00:00Saudara secerca harapan mulai terlihat di Kabupaten Aceh Tamiang pasca banjir bandang yang terjadi akhir November lalu.
00:07Ada seorang ibu pemilik kio sembako menahan tangis, menceritakan perjuangannya bertahan di tengah bencana sembari menyambung hidup.
00:16Dan berikut ini liputan dari Jurnalis Kompas TV, Dipo Nurbagia dan juga Juru Kamera, Heri Ardi.
00:22Ini adalah salah satu pusat perekonomian di Kabupaten Aceh Tamiang dan usai bencana banjir bandang terjadi warga mencoba untuk kembali memulihkan kondisi di sini secara mandiri.
00:36Bisa dilihat pasar sedikit demi sedikit tentu belum seutuhnya tapi sudah mulai dapat beroperasi agar masyarakat di sini bisa menyambung hidup mereka.
00:47Saya akan coba masuk saudara untuk melihat situasi di pasar Kuala Simpang.
00:54Karena saya mendapat informasi bahwa ada satu toko sembako yang juga sempat terendam banjir bandang meskipun sudah naik posisinya ya.
01:03Tapi tetap terendam bahkan dengan ketinggian yang cukup tinggi.
01:07Sebagian apa bu? Setinggi apa?
01:08Setinggi kepala kami.
01:09Setinggi kepala ibu di sini?
01:11Iya.
01:12Oke baik. Saya coba masuk ke dalam bu ya?
01:14Iya, iya.
01:14Oke, ini salah satu toko sembako yang sudah mulai beroperasi.
01:20Saya akan coba tanyakan bagaimana aktivitas di pasar Kuala Simpang ini bersama dengan Bu Nur.
01:25Bu Nur, apa kabar bu?
01:27Iya, baik pak.
01:28Baik, alhamdulillah bu.
01:29Bu, siap.
01:31Boleh saya lihat-lihat kondisi toko ibu?
01:34Oke, ini ada bawang putih, kemudian juga bawang merah bu ya.
01:40Ini bahan-bahan baru atau?
01:43Bahan-bahan baru, pak.
01:45Bahan baru. Datangnya dari?
01:47Dari Medan.
01:48Dari Medan, Sumatera Utara. Pemberian atau memang ibu sudah membeli lagi?
01:52Kami belanja di sana, pak, melalui orang.
01:55Meskipun ibu terkena bencana?
01:58Iya, pak.
01:59Oke. Boleh saya lihat ke dalam, bu?
02:02Boleh bentar, bu ya?
02:04Barang-barang yang dijual di sini ada yang ditaruh di atas, itu selamat.
02:07Selamat.
02:08Tapi yang di bawah tidak?
02:09Yang di bawah tidak selamat, pak.
02:10Ketinggiannya banjir saat itu? Setinggi apa?
02:13Seleher, pak.
02:14Seleher?
02:15Mungkin sebatas ini, bu?
02:17Sebatas ini, pak.
02:19Oke.
02:20Cukup tinggi, bu, ya?
02:21Proses pembersihan material lumpurnya?
02:24Ini semalam itu gotong royong, pak.
02:26Enggak bisa satu-dua orang.
02:28Sampai enam orang semalam itu, pak.
02:30Untuk lumpurnya segini.
02:33Lumpurnya selutut?
02:34Di atas lutut, pak.
02:35Di atas lutut?
02:35Di atas lutut lumpurnya.
02:37Butuh waktu berapa hari, bu?
02:38Tiga hari, pak.
02:40Tiga hari untuk pembersihnya?
02:41Tiga hari untuk pembersihannya.
02:42Sekecil ini tiga hari dan tidak bisa seorang diri?
02:44Yang bersihkannya.
02:45Enam orang, ya?
02:46Iya.
02:46Dan ini juga belum seutuhnya bersih?
02:48Seutuhnya bersih.
02:49Toko ibu juga nyaris tenggelam seutuhnya, bahkan.
02:52Bagaimana ibu bertahan, bu, untuk kemudian tetap bisa menyambung hidup?
03:04Karena barang-barang yang selamat itu, itu yang kami jual, pak.
03:11Menyambung hidup.
03:12Karena barang-barang yang selamat.
03:16Hanya dengan barang-barang yang selamat, ibu berjuang menyambung hidup?
03:19Iya.
03:22Ibu tinggal dengan siapa, bu?
03:24Dengan anak-anak, pak.
03:26Dengan anak-anak?
03:26Iya.
03:27Kondisinya saat ini?
03:29Anak-anaknya terpencar-pencar, pak.
03:32Karena kami tidurnya di meja.
03:35Tidur di meja di mana, bu?
03:36Sini, pak.
03:40Ibu tidur di meja ini?
03:42Iya.
03:42Bisa ditunjukkan mungkin, ya?
03:44Ini alas ini untuk tidur?
03:46Iya, pak.
03:46Termasuk anak-anak?
03:47Anak-anak, maka dikasih pengungsian, pak.
03:51Anak-anak di pengungsian?
03:52Ini kan belanja ini melalui orang yang naik ke medan, pak.
03:55Jadi kami ambil sayurnya, kami jualin gitu, pak.
03:59Ibu tidak menaikkan harganya?
04:01Tidak, pak.
04:02Paling harga biasa saja, pak.
04:06Meskipun ibu juga membutuhkan sebenarnya?
04:08Iya, pak.
04:10Ada mungkin yang ingin ibu sampaikan, bu?
04:13Bantuan apa yang ibu butuhkan saat ini?
04:14Tidak tahu, pak.
04:25Pak tinggal pun tidak ada, pak.
04:33Pak tinggal, bu, ya?
04:36Iya, pak.
04:39Ibu rumahnya di...
04:40Di kota Lintang, pak.
04:42Di kota Lintang itu yang paling dasar, pak, banjirnya.
04:46Banyak rumah yang hanyut, tapi rumah saya tidak hanyut.
04:49Cuman, pak, kan, belum bisa dimasuki.
04:53Karena lumpurnya segini, pak.
04:55Untuk pembuangan tinggi jalan daripada halaman.
04:58Jadi kalau kita buang,
04:59apa, lumpurnya masuk lagi ke dalam.
05:03Dan mau tidak mau ibu harus tidur di pasar saat ini?
05:06Iya, asal ada orang bawa makanan, ngejar gitu.
05:09Cari sendiri.
05:11Kalau untuk bantuan,
05:12untuk desa belum ada, pak.
05:14Baru, kalau di kota Lintang itu,
05:16baru dapat beras, dua mu.
05:19Roti satu,
05:20akuan dua botol.
05:26Semoga sedikit banyak,
05:28wawancara ini juga bisa membantu, bu, ya?
05:29Supaya ibu juga hidupnya,
05:31mohon maaf, bisa lebih baik lagi ke depan.
05:33Bu Nur, terima kasih, bu, ya?
05:35Iya.
05:35Sehat-sehat selalu, bu, ya?
05:36Oke, naik.
05:37Saya akan tunjukkan satu hal yang cukup memilukan lagi, saudara,
05:41bahwa ternyata pasar kolesimbang
05:43tidak hanya digunakan untuk
05:44berjualan bahan-bahan pokok,
05:48tetapi juga di atasnya ada pengungsian.
05:50Saya akan tunjukkan.
05:56Posko darurat, posko pengungsian
05:58untuk masyarakat,
06:00karena tidak ada
06:01ataupun mungkin belum ada bantuan tenda
06:04dan posko utama pengungsian.
06:06Saya akan coba lebih ke dalam.
06:08Bisa dilihat ya,
06:09kondisi ibu
06:10bertidur
06:11di sini,
06:13dan memang mayoritas adalah
06:15orang tua, ya?
06:20Oke.
06:20Tentu ini menjadi perhatian, saudara,
06:25karena meskipun sedikit demi sedikit,
06:30masyarakat berjuang untuk kemudian dapat pulih kembali,
06:33bahkan secara mandiri.
06:34Tetapi tentu yang menjadi perhatian adalah
06:36tidak hanya
06:37soal makanan,
06:40tidak hanya
06:41soal air bersih,
06:43listrik,
06:43bahkan tempat tinggal
06:45ini menjadi satu hal yang
06:46betul-betul harus diperhatikan oleh
06:48pemerintah,
06:50karena
06:50rumah mereka sudah hancur,
06:53tapi posko pengungsian
06:54lagi mereka belum ada
06:55secara merata.
06:58Saya akan terus melaporkan dari
06:59Kabupaten Aceh Tamiang,
07:01Provinsi Aceh,
07:02Sedi Penubagi,
07:02dan juga Juru Kamera,
07:03Harry Hardy melaporkan
07:04langsung dari Provinsi Aceh.
07:06Selamat menikmati.
Komentar