00:00Yang pertama, kami laporkan bahwa keadaan keuangan daripada daerah, baik provinsi, tiga provinsi,
00:11keputusan kota ada 52, keputusan kota ini anggaran mereka yang diandalkan untuk dalam keadaan krisis,
00:19namanya belanja tidak terluga, tapi karena sudah akhir tahun, ini sangat tipis, ada yang cuma 75 juta, ada yang 300 juta.
00:30Padahal mereka memang begitu, Pak, dibantu oleh pemerintah pusat, pangan yang besar-besar betul, IBM, kemudian RAS, dan lain-lain.
00:38Tapi ada hal-hal yang kecil yang kami temukan untuk datang ke lapangan, misalnya PEMPERS untuk bayi, kemudian untuk perempuan, Pak, dan lain-lain.
00:47Dan biasanya mereka minta kepada pemerintah, termasuk pemerintah daerah.
00:51Kami sudah menyampaikan kepada seluruh daerah, untuk provinsi lain, kabupaten, bahwa itu Pak,
01:00kami masih punya simpanan, sudah banyak yang tersalur, lebih kurang 34 miliar itu langsung kepada provinsi,
01:083 provinsi, ada juga yang langsung, Pak, langsung ke kabupaten-kabupaten tertentu, seperti Pak Sumaui,
01:17dapat bantu 3 miliar dari daerah-daerah lain, Pak.
01:21Nah, ini saya akan bantu, tapi kalau mungkin, Pak, Pak, berdan, 52 kabupaten di kota ini karena mereka komunisi tipis, betul?
01:26Kalau mungkin saya akan bantu 2 miliar, itu pegangan mereka, Pak, untuk membantu masyarakat yang hal-hal kecil ini, Pak.
01:34Itu, Pak, per kabupaten?
01:36Per kabupaten, 52 kali 2, Pak.
01:38Oke, tapi itu kecematan?
01:41Mereka akan cepat, Pak, untuk membantuin kecil ini, Pak.
01:44Iya, kecematan perlu dibantu juga?
01:49Per kabupaten, per kabupaten saja, Pak.
01:5152 kabupaten?
01:5252, Pak.
01:5352 di 3 provinsi, Pak.
01:56Iya, baik, kita segera, ya.
01:58Siap.
01:58Yang kedua, Pak, menguji, Pak.
02:01Tadi, siap.
02:02Yang kedua, tadi, ada yang belum terkapur, yaitu kantor pemerintahan yang rusak, Pak.
02:08Iya.
02:09Kalau paten, rata-rata, masemas, bagus, Pak, tapi camat, kantor camat, desa, banyak yang habis, Pak.
02:15Oke, nanti dihitung semua.
02:18Siap, kami mau ini juga bisa dibangun, serempak.
02:21Iya.
02:21Karena itu lengan publik, Pak.
02:24Nanti ini kan banyak sekali dokumen yang hilang, Pak.
02:26Iya.
02:26Dokumen KTP, ijazah, dan yang lain, sertifikat, saran kami, begitu nanti kalau sudah efektif berjalan, kantor camatnya, saran kami, Pak, untuk dokumen-dokumen yang punya masyarakat ini, mohon izin kalau bisa, Pak, mereka harus digratiskan.
02:43Kalau untuk dokumen-dokumen yang dibawah komentar kami, udah digratiskan, Pak.
02:47Tapi mungkin yang untuk ijazah dari Kementerian Dasmen, kemudian STNKB-BKB dari Bapak Kapolri, sertifikat ATRBPN, supaya nggak emberatkan mereka digratiskan.
02:57Ini kan, Pak.
02:58Baik, Kementerian Dasmen, anda minta dua M per Kabupaten ini.
03:21Saya kasih empat M.
03:23Ya.
03:24Ya.
03:25Ya.
03:26Ya.
03:28Kemudian untuk provinsi, untuk provinsi, nanti provinsi dihitung, ya.
03:36Provinsi yang paling besar mana?
03:40Yang paling berat, ya.
03:44Kirim 20M.
03:47Nanti Sumatera, atau berapa, nanti gubernurnya sudah ketemu saya.
03:54Sumatera ada?
03:55Hadir semua ya? Wah, denger ini ya.
04:01Waduh.
04:03Ya, ya, ya, ya, ya, oke.
04:05Pokoknya kita bantu, ya.
04:07Kalian yang di depan, kalian panglima-panglima terdepan.
04:10Kalian yang harus bekerja keras untuk rakyat, ya.
04:13Jadi saya, yang bisa saya kerahkan adalah dukungan untuk kalian, supaya kalian tidak ragu-lagu, ya.
04:19Baik.
04:20Siap.
04:21Terima kasih, Pak Presiden.
04:22Terima kasih.
04:24Hadir semua Bupati.
04:26Terima kasih ya, Pak Bupati.
04:28Kalian yang terus berjuang untuk rakyat.
04:32Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan.
04:35Kalau yang mau lari, lari aja.
04:37Gak apa-apa ya.
04:38Mendegri bisa ya di prosesnya di...
04:44Itu kalau tentara itu namanya desersi itu.
04:52Dalam keadaan bahaya meninggalkan dana buah.
04:55Waduh, itu gak bisa tuh.
04:56Sorry.
04:57Saya gak mau tanya aparte mana.
05:07Udah kepecat.
05:10Baik, Mendegri.
05:11Terima kasih.
05:12Saya lihat Bupati pada senyum semua itu.
05:16Pokoknya kita dukung terus.
05:19Menko, ada tambahan?
05:21Iya, Pak.
05:22Iya.
05:24Iya.
Komentar