BANDUNG, KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan larangan budidaya kelapa sawit di seluruh wilayah di Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi saat ditemui di Bandung pada Selasa (7/1/2026).
Hal ini menyusul dampak lingkungan yang dinilai merugikan Masyarakat khususnya ketersediaan air bersih.
Dedi meminta kepala dinas perkebunan untuk segera menyiapkan surat edaran maupun peraturan gubernur sebagai dasar hukum penghentian penanaman sawit.
Menurut Dedi Mulyadi, kondisi di sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Hal itu menjadi salah satu alasan utama pelarangan sawit di Jawa Barat.
Video Editor: Vila Randita
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642222/gubernur-jabar-larang-budidaya-kelapa-sawit-di-wilayah-jawa-barat
00:00Dan saya sudah meminta ya, sudah meminta Kepala Tintas Pertunan untuk memasukkan surat generasi atau perduk larangan budidaya sawit di dolar sejak sekarang.
00:10Saya gini loh, kalau mau cerita, 6 bulan yang lalu, ada yang mengandung sawit di Lera Senggung, cuman saya gak cerita kemana-mana.
00:22Saya menghentikannya melalui itu, saya bilang hentikan, gak boleh teruskan, gak boleh.
00:27Nah kemudian kalau yang dicerbuk ini saya gak adain laporan, padahal kalau Kepala Desa nya laporan, saya kan benar-benar tahu semua hal, tapi karena hari ini orang merasakan ada bencana, barulah tengah.
00:42Nah kalau saya sih, di situ di luar peruntukannya dan bukan tanaman hati, ya sudah ganti dengan tanaman lain.
00:47Dan saya sudah meminta ya, sudah meminta Kepala Tintas Pertunan untuk membuat surat generasi atau perduk larangan budidaya sawit di dolar sejak sekarang.
01:00Karena dulu sudah ada, kan di Subang ada, di Subang itu keluhan masyarakat itu, kekurangan air, di daerah air sawit.
01:07Jadi saya membuat larangan, karena Jopar itu kecil, daerahnya, kemudian wilayahnya sempit, sawit itu kan membutuhkan area yang sangat mudah, jadi Jopar itu cocok tenteng, area kina, kecil.
Jadilah yang pertama berkomentar