Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kuasa hukum keluarga MAF, murid sekolah dasar yang diduga tewas akibat perundungan, melayangkan protes keras terhadap Polresta Pekanbaru karena dinilai membiarkan laporan hukum berjalan di tempat tanpa ada pemeriksaan saksi maupun penyelidikan lebih lanjut selama hampir dua bulan.

Kekecewaan ini memuncak setelah janji kepolisian dan pemerintah kota untuk mengusut tuntas kasus kekerasan di SDN 108 Pekanbaru tersebut hingga kini dianggap hanya isapan jempol belaka.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #polrestapekanbaru #perundungan #SD108Pekanbaru

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:0050 hari berlalu, laporan dugaan bullying tewaskan murid SD Mandek di Polresta Pekanbaru.
00:06Kuasa hukum keluarga MAF murid sekolah dasar yang diduga tewas akibat perundungan
00:11melayangkan protes keras terhadap Polresta Pekanbaru
00:14karena dinilai membiarkan laporan hukum berjalan di tempat tanpa ada pemeriksaan saksi
00:19maupun penyelidikan lebih lanjut selama hampir 2 bulan.
00:23Kekecewaan ini memuncak setelah janji kepolisian dan pemerintah kota
00:27untuk mengusut tuntas kasus kekerasan.
00:29Di SDN 108 Pekanbaru tersebut, hingga kini dianggap hanya isapan jempol belaka.
00:35Kuasa hukum keluarga korban, Suroto menyampaikan
00:39pihaknya telah melayangkan surat permohonan audiensi
00:42sekaligus pengaduan resmi ke Polresta Pekanbaru pada selasa lalu.
00:47Surat tersebut mempertanyakan alasan belum adanya proses hukum terhadap laporan
00:52dugaan bullying yang melewaskan kliennya.
00:55Ia menyebutkan pihaknya berencana mendatangi Polresta Pekanbaru
00:59untuk meminta penjelasan langsung terkait mandeknya penanganan perkara tersebut.
01:03Suroto juga mempertanyakan kemungkinan adanya intervensi pihak tertentu
01:07yang menyebabkan laporan kliennya tidak diproses.
01:10Tak hanya ke Polresta, surat pengaduan itu juga ditembuskan ke berbagai pihak
01:15di tingkat pusat dan daerah.
01:16Di antaranya Presiden RI, Menteri Pendidikan, Minko Polhukam, Kapolri, Irwasum Polri, Div Propong Polri,
01:26Kabar Eskrim Polri, Kompolnas, KPII, hingga Kapol Dario berserta jejaran.
01:32Suroto juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan aparat pendegang hukum di awal kasus.
01:37Menurutnya, Polresta Pekanbaru sempat menyampaikan ke publik
01:40akan membuka penyelidikan dan memeriksa saksi, termasuk orang tua korban.
01:46Namun hingga kini, hal tersebut dinilai hanya sebatas janji.
01:50Selain kepolisian, Suroto turut menyoroti sikap pemerintah kotapkan baru
01:54yang sebelumnya menyatakan akan membentuk tim pencari fakta.
01:57Hingga kini, hasil kerja tim tersebut tidak pernah dipublikasi.
02:01Lebih jauh, Suroto menduga adanya pembiaran dari pihak sekolah dan pemerintah daerah
02:06terhadap maraknya kekerasan di sekolah tersebut.
02:09Ia mengklaim terdapat sejumlah korban lain selain kliennya
02:12yang mengalami kekerasan oleh pelaku yang sama.
02:16Menurut Suroto, fakta banyaknya korban menunjukkan lemahnya pengawasan dan penindakan.
02:20Ia menilai tidak pernah ada saksi tegas terhadap pihak sekolah,
02:25termasuk kepala sekolah, mesti kekerasan disebut berulang kali terjadi.
02:29Sebelumnya, orang tua kerlan buling yang meninggal dunia
02:32membuat laporan ke Polresta Pekanbaru.
02:35Korban berinisial MAF bersekolah di SDN 108 Pekanbaru,
02:39Jalan Merak, Tangkarang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan