00:00Kembali di Sapa Indonesia Pagi, Saudara Bencana Banjir Bandang di Aceh Tamiang
00:05menyisakan kisah heroik dari seorang babinsa yang menyelamatkan bayi dan warga.
00:1025 orang diselamatkan dengan menggunakan alat seadanya, termasuk bahan pelampung.
00:15Dan berikut perbincangan jurnalis kompasivi Bastian Siahaan dan juru kamera Budi Satria
00:20bersama Sersan Satu Giman Syahputra dari Kabupaten Aceh Tamiang yang kami rekam sebelumnya.
00:25Di setiap bencana muncul kisah-kisah heroik
00:32di mana warga bantu warga yang membutuhkan pertolongan.
00:37Seperti sosok satu ini Bapak Giman Syahputra, seorang babinsa di Koramil Aceh Tamiang.
00:48Saya akan wawancara Bapak yang menyelamatkan 20 orang dalam waktu satu setengah jam.
00:55ketika kejadian banjir bandang di Aceh Tamiang.
01:00Pak, bagaimana Bapak bisa menyelamatkan dan saat itu apa yang ada dalam pikiran Bapak?
01:07Dalam keadaan sangat genting pada saat itu, pada saat banjir. Silahkan Pak.
01:12Saat itu di hari Kamis, tanggal 26, waktu naik-naiknya banjir bandang, ketinggian sudah 4 meter.
01:29Saat itu sore jam kejadian, waktu evakuasi daripada warga yang butuh pertolongan.
01:39Kebetulan tetangga jarak 50 meter, dengan alat inilah saya bisa membantu para tetangga saya, termasuk warga.
01:51Di situ ada tiga bayi, ada yang umur dua bulan, ada yang satu bulan, ada yang umur dua bulan setengah.
02:02Di situ ada Ibu Lansia, Bapak Lansia, dan seumur-umur paru bayah, seumur yang saya.
02:16Dengan inilah kita bisa menolong, dengan alat ban, kita tolong satu persatu.
02:24Ini Bapak bikin talinya sendiri ya? Pada saat itu Bapak rakit talinya ya?
02:28Dirakit kita sendiri. Dirakit, baru kita aksi, dari depan melambung melalui tali-tali kabel listrik,
02:40pinjaannya, kabel telkom, sampai ke sasaran yang kita mau kita bantu.
02:51Dengan bantuan arah pelampung inilah.
02:56Dalam keadaan kosong, lalu kita ikat ke bunggung.
03:02Kita satu bersatu, keluarga kita tolong, utama ibu-ibu dulu.
03:13Baliklah.
03:14Ibu-ibu dulu ya?
03:15Iya, ibu-ibu dulu.
03:16Dia membawa anaknya juga?
03:17Anaknya. Kita ibunya dulu, Pak.
03:20Oke.
03:21Ibunya dulu, sudah balik.
03:24Balik lagi kita, baru ambil balitanya.
03:28Ada berapa balita pada saat kita?
03:30Balita, ada dua balita, tiga bayi.
03:35Bagaimana caranya menolong balita itu, Pak?
03:38Itu sudah mulai gelap?
03:40Belum, masih jam setengah lima.
03:42Setengah lima.
03:45Kita bawa tangan satu nih, Pak.
03:47Kita telungkupkan di ban, dengan tangan satu,
03:51tangan kanan kita pegang ini,
03:54si kawan,
03:55ulur tali,
03:56dengan jarak 50 meter,
04:01menganyut,
04:01baru mendarat,
04:03di rumah ini, Pak.
04:05Rumah itu,
04:06dalam keadaan jebol,
04:08itu bagaimana, Pak, ceritanya?
04:09Jebol dari dalam?
04:11Di jebol dari dalam.
04:13Minta petongan dari yang
04:14mau melambung kemari.
04:17Di jebol.
04:17Dari situlah penyelamatan satu persatu,
04:20dari mulai bayi,
04:23ibu-ibu,
04:25bapak-bapaknya,
04:26dari itu semua.
04:27Pada saat itu,
04:29apa sampai saya harus menolong gitu,
04:30atau bagaimana gitu?
04:31Dan Bapak yakin bisa menolong 25 orang itu?
04:35Saya yakin,
04:35karena saya sudah
04:36serahkan diri,
04:38saya serahkan kepada Allah,
04:40bahwa saya bisa semua saya tolong,
04:43dalam hitungan satu jam setengah.
04:44Setelah pasca bencana,
04:48kemudian saat ini,
04:50apakah Bapak bersama warga sekitar sini,
04:55bagaimana harapannya?
04:58Harapan saya,
05:02semoga bencana ini cepat pulih,
05:06warga pun bisa menyesuaikan lagi,
05:09yang kegiatan seperti biasa.
05:12Semoga,
05:12pemerintah bisa bantu,
05:16untuk warga,
05:17Aceh Tamiang,
05:18yang terdampak,
05:19bencana banjir,
05:20bandang di Aceh Tamiang ini.
05:22Ya,
05:23itu tadi kisah dari,
05:25Bapak Giman Saputra,
05:27Babinsa Koramil 02,
05:29Karang Baru,
05:29Aceh Tamiang.
05:31Demikian,
05:33Bastian Sihan,
05:34Budi Satria,
05:35Aceh Tamiang.
05:35Terima kasih.
05:47Terima kasih.
Komentar