00:00Intro
00:00Masih bersama saya di Mantan Terjo di satu meja The Forum
00:11Kang Gun Gun
00:13Ini banyak sekali pernyataan-pernyataan politik di tengah bencana ya
00:16Tadi kita lihat bagaimana Bupati di Aceh minta Presiden Prabowo seumur hidup
00:21Ya kan
00:21Muaymin Iskandar mengajak Raja Juli, mengajak Bahlil, dan lingkungan hidup untuk tobat nasuha
00:28Ya kan
00:28Dan banyak sekali ini ke apa sih yang Anda baca ini kok di tengah bencana malah banyak political statement gitu
00:34Ya ini menunjukkan kegagalan mengembangkan komunikasi empati
00:40Menurut saya kegagalan mengembangkan komunikasi empati itu karena tidak memahami suasana kebatinan orang dalam ketidakpastian, ketidaknyamanan
00:51Ini menyedihkan sih sebenarnya apalagi kemudian pernyataan-pernyataan itu disampaikan oleh pejabat-pejabat publik
00:58Oke
00:59Contoh misalnya ini panggung bencana bukan untuk impression management
01:04Bencana itu dijadikan panggung untuk manajemen kesan diri dalam konteks personal branding itu luar biasa menurut saya
01:12Luar biasa kekeliruan menurut saya
01:14Luar biasa kekeliruan ya
01:15Ya dalam konteks membangun citra politik
01:19Karena itu juga akan backfire sih bagi yang bersangkutan
01:23Contoh misalnya
01:23Kenapa sih harus datang ke lokasi banjir dengan memanggul beras
01:28Padahal tugas seorang menteri itu dengan kebijakannya melampaui hal-hal teknis hilir seperti itu
01:36Oke
01:37Nah ini contoh lain adalah pernyataan anggota DPR yang mempertanyakan soal kerelawanan warga
01:43Oke coba kita dengar dulu ya
01:45Apa sih yang dimaksa oleh Kang Gunggun sebagai pernyataan anggota DPR itu
01:48Endipat Wijaya bisa diputar mungkin supaya lebih kontekstual
01:51Orang yang cuma datang sekali seorang olah paling bekerja di Aceh
01:58Padahal negara udah hadir dari awal
02:00Ada orang baru datang baru bikin satu posko
02:03Ngomong pemerintah enggak ada
02:05Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana
02:08Orang per orang cuma nyumbang 10 miliar
02:11Negara udah triliun-triliunan ke Aceh itu
02:14Jadi yang kayak gitu-kaya gitu mohon dijadikan perhatian
02:17Sehingga ke depan tidak ada lagi informasi yang seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana
02:24Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana
02:29Itu adalah pernyataan dari Endipat Wijaya
02:33Anggota Komisi 1 DPR dari fraksi Gerindera daerah pemilihan Riau
02:37Kang Gunggun
02:38Cuma 50 miliar yang paling-paling seakan-akan
02:41Gimana Anda merespon?
02:43Rakyat membantu rakyat dicemoh wakil rakyat?
02:46Nah itu contoh nyata agresivitas verbal yang tidak memahami suasana kebatinan
02:54Kan harusnya pernyataan wakil rakyat ketika ada rakyat yang kemudian tergerak
03:01Untuk melakukan kerelawanan dengan cara misalnya crowdfunding seperti itu
03:05Untuk menyumbang kemudian sama-sama berempati membantu sesama
03:10Itu harusnya mendapatkan dukungan
03:12Dan logikanya keliru ketika membandingkan peran pemerintah
03:16Itu dengan kerelawanan warga
03:18Pemerintah itu memang bisa melakukan banyak hal
03:22Karena setiap hari pajak masuk ke pemerintah
03:25Ya kan?
03:26Dan sudah menjadi tanggung jawabnya pemerintah itu melindungi warga negara
03:31Termasuk dalam situasi kebencanaan
03:33Jadi kalau triliunan
03:35Itu suatu hal yang memang seharusnya dilakukan untuk mengatasi masalah dalam bencana Sumatera
03:41Tapi kalau kemudian dibandingkan dengan apa yang dilakukan oleh warga biasa
03:46Yang saling membantu dan akhirnya terkumpul 10 miliar
03:50Itu menurut saya cacat logika
03:52Cacat logika?
03:53Oke, Mas Januar
03:55Terliunan sudah disalurkan ke bencana Sumatera
04:00Dari menurut Endipat Wijaya itu
04:02Gimana Anda lihat itu?
04:05Tadi Mas Gun bilang soal aspek politik di dalam komunikasi
04:10Saya melihatnya Mas Bud
04:12Aspek politik itu muncul dalam bentuk insentif politik
04:17Yang mempengaruhi seluruh paradigma kita menghadapi bencana
04:21Ini bukan soal triliunanya dulu Mas
04:25Paradigma itu maksudnya bagaimana?
04:28Kalau pencegahan bencana itu sukses
04:31Antisipasi itu sukses
04:34Gak ada insentifnya
04:35Kesuksesan itu sifatnya counterfactual
04:38Sukses ketika tidak terjadi apa-apa
04:41Itu sukses
04:42Tetapi kesuksesan yang tidak terjadi apa-apa itu
04:45Tidak menciptakan panggung politik
04:49Itu membuat bahkan paradigma kita menangani bencana
04:54Lebih memilih penanganan bencana
04:57Satu sisi menurut saya ini kesalahan pilihan kebijakan
05:01Sisi yang lain
05:03Karena panggung politik tadi itu
05:06Bencana kemudian menjadi panggung
05:08Maka kan saya tulis dan saya katakan dalam berbagai forum
05:11Kalau kita mengabaikan pencegahan ini
05:15Kita sedang menyiapkan panggung untuk bencana dan korban berikutnya
05:19Kalau ditanya kemudian sekarang
05:21Kaitannya dengan triliunan itu
05:22Menurut saya
05:23Pemerintah terbuka saja
05:26Berapa yang dialokasikan
05:29Kan anggaran bisa digeser
05:31Anggaran bisa diubah
05:32Apalagi Presiden sekarang punya
05:35Apa namanya
05:36Semacam power gitu ya
05:39Kekuatan, kekuasaan
05:40Untuk merealokasi anggaran
05:42Kalau saja kemudian itu
05:45Dinyatakan oke untuk penanganan ini
05:47Kami alokasikan
05:48Sekian triliun
05:50Karena kata-kata
05:51Anggota DPR tadi
05:52Sekian triliun itu
05:53Saya tidak tahu dari mana
05:55Angkanya belum pernah muncul di publik
05:57Dan bahkan kalau tidak salah
05:59Satu bupati atau gubernur mengatakan
06:01Kemarin kan dipotong anggaran daerah
06:03Kembalikan untuk itu
06:04Yang ada adalah kita membaca
06:06500 miliar kalau tidak salah ya
06:08Dari Kementerian Keuangan
06:09Untuk Kebencanaan
06:10Jadi
06:11Ini berkaitan dengan
06:14Sebuah logika
06:16Dalam politik
06:17Yang disebut dengan
06:18Insentif politik
06:19Pencegahan tidak memberi insentif
06:20Tidak memberi insentif
06:21Dan itu
06:22Dalam kebijakan publik
06:24Itu
06:25Cara bernegara
06:27Cara membuat kebijakan
06:28Yang tidak bisa diterima
06:29Oke baik
06:30Mas Puji
06:31Jadi sejauh ini
06:32Sudah berapa besar sih
06:34Dana yang dikeluarkan pemerintah
06:35Untuk penanganan
06:36Bencana di Sumatera
06:38Kalau ada datanya di Mas Puji
06:39Mas Budiwan
06:42Kalau boleh saya ikut
06:43Nimbrung ini
06:43Oke silahkan
06:44Tentang komentar politik tadi
06:46Kang Tekan
06:48Dan Mas Yanwar
06:49Saya pikir
06:51Sementara
06:51Tadi disebutkan tentang
06:53Insentif politik
06:54Tampaknya ada juga
06:56Intuisi politik ya
06:58Untuk
06:59Untuk
07:00Mengambil
07:01Kesempatan
07:01Atau momen
07:02Yang akan membawa
07:03Citra itu
07:04Terlepas dari baik
07:06Atau buruknya
07:07Mas Budiman
07:07Yang kami lihat
07:10Dari sisi pandang
07:11BNBB
07:12Penanggulan
07:13Ada dua
07:14Yang satu
07:14Penanggulan bencana
07:15Tanggap darurat ini
07:16Kita membuka
07:18Istilahnya
07:18Tenda yang seluas-luasnya
07:20Bagi semua pihak
07:22Untuk ikut menanggapi
07:24Kami
07:25Mengaktivasi
07:26Desk kerelawan
07:27Yang dulu
07:28Mas Yanwar
07:28Kita pakai untuk
07:29Covid mas
07:30Kita bangkitkan lagi
07:32Gitu
07:32Nah kemudian
07:34Yang di daerah
07:35Kita juga menggelar
07:36Koordinasi dengan
07:37Liaison
07:38Dengan teman-teman
07:39LSM
07:40Di Jakarta
07:42Ada Indonesian
07:43United Coordination Platform
07:44Ini untuk teman-teman
07:45Non-pemerintah
07:47Untuk bersama-sama
07:48Dengan BNBB
07:49Dan yang lainnya
07:50Untuk bersama-sama
07:51Merespon ya
07:52Kalau tentang
07:54Berapa yang sudah
07:55Dikerakkan
07:56Dalam hal ini
07:58Saya hanya bisa
07:59Mengatakannya
08:00Dalam hal
08:01Misalnya volume
08:02Untuk logistik saja
08:05Di lanut
08:06Sultan Iskandar itu
08:08Kemarin saja
08:09Itu datangnya
08:10500 ton
08:11Dan 75%
08:12Sudah didorong
08:13Kemudian
08:14Yang di
08:15Sumatera Barat
08:16Itu 30 ton
08:17Dengan 20
08:17Truk
08:19Ini terus berjalan
08:21Kita kerangkan
08:23Helikopter
08:23Pesawat
08:24Caravan
08:24Airdropping
08:25Dan tadi saya sebutkan
08:27Itu adalah 5 sortie
08:28Yang kemarin
08:28Dan tadi saya sebutkan
08:30Sampai dengan ini mas
08:31Apa
08:31Estafet mas
08:33Tentara-tentara kita itu
08:34Adik-adik
08:36Remaja
08:36Itu
08:37Berestafet
08:38Membawa
08:39Beras
08:39Nah ini
08:40Ini yang tidak nampak
08:41Di televisi
08:42Nah
08:42Yang mendapat insentif
08:44Kang Dekan
08:45Justru yang
08:46Membuat statement
08:47Di publik
08:48Nah ini
08:48Saya kira
08:49Pada saatnya
08:50Kita perlu juga
08:51Menayangkan
08:52Pahlawan-pahlawan
08:53Garis depan ini
08:54Gitu
08:54Sehingga insentif itu
08:56Apa ya
08:57Apa mas Januar
08:58Memanusiakan
08:59Bencana ini
09:00Humanizing the disaster
09:02Gitu
09:02Oke
09:03Yang kedua
09:04Menyangkut mas Januar
09:06Saya salah satu yang
09:07Menyusun undang-undangnya mas
09:08Jadi dari undang-undang itu
09:10Ahead of its time
09:11Sebenarnya
09:11Itu membuat
09:13Prospektif yang komprehensif
09:14Meletakkan insentif pada
09:16Pencegahan
09:17Mitigasi
09:18Dan seterusnya mas Budiman
09:19Ya
09:19Tetapi lagi-lagi
09:21Apa
09:22Intuisi politik itu
09:23Kemudian bergeser ke tempat
09:24Yang ada actionnya
09:25Kita
09:26Sama dengan media
09:27Akan melihat yang apa
09:29Yang action
09:29Kemudian setelah itu
09:30Spotlightnya berpindah
09:31Oke
09:32Tapi emphasisnya sama
09:33Di pemerintah ya
09:33Di dalam
09:34Di sisi BNBP
09:35Kita komprehensif
09:37Dan
09:37Seamless
09:38Oke
09:39Baik Mas Buji
09:39Jadi pelantaran apa
09:41Yang bisa kita petik
09:42Dari bencana di Sumatera
09:44Kita bahas
09:45Setelah jeda berikut ini
09:46Terima kasih
09:48Terima kasih
09:52Terima kasih
09:53Terima kasih
Komentar