Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PANDEGLANG, KOMPAS.TV - Curah hujan tinggi disertai meluapnya sejumlah sungai menyebabkan banjir masih merendam permukiman warga di Kabupaten Pandeglang, Banten. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari 40 hingga 100 sentimeter.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang sejak beberapa hari terakhir, ditambah meluapnya Sungai Ciliman dan Sungai Cilemer, mengakibatkan dua kecamatan masih terendam banjir, yakni Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia. Ketinggian air di wilayah terdampak berkisar antara 40 hingga 100 sentimeter.

Pantauan di lapangan menunjukkan banjir yang disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan sungai mulai mengalami penurunan. Sebelumnya, ketinggian air sempat mencapai sekitar 1,5 meter.

Meski demikian, sejumlah warga terdampak banjir masih mengungsi di area Sekolah Dasar Negeri Pagelaran 4. Sementara itu, tidak sedikit warga lainnya yang telah kembali ke rumah masing-masing seiring surutnya genangan air.

Baca Juga Banjir Rendam 62 Sekolah di Kudus, KBM Dialihkan ke Pembelajaran Daring di https://www.kompas.tv/regional/644012/banjir-rendam-62-sekolah-di-kudus-kbm-dialihkan-ke-pembelajaran-daring

#banjir #banjirpandeglang #banjirbanten

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/644058/terbaru-penampakan-banjir-rendam-2-kecamatan-di-pandeglang-banten-tinggi-air-capai-satu-meter
Transkrip
00:00Saudara kita sahabat jurnalis Gompas TV Yuda Taruna yang sudah bersiap untuk menggabarkan situasi atau kondisi banjir terkini di Pandeglang, Banten.
00:09Selamat siang, Yuda.
00:15Yuda, Anda saat ini berada di Pandeglang, seperti apa kondisi banjir di sana? Apakah mulai surut atau masih tinggi banjir?
00:22Yuda, Saudara tak hanya permukiman warga, namun juga puluhan sawah terendam banjir di Pandeglang, Banten.
00:44Hingga mengalami pusoh ataupun petani gagal panen, hingga merugi ratusan juta rupiah.
00:50Dan hingga saat ini sejumlah warga masih mengungsi di beberapa areal sekolah dan juga tidak sedikit pula warga yang memaksakan diri untuk kembali ke rumah mereka masing-masing.
01:02Kita nanti akan kembali menyapa jurnalis Gompas TV Yuda Taruna di Pandeglang, Banten. Yuda.
01:11Ya terima kasih, Isan dan Saudara.
01:13Eh Yuda, lu ah.
01:17Gimana bang?
01:20Halo?
01:22Anda bisa mendengar suara saya?
01:25Iya, siap. Iya bisa bang.
01:27Baik. Yuda, saat ini kondisi Anda terlihat sedang berada di perahu. Bagaimana sebenarnya kondisi banjir di Pandeglang saat ini? Bisa Anda ceritakan?
01:37Iya baik. Saat ini saya bersama dan di Pandeglang 0601 akan menuju salah satu lokasi terdampak banjir yang terisolir.
01:45Sehingga untuk mencapai lokasi ataupun desa tersebut, kita mengharuskan menggunakan perahu selama kurang lebih satu jam sengah.
01:55Nah nantinya selama di sana dari tim dan dim Pandeglang akan menyalurkan sejumlah logistik yakni 30 karung beras beserta akan melakukan penanganan medis di sana.
02:12Demikian.
02:14Ya, ada berapa desa dan juga atau kecamatan yang terdampak di Pandeglang Banten?
02:20Untuk kecamatan yang masih terdampak di sana, di sini ada dua kecamatan yakni kecamatan Patia dan kecamatan Pagelaran.
02:33Sedangkan untuk jumlah desa yang terdampak masih menunggu informasi resmi dari BPB Pandeglang.
02:41Demikian.
02:42Untuk kondisi terparah di daerah mana saja, Yuda?
02:45Nah, untuk kondisi itu berada di desa Idaman, karena kondisi di sana warga masih membutuhkan logistik.
03:01Karena informasi yang saya dapatkan, yang terakhir kali bahwa jumlah logistik di sana sudah mulai menipis.
03:07Dan para warga juga sudah, para warga juga mulai mengalami kondisi kesehatan yakni gatal-gatal demikian.
03:18Baik Anda, saat ini di Perahu, tengah bersama siapa dan informasi apa yang bisa digali di sana?
03:23Yuda, mungkin Anda bisa bertanya.
03:24Ya, untuk saat ini, sedang bersama dengan Dandim Pandeglang.
03:33Untuk perencanaan bagaimana, Bang?
03:35Baik, terima kasih kami dari Angkatan Darat, khususnya Kodim 0601 Pandeglang.
03:43Terima kasih kepada Dandim Pandeglang, Dandim 04, Mullah Sumpah, Aral Katak,
03:54dan Aral Katak, dan Aral Katak, dan Aral Katak, dan Aral Katak,
03:56Tantak menembus setelah-setelah Idaman di Ketamatan Tertia yang Bapak Samad belum alam.
04:02Nah, pada hari ini, di darat yang bisa kami datang bolak-bolak.
04:14Selain itu juga, kami bekerjasama dengan Cyber Foundation,
04:19kemudian dengan Persit Kodim untuk melaksanakan pengobatan
04:23dari Ketamatan Angkatan Darat yang ada di Serang.
04:27Karena dari info dari Bapak Kepala Desa, anak-anak, ataupun ibu-ibu hamil,
04:32dan orang tua sudah mulai ada yang kurang sehat.
04:36Sehingga kami membawa perangkat dokter dan membawa obat-obatan.
04:41Nah, sekarang kami di atas Sungai Cilomor,
04:44yang sudah perjalanan ini melawan arus.
04:47Kapal-kapal logistik yang sudah kami kerakan,
04:50tiga kapal sudah mendahului.
04:52Kemudian di belakang kami juga ada kapal penyelamat yang dari Angkatan Darat.
04:56Demikian, terima kasih.
04:57Baik, Yudha, saat ini di daerah terisolir dan juga terdampak banjir,
05:05ada berapa warga yang saat ini berada di sana?
05:11Untuk data terkini, warga terdampak di Desa Idaman,
05:20kurang lebih ada 420 warga yang terdampak.
05:22Demikian.
05:23Bantuan apa yang paling dibutuhkan warga di sana, Yudha?
05:30Nah, untuk kondisi yang benar-benar dibutuhkan,
05:33berdasarkan informasi dari warga yang saya dapatkan,
05:35bahwa peralatan balita itu sangat dibutuhkan saat ini,
05:40mengingat bantuan seperti itu belum masuk.
05:43Baik, Yudha, bisa Anda ceritakan menuju desa yang terisolir saat ini,
05:51perjalanannya seperti apa?
05:53Anda melewati sungai ataupun daerah yang terendam banjir
05:57untuk menuju ke daerah terisolasi tersebut, seperti apa?
06:00Ya, di tengah kondisi hujan yang terus mengguyur,
06:05kita berusaha bersama-sama menggunakan perahu warga
06:10menuju lokasi terdampak banjir.
06:15Mengingat inensitas yang cukup, hujan yang masih cukup tinggi,
06:19kondisi air sungai juga mulai cukup deras.
06:22Demikian.
06:22Kondisi artinya Anda saat ini berada di jalur sungai ya?
06:28Iya, masih di jalur sungai.
06:29Kurang lebih perjalanan satu jam setengah.
06:32Akses menuju desa yang terisolasi itu terputus total?
06:36Iya, terputus.
06:36Hanya bisa digunakan, hanya bisa melalui perahu.
06:40Baik.
06:41Yudha, Anda bisa menggambarkan kepada kami,
06:45kami juga ingin melihat visual seperti apa perjalanan Anda.
06:48Anda bisa memutar kamera Anda untuk menunjukkan kepada pemirsa Kompas TV
06:51dan juga pada kami di studio bagaimana situasi terkini banjir di Pandeglang
06:56dan keadaan sungai di Pandeglang, Banten yang saat ini airnya meluap
07:00dan juga akses menuju sejumlah desa terisolir ini masih terputus total
07:05hingga harus melewati jalur sungai untuk menuju akses
07:09ataupun menuju lokasi terisolasi itu, Yudha.
07:12Iya, ini kondisi aliran sungai di Sihlemer.
07:18sejumlah pesawaan juga masih terendam banjir
07:22dan untuk arus juga masih cukup tinggi.
07:27Ini kondisi logistik yang menuju desa Akses.
07:35Baik, Yudha, untuk logistik yang dibawa ke desa Terisolir apa saja?
07:49Ya, alam, Isan.
07:51Logistik yang saat ini dibawa ke daerah Terisolir ini apa saja?
07:55Oke, untuk logistik yang dibawa saat ini ada 30 karung beras, telur,
08:06sehari ini penelatan medis, penelatan untuk kisirat,
08:12yakni matras serta penunjang lainnya.
08:17Baik.
08:17Baik.
08:18Baik.
08:19Baik.
08:20Baik.
08:21Baik.
08:22Baik.
08:23Baik.
08:24Baik.
08:25Baik.
08:26Baik.
08:27Baik.
08:28Baik.
08:29Baik.
08:30Baik.
08:31Baik.
08:32Baik.
08:33Baik.
08:34Baik.
08:35Baik.
08:36Baik.
08:37Baik.
08:38Baik.
08:39Baik.
08:40Baik.
08:41Baik.
08:42Baik.
08:43Baik.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan