekolah di NTT.
07:17Ini artinya apa?
07:18Ini artinya masa depan kita itu begitu suram di NTT
07:20kalau melihat dari aspek pendidikan.
07:23Padahal kalau kita mau sedikit menyimak,
07:27pendapat Peter Draker,
07:29dia mengatakan bahwa pendidikan itu
07:31investasi terdalam itu.
07:33Maksudnya,
07:34dia bukan sama dengan bangun jembatan,
07:37tapi investasi yang
07:38kira-kira bisa melakukan apapun
07:41kalau orang itu bisa terdapat.
07:43Persoalan sekarang ialah,
07:46hasil survei,
07:47kita pernah melakukan survei,
07:50Bapak Gu,
07:50kita bisa melihat bahwa
07:52permasalahan yang ketika misalnya
07:55dalam satu keluarga,
07:56terdiri atas lima orang.
07:59Kemudian,
07:59lima orang ini,
08:02masing-masing ada dua orang yang ke SMA,
08:05ada satu orang ke kuliah,
08:06satu orang dari SMP,
08:07dalam satu keluarga.
08:09Dalam tahun ajar yang sama,
08:11biasanya mereka mengalami kesulitan secara ekonomi.
08:13Iya, Bang Marcel,
08:14dengan fakta yang Anda sebutkan tadi,
08:16lantas apa
08:17masukan Anda
08:18kepada
08:19PMDNTT,
08:21di sini ada Pak Gop,
08:22yang bisa segera harus
08:23kita lakukan,
08:25sehingga tidak terjadi lagi
08:26hal-hal yang menulikan seperti ini?
08:27Oke,
08:29saya kira beberapa poinnya.
08:31Yang pertama,
08:32intervensi pemerintah itu harus tepat.
08:34Misalnya,
08:35pemberian,
08:36pemberian bantuan ya,
08:37bantuan afirmasi kepada sekolah-sekolah,
08:40kepada siswa-siswa yang tidak mampu.
08:42Oke.
08:43Jadi,
08:43biasanya tahun ajaran baru itu,
08:44itu kesulitan.
08:45Kalau sejumlah anak di dalam keluarga itu sekolah,
08:48itu mereka kesulitan membeli tas,
08:49kesulitan membeli
08:51sepatu,
08:52ke baju seragam,
08:53dan seterusnya,
08:54termasuk membeli buku tulis dan full pen.
08:57Jadi,
08:58khusus untuk pemerintah NTT,
09:00itu mesti ada pemikiran
09:03untuk melakukan intervensi dana afirmasi gitu ya.
09:08Ya,
09:08khusus untuk tahun ajaran baru.
09:10Saat itu,
09:11mereka kesulitan bukan main.
09:13Dan kita pernah melakukan survei itu.
09:15Ya,
09:15itu kesulitannya.
09:17Oleh karena itu,
09:18menurut saya,
09:19yang kedua,
09:20ya,
09:20coba seleksi benar-benar itu penggunaan dana boros di sekolah itu.
09:25Makanya ketika polisi mengirimkan psikolog ke sana itu,
09:28tidak cukup menurut saya.
09:30Sebaiknya kirim juga,
09:31misalnya,
09:31KPK yang mencoba melihat,
09:34itu penggunaan dana boros di setiap sekolah itu.
09:37Kenapa kemudian tidak dijatakan untuk membeli,
09:39bolpoin,
09:41membeli buku,
09:42yang disiapkan secara gratis untuk anak-anak yang memang tidak mampu.
09:46Begitu.
09:46Oke.
09:47Baik.
09:47Pak Gop,
09:48peristiwa ini membuktikan memang Pemda gagal.
09:53Negara terlambat hadir.
09:57Beliau sudah meninggal lebih dulu,
09:59baru kita sibuk memperhatikan kondisi sosial.
10:03Kedepan, Pak,
10:04apa yang Anda akan lakukan?
10:06Singkat saja.
10:07Jadi,
10:08tentu yang disampaikan tadi saya pikir benar.
10:12Kita perlu memastikan bahwa semua orang-orang yang benar-benar miskin ini
10:17terdata betul dan mendapatkan haknya.
10:20Jangan lagi ada orang-orang yang mampu hanya karena kedekatan dengan pihak-pihak tertentu,
10:25kemudian namanya dimasukkan dan mengorbankan yang miskin.
10:28Jadi, ketepatan kepada mereka yang miskin yang harus mendapatkan penantuan ini,
10:32itu menjadi satu faktor kunci.
10:34Jadi, data ini penting.
10:34Dan kami terus memperbore data agar seluruh yang miskin CNTT ini
10:38benar-benar mendapatkan haknya sesuai dengan apa yang harus menjadi
10:41kewajiban negara kepada mereka.
10:43Yang kedua juga tentu, di luar pemerintah,
10:46kami juga nanti lagi memikirkan,
10:47ini saya betul-betul dengan persiswa ini,
10:48saya lagi betul-betul lagi cari cara agar
10:51di luar yang sudah pemerintah siapkan,
10:53yang pasti tidak mungkin bisa menjawab banyak kebutuhan,
10:56tapi juga masyarakat sendiri secara bersama-sama
10:59gotong royong yang menjadi semangat bangsa ini,
11:01kami lagi tadi, saya sudah mulai besar di beberapa tempat
11:04untuk kita mesti membuat semacam ada pelembagaan,
11:07lembaga yang bisa kita menggunakan itu sebagai dana gotong royong
11:11untuk bantu orang-orang susah seperti ini.
11:13Jadi, di luar skema pemerintah yang pasti sudah menjangkau banyak hal,
11:16tapi pasti ada yang kurang.
11:17Kita tadi sampaikan misalnya soal pas yang dibutuhkan oleh keluarga miskin untuk anak-anaknya.
11:21Itu nanti kita akan cari caranya untuk kita himpun dana masyarakat secara bersama-sama,
11:25digunakan dengan baik oleh perwakilan masyarakat di situ
11:29untuk nanti menyalurkan kepada yang membutuhkan seperti ini.
11:31Sekali lagi, memang ini peristiwa memberikan kami banyak catatan,
11:35ini peristiwa kononansian yang luar biasa bagi kami,
11:38dan sekali lagi,
11:39kemertian YBR ini,
11:42bela sungka bagi keluarga dan buat kita semua,
11:43dan ini menjadi catatan kita untuk kita perbaiki banyak hal
11:46untuk penanganan urusan sosial,
11:48juga pendidikan ke depan.
11:49Baik, terima kasih Pak Gup,
11:50terima kasih Bang Marcel telah bergabung di Kompas Petang.
11:53Selamat petang, Bapak-Bapak.
11:55Selamat petang, selamat petang.
Komentar

Dianjurkan