00:00Saya terakhir ini dari anggota Pak Primus, saya persilakan.
00:04Ya terima kasih pimpinan.
00:06Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:09Bapak Ibu yang saya hormati, Pak Purbaya, Menteri Keuangan,
00:14kayaknya saya lihat Anda kurang sehat nih Pak.
00:16Anda nggak boleh sakit Pak, itu Menteri.
00:18Karena nanti ada sentimen negatif, betul.
00:23Namun Zubillah saya doakan jangan sampai sakit,
00:25apalagi dirawat di rumah sakit.
00:26Nanti IHSG kita drop, dolar juga menguat.
00:31Kita doakan itu tidak terjadi, jadi Bapak ini harus minum obat.
00:35Kalau istirahat nggak ada waktu Pak, Bapak harus kerja.
00:38Jadi saya doakan semoga Anda cepat pulih.
00:41Baik, saya melihat di halaman 19 ini bahwa ada ketimpangan Pak penerimaan pajak kita,
00:48khususnya dari komoditas sawit dan tembaga.
00:54ini yang terpengaruh dengan harga yang melonjak tinggi di global tentu saja.
01:03Dan kita juga melihat beberapa tahun sebelumnya juga penerimaan dari sawit juga sempat turun CPO ini.
01:10Jadi tergantung nilai komoditas ini di global.
01:14dan ironisnya global yang menentukan nilai itu.
01:22Bukan kita sebagai yang mempunyai produksi terbesar di dunia ini.
01:27Nah, ketergantungan kita,
01:29sekali lagi tahun 2025 dan yang sekarang ini tadi Bapak sampaikan di awal tahun ini,
01:37penerimaannya melebihi dari tahun lalu,
01:40itu kan karena komoditas ini.
01:42Nah, ini bersyukur karena harganya tinggi.
01:44Sedangkan yang lainnya itu tertekan.
01:48Nah, apakah kementerian keuangan ini punya skema khusus untuk mengatur
01:53karena menyikapi hal-hal yang tergantung dengan nilai-nilai yang ditentukan di global sana Pak?
02:00Mereka bisa menentukan padahal kita yang punya barang.
02:04Nah, ini sudah tidak fair Pak.
02:05Permainan harus dirubah sekarang.
02:08Itu yang pertama.
02:09Yang kedua Pak,
02:11saya punya pendapat pribadi,
02:17saya tidak masalah Pak.
02:19Pendapatan penerimaan negara itu berkurang.
02:22Asalkan rakyat miskinnya juga berkurang.
02:27Asalkan masyarakatnya produktifitasnya itu naifah.
02:34Nah, saya khawatir tarif terlalu tinggi bisa menekan penerimaan.
02:40Mungkin Pak Purbaya bisa ada treatment khusus untuk calon-calon yang mau membuka usaha Pak,
02:56mau ekspansi pabrik, menciptakan lapangan kerja itu diberikan stimulus supaya pajaknya itu diturunkan.
03:04Atau jangan-jangan yang sekarang itu sudah berjalan dikasih special treatment Pak.
03:11Karena supaya tidak ada PHK di mana-mana.
03:14Ini ada hubungannya Pak.
03:17Banyak, ini aspirasi saja,
03:20banyak kawan-kawan kami, kawan-kawan saya khususnya,
03:25itu yang menanyakan dia takut mau buka usaha.
03:30Karena beban yang ada di depannya ini berupa kewajiban membayar pajak ini sudah tinggi.
03:36Jadi mereka tidak berani berspekulasi lagi.
03:41Akhirnya mantap Pak, makan tabungan lagi.
03:45Melihat kondisi yang seperti ini.
03:47Nah, menurut saya perlu Pak.
03:49Bapak kan tahun lalu,
03:51bulan Desember itu kan ada
03:53persentase yang mau ditinggikan,
03:57tapi tidak jadi.
03:59Karena berkurangnya penerimaan,
04:02tapi kan yang berkurang penerimaan itu juga uang rakyat juga.
04:05Maksud saya adalah,
04:06mungkin, mungkin,
04:07perlu eksersis Pak,
04:09satu dua tahun,
04:10bolehlah pajak itu dikecilkan,
04:13sehingga para pengusaha,
04:15para UMKM ini,
04:17itu mudah Pak,
04:19mempunyai kesempatan dan tidak takut untuk mencoba.
04:23Itu Pak.
04:24Saya rasa metode seperti ini,
04:26atau skema seperti ini,
04:27belum pernah dilakukan.
04:29Dan yang terakhir Pak,
04:30ini juga penting,
04:32orang urus PKP itu Pak,
04:36perusahaan kena pajak itu Pak,
04:39lama sekali di sini.
04:41Mungkin salah satu yang terlama di dunia Pak.
04:43Jadi harusnya kan,
04:48kalau orang,
04:49perusahaan kena pajak,
04:50orang ngurus,
04:51investor datang,
04:52mengurus itu,
04:53butuh waktu.
04:55Minta A, B, C, D,
04:57seperti itu.
04:59Nah ini harusnya kan dia,
05:01membuka,
05:03lapangan pekerjaan.
05:04Mungkin itu saja pimpinan.
05:06Terima kasih.
05:06Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:08Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar