00:00Siswa SD 10 tahun yang meninggal diduga bunuh diri,
00:04menyisahkan duka sekaligus pertanyaan bagi banyak orang tua.
00:08Apa yang sebenarnya terjadi, terutama potret kondisi ekonomi dan pendampingan pada anak?
00:13Kita bahas bersama Gubernur NTT, Emmanuel Melquiades La Galena,
00:18dan Marcel Robot, pengamat pendidikan,
00:21selulus dosen FKIP Universitas Nusa Cendana.
00:25Selamat petang Pak Gub, selamat petang Mbak Marcel.
00:30Selamat sore, selamat petang Yohana, Pak Marcel.
00:34Selamat.
00:36Kita dalam suasana duka cita, saya langsung ke Pak Gubernur dulu.
00:41Pak Gub, sejauh ini informasi yang paling jelas,
00:49apakah benar almarhum meninggal karena masalah ekonomi?
00:54Ya, sejauh yang saya dapatkan informasi dari berbagai sumber yang sudah saya konfirmasi,
01:07memang keluarga almarhum masuk kategori yang memang keluarga yang dibantu banyak oleh perolongan pemerintah.
01:15Dan faktor ekonomi tentu menjadi penyebab pertama di situ.
01:19Tapi saya memastikan bahwa memang di NTT,
01:23kasus atau keluarga yang mengalami kondisi ekonomi yang sulit ini memang cukup banyak tersebar di banyak tempat saya NTT.
01:31Nah, persoalan yang memang terjadi dengan anak kita ini,
01:35saya pakai saja kodenya YBR ini dan keluarganya,
01:37mamanya, ayahnya, dan juga keluarga besarnya.
01:40Tentu ada banyak faktor yang menyertai kasus ini,
01:45tapi memang yang mengemuka kemudian adalah karena faktor anak ini,
01:53YBR ini ketika meminta untuk bisa diberikan alat untuk pendidikannya,
02:01pena dan buku tulis, kemudian tidak bisa dilakukan oleh ibu.
02:03Dan karena faktor demikian, kemudian kita belum tahu,
02:08nanti masih lagi diteriti oleh pihak kepolisian,
02:12faktor-faktor yang menyertainya kemudian menyebabkan sampai kejadian muda ini terjadi.
02:16Tapi yang pasti memang ini sangat memukul duka kami,
02:19dan saya atas nama pemerintah provinsi NTT,
02:23berduka cita menalam akad peristiwa ini,
02:25dan kami juga sudah meminta untuk ada yang terus berkomunikasi dengan korman dan pihak-pihak di sana
02:32untuk berbagai kelanjutan dari peristiwa ini bisa kita lakukan pendampingan,
02:37kita memberikan penungguan bagi keluarga dan sekitarnya.
02:40Tapi memang dari masalah datuk kejadian ini,
02:43penjalan-penjalan ini memang kami akan banyak harus memperbaiki diri,
02:50karena ini menurut saya adalah kegakalan banyak faktor di NTT ya.
02:53Khususnya yang di pemerintah kabupaten yang ada terkait dengan
02:57bagaimana mekanisme pemerintahan, mekanisme peran atas sosial,
03:02keagamaan, adat, sampai tidak bisa menjangkau sampai peristiwa ini terjadi ini,
03:07tentu ini memukul kami secara bersama,
03:10dan nanti kami akan segera untuk melakukan berbagai langkah,
03:13untuk ini tidak boleh terjadi lagi di waktu-waktu ke depan di tempat manapun di sini.
03:17Pak Gub, sampai sekarang sudah berbicara dengan keluarga almarhum, mungkin ibu almarhum?
03:22Saya masih mengirim atau meminta orang ke sana,
03:28karena saya memang berencana nanti bisa ke sana nanti untuk bertemu langsung dengan keluarga.
03:36Jadi saya meminta orang ke sana untuk bertemu dan memastikan untuk ke depan nantinya
03:40berbagai hal yang nanti harus dilakukan oleh pemerintah provinsi dan juga kabupaten yang ada
03:45bisa kita lakukan dengan baik secara bersama-sama nanti untuk mendukung keluarga korban.
03:49Pak Gub, almarhum meninggal karena tadi Anda juga mengatakan
03:54tidak ada uang buat beli perlengkapan sekolah, buku dalam hal ini.
04:00Artinya sangat terjepit masalah ekonominya.
04:03Tadi Pak Gub sendiri mengatakan,
04:05memang masalah soal ekonomi prasyahtera banyak di NTT.
04:09Apakah memang almarhum keluarganya tidak tercatat di keluarga prasyahtera?
04:13Kalau data yang saya dapatkan, memang untuk sebagiannya itu masih jalan.
04:27Tapi memang karena ini ada pergeseran kependudukan dari satu tempat di daerah kabupaten tetangga
04:32ke kabupaten yang sekarang.
04:34Dulu keluarga ini tinggal di Nangaroro, kabupaten Agakeo.
04:38Kemudian pindah ke Jirebu U, ke Kecamatan Jirebu U di Kabupaten Ngada.
04:42Memang persen administrasi yang saya dapatkan informasi itu,
04:45administrasi keperdudukannya belum sempat diperbaiki.
04:49Dan ini memang mempengaruhi dukungan dari pemerintah
04:54terkait dengan program-program untuk keluarga masyarakat
04:57yang memang masih dianggap belum mampu ya.
05:00Seperti yang dialami oleh keluarga korban.
05:02Nah sayangnya memang kalau saya ada kapten kabar itu,
05:06karena persen administrasi ini juga mungkin dukungan terhadap keluarga ini,
05:09anak ini, si YBR ini, juga akhirnya mungkin tidak bisa maksimal.
05:14Jadi kita juga nampaknya dari peristiwa ini,
05:16nanti kami tentu dengan kondisi dengan Pak Menteri Sosial
05:18dan semua kementerian nebaga terkait.
05:21Hal-hal demikiannya mesti kita coba mempermudah juga
05:23sosial administrasi semacam ini.
05:25Jadi kalau dia dikompatin sebelumnya, dia dapat,
05:28pindah begini ternyata administrasi juga ternyata tidak mudah
05:31karena masih harus dirapikan dulu,
05:32baru bisa dapatkan dukungan pemerintah
05:35terkait dengan program-program untuk keluarga miskin seperti ini.
05:37Baik.
05:38Bang Marcel, atas kejadian ini,
05:42Anda sebagai orang yang memerhatikan pendidikan di sana,
05:46apa yang bisa kita tangkap?
05:47Apa yang bisa kita potret?
05:49Kenapa seorang anak kecil menyimpan luka yang dalam
05:54tanpa diketahui pihak sekolah?
05:57Orang desa?
06:01Oke, baik.
06:03Terima kasih.
06:04Selamat sore.
06:05Pak Melki, Pak Gubernur, selamat sore.
06:09Pertama sekali saya mengucapkan,
06:12ikut berbela sungkawa yang mendalam
06:14atas meninggalnya anak adik kita,
06:17YBL.
06:18Bagi saya kematian beliau itu adalah martir pendidikan,
06:25kematian suci.
06:27Dan sepotong surat yang dia tinggalkan itu,
06:30itu adalah pesan penting bagi pemerintah Indonesia
06:35dan terutama bagi pemerintah yang teti.
06:40Sebagai seorang pengamat pendidikan,
06:42saya melihat ini adalah kematian yang memilukan,
06:48mungkin sekaligus memalukan.
06:50Yang pertama,
06:52saya melihat memang
06:54problem-problem pendidikan
06:57yang menjadi urusan wajib negara,
06:59terutama di urusan negara timur,
07:01belum sepenuhnya dilakukan dengan baik.
07:03Saya ingin mengatakan begini,
07:06kalau kita melihat data itu,
07:08itu sekitar 145 ribu anak,
07:13itu yang bahkan putus sekolah,
07:15bahkan putus sekolah di NTT.
07:17Ini artinya apa?
07:18Ini artinya masa depan kita itu begitu suram di NTT
07:20kalau melihat dari aspek pendidikan.
07:23Padahal kalau kita mau sedikit menyimak,
07:27pendapat Peter Draker,
07:29dia mengatakan bahwa pendidikan itu
07:31investasi terdalam itu.
07:33Maksudnya,
07:34dia bukan sama dengan bangun jembatan,
07:37tapi investasi yang
07:38kira-kira bisa melakukan apapun
07:41kalau orang itu bisa terdapat.
07:43Persoalan sekarang ialah,
07:46hasil survei,
07:47kita pernah melakukan survei,
07:50Bapak Gu,
07:50kita bisa melihat bahwa
07:52permasalahan yang ketika misalnya
07:55dalam satu keluarga,
07:56terdiri atas lima orang.
07:59Kemudian,
07:59lima orang ini,
08:02masing-masing ada dua orang yang ke SMA,
08:05ada satu orang ke kuliah,
08:06satu orang dari SMP,
08:07dalam satu keluarga.
08:09Dalam tahun ajar yang sama,
08:11biasanya mereka mengalami kesulitan secara ekonomi.
08:13Iya, Bang Marcel,
08:14dengan fakta yang Anda sebutkan tadi,
08:16lantas apa
08:17masukan Anda
08:18kepada
08:19PMDNTT,
08:21di sini ada Pak Gop,
08:22yang bisa segera harus
08:23kita lakukan,
08:25sehingga tidak terjadi lagi
08:26hal-hal yang menulikan seperti ini?
08:27Oke,
08:29saya kira beberapa poinnya.
08:31Yang pertama,
08:32intervensi pemerintah itu harus tepat.
