Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara tentang beredarnya surat diduga dari Gubernur Riau (Gubri) nonaktif, Abdul Wahid. Surat ini beredar di banyak grup WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau.
Surat yang diduga ditulis tangan dan ditandatangani Abdul Wahid itu berisikan bantahan terkait kasus dugaan pemerasan yang kini tengah menjeratnya. Dalam surat itu, ia juga menceritakan penemuan uang di rumah miliknya di Jakarta.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penanganan kasus terhadap Abdul Wahid tentunya dilakukan secara profesional dan sesuai SOP.
Tonton juga RiauOnline “ (RiauOnline)
#Riauonline #Riauonlinecoid #KPK #Abdulwahid
Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.
Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel: - Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8 - Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU
00:00Komisi Pemberantasan Korupsi angkat bicara tentang beredarnya surat diduga dari Gubernur Riau non-aktif, Abdul Wahid.
00:07Surat ini beredar di banyak grup WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau.
00:12Surat yang diduga ditulis tangan dan ditanda tangani Abdul Wahid itu berisikan bantahan terkait kasus dugaan pemerasan yang kini tengah menjeratnya.
00:20Dalam surat itu, ia juga menceritakan penemuan uang di rumah miliknya di Jakarta.
00:24Juru bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, penanganan kasus terhadap Abdul Wahid tentunya dilakukan secara profesional dan sesuai SOP.
00:33Setiap sangkaan pasal terhadap para tersangka tentunya sudah berdasarkan kecukupan alat bukti yang diperoleh penyidik, yang nantinya akan diuji di persidangan.
00:41Kita ikuti terus perkembangannya, kata Budi, Senin, 12 Januari 2026.
00:47Berikut isi surat yang diduga ditulis dan ditanda tangani oleh Abdul Wahid dari dalam bilik tahanan KPK.
00:52Bismillah, kepada masyarakat riau yang kami cintai karena Allah.
00:58Wallahi, billahi, tallahi.
01:01Satu, saya meminta maaf dan keikhlasan atas segala kesalahan dan kejadian yang Bapak Ibu lihat dan dengar dari media.
01:08Dua, saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta V maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan.
01:16Tiga, saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapapun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya.
01:24Empat, saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.
01:32Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah maha adil.
Jadilah yang pertama berkomentar