00:00Semua yang hadir, saya mohon maaf kalau tidak bisa menyebutkan satu persatu Ketua PGRI Jawa Barat.
00:06Satu miliarnya nanti kita akan bawa lagi ke Sumatera.
00:12Dan kita enggak usah membeli makanan dari sini, enggak usah beli beras dari sini.
00:17Kita bawa uang Pak, karena yang diperlukan oleh pengungsi hari ini adalah uang.
00:22Toko sudah mulai buka, warung sudah mulai buka, yang tidak punya adalah mereka uang.
00:26Kalau mereka makan mie tiap hari terus juga kasihan juga.
00:30Nanti kita bawa uang dibagikan agar ekonominya muter.
00:34Cara saya menyikapi sesuatu pakai kitab.
00:37Kitabnya itu ada dalam pikiran dan perasaan saya.
00:40Saya selalu meyakini bahwa bisikan yang terbaik dalam hidup itu adalah bisikan hati yang terjaga dari puasa.
00:48Itu prinsip.
00:50Saya nangis Pak.
00:52Kenapa saya nangis?
00:53Ada hal yang harus dibicarakan oleh kita.
00:59Kita tiap hari ngomong tentang negara kesatuan Republik Indonesia.
01:04Tiap hari Pak.
01:07Negara kesatuan Republik Indonesia.
01:10Negara kesatuan.
01:11Negara kesatuan itu negara yang bersatu.
01:15Negara yang bersatu itu negara yang tidak terpisah.
01:18Dalam kerangka pemahaman Gus Muafiq ada dua hal disitu.
01:24Ada Tuhan ketika tunggal.
01:26Ada Tuhan ketika zamak.
01:29Tuhan ketika tunggal disebutnya imanensi.
01:33Dan Tuhan ketika zamak disebutnya transendensi.
01:36Ritualitas kita sudah sangat taat orang Indonesia terhadap ritualitas.
01:42Umroh ngantri.
01:44Haji ngantri.
01:47Luar biasa ritualitas kita.
01:49Masjid terbangun di mana-mana dengan indah.
01:53Tetapi ada dua hal yang hilang.
01:56Tercerabut dalam tradisi agama kita adalah.
01:59Kita mencintai Tuhan.
02:01Tapi lupa terhadap hukum Tuhan.
02:06Hukum Tuhan yang benar.
02:10Yang tidak perlu ditafsirkan.
02:12Yang tidak melahirkan mazhab.
02:15Yang tidak melahirkan kelompok.
02:17Yang tidak melahirkan ormas.
02:19Adalah hukum alam.
02:23Hukum matahari tidak akan pernah berubah.
02:27Hukum tanah tidak akan pernah berubah.
02:29Hukumnya air tidak akan berubah.
02:32Hukumnya udara tidak akan pernah berubah.
02:34Tidak perlu pakai tafsir.
02:37Karena tidak perlu pakai tafsir.
02:39Dalam pandangan saya.
02:41Mencintai Allah berarti.
02:44Tunduk dan patuh pada apa yang ditentukan oleh Allah.
02:48Ketundukan dan kepatuhan kita.
02:51Pada apa yang ditentukan oleh Allah adalah.
02:53Ketundukan dan kepatuhan kita.
02:56Pada kausalitas.
02:57Pada sebab hakibat.
02:58Pada hukum alam.
03:00Hukum yang universal.
03:02Yang di seluruh negara sama itu hukumnya.
03:06Sehingga.
03:07Seorang nasionalis.
03:09Dia akan menangis ketika hutannya dibabat.
03:12Seorang nasionalis.
03:13Dia akan menangis ketika.
03:15Hulu-hulu sungainya diuruk.
03:18Seorang nasionalis.
03:19Dia akan menangis ketika mata airnya makin mengering.
03:22Kalau kita mengaku mencintai NKRI.
03:26Mengaku menjadi nasionalis.
03:28Membiarkan hutan dibabat.
03:30Membiarkan sungai diuruk.
03:31Membiarkan laut diuruk.
03:34Dan membiarkan mata air mengering.
03:36Saya katakan Anda pembohong.
03:41Dan Anda tidak mencintai Indonesia.
03:47Saya secara pribadi hari ini.
03:50Anak-anak muda Kak Warnas.
03:52Mulai posting.
03:54Di media sosial.
03:55Mereka menggugat Pak.
03:57Apa yang mereka gugat?
03:59Belanda.
04:00Menjajah Indonesia.
04:02350 tahun.
04:04Gunung masih utuh.
04:06Samudera masih terbentang luas.
04:08Sungai-sungai jernih.
04:10Dia meninggalkan perkebunan yang terhampar.
04:13Bangunan-bangunan yang indah.
04:15Gedung-gedung yang kokoh.
04:16Jalan-jalan yang kuat.
04:17Jembatan kereta api yang kokoh.
04:20Indonesia merdeka 80 tahun.
04:26Gunung-gundul.
04:29Sungai keruk.
04:31Hutang menggunung.
04:33Bangunan-bangunan hampir tidak ada yang berkualitas.
04:36Jalan-jalan mudah rusak.
04:38Jembatan mudah roboh.
04:40Pertanyaannya adalah.
04:42Siapa yang penjajah itu?
04:43Ini kesadaran.
04:49Mungkin tidak layak diomongin sama gubernur.
04:52Tapi saya mewakili hati runurani saya.
04:55Yang selalu ingin saya ungkapkan dimanapun.
04:57Kenapa?
04:59Ini problem bangsa.
05:01Dan kebiasaan kita ini adalah.
05:04Ketika bencana kita ribut.
05:06Melakukan perbaikan.
05:08Tapi nanti ketika sudah musim kemarau lagi.
05:11Lupa lagi.
05:14Berbuat lagi.
05:17Kenapa saya ngomong begini?
05:19Saya punya hitungan ekonomi.
05:22Kita dapat dari pembabatan hutan berapa triliun.
05:27Kita dapat dari pengambilan pasir berapa.
05:30Dari pengambilan gunung berapa.
05:31Tapi ketika bencana berapa puluh triliun, ratus triliun yang harus kita kerahkan.
05:37Rugi.
Komentar