00:00Di tengah bencana banjir Sumatera yang disebabkan oleh kegagalan kebijakan hutan,
00:04negara seolah menunjukkan rasa cemburu terhadap aksi solidaritas warga.
00:09Bantuan publik yang berhasil menggalang miliaran rupiah justru dihambat birokrasi
00:14demi memprioritaskan citra bantuan pemerintah.
00:17Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:30Hingga Rabu 10 Desember 2025, krisis di Sumatera telah mencatat 967 korban meninggal,
00:395.000 orang luka, dan lebih dari 850.000 orang mengungsi.
00:44Kerusakan infrastruktur lumpuh dengan 498 jembatan dan 584 sekolah rusak.
00:51Solidaritas luar biasa ditunjukkan oleh publik.
00:54Kreator konten Ferry Irwandi berhasil menggalang donasi fantastis 10,3 miliar rupiah
01:00dan langsung bergerak ke Aceh Tamiang dan Langka.
01:03Namun, upaya ini justru memicu polemik.
01:06Anggota DPR Ndipat Wijaya menyindir relawan Ferry Irwandi
01:10yang dianggap lebih viral daripada kerja besar negara.
01:13Ndipat, meskipun mengklaim hanya mengkritik Komdigi,
01:16memicu persepsi publik bahwa pemerintah sirik terhadap efektivitas bantuan non-pemerintah.
01:21Sementara, Haka Sumatera secara terang-terangan mengungkapkan bahwa bantuan warga dari Jakarta
01:26gagal diberangkatkan karena maskapai nasional memprioritaskan penerbangan bantuan pemerintah.
01:32Selain itu, dia mengatakan bahwa biaya kargo melonjak berkali-kali lipat.
01:36Warga yang menolong sesama diabaikan, aturan lebih diutamakan daripada manusia.
01:40Ruang-ruang kemanusiaan menjadi sempit karena prioritas birokrasi menutup jalan bagi aksi nyata, kata Haka Sumatera.
01:47Tuduhan ini diperkuat prosedur yang mengharuskan kargo bantuan hanya bisa diterima oleh pemerintah daerah.
01:53Seolah menempatkan solidaritas warga sebagai opsional atau gangguan yang harus diatur oleh birokrasi,
02:00bukan sebagai manifestasi kemanusiaan utama.
02:03Di sisi lain, warga terisolasi menderita.
02:0698 kampung di Aceh Tengah terputus total, warga terpaksa minum air dari sawah dan kelaparan berhari-hari.
02:13Di tengah krisis ini, masyarakat Gayo bahkan memohon bantuan langsung kepada PM Malaysia Anwar Ibrahim.
02:19Ketiadaan air bersih dan pangan memicu penjarahan di Sibolga.
02:23Diperitakan bahwa warga sumber terpaksa menggotong anggota keluarga yang terluka
02:27melalui lumpur setinggi dada untuk mendapat pertolongan medis karena lambatnya respons.
02:33Polemik diperparah oleh pernyataan kontroversial yang dinilai meremehkan penderitaan.
02:39Gubernur Sumut Bobina Sution disorot tajam karena membagikan bantuan dengan metode melempar dari helikopter
02:45yang menyebabkan bantuan rusak berserakan dan tidak layak konsumsi.
02:49Kepala BNPB Suharyanto sempat menyebut situasi mencekam hanya bersiliwuran di media sosial,
02:55memicu kritik.
02:55Masalah bantuan diperburuk oleh eksploitasi di lapangan,
02:59di mana layanan gratis Starlink milik Elon Musk diduga dipungut biaya 20 ribu rupiah oleh Oknum.
03:05Mas sendiri harus menegaskan bahwa Starlink selalu gratis untuk korban bencana.
03:09Meskipun korban tewas hampir seribu jiwa,
03:12pemerintah pusat menolak menetapkan status bencana nasional dan menolak bantuan asing.
03:18Mensesnek Prasetyo Hadi dan Menlu Sugiono bersikuku Indonesia masih sanggup.
03:23Pemerintah mengklaim akan mengucurkan dana sebesar 500 miliar rupiah
03:27dengan alokasi bantuan 4 miliar per kabupaten atau kota.
03:31Sikap ini didukung alokasi dana yang disiapkan, namun dananya dinilai kurang.
03:36Ekonomi Mayudistira mengkritik alokasi tambahan bantuan 4 miliar rupiah per kabupaten atau kota
03:42yang diberikan Presiden Prabowo sebagai sangat kecil,
03:46hanya cukup ngasih makan doang dan tidak memadai untuk rehabilitasi infrastruktur.
03:51Bima menilai pemerintah lebih mementingkan citra nasional daripada kebutuhan mendesak korban.
03:56Mengapa pemerintah mempertahankan sikap kapasitas nasional memadai dan menolak bantuan asing?
04:02Sementara, bukti lapangan menunjukkan kolapsnya peranata kehidupan,
04:05kesulitan akses logistik dan hambatan, birokrasi terhadap bantuan warga?
04:10Ya, jadi memang tentunya bencana yang terjadi di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara ini
04:19kalau menurut saya dari skalanya itu cukup besar ya.
04:22Dan kalau Gubernur Aceh sampai dibilang seperti tsunami dua dan mayat yang korban jiwanya 800-an,
04:31mungkin sudah seribu ya, dan yang hilang dan sebagainya.
04:35Jembatan, semua rumah, habis ada berapa desa hilang.
04:38Nah, memang tentunya ini perlu biaya besar, pasti.
04:42Nah, tentunya masyarakat itu kan nggak bisa berhenti dengan menunggu.
04:48Apalagi tentunya pemerintah daerah juga punya keterbatasan fiskal ya.
04:53Nah, apalagi pada saat Presa 1 2025 ada pemangkasan anggaran ya,
05:00yang memang juga terkait dengan bagaimana Dinas Sosial, Kementerian Sosial dengan BNPB-nya dan sebagainya.
05:07Nah, tentunya masyarakat itu kan biasanya sangat spontanitas dan itu yang terjadi sehingga terkumpul uang sehingga bisa disalurkan.
05:19Nah, menurut saya kalau kita mengacu pada teori hukum, tujuan hukum, tujuan hukum itu kan harus memberikan tiga hal.
05:29Satu, pemanfaatan.
05:31Dua, keadilan.
05:32Ketiga, kepastian hukum.
05:34Nah, saluran yang disampaikan masyarakat itu kan tentunya untuk menjawab tiga hal ini.
05:40Pemanfaatan, dia kan nggak mungkin masyarakat berhenti untuk kuasa dulu, tidak mendapatkan asupan.
05:49Tidak mungkin.
05:50Nah, keadilan.
05:51Artinya mereka pun masyarakat Indonesia yang harus mendapatkan keadilan dan kepastian hukum.
05:56Kepastian hukum bahwa mereka juga adalah masyarakat kita yang harus mendapatkan pelayanan publik.
06:01Jadi, menurut saya egonya saja kenapa dia menganggap itu sebagai bagian yang perlu dihalangi.
06:08Ya, itu karena mereka, karena pemerintah egonya saja yang menganggap bahwa ini kan tugasnya pemerintah.
06:14Betul tugas pemerintah.
06:16Tapi kalau memang tidak cepat untuk memberikan tiga hal tersebut, maka masyarakat juga kan kasihan dan memberikan respon cepat.
06:24Dan akhirnya harusnya ini disalurkan.
06:27Dan kembali, tinggal nanti pemerintah melanjutkan saja supaya ada keberlangsungan, keberlanjutan bantuan ini.
06:35Jadi, siapapun yang mau membantu, silakan.
06:38Asal tadi, masyarakat yang terdampak, yang menjadi korban itu mendapatkan pemanfaatan, mendapatkan keadilan, kepastiannya.
06:46Kalau pemerintah mau memberikan, sudah menyediakan, lanjutkan saja.
06:51Biar bantuan ini akan berkelanjutan.
06:54Karena dipastikan, ini kan bukan persoalan bantuan yang hanya mungkin satu bulan, dua bulan.
07:00Ini mungkin akan berlanjut lebih lama, karena dampaknya sangat besar gitu ya.
07:05Baik nanti dari sisi infrastruktur, bagaimana juga dari, apa namanya, mata pencaharian mereka.
07:12Sawah hilang, ya kan.
07:15Aset mereka hilang.
07:16Terus, apa yang memang harus dilakukan, ya harus memastikan mereka bisa mendapat rehabilitasi,
07:23sehingga mereka bisa kembali normal.
07:24Nah, ini butuh biaya besar, ya.
07:26Di tengah desakan walhi untuk mencabut izin perusahaan,
07:30haruskah penetapan status pencana nasional ini didasarkan pada jumlah korban,
07:34ataukah pada gengsi dan citra negara?
07:36Terima kasih telah menonton!
Comments