00:00Pasca bencana warga Aceh Utara membutuhkan fasilitas dan layanan kesehatan, Saudara.
00:05Soal layanan kesehatan di wilayah terisolasi di Aceh Utara ini, Saudara,
00:08kita tanyakan kepada salah satu perawat ataupun tenaga kesehatan yang menjadi relawan,
00:15yaitu Mas Muhyibudin yang telah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:20Selamat petang, Mas Muhyibudin.
00:24Selamat petang, Assalamualaikum.
00:26Waalaikumsalam, Warahmatullah.
00:27Mas Muhyibudin, tentu tidak mudah begitu kami membayangkan bagaimana Mas Muhyibudin
00:32sebagai tenaga kesehatan menembus akses-akses yang tersolasi demi memberikan pelayanan kesehatan.
00:38Bisa diteriterakan kepada kami bagaimana perjuangan itu?
00:43Perjuangannya berawal dari kegelisahan kami sebagai warga sesama bangsa.
00:50Kami dari Kecamatan Simpang, Rahu-membahu yang pertama mengumpulkan logistik.
00:56Seiring waktu malam pasmer pertama pergerakan, ada inisiatif dari KPA untuk mendatangkan obat,
01:03menyediakan obat sehingga kami beberapa kandir, beberapa tenaga medis di Simpang Keramat
01:10membuat kesepakatan untuk berangkat ke titik-titik yang sama sekali belum terjamah.
01:17Jadi, dengan obat seadanya kami berangkat ke dua titik di antara Kecamatan Langkahan dan Sawang.
01:25Kedua Kecamatan tersebut sangat jauh dari tempat-tempat tinggal kami Simpang Keramat,
01:30yaitu berjarak antara 70 kilometer dengan medan yang sangat berat.
01:35Dengan apa kesana, Mas? Berjalan kaki atau seperti apa?
01:38Kami kesana, yang pertama memang naik ada mobil hilin, mobil yang ke gunung lah istilahnya.
01:48Sesampainya di sana, kami melewati sungai itu dengan rakit.
01:52Kemudian ada yang menjemput kami di sana juga pakai semacam bak terbuka.
01:58Bak terbuka dengan jalur yang kami tempus sangat menantang.
02:02Di sebelahnya sudah banjir yang sudah digerus oleh air di sungai,
02:08sementara di sebelahnya longsor.
02:10Jadi, masyarakat di sana mau lari ke pinggir diat ke bawah arus, naik ke gunung diat ke bawah longsor.
02:16Begitu, Pak.
02:18Perjuangan yang luar biasa ya untuk menembus daerah tirosolasi
02:21demi memberikan pelayanan kesehatan, begitu.
02:24Apa respon tanggapan dari korban yang akhirnya mendapatkan bantuan dari teman-teman?
02:33Alhamdulillah sangat positif dan sangat terharu mereka.
02:37Mereka banyak yang mengeluh.
02:40Sangat-sangat senang.
02:42Biarpun yang kami bawa sangat-sangat terbatas dengan donatur setempat,
02:46donatur kecamatan yang notabene juga korban banjir,
02:49tapi dengan perasaan yang sangat teriris.
02:53Jadi, kami semua membawa ala kadar obat yang ada,
02:58sementara sekarang ini obat yang sangat-sangat terbatas.
03:02Moharapan dan kami semoga ada bantuan obat yang bisa kita salurkan.
03:07Jadi, kemarin itu mereka malah menggeluh ke kami yang tim medis ini,
03:13ada hal-hal yang seharusnya mereka menggeluh ke pihak.
03:15Tapi tetap mereka mungkin untuk menghilangkan rasa trauma mereka.
03:19Mereka menunjukkan itu arah rumah kami.
03:22Tapi sudah lanjut, sudah semua rata di bentanah dan jadi sungai semua, Bapak.
03:27Kondisi mereka saat Mas Muhyibuddin ini bertemu seperti apa?
03:32Kondisi kesehatan mereka apa?
03:34Keluhan mereka terkait dengan kondisi kesehatan?
03:36Keluhan mereka kebanyakan...
03:43Sebelumnya, mereka banyak yang terispa, demam, batu, bilik,
03:52dan yang penyakit tambahan dari mereka karena di lantar banjir seperti ada bandang.
03:57Kebanyakan pasien-pasien korban-korban ini yang banyak kena paku dan seng.
04:02Jadi perlu aksion, perlu aksion.
04:04Makanya kami kemarin turun, Alhamdulillah pada turun tim kedua,
04:08kami banyak, ada dua tim yang dikemandui oleh Dr. Nelly Sayanti.
04:12Sebagai ketua tim kami, terus kami juga ada warga simpan keramat yang medis,
04:19ada Taufik, Khambali, Sopirambulan, dan banyak lagi putri.
04:25Jadi itulah yang bisa kami persembahkan untuk dua hari ini.
04:29Jadi itu apa?
04:31Mas Budin, sampai saat ini informasinya masih ada tidak?
04:35Lokasi ataupun desa yang ternyata belum bisa diakses oleh tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan?
04:44Kebetulan, dari posko kami, posko Simpan Keramat,
04:47selain mengetarkan logistik atau kesehatan,
04:50kemarin ada kawan kami yang naik ke Bukit Linteng, itu belum tembus Bapak, ke langkahan.
04:55Itu belum tembus.
04:57Jadi mungkin hari ini ada katanya yang menerobos.
05:01Tapi untuk pelayanan kesehatan, mereka belum dapat.
05:04Karena kalau kita lihat dengan kasus hari Rabu kami berjalan ke langkahan,
05:11itu banyak sekali warga-warga yang seperti saya ceritakan tadi,
05:13yang harus kita aksion segera,
05:15kita bersihkan dengan alat seadanya.
05:20Begitu Bapak.
05:21Jadi masih ada beberapa desa yang masih belum bisa ditembus ya,
05:25baik oleh relawan maupun tenaga kesehatan, begitu ya Mas Budin ya?
05:30Ya, ya, begitu Bapak.
05:31Kemudian dari jumlah tenaga kesehatannya sendiri maupun fasilitas,
05:36apa yang paling dibutuhkan saat ini?
05:40Bagaimana Bapak? Bisa diulang?
05:41Apa yang paling dibutuhkan saat ini oleh tenaga kesehatan
05:44demi bisa memberikan bantuan apapun pelayanan kesehatan untuk para korban bencana?
05:50Yang pertama yang kami butuhkan seiring waktu kita lihat banyak yang obat, Bapak.
05:57Obat yang sangat-sangat kurang.
05:59Jadi itu yang pertama yang kita butuhkan.
06:01Yang kedua, mudah-mudahan dengan kita semua masyarakat,
06:08ada yang apa, tim medis lain juga tahu,
06:10bisa bergabung dengan kita.
06:12Kita akan turun lagi.
06:13Dan hari ini perlu Bapak ketahui,
06:15dari posko Simpang Keramat yang didukung oleh KPA,
06:18hari ini kita sudah membawa ke Aceh-Tamiang untuk menjelajahi.
06:25Hari ini bawa bantuan sembangku untuk menjelajahi.
06:28Kemungkinan dua hari ini kami dari Simpang Keramat,
06:31tim medis Simpang Keramat Relawan akan merangkat ke Aceh-Tamiang
06:34di titik-titik yang mungkin yang perlu, yang dibutuhkan.
06:37Jadi, bantuan dan permohonan kami semoga obat bisa dipenuhi
06:42atau bisa ada yang menyumbang obat untuk berjalannya aktivitas kesempatan ini.
06:48Bantuan obat ya, ini yang diperlukan untuk memberikan penanganan kepada korban.
06:52Ini dipindahkan ke Aceh-Tamiang, itu berarti fasilitas kesehatan
06:56seperti puskesmas ataupun rumah sakit di Aceh Utara ini belum bisa beroperasi?
07:03Pukkesmas, sebagian puskesmas disimpan keramat,
07:07menjadi, tidak bisa beroperasi.
07:09Contohnya yang kami lewati, seperti yang hari-hari pertama itu
07:13banyak fasilitas pukkesmas, dia pikir dipanggil jalan,
07:15samudera gedung, samudera, juga yang kami melakukan pengobatan di langkahan
07:22itu fasilitas pukkesmasnya belum bisa operasi
07:23karena memang yang tidak amruk, tapi semuanya itu
07:28memang tenggelam waktu mungkin air bah itu.
07:32Tapi kalau fasilitas pukkesmas awang, kebetulan di kecamatan,
07:35di pusat pukkesmasnya tidak dilalui air bah.
07:39Jadi pukkesmasnya masih ada, cuma karena jarak tempuh
07:41yang harus mereka tempuh begitu menantang, makanya
07:45jadi hari ini harapan kita semuanya
07:49obat-obat yang sangat-sangat dibutuhkan, selain obat
07:53kami di tempat kemarin itu sangat-sangat menyedihkan
07:56banyak warga, terutama balita, yang masih tidur di bawah pohon sawit
08:02yang cuma dengan terpal tanpa alas
08:05jadi alas tidur juga dibutuhkan begitu ya
08:10baik, tidak hanya obat-obatan, namun alas tidur juga dibutuhkan
08:14terutama untuk anak balita dan juga lansia yang rentan terkena penyakit
08:19terima kasih Mas Muhyibudin, tenaga kesehatan, relawan
08:23yang tengah berjuang memberikan pelayanan sehat selalu
08:26untuk Mas Budin dan juga teman-teman di sana
08:28terima kasih Pak
Komentar