Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengundang mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) untuk bertemu membahas Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Usai bertemu, eks Menlu Alwi Shihab menyampaikan bahwa Prabowo berkomitmen apabila Dewan Perdamaian bentukan Trump tersebut tidak sejalan dengan prinsip membela Palestina, maka Indonesia akan keluar.

"Dikatakan oleh Bapak Presiden kalau Board of Peace ini kelihatan tidak sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia maka dengan mudah kita bisa keluar," ujar Alwi.

Baca Juga Eks Menlu Alwi Shihab Ungkap Hasil Pertemuan dengan Prabowo soal Board of Peace | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/648599/eks-menlu-alwi-shihab-ungkap-hasil-pertemuan-dengan-prabowo-soal-board-of-peace-kompas-malam

#prabowo #mantanmenlu #boardofpeace

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648606/full-pernyataan-eks-menlu-wamenlu-usai-bertemu-prabowo-bahas-board-of-peace-bentukan-trump
Transkrip
00:00Dari Mas Media, selamat malam.
00:03Kami yang diundang pada pertemuan dengan Bapak Presiden
00:07pada sore hari ini, mulai jam 3,
00:11dan kurang lebih pertemuan selama 3 jam.
00:16Kami mendapat banyak informasi
00:18dan mengenai banyak hal yang juga menarik perhatian masyarakat kita,
00:27khususnya berbagai aspek politik luar negeri kita,
00:33utamanya yang terkait dengan pembentukan Board of Peace
00:39dalam kerangka menyelesaikan permasalahan Palestina di Gaza khususnya.
00:47Jadi dalam diplomasi memang sebagian besar,
00:52kalau tidak dapat dikatakan,
00:54banyak hal yang bersifat confidential, yang rahasia.
01:00Karena itu, kita yang di luar pemerintahan,
01:06baik para mantan menteri luar negeri,
01:10wakil menteri luar negeri, akademisi,
01:14juga tidak selalu dapat memperoleh informasi yang akurat,
01:18apalagi kalau itu dari sumber informasi melalui tulisan,
01:25ungkapan di mas media, apalagi media sosial.
01:30Karena itu satu kesempatan berharga,
01:32bahwa sore ini kita mendapat pencerahan
01:35dan banyak informasi yang tidak kita ketahui.
01:39persoalannya adalah, kita tidak memiliki informasi utuh,
01:44tapi persepsi yang berkembang bisa jadi jauh dari itu,
01:49dan kami yang pernah aktif di bidang diplomasi
01:53juga tidak banyak bisa memberikan penjelasan.
01:57Jadi input yang berharga dari Bapak Presiden,
02:00misalnya tadi salah satu sisi yang penting adalah
02:04ikut sertanya Indonesia pada board of peace,
02:09Badan Perdamaian untuk membantu penyelesaian
02:13masalah Palestina, khususnya di Gaza.
02:18Jadi kita ikut serta dalam board of peace ini
02:24setelah melalui dua rangkaian konsultasi
02:27di antara negara-negara berpenduduk mayoritas Islam
02:31atau negara Islam pertama di New York
02:35di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB
02:38pada akhir tahun lalu,
02:41dan juga ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung,
02:46kita juga melalui proses konsultasi yang erat
02:50dengan tujuh negara Islam
02:53atau negara berpenduduk mayoritas Islam.
02:57Mengapa ini dianggap penting,
02:58dan saya juga ikut menganggap penting,
03:00karena tujuh delapan negara ini
03:03dapat menjadi kekuatan penyeimbang
03:08di dalam board of peace,
03:11termasuk keputusan-keputusan yang akan diambil oleh Badan ini.
03:16Memang ada kekhawatiran bahwa Trump akan
03:19memainkan peran luar biasa,
03:25tidak dapat dikontrol,
03:26tapi setidaknya delapan negara ini
03:28dengan bisa menyeimbangkan proses di dalam board of peace.
03:39Itu pertama.
03:41Yang kedua, dalam kaitan dengan kontribusi kita,
03:46yaitu juga perdebatan publik yang cukup tajam,
03:49kalau kadang,
03:50bahwa kita ikut menyumbangkan pikiran,
03:55menyumbangkan dana sebesar itu.
03:57Sebetulnya juga belum diputuskan
03:59kapan kita akan menyumbang.
04:01Tapi kalau saya tadi,
04:03dalam kontribusi saya,
04:05dalam diskusi,
04:06adalah bahwa
04:07wujud sumbangan kita adalah
04:11nanti untuk bagaimana membantu rakyat Palestina di Gaza.
04:17Karena dengan sumbangan itu juga
04:21wujud nyata dari kepedulian kita
04:24terhadap penderitaan rakyat Palestina.
04:27Yang lain juga yang kontroversial di perdebatan publik adalah
04:31bahwa proses pembentukan
04:35maupun nanti operasionalisasi
04:37dari Dewan Badan Perdamaian ini
04:43tidak menyertakan PBB.
04:51Saya memberikan contoh
04:52dalam sejarah PBB sejak awalnya,
04:55banyak upaya konflik resolusi
04:57yang dilakukan di luar kerangka PBB.
04:59Tidak kurang ketika kita
05:02berunding dengan Belanda
05:03pada tahun 49
05:06itu sedungguhnya ada proses di luar PBB.
05:10Bahkan Amerika membantu
05:11kita
05:13untuk ikut dalam perundingan KMP
05:16dengan menekan Belanda
05:17kalau tidak Belanda mau berunding
05:19maka bantuan ekonomi
05:21khususnya Marshall Plan akan dicabut.
05:24Juga kita mengalami
05:26pada masa kita berjuang
05:28untuk pengembalikan Irian Barat
05:29Tidak kurang adalah
05:31Amerika yang waktu
05:33Presiden Kennedy
05:34yang memediasi dengan menunjuk
05:37seorang diplomat seniornya
05:38Asset Banker
05:39berunding di Virginia
05:41menepakati perjanjian yang
05:43kemudian disebut dengan
05:44perjanjian New York.
05:46PBB mungkin belakangan berperan
05:49dalam mengelola administrasinya.
05:50Tapi dengan kata lain
05:52kita tidak perlu a priori
05:54bahwa ada proses di luar karangka PBB
05:56dan
05:57dan itu
05:59secara negatif
06:02dan proses
06:05board office ini kan masih awal
06:08jadi juga kita
06:09mesti lebih terbuka
06:10untuk jangan tergesa-gesa menilai
06:12apalagi kalau kita
06:13hanya mendasarkan pada informasi
06:16yang tidak cukup utuh.
06:17Nah tadi ini
06:19pertemuan ini
06:20memberikan kita
06:21pada kita semua
06:22Presiden
06:22penjelasan yang
06:24lebih utuh tentang
06:25apa yang disebut dengan
06:26board office
06:27apa kontribusi kita
06:29dan
06:30juga dijelaskan bahwa
06:32sesungguhnya
06:32sebagai
06:33anggota
06:34board office
06:35kalau kita jadi
06:36menyumbang nanti
06:37maka
06:39kita juga leluasa
06:41untuk
06:42ikut
06:44dalam program
06:45program apa
06:46atau buat kita
06:46program yang akan
06:47dikembangkan
06:48harus
06:49demi kepentingan
06:50rakyat
06:51Palestina
06:52di Gaza
06:53yang lainnya adalah
06:54bahwa kita juga
06:56punya
06:57kedaulatan
06:57untuk memutuskan
06:58apakah kita akan
07:00terus lanjut
07:01atau tidak
07:01tergantung pada
07:02bagaimana proses ini
07:04nanti
07:04perjalanannya
07:06sesuai dengan
07:07niatan kita
07:08yang sesungguhnya
07:09yaitu membantu
07:10rakyat Palestina
07:11tapi sebelum itu
07:12juga kita patut
07:13terbuka
07:14untuk menghargai
07:15bahwa
07:15dengan
07:17inisiatif
07:18yang menuju
07:19pada board office
07:20ini
07:20maka perang
07:22yang lebih dua
07:23tahun
07:23berkecamuk
07:25di Gaza
07:25mengakibatkan
07:28korban 71 ribu
07:29orang
07:30meninggal dunia
07:31pasti ada lagi
07:32itu
07:33sementara ini
07:34bisa dihentikan
07:35sehingga
07:35bantuan penelusiaan
07:36sudah mulai
07:37mengalir
07:37pos di
07:39Rafah
07:39berbatasan
07:40antara
07:41Mesir
07:41dan Gaza
07:42sudah dibuka
07:43dan sedikitnya
07:45itu
07:45membantu
07:46mengurangi
07:48penderitaan
07:49rakyat
07:50Palestina
07:50di Gaza
07:51jadi
07:52itu berapa hal
07:53yang saya
07:55ingat
07:56mungkin kawan-kawan lain
07:57bisa menambahkan
07:58dari
07:59pertemuan kita tadi
08:00yang mungkin
08:01diperlukan oleh
08:03kawan-kawan dari
08:04media masa
08:06terima kasih
08:07mungkin
08:08kalau ada pertanyaan
08:09juga silakan
08:10Pak Halim
08:11iya sedikit
08:11jadi pertemuan
08:13tadi ini
08:14membuka
08:15cakrawala kita
08:18sebenarnya
08:18dan banyak
08:19pertanyaan-pertanyaan
08:20yang selama ini
08:21kita ingin
08:24ketahui
08:25tadi oleh
08:26Bapak Presiden
08:27dijelaskan
08:28sejelas-jelasnya
08:29dan yang paling
08:31penting
08:32dalam
08:32penjelasan beliau
08:34bahwa Indonesia
08:35tidak pernah
08:37meninggalkan
08:40komitmen
08:41terhadap
08:42perjuangan
08:43Palestina
08:44dan tetap
08:45menginginkan
08:46adanya
08:47two-state solution
08:48itu
08:49kalau istilah
08:51awamnya
08:52itu adalah
08:52harga mati
08:53two-state solution
08:55jadi
08:55tidak
08:56tidak perlu
08:57didengarkan
08:58Netanyahu
08:59yang mengatakan
09:00tidak
09:00tidak akan
09:02menyetujui
09:03adanya
09:03two-state solution
09:04oleh Bapak Presiden
09:06tadi dikatakan
09:07kalau
09:08Board of Peace
09:10ini
09:11kelihatan
09:12tidak
09:12sejalan
09:13dengan
09:14cita-cita
09:15bangsa Indonesia
09:16maka dengan mudah
09:17kita
09:18bisa keluar
09:19jadi
09:20beliau
09:21tekankan
09:22pada masyarakat
09:23suruhnya
09:24bahwa
09:25keikut sertaan
09:26Indonesia
09:27tidak lain
09:28adalah
09:28komitmen
09:29untuk
09:30membela
09:31Palestina
09:32dan menginginkan
09:33adanya
09:33penyelesaian
09:35yang adil
09:36bagi
09:36Palestina
09:37satu
09:42satu aja
09:42saya mau
09:42tekankan
09:44adalah
09:45satu aja
09:48saya mau
09:49tekankan
09:49bahwa kami
09:50mendapat
09:50satu
09:51pencerahan
09:52saat ini
09:52yang betul-betul
09:54mendalam
09:54saya tidak
09:55sebetulnya
09:56mempersiapkan
09:57untuk ini
09:58saya kira
09:59saya mau
09:59tanya-tanya
10:00yang aneh-aneh
10:01ternyata
10:02dia sudah
10:03jelaskan
10:03semua
10:03apa lagi
10:04jadi saya
10:05tadi
10:05hanya memuji
10:07bahwa usaha
10:08ini penting
10:08supaya rakyat
10:10kita pun
10:10mengerti
10:11apa yang diambil
10:12putusan-putusan
10:14oleh pemerintah
10:15sebab
10:16hal ini
10:16masalahnya
10:18pelik
10:18jadi tidak bisa
10:19sembarangan
10:20diceritakan
10:21dimana saja
10:22jadi ini
10:23kesempatan
10:24saya kira
10:24yang dibuka
10:25oleh Pak-Pak Presiden
10:27yang harus
10:28kita hargai
10:29dan harus dapat
10:30kita
10:30pergunakan
10:31bersama
10:32terima kasih
10:33lagi
10:35kalau tidak ada
10:37cukup sekian
10:38terima kasih
10:39Pak Asan
10:40terima kasih
10:42terima kasih
10:42terima kasih
10:43selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan