00:00Ramai-ramai media asing menyoroti tragedi banjir Sumatra.
00:03Namun, skala tragedi ini masih dipertanyakan oleh pemerintah yang enggan menetapkan status bencana nasional.
00:10Pemerintah mengklaim masih bisa menangani sendiri, tak perlu bantuan dari negara lain.
00:15Simak informasi selengkapnya di FOI hari ini.
00:17Data terbaru BNPB hingga Jumat siang 5 Desember mencatat korban meninggal dunia mencapai 893 jiwa, dengan 521 jiwa masih hilang.
00:40Kerusakan masif meliputi 5.200 rumah rusak dan 204 jembatan hancur di tiga provinsi.
00:46Media asing beramai-ramai memberitakan krisis ini.
00:49Media Perancis AFP, The New York Times dari Amerika Serikat hingga DW dari Eropa menyoroti situasi darurat di Sumatra.
00:57AFP menyoroti frustasi para penyintas tentang lambatnya upaya penyelamatan.
01:01Sementara DW menyoroti kesulitan bantuan mencapai warga.
01:05The New York Times membuat laporan khusus mengenai pemandangan tak biasa di lokasi bencana.
01:09Ditumpukan kayu gelondongan yang hanyut.
01:12The New York Times menyebutnya pelantak terapung yang menghancurkan rumah warga.
01:17Analisis media asing ini tegas menyimpulkan bahwa dasyatnya bencana diperperah oleh deforestasi masif selama puluhan tahun.
01:24Simpati global berdatangan dari berbagai kepala negara.
01:27Mencerminkan besarnya skala bencana.
01:30Misalnya Raja Charles III atau dari Inggris yang menyampaikan bela sungkawa tulus.
01:34Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamed bin Salman dari Arab Saudi mengirim ucapan resmi kepada Presiden Prabowo.
01:40Hingga para pemimpin negara lain seperti Jepang, Qatar, Oman, Vietnam, Rusia, Jerman yang turut berbela sungkawa serta menawarkan bantuan.
01:49Termasuk CEO Apple Tim Cook yang menjanjikan donasi.
01:52Pihak sipil dan DPR mendesak Presiden Prabowo untuk segera menetapkan status bencana nasional.
01:58Merujuk pada masifnya dampak serta kegagalan birokrasi dalam menyalurkan bantuan.
02:02Viral video bantuan atau donasi dilemperkan dari atas helikopter.
02:07Hingga makanan pun hancur dan warga tidak bisa mengkonsumsinya.
02:11Meskipun begitu, pemerintah Indonesia secara resmi menolak tawaran bantuan internasional dan penetapan status bencana nasional.
02:18Menteri Sekretaris Negara atau Mensesnek Prasetyo Hadi menegaskan,
02:21Untuk sementara ini, belum.
02:23Kita merasa bahwa pemerintah dalam hal ini kita semua masih mampu mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi.
02:29Sikap ini juga diperkuat oleh Statement Menteri Luar Negeri atau Menlu Sugiono yang menyatakan,
02:34Saat ini kita belum membuka, arti membuka bantuan dari luar negeri.
02:39Dan Menlu mengatakan, sampai kita merasa membutuhkan bantuan.
02:42Pemerintah meyakini dapat menangani dengan dana siapakai atau DSP 500 miliar rupiah.
02:48Sementara itu, Kepala BNPB Soeharyanto membantah urgensi penetapan status bencana nasional.
02:53Yang merujuk pada Undang-Undang No.24 tahun 2007.
02:56Sebelumnya, pernyataan Suharyanto yang menyebut situasi mencekam hanya berseliwuran di media sosial,
03:02viral, dan membuat warga emosi.
03:04Namun, ia telah meminta maaf.
03:06Penolakan status bencana nasional ini sebenarnya bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.
03:10Menteri Lingkungan Hidup Hanifai Sol juga mengaku bahwa puluhan ribu hektare hutan hilang telah memperparah bencana.
03:17Warga Gayo di Aceh secara viral memohon bantuan langsung kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim
03:23karena terisolasi dan kelaparan selama lima hari.
03:26LBH Medan juga mencatat insiden penjarahan ke gudang bulog dan minimarket.
03:30Sebagai indikasi gagalnya, pemerintah daerah menyediakan bahan pokok.
03:34Kegagalan penanganan di daerah diperturuk oleh pungli atau pungutan liar.
03:38CEO SpaceX Elon Musk secara terbuka menyatakan kekecewaannya
03:42setelah mengetahui layanan internet gratis Starlink yang disediakan untuk korban bencana,
03:46diduga dipungut biaya Rp20.000 per pengguna oleh oknum di Aceh.
03:51Elon Musk menegaskan Starlink selalu gratis untuk korban bencana dan mengecam keras praktik mengambil untung dari musibah.
03:58Di Instagram juga viral warga lokal Aceh seperti dilangkat yang meminta bantuan.
04:03Mereka mengaku kelaparan selama berhari-hari.
04:06Dengan kondisi yang bisa dibilang sudah parah ini,
04:10pertanyaannya mengapa pemerintah mempertahankan sikap untuk menolak bantuan dari asing?
04:15Padahal sudah jelas bahwa peranata kehidupan telah kolet.
04:18Baik, kalau pertanyaannya kembali ke masalah status Bicara Nasional terbuka,
04:26sebagaimana yang sudah ulang kali berikan penjelasan oleh berbagai pihak bahwa
04:34yang paling penting adalah penanganannya.
04:39Penanganannya, saudara-saudara tadi sudah bisa lihat bahwa
04:43semenjak terjadinya penjangan di Aceh, Sumatera Utara, maupun di Sumatera Barat,
04:52seluruh sumber daya nasional bekerja keras untuk melakukan penanganan.
04:58Diperkenan dengan masalah status, itu banyak pertimbangan.
05:03Dan hingga sampai hari ini, kita merasa bahwa penanganan yang cukup masif,
05:14semua sebeba yang nasional bekerja keras,
05:16dan itu sementara pilihan yang ada pertimbangan, masif, pertimbangan.
05:22Ada hal yang tidak bisa juga disampaikan ya, pertimbangan-pertimbangan tersebut,
05:32yang paling penting adalah bukan masalah statusnya,
05:35tapi sekali lagi adalah masalah penanganannya,
05:40kemudian support atau backup dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah,
05:47provinsi maupun kabupaten, termasuk mengenai anggaran,
05:53yang Bapak Presiden langsung memberikan instruksi kepada kami,
05:57jacara terkait untuk mem-backup sepenuhnya proses penanganan
06:05berhadap bencana yang menimpa saudara-saudara kota di provinsi.
06:09Walaupun mem-backup belum dinaikkan menjadi pemerintah nasional,
06:13dan tetap apakah pemerintah nantinya akan membuka peluang untuk bantuan luar negeri masuk,
06:17seperti waktu Palu 2018 kan tetap bencana bukan bencana nasional,
06:21tapi ada Inpres yang membuka peluang bantuan luar negeri masuk.
06:26Sementara ini, belum ya,
06:30meskipun kami juga mewakili pemerintah,
06:33Bukit Indonesia menyampaikan terima kasih,
06:35karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat,
06:41baik yang mengucapkan keperhatinan maupun yang ingin memberikan bantuan,
06:47kami mengucapkan terima kasih,
06:48namun demikian kita merasa bahwa pemerintah dalam hal ini,
06:54kita semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kita hadapi.
07:05Dari sisi pangan,
07:08Alhamdulillah kita punya stok yang cukup,
07:12kami juga intens berkoordinasi dengan Pertamina,
07:16untuk memastikan pasokan BPM untuk segera berdistribusi ke seluruh wilayah,
07:23termasuk harus menggunakan cara-cara yang mungkin tidak normal,
07:28dan BPM juga bagaimana kita usahakan bisa dilakukan dropping dari negara,
07:35karena memang menyesuaikan dengan kondisi bencana yang kita hadapi di lapangan.
07:40Tanggal yang sama, ada tiga provinsi yang mengalami bencana ekologis,
07:45terus kita menganggap ini tidak bencana nasional,
07:50mungkin secara angka tidak banyak,
07:54kalau dibandingkan misalnya dengan bencana palu,
07:58atau NTB, atau siklon yang ada di NTT,
08:01tapi satu nyawa kan berarti,
08:04misalnya per hari ini saja sudah ada yang mengungsi 292 orang yang mengungsi,
08:14yang kemudian ini hak-hak hidupnya,
08:17belum tentu dijamin sama negara pada saat ini.
08:21Ya, itu satu Bang Wibar,
08:23satu sisi adalah secara dampak,
08:26tiga provinsi dilanda bencana ekologis,
08:29dan sampai hari ini masih ada beberapa daerah yang terisolir,
08:34secara dampak dia sebenarnya sudah bencana,
08:37sudah bisa kita katakan sebagai bencana,
08:40walaupun kemudian statusnya dikatakan oleh negara belum bencana,
08:44dan misalnya BNPB juga mengatakan,
08:47belum bisa dikatakan sebagai bencana nasional,
08:50tapi bagi walhi,
08:51ketika ada peranata kehidupan yang sudah hilang di situ,
08:54lalu ada ekosistem yang sudah dirusak di situ,
08:57itu bagian dari yang harus diseriosi oleh negara dalam merespon bencana,
09:02karena tugas negara juga memastikan warga negaranya,
09:07bisa terlindung dari semua bencana yang terjadi,
09:11baik dia sebelum ataupun sesudah terjadi bencana.
09:15Jadi kalau ditanya begitu Bang Beber,
09:18concern saya adalah ketika ada satu peranata kehidupan yang sudah hilang,
09:22yang berdampak banyak,
09:24walaupun satu nyawa yang hilang,
09:26itu penting untuk menjadi perhatian bersama.
09:29Lalu yang kedua ada ekosistem yang hilang di situ,
09:33yang lagi-lagi saya mau menekankan bahwa ekosistem itu punya fungsi ekologis yang perlu sebenarnya kita jaga,
09:42dan dia sudah melindungi kita sebenarnya sebagai daya dukungan dan daya tempung lingkungan yang baik.
09:48Di tengah dasarkan walhi untuk mencabut izin perusahaan,
09:51haruskah penetapan status bencana nasional ini didasarkan pada jumlah korban,
09:55ataukah pada gengsi dan citra negara?
09:59Terima kasih telah menonton!
Comments