00:01Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kewajikan dan Rahayu.
00:12Yang sangat saya hormati, Yang Mulia Bapak Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Dr. Haji Soehartoyo,
00:22Beserta Ibu, Yang Mulia Bapak Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Profesor Sadi Isra Yang Mulia,
00:36Beserta Ibu, Yang Mulia Hakim Konstitusi, Ibu Profesor Annie Norpaningsih, Beserta Bapak yang sangat saya hormati,
00:56Yang Mulia Bapak Dr. Daniel Yusmik, Vipoy, dan Ibu yang sangat saya hormati,
01:11Yang Mulia Bapak Redwan Mansur, Beserta Ibu yang sangat saya hormati,
01:20Yang Mulia Bapak Profesor Guntur Hamsah, Beserta Ibu yang saya hormati,
01:32Dan yang terakhir Bapak Redwan Mansur, Pak Arsul Sani, Pak Arsul Sani yang sangat saya hormati,
01:42Beserta Ibu dan Pak Redwan Yang Mulia Beserta Ibu yang saya hormati.
01:47Yang terakhir sahabat saya yang paling lama,
01:53Saya sebut terakhir soalnya,
01:56Ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di mahkamah,
02:02Untuk segera memasuki usia pensiun,
02:05Yang Mulia Bapak Dr. Profesor Dr. Anwar Usman,
02:11Beserta Ibu, kalau ada yang sangat saya hormati,
02:15Kenapa Prof Anwar saya sebut terakhir,
02:17Karena ini teman lama, jadi saya paling lama beserta beliau,
02:23Dan saya teringat pada awal menjadi Hakim Konstitusi,
02:30Itu saya tidak bercita-cita untuk jadi pimpinan di sini,
02:33Tapi waktu itu Prof Anwar dan Prof Haryono yang datang ke ruang saya,
02:39Prof Harif supaya mau dicalonkan untuk menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi,
02:44Berkali-kali beliau datang,
02:46Akhirnya saya, ya karena ini amanah dari Pak Ariono itu guru saya waktu S2 di UNER,
02:54Kemudian juga Ustadz dari BIMA yang mendorong,
03:01Akhirnya saya bersedia untuk jadi pimpinan di Mahkamah Konstitusi,
03:06Bapak Ketua, Bapak para Hakim dan Ibu,
03:12Serta Bapak Ibu sekalian yang hadir, termasuk Bapak Sekjen, Bapak Panitra,
03:17Pada kesempatan yang berbahagia ini,
03:22Saya mempunyai kesan yang luar biasa di Mahkamah ini,
03:30Jadi pengalaman saya sebetulnya lebih banyak di perguruan tinggi sebagai dosen,
03:36Tetapi dinamika kehidupan yang luar biasa itu terjadi di Mahkamah Konstitusi,
03:41Mulai dari dinamika yang sifatnya membagakan,
03:48Dinamika yang menyenangkan,
03:51Dan dinamika dengan penuh kesedihan dan kepiluan juga terjadi di Mahkamah Konstitusi ini,
04:00Semuanya telah terlewati dalam waktu 13 tahun,
04:06Saya merasakan begini,
04:07Ternyata manusia itu ada batasnya,
04:14Batas hidup,
04:16Batas jabatan,
04:18Batas karir,
04:20Dan batas apapun juga,
04:22Manusia selalu ada batasnya,
04:25Oleh karena itu,
04:27Saya sebagai orang yang paling tua di ruangan ini,
04:31Kalau tidak salah sekarang ini,
04:33Saya berpesan pada adik-adik,
04:35Bahwa manusia itu ada batasnya,
04:38Kita harus menyadari bahwa semuanya ada batasnya,
04:43Baik,
04:44Batas-batas usia,
04:46Maupun batas-batas jabatan,
04:49Karir,
04:50Dan batas,
04:51Mempunyai apapun,
04:53Itu ada batasnya,
04:55Oleh karena itu,
04:56Kita harus ikhlas,
04:58Legowo,
04:59Bisa menerima batas-batas itu,
05:01Saya tidak merasa bahwa saya akan berpisah dengan Bapak Ibu sekalian,
05:08Para yang mulia,
05:10Karena keberadaan kita selalu harus diingat dengan baik,
05:18Dan saya merasakan menyelesaikan 13 tahun di mahkamah,
05:24Saya merasa saya sudah melakukan yang terbaik,
05:28Selama yang saya lakukan selama 13 tahun ini,
05:34Di mana saya semua sudah kita lakukan,
05:38Saya pernah menjadi anggota,
05:40Kemudian menjadi wakil,
05:43Menjadi ketua terpilih secara aklamasi dua kali,
05:45Dan kemudian menjadi anggota kembali,
05:49Itu bagi saya tidak ada bedanya,
05:52Karena kita masih tetap bisa melakukan pengabdian sebaik-baiknya,
05:57Kepada mahkamah,
05:58Kepada lembaga ini,
05:59Kepada negara dan bangsa,
06:03Kemudian yang berikutnya,
06:05Terima kasih telah menonton!
Komentar