Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Penyanyi dan Komika Raim Laode mengungkapkan kisah di balik lagu "Komang" ciptaannya yang tembus 600 juta streaming di platform Spotify. Ia menuturkan lagu itu adalah kado pernikahan untuk istrinya.

Meski dikenal luas sebagai penyanyi, Raim menegaskan bahwa identitas utamanya tidak berubah.
"Saya dari dulu pencerita. Storyteller. Bangsa ini merdeka oleh para pencerita," katanya.

Namun Raim menyoroti fenomena ketika kemampuan bercerita justru dianggap sekadar banyak bicara atau omon-omon. Ia mengaitkan hal itu dengan sejarah Indonesia.

"Semua pemimpin bangsa punya hubungan romantis dengan buku. Bung Hatta rela dipenjara asalkan bersama buku. Tan Malaka mengencangkan ikat pinggang karena lapar demi membeli buku," katanya.

Raim juga menekankan bahwa kreativitas lahir dari rasa gelisah.
"Sumber karya seni adalah keresahan. Semua inovasi yang kita pakai sekarang datang dari kegelisahan," jelasnya.



Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/_SaL4pYE9E0

#raimlaode #komang #penyanyi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/634306/raim-laode-ungkap-cerita-di-balik-lagu-komang-yang-tembus-600-juta-streaming-di-spotify-rosi
Transkrip
00:00Undip juga menjadi bagian dari Pelopor untuk semua inovasi-inovasi.
00:04Saya dengar sudah ada ribuan yang ingin dipatenkan.
00:07Pak Menteri juga menjadi bapaknya perguruan tinggi, sains, teknologi.
00:13Rasanya kita perlu mendengar ya dari tiga orang ini berbagi perjalanan hidup, pengalaman,
00:21sehingga bisa menjadi penggerak di komunitasnya masing-masing.
00:25Mbak Cipta, sudah berapa lama kemudian menjadikan Desa Penting Sari ini menjadi Pelopor Desa Wisata?
00:38Mbak Cipta, kasih dengar dulu ke teman-teman mahasiswa, apa yang Mbak Cipta lakukan?
00:45Kakak-kakak semua, Desa Wisata Penting Sari berada di lereng Gunung Merapi.
00:50Tadi Mbak Rosi sudah bilang, kami ini sudah menjadi Desa Wisata sejak 2008.
00:5617 tahun berproses sehingga bisa mencapai Desa Wisata yang dikenal di manca negara sekarang ini.
01:06Dulunya kayak apa Desa Penting Sari?
01:08Awalnya yang pasti Desa di mana biasanya orang kampung ya mungkin saat itu berbicara punya keterbatasan akses,
01:20punya keterbatasan sumber daya manusia.
01:24Saat itu kami hanya punya mimpi kakak-kakak.
01:27Gimana caranya Desa yang punya keterbatasan dalam hal apapun bisa bangkit menjadi Desa yang bisa mensejahterakan masyarakatnya.
01:40Seperti itu Kak Rosi.
01:41Itu dulu Desanya Desa Petani ya, Prasejahtera?
01:45Betul.
01:46Sebagian besar dari mata pencaharian Desa Wisata Penting Sari awalnya adalah petani Mbak Rosi.
01:53Seperti itu.
01:55Dan pelan-pelan bertransformasi menjadi pelaku wisata yang sekarang kunjungan kami rata-rata di setiap tahunnya di 30 ribu wisatawan.
02:07Seperti itu.
02:10Kenapa Mbak Cipta ingin mengubah wajah desa itu menjadi desa pariwisata?
02:15Saat itu yang pasti seperti saya bilang dengan keterbatasan yang memang ada di kampung.
02:23Kalau kami dulu nyebut desa itu kampung ya.
02:26Kami ini adalah orang kampung atau orang desa di mana sekolah aja susah saat itu Mbak Rosi.
02:33Kebanyakan tingkat pendidikan di desa kami atau di kampung kami paling tinggi adalah SMP.
02:39Dari situ melihat keterbatasan yang saya bilang, keterbatasan sumber daya manusia,
02:45keterbatasan infrastruktur dan akses yang ada di desa kami kok rasanya kok sedih banget gitu loh.
02:53Ibaratnya kenapa kita gak bisa bangkit dari keterperukan?
02:57Apalagi saat itu kan Merapi ada 13 km dari desa kami.
03:02Wisatawan itu kebanyakan datangnya ke Merapi Mbak Rosi.
03:07Kenapa kita tidak bisa mengalihkan sedikit saja wisatawan yang datang ke Merapi mampir ke kampung kami.
03:14Dulu harapannya datang semua seperti itu mengalihkan sedikit saja dan ternyata sekarang malah penting sari malah dijadikan desinasi utama
03:24dan Merapi menjadi salah satu sebagian saja dari ketika kunjungan ke Jogja seperti itu Mbak Rosi.
03:31Berapa tahun Mbak Cipta ngurusin ini supaya jadi desa wisata?
03:36Berproses dari 2008 sampai sekarang 2025.
03:4117 tahun kami berproses menjadikan desa wisata biar masyarakatnya itu sejahtera lahir dan batin kakak semua seperti itu.
03:54Jadi Mbak Cipta tuh ingin menunjukkan siapa bilang orang kampung gak bisa.
04:00Siapa bilang orang desa tuh gak bisa.
04:02Justru dari Mbak Cipta dan teman-teman yang ada di pedalaman dan di dusun terpencil kita bisa melihat satu perjuangan yang sesungguhnya.
04:13Raim, tadi saya bilang di Spotify lagu Komang itu sudah didengar 500 juta.
04:18Ada yang mau dikoreksi?
04:19600 juta by the way.
04:24Harus ya pake by the way.
04:28600 juta.
04:30Ya itu kalau kali rupiah ya bisa pensiun dari sekarang sampai.
04:35Syafirullah.
04:37600 juta streaming itu berawal dari, kan lagu Komang itu kado hadiah pernikahannya saya kepada istri.
04:44Komang nama istrinya sayang.
04:45Dia Mu'alaf waktu itu hadiahnya itu lagu Komang.
04:52Waktu Komang istri kami Mu'alaf kita mau ganti namanya.
04:56Karena namanya sangat Hindu, sangat Bali sekali.
04:59Sekali kita mau ganti lebih Islam.
05:01Akhirnya saya panggil istri Komang.
05:03Istri saya insya Allah, dia konsisten.
05:08Semoga bagus.
05:11Dari stand-up komedi terus jadi penyanyi.
05:15Betul, tepatnya saya tidak mengganti profesi sama sekali.
05:18Saya dari dulu adalah pencerita.
05:20Kalau idola kami bilang itu, Kak Radit.
05:25Dia bilang jangan sebut profesinya, ambil payungnya.
05:28Kalau saya bilang diri saya stand-up komedian, berarti saya menutup kerang rejeki di pintu yang lain.
05:34Tapi kalau saya ambil payungnya, storyteller.
05:37Mesti kalau seminar buku, ada saya.
05:40Karena saya pencerita yang handa.
05:41Seminar nulis lagu, ada saya juga.
05:43Seminar Kompas TV, ada saya juga.
05:48Jadi pencerita.
05:50Pencerita saya sebut, diri saya adalah pencerita yang ulung.
05:54Kebetulan ada cerita yang hanya cocok platformnya di media tertentu.
05:59Ada cerita yang nyambung hanya dibuatkan materi stand-up.
06:02Ada cerita yang nyambung hanya dibuatkan konten TikTok satu menit.
06:05Ada cerita cinta suci ini terlalu cemen kalau tiga menit saja jadi lagu di Spotify.
06:11Saya mau ceritakan kisah hidupku lewat film.
06:14Pencerita, kebetulan platformnya saya pilih.
06:17Kebetulan kanvasnya ada beberapa tinta yang harus kita sesuaikan.
06:21I'm a storyteller itu dia.
06:23You are a storyteller.
06:25Dan, bangsa ini hanya bisa merdeka oleh pencerita.
06:31Dan dilema hidup di bangsa ini, sekarang ini adalah ketika kita pintar bercerita disebut,
06:43kau omong-omong doang.
06:45Padahal kau paling omong-omong sebar kau.
06:49Padahal negara ini merdeka hanya.
06:51Karena si pencerita.
06:53Pencerita bahan bakarnya adalah buku.
06:55Kalau kau buka sejarah bangsa ini, semua pemimpin kita punya keterikatan yang sangat romantis dengan buku.
07:01Bung Hatta penjarakan aku yang penting dengan buku.
07:04Tan Malaka ikat pinggangnya harus dikasih kencang karena lapar dia.
07:09Supaya dia bisa beli buku.
07:10Kamu cerita dong, kan berawal dari stand-up komedi.
07:13Karena pada dasarnya kamu lucu ya.
07:14Penggelisah tepatnya.
07:18Penggelisah, betul.
07:19Ya, ya.
07:20Dan sumber karya seni itu, sumber karya seni, sumber dari produk itu mesti dari keresahan.
07:27Betul.
07:27Semua karya seni yang kau pakai sekarang, semua inovasi, semua kreativitas yang kau pakai sekarang,
07:33bersumber dari satu kata namanya keresahan.
07:35Dari keresahan, ada orang resah terhadap gelap, bikin lampu.
07:39Ada orang resah terhadap jarak, bikin handphone.
07:42Ada orang dari Sulawesi resah terhadap pesawat ini rajin jatuh, bikin teori, namanya Pak Habibie, jadi.
07:49Keresahan yang kamu rasa, yang kita rasa sekarang ini, cikal bakal dari berhasilmu, cikal bakal dari semua karya seni.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan