00:00Ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik.
00:05Buktikan kalau memang itu ada operasi politik. Buktikan. Bisa nggak?
00:12Presiden ketujuh Jokowi kembali tegaskan tidak akan meladeni tuntutan Roy Suryo CS
00:18agar menunjukkan ijasa aslinya ke mereka.
00:22Mantan wali kota Solo ini bahkan menjamin akan membawa lengkap ijasa dari cenjang SD hingga sarjananya
00:28ke pengadilan nanti.
00:31Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan.
00:35Itu yang saya tunggu itu coba dibuktikannya seperti apa.
00:40Dan itu akan lebih baik kalau pembuktiannya itu di pengadilan.
00:47Dari SD, SMP, SMA, universitas semuanya. Kan saya bawa.
00:53Merespons janji Jokowi ini, Roy Suryo pesimis, hal itu akan dilakukan Jokowi.
01:01Pengadilan, pengadilan, pengadilan. Mana buktinya apa?
01:05Itu nggak udah jelas ya, dalam pengadilan-pengadilan.
01:06Dan sebentar lagi, pengadilan Solo akan coba lihat.
01:09Datang nggak dia? Atau hadir nggak ijasa aslinya?
01:12Kalau maka hadir, ya berarti bohong lagi ya.
01:15Awetnya persoalan ijasa yang terus digaungkan pihak Roy Suryo,
01:20Jokowi pun meyakini di balik gerakan Roy CS,
01:23ada gerakan politik di belakangnya.
01:25Namun, dugaan Jokowi ini pun ditantang pembuktiannya oleh Roy Suryo.
01:30Dan yang saya lihat, ini memang ada agenda besar politik,
01:35ada operasi politik.
01:37Kira-kira siapa di balik?
01:39Ya, saya kira gampang ditebal.
01:42Tidak perlu saya sampaikan.
01:45Ada operasi besar politik.
01:47Dia justru yang membayani politik.
01:49Ya gitu, kita ini semuanya ada pure teknologi, pure sains.
01:53Baca tuh, buku Jokowi Watch Paper.
01:55Itu bener-bener sangat ilmiah, sangat datil.
01:57Bahkan beberapa pakar, beberapa profesor, dokter,
02:00itu mengatakan, itu canggih sekali.
02:01Harus di-debat dengan data, bukan di-debat dengan omor-omor.
02:06Kasus ijasa menjadi kuat aroma politiknya,
02:10dikarenakan komentar hingga sindiran politisi demokrat
02:12yang menyinggung ijasa palsu di rapat balik DPR beberapa waktu lalu.
02:17Akibat sindiran tersebut,
02:19relawan Jokowi sempat mempertanyakan sikap politik demokrat
02:22atas kasus ijasa Jokowi.
02:24Tidak ada orang-orang seperti Roy Suryo dan kawan-kawan ini
02:30yang konsisten pembenci Pak Jokowi.
02:35Sangat konsisten.
02:36Jadi tidak ada sekonsisten ini, saya nggak tahu.
02:39Pak Benny dan Pak Sarif ini masuk aliansi para pembenci ini,
02:44saya nggak tahu.
02:45Apakah karena itu memberikan komen seperti itu, saya nggak tahu.
02:48Menolak, dituduh berada di balik kasus ijasa,
02:52politisi demokrat justru mengingatkan,
02:55jika partainyalah yang pernah hampir dibegal
02:57oleh mantan kepala KSP di era Jokowi.
03:01Kami tidak pernah memikirkan sejauh itu,
03:06bahkan sebaliknya,
03:08berdasarkan historis,
03:09justru kami yang sering menjadi korban
03:13daripada kebijakan-kebijakan pemerintahan yang lalu.
03:18Kami pernah dibegal.
03:19Pemerintahan Pak Jokowi maksudnya?
03:20Kami pernah dibegal.
03:24Dan itu yang membegal kami itu ada orang pertama,
03:29orang ring satunya Pak Presiden pada saat itu.
03:33Dan kami berkeyakinan,
03:35apa yang dilakukan oleh KSP pada saat itu,
03:38tidak mungkin tanpa sepengetahuan Presiden.
03:43Kasus fitnah ijasa Jokowi di Polda, Metro Jaya
03:46sudah bergulir ke tahap gelar perkara khusus
03:49atas permintaan Roy Suryo, Tifa, dan Rismon.
03:53Namun lagi-lagi,
03:54permintaan menunjukkan ijasa asli Jokowi saat gelar perkara nanti,
03:58kemungkinan besar tak akan terjadi.
04:00Karena Jokowi bersikuku,
04:02hanya di pengadilan ia akan menunjukkan ijasahnya.
04:05Tim Liputan Kompas TV
Komentar