08:34Misalnya,
08:35pemberian,
08:36pemberian bantuan ya,
08:37bantuan afirmasi kepada sekolah-sekolah,
08:40kepada siswa-siswa yang tidak mampu.
08:42Oke.
08:43Jadi,
08:43biasanya tahun ajaran baru itu,
08:44itu kesulitan.
08:45Kalau sejumlah anak di dalam keluarga itu sekolah,
08:48itu mereka kesulitan membeli tas,
08:49kesulitan membeli
08:51sepatu,
08:52ke baju seragam,
08:53dan seterusnya,
08:54termasuk membeli buku tulis dan full pen.
08:57Jadi,
08:58khusus untuk pemerintah NTT,
09:00itu mesti ada pemikiran
09:03untuk melakukan intervensi dana afirmasi gitu ya.
09:08Ya,
09:08khusus untuk tahun ajaran baru.
09:10Saat itu,
09:11mereka kesulitan bukan main.
09:13Dan kita pernah melakukan survei itu.
09:15Ya,
09:15itu kesulitannya.
09:17Oleh karena itu,
09:18menurut saya,
09:19yang kedua,
09:20ya,
09:20coba seleksi benar-benar itu penggunaan dana boros di sekolah itu.
09:25Makanya ketika polisi mengirimkan psikolog ke sana itu,
09:28tidak cukup menurut saya.
09:30Sebaiknya kirim juga,
09:31misalnya,
09:31KPK yang mencoba melihat,
09:34itu penggunaan dana boros di setiap sekolah itu.
09:37Kenapa kemudian tidak dijatakan untuk membeli,
09:39bolpoin,
09:41membeli buku,
09:42yang disiapkan secara gratis untuk anak-anak yang memang tidak mampu.
09:46Begitu.
09:46Oke.
09:47Baik.
09:47Pak Gop,
09:48peristiwa ini membuktikan memang Pemda gagal.
09:53Negara terlambat hadir.
09:57Beliau sudah meninggal lebih dulu,
09:59baru kita sibuk memperhatikan kondisi sosial.
10:03Kedepan, Pak,
10:04apa yang Anda akan lakukan?
10:06Singkat saja.
10:07Jadi,
10:08tentu yang disampaikan tadi saya pikir benar.
10:12Kita perlu memastikan bahwa semua orang-orang yang benar-benar miskin ini
10:17terdata betul dan mendapatkan haknya.
10:20Jangan lagi ada orang-orang yang mampu hanya karena kedekatan dengan pihak-pihak tertentu,
10:25kemudian namanya dimasukkan dan mengorbankan yang miskin.
10:28Jadi, ketepatan kepada mereka yang miskin yang harus mendapatkan penantuan ini,
10:32itu menjadi satu faktor kunci.
10:34Jadi, data ini penting.
10:34Dan kami terus memperbore data agar seluruh yang miskin CNTT ini
10:38benar-benar mendapatkan haknya sesuai dengan apa yang harus menjadi
10:41kewajiban negara kepada mereka.
10:43Yang kedua juga tentu, di luar pemerintah,
10:46kami juga nanti lagi memikirkan,
10:47ini saya betul-betul dengan persiswa ini,
10:48saya lagi betul-betul lagi cari cara agar
10:51di luar yang sudah pemerintah siapkan,
10:53yang pasti tidak mungkin bisa menjawab banyak kebutuhan,
10:56tapi juga masyarakat sendiri secara bersama-sama
10:59gotong royong yang menjadi semangat bangsa ini,
11:01kami lagi tadi, saya sudah mulai besar di beberapa tempat
11:04untuk kita mesti membuat semacam ada pelembagaan,
11:07lembaga yang bisa kita menggunakan itu sebagai dana gotong royong
11:11untuk bantu orang-orang susah seperti ini.
11:13Jadi, di luar skema pemerintah yang pasti sudah menjangkau banyak hal,
11:16tapi pasti ada yang kurang.
11:17Kita tadi sampaikan misalnya soal pas yang dibutuhkan oleh keluarga miskin untuk anak-anaknya.
11:21Itu nanti kita akan cari caranya untuk kita himpun dana masyarakat secara bersama-sama,
11:25digunakan dengan baik oleh perwakilan masyarakat di situ
11:29untuk nanti menyalurkan kepada yang membutuhkan seperti ini.
11:31Sekali lagi, memang ini peristiwa memberikan kami banyak catatan,
11:35ini peristiwa kononansian yang luar biasa bagi kami,
11:38dan sekali lagi,
11:39kemertian YBR ini,
11:42bela sungka bagi keluarga dan buat kita semua,
11:43dan ini menjadi catatan kita untuk kita perbaiki banyak hal
11:46untuk penanganan urusan sosial,
11:48juga pendidikan ke depan.
11:49Baik, terima kasih Pak Gup,
11:50terima kasih Bang Marcel telah bergabung di Kompas Petang.
11:53Selamat petang, Bapak-Bapak.
11:55Selamat petang, selamat petang.
Komentar