00:00Kantor Sar Mau Mere mengerahkan KN Sar Punta Dewa dan puluhan regu pencari menuju Labuan Bajo untuk membantu pencarian empat warga negara Spanyol yang hilang di perairan Taman Nasional Komodo.
00:17Untuk mempercepat pencarian korban tenggelam mewisata Putri Sakinah, Basarnas mengirimkan satu kapal pencari berukuran besar yakni KN Sar Punta Dewa dari Mau Mere.
00:27Tanya itu regu penyelam juga diturunkan menggunakan menyisir sekitar perairan Taman Nasional Komodo.
00:40Yang kita berangkatkan dari Mere itu adalah memang kapal dari wilayah kerjanya kantor pencarian pertolongan Mere termasuk di Labuan Bajo.
00:49Dengan kita menggerakkan kapal menuju ke lokasi untuk menambah kekuatan personil di dalam proses pencarian.
00:56Untuk koordinasi yang kita lakukan dari awal, pada saat awal kejadian sudah kita laksanakan koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas termasuk juga nelayan pada saat kita melaksanakan pencarian.
01:07Tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah meninggalkan duka bagi keluarga empat wisatawan asal Spanyol yang masih dalam pencarian.
01:20Empat korban yang hilang adalah Martin Carreras, pelatih tim B wanita Valencia FC Fernando beserta tiga anaknya.
01:27Sementara istri dan satu anak perempuan Martin berhasil selamat.
01:33Pihak keluarga berharap Martin dan tiga anaknya segera ditemukan.
01:38Pihak tim sepak bola Valencia FC juga menyampaikan duka yang mendalam
02:08kapal tersebut kapal wisata Putri Sakinah yang membawa sebelas penumpang tenggelam di perairan antara Pulau Komodo dan Pulau Padar Jumat Malam.
02:19Tujuh korban selamat, yakni dua turis asal Spanyol, empat kru kapal dan satu pemandu wisata.
02:25Menyusul insiden kecelakaan kapal wisata finisi yang mengakibatkan hilangnya empat turis Spanyol,
02:30Kementerian Pariwisata melarang sementara perjalanan kapal wisata di wilayah Labuan Bajo.
02:36Pemerintah melalui kantor kesiah bandaran Labuan Bajo sudah menutup sementara layanan surat persetujuan berlayar
02:46untuk tujuan padar komodo dan juga sekitarnya.
02:50Kami mengimbau kepada seluruh operator kapal wisata agar mematuhi arahan ini
02:56serta menghindari aktivitas wisata bahari hingga keadaan dinyatakan aman.
03:03Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan.
03:07Upaya menemukan korban dilakukan timsat di radius 5 mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal wisata Putri Sakinah.
03:14Citos Natun, Kompas TV, Kupang, Nusa Tenggara Timur.
03:18Angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi di perairan tak hanya melempuhkan aktivitas tetapi juga menyebabkan korban jiwa.
03:30Apa yang harus diwaspadai dalam kondisi cuaca ekstrim di musim libur?
03:35Kita tanyakan langsung kepada Bapak Eko Prestio, Direktur Meteorologi Maritim BMKG.
03:39Pak Eko, selamat malam.
03:42Selamat malam, Mas Ibu.
03:43Pak Eko, bahwa kita tahu saat ini masih nuansa libur.
03:47Tidak hanya Natal tetapi juga diprediksi tahun baru masih ada wisatawan yang kemudian berwisata.
03:52Apa kiranya yang bisa menjadi perhatian kita masyarakat terkait dengan cuaca saat ini, Pak Eko?
03:58Baik, di fase libur Nataru kali ini, masyarakat harus bisa merencanakan kegiatan di laut dengan baik dan benar.
04:10Saat ini sedang aktif bibit badai tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Timur.
04:17Dan juga sedang aktif fase musim paratan yang biasanya ditandai oleh kecepatan angin dengan kategori kencang hingga sangat kencang.
04:28Disertai dengan pembangkitan gelombang tinggi ya, mulai 1,5 meter hingga 2,5 meter di sebelah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
04:37Ini perlu kehati-hatian dan kewaspadaan kita bersama untuk bisa beraktifitas di wilayah perairan dan juga daerah-daerah wisata pantai
04:51untuk tidak memaksakan diri ketika kondisi ekstrim sedang melanda di lingkungan kita.
04:58Oke, tadi Pak Eko menyebutkan bahwa ada angin kencang kemudian juga gelombang tinggi.
05:04Ini khususnya artinya di pesisir.
05:05Mungkin bisa dielaborasi lagi, Pak Eko, wilayah-wilayah mana saja yang kemudian menjadi perhatian bagi masyarakat ketika berlibur.
05:11Ya, saat ini diprediksikan di sekitar perairan sebelah barat Sumatera, kemudian di perairan samudera Hindia,
05:25di sebelah selatan Jawa Barat, sebelah selatan Jawa Tengah, Jawa Timur, juga sebelah selatan Bali hingga Nusa Tenggara.
05:33Ini potensi gelombang tinggi, 1,5 hingga 2,5 meter, bisa berlangsung hingga di malam pergantian tahun nanti.
05:43Ini masyarakat diimbo untuk terus mengupdate informasi cuaca maritim di info BMKG atau bisa mengunjungi website SMI BMKG.
05:53Artinya gelombang tinggi ini masih terjadi saat pergantian malam tahun baru, Pak Eko?
05:58Ya, dengan kategori level menengah, 1,5 hingga 2,5 meter, ini berpotensi di wilayah perairan yang telah kami sebutkan di depan.
06:14Oke, bahwa dari Sumatera, Samudera Hindia, Jawa Barat, bahkan hingga Bali.
06:17Yang menarik juga bahwa kita tahu ada fenomena yang tentu tidak kita harapkan terjadi, tetapi sudah terjadi.
06:22Ada di parang kritis, pengandaran, ada wisatawan yang kemudian terseret ombak, belum lagi kita berbicara soal fenomena ataupun peristiwa yang terjadi di Labuan Bajo.
06:31Ada istilah ripkaren ataupun arus rip. Mungkin ini bisa dijelaskan, Pak Eko, untuk menjadi edukasi kepada masyarakat.
06:36Ya, masyarakat yang berwisata pantai ini memang menunggu ya keadaan gelombang yang cukup tinggi untuk berselancar atau surfing ya, atau berenang.
06:51Ini sangat berbahaya, karena memang dari kasat mata gelombang tersebut seperti biasa-biasa saja.
06:58Namun, kita tidak mengetahui bahwasannya di dalamnya bekerja sebuah arus laut yang bekerja di permukaan hingga di bawahnya.
07:07Ini sering sekali menarik, menyeret apa saja yang ada di permukaan laut tersebut, terutama di pesisir, menuju ke perairan yang lebih ke tengah kembali.
07:18Dan apalagi jika itu berada di daerah pantai yang punya karakteristik curam, ini sangat berbahaya.
07:26Artinya saya ingin ditegaskan, Pak Eko, bahwa surfing dan juga berenang di pesisir pantai ini tidak direkomendasikan oleh BMKG?
07:35Betul sekali ya. Untuk kita bersama-sama menjaga keselamatan dalam perwisata pantai.
07:42Oke, baik. Terima kasih Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Pak Eko Prasetyo, atas informasi dan telah bergabung di Kompas Malam.
07:49Baik, terima kasih kembali.
Komentar