- 1 hari yang lalu
- #jokowi
- #ijazahjokowi
- #roysuryo
JAKARTA, KOMPAS.TV - Tersangka kasus dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo siang tadi melaporkan 7 orang pendukung Jokowi, atas dugaan pencemaran nama baik.
Didampingi sejumlah kuasa hukumnya, Roy Suryo membeberkan alasannya melaporkan tujuh orang tersebut, ke dalam dua klaster.
Klaster pertama, berjumlah 5 orang yang menuduh ijazah milik mantan Menpora ini palsu.
Sementara klaster kedua berjumlah 2 orang, terkait tuduhan dirinya terlibat korupsi, kasus megaproyek Hambalang, saat masih menjadi kader Partai Demokrat.
Tak terima dituduh terlibat korupsi Hambalang, dan miliki ijazah palsu, Roy Suryo laporkan tujuh orang pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya.
Sementara Demokrat juga melaporkan 4 akun yang menuduh SBY, ada di balik isu ijazah. Benarkah dua laporan ini hanya kebetulan?
Kita bahas bersama tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, sekaligus pelapor 7 pendukung Jokowi, Roy Suryo dan Sekjen Projo, Freddy Damanik.
Baca Juga Sekjen Projo: Walaupun saya Aktif Berseteru dengan Roy Suryo tapi Tidak Menyerang Pribadi di https://www.kompas.tv/nasional/642618/sekjen-projo-walaupun-saya-aktif-berseteru-dengan-roy-suryo-tapi-tidak-menyerang-pribadi
#jokowi #ijazahjokowi #roysuryo
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642665/panas-debat-sekjen-projo-vs-roy-suryo-soal-laporkan-7-pendukung-jokowi-soal-ijazah-dan-korupsi
Didampingi sejumlah kuasa hukumnya, Roy Suryo membeberkan alasannya melaporkan tujuh orang tersebut, ke dalam dua klaster.
Klaster pertama, berjumlah 5 orang yang menuduh ijazah milik mantan Menpora ini palsu.
Sementara klaster kedua berjumlah 2 orang, terkait tuduhan dirinya terlibat korupsi, kasus megaproyek Hambalang, saat masih menjadi kader Partai Demokrat.
Tak terima dituduh terlibat korupsi Hambalang, dan miliki ijazah palsu, Roy Suryo laporkan tujuh orang pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya.
Sementara Demokrat juga melaporkan 4 akun yang menuduh SBY, ada di balik isu ijazah. Benarkah dua laporan ini hanya kebetulan?
Kita bahas bersama tersangka dugaan fitnah ijazah Jokowi, sekaligus pelapor 7 pendukung Jokowi, Roy Suryo dan Sekjen Projo, Freddy Damanik.
Baca Juga Sekjen Projo: Walaupun saya Aktif Berseteru dengan Roy Suryo tapi Tidak Menyerang Pribadi di https://www.kompas.tv/nasional/642618/sekjen-projo-walaupun-saya-aktif-berseteru-dengan-roy-suryo-tapi-tidak-menyerang-pribadi
#jokowi #ijazahjokowi #roysuryo
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/642665/panas-debat-sekjen-projo-vs-roy-suryo-soal-laporkan-7-pendukung-jokowi-soal-ijazah-dan-korupsi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Intro
00:00Saya Tifa Solesa melanjutkan kompas petang
00:04Saudara tersangka dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi Roy Suryo
00:07Siang tadi melaporkan 7 pendukung Jokowi atas dugaan pencemaran nama baik
00:12Didampingi sejumlah kuasa hukumnya
00:14Roy membeberkan alasan melaporkan 7 orang tersebut dalam 2 klaster
00:18Klaster pertama berjumlah 5 orang yang menuduh ijazah milik mantan Menpora ini palsu
00:24Sementara klaster kedua berjumlah 2 orang terkait tuduhan dirinya
00:27Terlibat korupsi kasus megaproyek Hambalang saat masih menjadi kader Partai Demokrat
00:32Inisial yang pertama adalah A
00:37Inisial yang kedua adalah B
00:40Inisial yang ketiga adalah D
00:43Inisial yang keempat adalah F
00:45Inisial yang kelima adalah L
00:48Inisial yang kelima adalah U
00:50Dan isial yang ketujuh adalah V
00:54Jadi memang ada 2 klaster
00:55Klaster yang pertama saya dituduh berijasa palsu
00:59Jadi ijazah saya dari S1 dari UGM ini dituduh palsu
01:03Saya memang hubungannya tidak buruk
01:11Saya hubungannya tetap baik
01:12Kasus fitnah ijazah Jokowi semakin melebar dengan pelaporan Roy Suryo terhadap 7 orang pendukung Jokowi
01:23Kepolda Metro Jaya pada Senin 5 Januari
01:26Mirip dengan klaster penetapan tersangka
01:29Kuasa hukum Roy Abdul Gafur Sangaji juga menjelaskan
01:32Laporan Roy terbagi dalam 2 klaster
01:34Yang dituduhan ijazah palsu milik Roy dan fitnah Roy terlibat korupsi Hambalang
01:39Yang dilakukan oleh Mas Roy adalah
01:42Melaporkan 7 orang
01:44Yang kalau kita lihat delik kualifikasi deliknya
01:48Deliknya sama dengan yang dilaporkan oleh Pak Jokowi Dodo
01:50Yaitu dugaan pencemaran nama baik dan fitnah
01:55Yang dilaporkan Mas Roy ini ada 2 klaster
01:57Klaster pertama adalah klaster di mana ada 5 terlapor
02:04Yang diduga kuat telah melakukan pencemaran nama baik terkait dengan tuduhan
02:09Dan fitnah bahwa ijazah Mas Roy adalah ijazah palsu
02:13Seakan bersamaan Partai Demokrat akhirnya melaporkan 4 akun media sosial
02:20Yang menuduh SBY terlibat isu ijazah Jokowi ke Polda Metro Jaya Senin lalu
02:25Laporan dilayangkan lewat Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat Muhajir
02:30Atas dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong
02:33Ada pun keempat akun media sosial yang dilaporkan
02:37Yakni kanal Youtube Ad Agri Fanani, Bang Boy dan kajian online
02:42Serta TikTok Sudiroi Budius MP
02:45Dalam laporan tersebut, akun Ad Agri Fanani menampilkan cuplikan video
02:49Yang bertuliskan anak emas SBY korupsi terbesar sepanjak sejarah RI
02:54Isu adanya Demokrat dibalik aksi Roy CS mengulik ijazah Jokowi
03:00Disebabkan Roy Surya tercatat pernah menjadi wakil Ketua Umum Partai Pimpinan SBY itu
03:05Meski Roy berkali-kali tegaskan sudah lama keluar dari Partai Demokrat
03:11Ia mengaku masih menjalin hubungan yang baik dengan rekan-rekannya di Demokrat
03:15Saya kader terbaik dari Partai itu tahun 2016
03:19Dan setelah itu saya justru 4 tahun berikutnya saya izin kepada Ketua Umum waktu itu untuk mengundurkan diri karena saya mau sekolah
03:26Saya memang hubungannya tidak buruk, saya hubungannya tetap baik
03:30Dan justru karena hubungan baik itu maka ketika saya diduduh kemudian melakukan korupsi di Ambalang
03:35Alhamdulillah justru nanti akan ada saksi yang sangat prinsipal
03:38Yang mengetahui persis ketika kasus Ambalang itu beliau berada di KPK
03:43Ayo maju, maju, maju, maju, ayo maju
03:49Sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah Jokowi yang menyeret Roy CS
03:54Hingga kini belum juga dilimpahkan kekejaksaan
03:57Terakhir, Polda Metro Jaya menantang Roy CS untuk perapradilan
04:01Jika masih keberatan soal bukti pendukung di balik penetapannya sebagai tersangka
04:07Tim Liputan, Kompas TV
04:09Tidak terima dituduh terlibat korupsi Ambalang dan miliki ijazah palsu
04:18Roy Suryum melaporkan 7 pendukung Jokowi ke Mapolda Metro Jaya
04:22Sementara Partai Demokrat juga melaporkan 4 akun yang menuju Susilo Bambang Yudhoyono
04:26Ada di balik isu ijazah
04:28Pertanyaannya benarkah dua laporan ini hanya kebetulan?
04:32Kami diskusikan ini bersama tersangka dugaan fitna ijazah Jokowi
04:35Sekaligus pelapor 7 pendukung Jokowi Roy Suryo dan Sekjen Projo Freddy Damani
04:40Selamat sore semuanya
04:41Terima kasih sudah datang ke Studio Kompas TV kali ini
04:44Di antara dua klaster itu Mas Roy
04:46Tudingan ijazah palsu, Anda memegang ijazah palsu
04:49Kemudian tudingan Anda terlibat korupsi Ambalang
04:51Mana yang paling fatal menurut Anda?
04:52Dua-duanya fatal
04:53Dan ini kelihatan sekali kalau ada orkestrasi
04:57Jadi mereka itu pada satu kurun waktu yang sama
05:00Itu menggelurakan isu yang sama
05:03Kelihatan, ada kayak feedingnya gitu
05:05Kemudian yang soal Ambalang juga sama
05:08Tiba-tiba ya saya yang sama sekali tidak terkait Ambalang
05:12Tiba-tiba dituduh Ambalang dan dibuat fitinya
05:14Dibuat video apa tape-nya gitu
05:16Jadi seolah-olah saya berada di sana
05:17Kungkar di sana
05:18Nah yang soal ijazah ya
05:20Orangnya anu sama, tuduannya bisa sama
05:22Tuduannya sama-sama saya beri ijazah palsu S1
05:25Kemudian bahkan ada yang duduk S3-nya juga gitu
05:28Nah jadi ini kecil kemungkinan
05:30Kalau mereka itu tidak ada yang memfeeding
05:32Dan setelah kita lihat backgroundnya
05:33Oh iyalah jelas karena mereka pendukung dari
05:36Si pemilik 99% ijazah palsu itu
05:39Jelasin dong?
05:41Tegasin siapa orang?
05:42Ya jelas kan
05:42Bukunya udah terbit
05:44White papernya
05:4599,9% ijazahnya palsu
05:48Kok saya tiba-tiba dituduh ijazahnya palsu?
05:50Kan lucu aja gitu
05:51Nah anda kan menyebut tuh
05:53Tujuh pendukung yang dilaporkan
05:54Walaupun baru inisial
05:55A, B, D, F, L, U, V
05:58Masalahnya saya menarik dengan huruf F
05:59F ini orang di sebelah saya atau bukan?
06:01F kan banyak
06:02Voice-ernya juga F
06:04Vival Solesa juga F
06:05Di nama saya lagi tiba-tiba
06:07Lelah ya voice-ernya juga
06:08Tapi kenapa nggak mau terbuka dengan F ini ya Pak?
06:11Bukan nggak mau terbuka
06:12Itu masih lebih baik saya menyebutkan
06:14Enggak tiba-tiba saya bilang
06:16Kalau di awal
06:16Saya hanya melaporkan peristiwa
06:19Padahal ternyata dia melaporkan nama
06:21Siapa yang kluster tudingan ijazah
06:23Siapa yang kluster tuduhan korupsi?
06:25Yang tuduhan korupsi itu ada dua
06:26U dan B
06:28Oke
06:29U dan B itu
06:30Sisanya baru
06:30Sisanya yang lima itu
06:31Ya L, D, V, A, F itu adalah
06:34Menuding Salijah
06:35Dan
06:36Dan sama
06:37Polanya sama persis ya
06:38Jadi dia mengangkat isu
06:40Oh ijazah saya S1 ini
06:41Oh kemudian nama saya ini
06:43Palsu
06:43Palsu
06:44Wah kan ada yang sangat kasar ya
06:46Bilang maaf ini
06:47Sebutan
06:47Apa
06:48Hewan gitu ya
06:49Oke
06:49Puk, puk, puk, puk, huk, huk, huk, huk, huk, huk
06:51Gitu ada juga
06:52Oke
06:52Satu lagi juga ada yang
06:53Waduh kasar banget
06:54Kemudian kalau yang B itu juga
06:56Wah itu juga kasar
06:57Nyebut nama minuman
06:58Bahasa Jawa yang sangat kasar itu
07:00Oke
07:01Anda merasa huruf F itu berkaitan dengan Anda nggak Bang Freddy?
07:04Ya
07:05Terima kasih
07:06Yang pertama
07:07Apa ya
07:08Kita hargai ya
07:09Itu hak hukum beliau
07:11Ya melaporkan
07:13Tetapi
07:14Sebaiknya memang
07:17Supaya lebih jelas
07:18Seperti yang
07:20Menstria tadi
07:20Berani sebut kan
07:22Ini kontennya
07:23Ini yang saya laporkan
07:24Kan begitu
07:24Agar
07:25Ini yang para tertuduh juga
07:28Yang dilaporkan ini
07:29Seperti tadi
07:31Apakah itu
07:32Nama saya
07:32Saya juga
07:33Jangan-jangan saya juga ini
07:35Tapi
07:35Menurut saya sih bukan saya
07:37Kenapa
07:37Kenapa
07:38Karena
07:39Karena
07:39Dari dua hal klaster itu
07:41Seingat saya
07:42Saya tidak ada
07:43Dan saya adalah
07:45Walaupun aktif saya dalam membela
07:48Dan berseturuh dengan Mas Roh ini
07:51Tetapi saya
07:52Nyaris tidak pernah menyerang pribadi
07:54Saya nyaris tidak pernah
07:56Ini-ini-ini penting
07:58Menurut saya
07:59Buat
07:59Apa ya
08:00Siapa saja
08:01Siapa saja yang menjadi
08:03Narasumber
08:04Di pihak manapun itu
08:06Ya
08:06Menyerang pribadi itu
08:08Memang
08:09Kalau bisa kita hindari
08:10Bukan kalau bisa
08:11Harus dihindari
08:12Dan dua
08:12Fokuslah kepada
08:13Subjek
08:15Atau pembahasan
08:16Objeknya apa
08:17Fokuslah di situ
08:17Oke
08:18Dan dua aduan yang dibikin Mas Roh ini
08:20Menurut Anda cukup beralasan
08:21Kenapa kemudian diadukan ke polisi
08:22Begini
08:22Pertama saya tidak tahu
08:24Konten itu
08:25Nanti justru
08:26Kita minta kepada Mas Roh
08:28Sebutkan saja kontennya yang mana
08:29Kemudian
08:30Sebutkan saja
08:31Siapa terlapornya itu
08:32Itu yang pertama
08:33Yang kedua
08:34Gini loh
08:35Ya
08:35Itu di media sosial
08:37Di Youtube
08:39Di TikTok
08:41Di Instagram
08:41Dimanapun itu
08:42Banyak sekali
08:44Berkembang narasi-narasi
08:46Konten-konten
08:47Yang kita tidak tahu
08:48Ya
08:49Berasal dari mana
08:50Itu
08:51Akun siapa
08:52Kemudian
08:53Apa namanya
08:55Berseliwaran
08:56Nah itu yang pertama
08:57Yang kedua
08:58Ini kan banyak
08:59Ya
08:59Namanya reaction
09:01Ya
09:02Kemudian mempertanyakan
09:03Sumber primernya
09:05Benar tidak
09:06Nah itu
09:06Kedua belah pihak
09:07Banyak lah bermain seperti itu
09:09Oke
09:09Ya
09:10Diangkat nih
09:11Judulnya begini
09:12Tanda-tanda tanya
09:13Benar tidak
09:14Kan seolah-olah
09:15Mempertanyakan
09:15Nah ini kan
09:16Mereka-mereka ini
09:17Yang biasa main di
09:18Petsos
09:19Sebetulnya paling paham
09:20Nah
09:21Apakah itu
09:22Yang dimaksud
09:23Saya rasa
09:24Kalau konten-konten
09:25Yang seperti itu
09:26Saya bilang tadi
09:27Ini kedua belah pihak
09:27Sering bermain
09:28Di situ
09:29Oke
09:29Saya harap bukan
09:30Begitulah
09:30Karena kalau yang
09:31Seperti itu
09:32Dimainkan
09:32Akan merusak
09:33Demokrasi kita
09:34Tetap diminta terbuka
09:35Siapa ini
09:35Oh iya
09:36Makanya
09:36Saya juga ingin
09:37Menjelaskan kepada mereka
09:38Saya adalah orang yang pernah
09:40Bahkan mengajar
09:41Soal pembuatan konten tuh
09:42Sertifikatnya dari
09:43Komdiji
09:44Ya
09:44Saya memang dipercaya
09:45Untuk mengajar konten
09:47Dan ini sangat jauh
09:49Betul
09:49Saya hargai
09:50Mas Riri tadi menyampaikan
09:51Bahwa beliau
09:52Mungkin tidak merasa
09:53Ya bagus
09:53Karena ada semalam
09:55Di salah satu TV lain
09:56Yang sudah merasa
09:57Kayak sasing kepanasan
09:58Malah sudah pakai
09:59Baju tahanan
10:00Pakai kaos tahanan gitu
10:01Mungkin fungsinya
10:02Ngeledek
10:03Tapi seorang bilang
10:04Ini udah merasa ini
10:05Udah masuk
10:06Karena apa?
10:07Karena mengisinya
10:08Luar biasa
10:09Head speechnya
10:10Jadi saya setuju
10:11Saya terima kasih
10:11Mas Riri tadi menyampaikan
10:13Kalau beliau tidak menyerang
10:14Dengan melakukan spin
10:15Apa yang dilakukan orang-orang ini
10:17Itu men-spin
10:18Jadi artinya
10:18Berusaha menolak
10:20Ijazah palsunya
10:22Yang 99%
10:23Jujungannya itu
10:24Tapi kemudian
10:24Membalik
10:25Seolah-olah saya
10:26Ijazahnya palsu
10:27Dan itu salah
10:28Yang dia katakan
10:29Artinya benar-benar salah
10:30Karena buktinya
10:31Sungguh bukti
10:32Dan bukan reaksin
10:33Saya tahu persis
10:34Kalau dia reaksin
10:34Itu kan mereaksi
10:35Ini enggak
10:35Ini
10:36Dan tanpa tanda tanya
10:37Yang dia lakukan
10:38Saya perlu penegasan begini
10:39Karena kalau membaca
10:40Timeline-nya
10:41Anda mengandungkan
10:41Ke Polda Metro Jaya
10:42Tapi enggak jauh
10:44Dari Anda melaporkan
10:45Ke Polda
10:45Partai Demokrat
10:46Mengatasamakan Pak SBY
10:48Juga mengandungkan
10:49Empat akun media sosial
10:50Menuding Pak SBY
10:51Terlibat dalam
10:52Ijazah palsu Jokowi
10:52Ya itu terserah
10:54Kebetulan atau gimana?
10:55Kalau itu terserah
10:56Teman-teman di Partai Demokrat
10:57Kebetulan mungkin saja
10:58Time framenya
10:59Hampir sama
11:00Tapi kan isunya beda
11:02Yang diadukan oleh teman-teman
11:03Di Partai Demokrat
11:04Dan saya juga tidak tahu ya
11:05Siapa yang melakukan
11:06Disimpulasi 4 itu
11:07Kalaupun ada kesamanya
11:08Mungkin saja
11:09Ada yang sama
11:10Ya
11:10Tetapi kalau ada yang sama
11:11Berarti memang orang itu
11:13Ada dua yang sama itu
11:14Bermasalah orangnya
11:15Tapi kemudian
11:15Di circle Anda kan juga
11:16Ada yang membantu
11:17Seperti Pak Denny Indrayana
11:18Pak Amir Samsudin
11:19Yang juga
11:20Pernahpunnya tatatan
11:21Di Partai Demokrat
11:22Tidak hanya
11:23Di Partai Demokrat
11:24Karena teman-teman lain
11:26Kayak Deddy Sitorus
11:28Kemudian teman Pak Amat Yani
11:30Itu dari Partai Demokrat
11:31Kan juga membantu
11:31Yang hanya dilihat
11:33Partai Demokrat
11:33Enggak lah
11:34Saya juga sudah lama
11:35Sudah 6 tahun mas
11:36Saya itu pamit
11:37Baik-baik dari Partai Demokrat
11:38Dan memang sudah tidak ada
11:40Hubungan struktural lagi
11:41Antara Partai Demokrat
11:42Tapi kalau hubungan pribadi
11:43Saya tidak mengelak
11:45Memang orang itu
11:45Hubungan pribadinya
11:46Harus tetap bagus
11:47Tapi sekali lagi
11:48Saya tetap mendukung juga
11:50Apa yang dilakukan oleh Partai Demokrat
11:51Tapi saya ini hanya menjalankan
11:53Ya hak
11:54Dan kuatnya pribadi saya
11:55Ya selaku orang
11:56Yang kemudian melihat
11:57Oh tahun baru
11:58Ada kitab undang-undang hukum pidana yang baru
12:00Oke
12:01Ini yang kita lakukan
12:02Melihat kasusnya
12:03Bung Roy ini
12:04Bang Freddy
12:05Sampai sekarang kan belum dilimpahkan kekejaksaan
12:07Iya
12:07Apakah Anda merasa bahwa ini
12:08Sejalan dengan pernyatannya Pak Jokowi
12:10Bahwa ini sebagai operasi politik
12:12Makanya dibiarkan berlarut-larut
12:13Sampai sekarang juga belum masuk ke tahap sidang
12:15Oh bukan
12:16Kami dari pendukung Jokowi
12:19Saya
12:19Sekjen Projo
12:21Tetap menghargai profesionalisme polisi
12:23Dalam proses penyidikan
12:24Dimana Mas Roy
12:25Dan kawan-kawan menjadi tersangka
12:28Ya
12:29Kami melihat
12:30Ya
12:31Ini mungkin dalam proses pemberkasan
12:33Walaupun sedang diajukan
12:34Ahli saksi yang meringankan
12:37Kami melihat ini
12:37Memang ini banyak sekali
12:39Kan udah disebutkan
12:40Saksinya
12:41Buktinya
12:41Ini banyak sekali
12:42Sehingga proses
12:43Kalau gak salah ini rangkap berapa ya
12:45Saya waktu diperiksa
12:46Tanda tangannya itu banyak sekali
12:48Sampai lupa saya
12:48Ya
12:49Jadi ini memang pemberkasannya
12:51Ini banyak sekali
12:52Dan membutuhkan waktu
12:53Kalau dibilang ini operasi politik
12:54Makanya dibiarkan berlarut-larut
12:55Di Polda Metro Jaya
12:58Saya
12:58Tidak percaya
13:00Di intervensi
13:02Oleh
13:02Apapun
13:03Saya percaya itu
13:05Dalam proses penyidikan ini
13:06Kalau
13:07Di intervensi
13:09Misalnya
13:10Dari pihak Pak Jokowi
13:12Tentu kami punya kepentingan
13:14Ini sudah lama ditahan
13:15Contoh
13:16Ya misalnya
13:17Kita karena ini lama
13:18Kita kemudian sampaikan
13:20Bahwa
13:21Oh ada intervensi
13:22Untuk menahan perkara ini
13:23Saya pribadi
13:25Tidak percaya itu
13:26Yang saya lihat
13:27Memang ini proses profesional
13:28Memang
13:30Sedang proses pemberkasan
13:32Dan saya yakin bahwa
13:33Ini akan langsung dilimpahkan kejaksaan
13:34Saya percaya
13:35Saya yakin
13:36Pada saatnya
13:37Ini akan disidangkan
13:38Dilimpahkan dan disidangkan
13:40Dan Mas Royer
13:42Dan kawan-kawan
13:42Akan masuk penjara
13:44Singkat ya
13:44Jadi Anda setiap apa menghadapi nanti
13:46Oh siap
13:46Dan nilai kita bisa menguji
13:48Equality before the law atau tidak
13:49Ketika Jokowi
13:51Mengadukan kami
13:51Pada tanggal 30 April
13:53Waktu itu
13:53Dan langsung terbit
13:54Ya
13:54Apa
13:55SPDB-nya langsung
13:57Kemudian terbit
13:57Apa
13:58Penyelidikannya langsung terbit
14:00Langsung di BAP
14:00Itu kan beda banget
14:02Dengan yang
14:02Misalnya ada teman saya
14:03Michael Sinaga
14:04Yang sudah lapor
14:05Semenjak 2 bulan yang lalu
14:06Baru kemarin di BAP
14:08Saya
14:09Baru terbit LP-nya
14:10Mas Benja Alhamdulillah
14:12LP itu langsung terbit ya
14:13Tidak kemudian kami ditolak
14:15Dan LP-nya jelas ini
14:16Apa
14:16Kemarin ketika hasil konseling kami
14:18Langsung pasalnya
14:20Pasal 433 ayat 2
14:21Dan 434 ayat 1
14:23Teman-teman di kepolisian lah
14:25Di SPKT lah
14:25Yang kemudian
14:26Ini lebih telak pak
14:27Karena itu kata-katanya
14:28Ada ini tuduhan kepada Pak Roy
14:29Begini ini tuduhan kepada
14:30Oke
14:30Masuk aja udah
14:31Kalau itu
14:32Jadi clear
14:33Jadi makanya kita tunggu
14:34Kalau ada objektif tidak
14:35Benar-benar bisa tajam
14:37Ke atas dan ke bawah
14:38Atau hanya
14:38Tajam ke bawah
14:39Tumpul ke atas
14:40Saya harus menanyakan lagi
14:41Masalah operasi politik itu
14:42Dengan tahapan sampai sekarang
14:43Masih seperti ini
14:44Belum sampai kekejaksaan
14:45Membaca
14:46Pernyataan Pak Jokowi
14:47Bilang operasi politik
14:48Sampai di tahap ini
14:49Kemana arahnya kemudian
14:50Gini loh
14:51Operasi politik
14:52Ini saya sering menyampaikan
14:54Bahwa memang ini
14:55Dari awal
14:56Kasus ini
14:57Ini selalu dua
14:58Memang dimensinya
14:59Hukum dan politik
15:00Ya
15:01Yang dimaksud adalah
15:02Politik disini adalah
15:04Ya
15:05Banyak pihak-pihak
15:07Ya
15:07Ya
15:08Orang politik
15:09Ya
15:10Yang secara pribadi
15:11Maupun orang
15:12Apa namanya
15:13Di belakangnya ini
15:14Punya kepentingan disini
15:15Punya kepentingannya apa
15:17Memang kepentingannya
15:18Mendowngrade Pak Jokowi
15:19Ya
15:20Tentu akan mendowngrade
15:22Gibran
15:22Tentu kepentingannya disitu
15:24Nah inilah yang dimasuk adalah
15:26Operasi politik
15:27Ini yang terus dimainkan
15:28Karena punya kepentingan
15:30Untuk ke depan
15:31Ya
15:31Mendorong calonnya
15:33Mendogred calon yang lain
15:34Itu saya rasa
15:36Nah yang seperti itu
15:37Yang dimaksud operasi politik
15:38Bukan operasi politik
15:40Di dalam
15:40Konteks intervensi
15:42Proses pendidikan di
15:43Polder Metro Jaya
15:44Saya rasa disitu
15:45Bang Freddy
15:46Terima kasih
15:46Mas Roy
15:47Terima kasih
15:47Sudah berdiskusi bersama kami
15:49Siap-siap aja
15:49Tujuh nama itu ya
15:50Oke
15:51Saya selalu untuk anda berdua
15:52Terima kasih telah menonton
15:53Terima kasih telah menonton
Jadilah yang pertama berkomentar