Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Arief Hidayat menceritakan bahwa dirinya tidak pernah bercita-cita menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) saat masih bertugas.

Namun satu momen, Hakim Konstitusi Harjono dan Hakim Konstitusi Anwar Usman membujuknya untuk maju sebagai calon Wakil Ketua MK.

Diketahui, Arief Hidayat menjabat sebagai Wakil Ketua MK pada 1 November 2013 hingga 12 Januari 2015.

"Saya teringat pada awal menjadi Hakim Konstitusi, itu saya tidak bercita-cita untuk jadi pimpinan di sini, tapi waktu itu Prof Anwar dan Prof Harjono yang datang ke ruang saya 'Prof Arief supaya mau dicalonkan untuk menjadi wakil ketua Mahkamah Konstitusi," cerita Arief dalam wisudan purnabaktinya, di Gedung MK, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga [FULL] Ketua MK Suhartoyo Kenang 11 Tahun Kerja Bersama Arief Hidayat di https://www.kompas.tv/nasional/648511/full-ketua-mk-suhartoyo-kenang-11-tahun-kerja-bersama-arief-hidayat



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/648512/cerita-arief-hidayat-pernah-dibujuk-anwar-usman-jadi-calon-wakil-ketua-mk
Transkrip
00:01Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kewajikan dan Rahayu.
00:12Yang sangat saya hormati, Yang Mulia Bapak Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Dr. Haji Soehartoyo,
00:22Beserta Ibu, Yang Mulia Bapak Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Bapak Profesor Sadi Isra Yang Mulia,
00:36Beserta Ibu, Yang Mulia Hakim Konstitusi, Ibu Profesor Annie Norpaningsih, Beserta Bapak yang sangat saya hormati,
00:56Yang Mulia Bapak Dr. Daniel Yusmik, Vipoy, dan Ibu yang sangat saya hormati,
01:11Yang Mulia Bapak Redwan Mansur, Beserta Ibu yang sangat saya hormati,
01:20Yang Mulia Bapak Profesor Guntur Hamsah, Beserta Ibu yang saya hormati,
01:32Dan yang terakhir Bapak Redwan Mansur, Pak Arsul Sani, Pak Arsul Sani yang sangat saya hormati,
01:42Beserta Ibu dan Pak Redwan Yang Mulia Beserta Ibu yang saya hormati.
01:47Yang terakhir sahabat saya yang paling lama,
01:53Saya sebut terakhir soalnya,
01:56Ini orang-orang tua yang sudah tidak berguna lagi di mahkamah,
02:02Untuk segera memasuki usia pensiun,
02:05Yang Mulia Bapak Dr. Profesor Dr. Anwar Usman,
02:11Beserta Ibu, kalau ada yang sangat saya hormati,
02:15Kenapa Prof Anwar saya sebut terakhir,
02:17Karena ini teman lama, jadi saya paling lama beserta beliau,
02:23Dan saya teringat pada awal menjadi Hakim Konstitusi,
02:30Itu saya tidak bercita-cita untuk jadi pimpinan di sini,
02:33Tapi waktu itu Prof Anwar dan Prof Haryono yang datang ke ruang saya,
02:39Prof Harif supaya mau dicalonkan untuk menjadi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi,
02:44Berkali-kali beliau datang,
02:46Akhirnya saya, ya karena ini amanah dari Pak Ariono itu guru saya waktu S2 di UNER,
02:54Kemudian juga Ustadz dari BIMA yang mendorong,
03:01Akhirnya saya bersedia untuk jadi pimpinan di Mahkamah Konstitusi,
03:06Bapak Ketua, Bapak para Hakim dan Ibu,
03:12Serta Bapak Ibu sekalian yang hadir, termasuk Bapak Sekjen, Bapak Panitra,
03:17Pada kesempatan yang berbahagia ini,
03:22Saya mempunyai kesan yang luar biasa di Mahkamah ini,
03:30Jadi pengalaman saya sebetulnya lebih banyak di perguruan tinggi sebagai dosen,
03:36Tetapi dinamika kehidupan yang luar biasa itu terjadi di Mahkamah Konstitusi,
03:41Mulai dari dinamika yang sifatnya membagakan,
03:48Dinamika yang menyenangkan,
03:51Dan dinamika dengan penuh kesedihan dan kepiluan juga terjadi di Mahkamah Konstitusi ini,
04:00Semuanya telah terlewati dalam waktu 13 tahun,
04:06Saya merasakan begini,
04:07Ternyata manusia itu ada batasnya,
04:14Batas hidup,
04:16Batas jabatan,
04:18Batas karir,
04:20Dan batas apapun juga,
04:22Manusia selalu ada batasnya,
04:25Oleh karena itu,
04:27Saya sebagai orang yang paling tua di ruangan ini,
04:31Kalau tidak salah sekarang ini,
04:33Saya berpesan pada adik-adik,
04:35Bahwa manusia itu ada batasnya,
04:38Kita harus menyadari bahwa semuanya ada batasnya,
04:43Baik,
04:44Batas-batas usia,
04:46Maupun batas-batas jabatan,
04:49Karir,
04:50Dan batas,
04:51Mempunyai apapun,
04:53Itu ada batasnya,
04:55Oleh karena itu,
04:56Kita harus ikhlas,
04:58Legowo,
04:59Bisa menerima batas-batas itu,
05:01Saya tidak merasa bahwa saya akan berpisah dengan Bapak Ibu sekalian,
05:08Para yang mulia,
05:10Karena keberadaan kita selalu harus diingat dengan baik,
05:18Dan saya merasakan menyelesaikan 13 tahun di mahkamah,
05:24Saya merasa saya sudah melakukan yang terbaik,
05:28Selama yang saya lakukan selama 13 tahun ini,
05:34Di mana saya semua sudah kita lakukan,
05:38Saya pernah menjadi anggota,
05:40Kemudian menjadi wakil,
05:43Menjadi ketua terpilih secara aklamasi dua kali,
05:45Dan kemudian menjadi anggota kembali,
05:49Itu bagi saya tidak ada bedanya,
05:52Karena kita masih tetap bisa melakukan pengabdian sebaik-baiknya,
05:57Kepada mahkamah,
05:58Kepada lembaga ini,
05:59Kepada negara dan bangsa,
06:03Kemudian yang berikutnya,
06:05Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan