Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 43 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Jubir Partai Demokrat, Diska Putri Pamungkas dan Ketua DPP PSI, Faldo Maldini debat sengit usai Kader Senior Demokrat, Benny K Harman mengungkit kasus Ijazah di DPR.

Tanpa menyebut nama, publik langsung paham siapa yang dimaksud, saat Benny memuji Hakim MK Arsul Sani, yang mau menunjukkan ijazah aslinya tatkala diterpa isu ijazah palsu.

Apakah ini bagian dari kontestasi dan orkestrasi politik menuju 2029? Simak di Bola Liar pada Jumat (28/11/2025).

Produser: Theo Reza

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634408/debat-sengit-demokrat-vs-psi-relawan-jokowi-prabowo-gibran-usai-kader-senggol-ijazah-di-dpr
Transkrip
00:00Intro
00:00Selamat malam saudara, bola liar kembali menggelinding kehadapan anda
00:11Saat menyambut kunjungan pengurus PKS, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimutu Yudhoyono mengungkit kembali luka lama
00:19Salupaya perbuatan Ketua Umum dari tangannya 2021 silam
00:23Kata AHY, kami mudah memaafkan tapi sulit melupakan
00:28Penyataan politik AHY hanya bersulang sepekan dari penyataan kader seniornya di DPR, Beni K. Harman yang menyindir soal keaslian ijazah
00:37Tanpa menyebut nama, publik langsung paham siapa yang dimaksud saat Beni memuji Hakim MK, Arsul Sani yang mau menunjukkan ijazah aslinya tanpa lagi terpah isu ijazah palsu
00:49Apakah penyataan AHY yang mengungkit upaya perbuatan Ketua Umum Demokrat dan sindiran kader soal keaslian ijazah bagian dari kontestasi dan orkestrasi politik menuju 2029?
01:03Saudara, inilah bola liar bersama saya, My Sister Tarikan
01:06Topik malam ini kita bahas dengan sejumlah dari sumber yang sudah hadir di studio Kompas TV
01:15Saya menyapa, Diska Putri Pamungkas, Jubir Partai Demokrat
01:18Ada Rerang Kuti, Direktur Esekutif Lingkar Madani, selamat malam Bang
01:24Selamat malam
01:25Revli Harun, Pakar Hukum Tata Negara, selamat malam Bang
01:29Ada Andi Aswan, Ketua Umum Jokowi Mania, selamat malam Bang
01:35David Pajung, Koalisi Relawan Jokowi dan Prabowo Gibran, selamat malam Bang David
01:40Ada Faldo Maldini, Ketua DPP PSI, selamat malam Mas Waldo
01:45Malam Belona, Assalamualaikum
01:47Waalaikumsalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:49Dan di floor saya menyapa ada Agung Baskor, Direktur Esekutif Trias Politika, Selamat malam
01:53Dan Prof Lely Aryani, Guru Besar Komunikasi Botek, SPR Institute, selamat malam Prof
02:00Selamat malam, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
02:03Saya langsung ke dua poin, kita baca pernyataan dari AHY bilang
02:08Kami mudah memaafkan, tapi sulit melupakan
02:11Mengapa tidak cepat dilupakan, apa menangnya Mas Agung?
02:15Kaget saya saya duluan
02:16Soalnya anda komen duluan
02:19Saya membayangkan jadi Mas AHY
02:22Yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat
02:25Satu tahun
02:26Tidak kira Maret ya Mbak Diska, saya silahkan dikoreksi kalau salah
02:30Kemudian sekitar bulan April-May
02:33Tiba-tiba ada KLB dari Serdang semacam itu
02:36Buat saya ini sakit banget gitu ya
02:39Karena beliau baru diuji untuk memimpin Partai Sekelas Demokrat
02:44Setelah kemarin di Pilkada Jakarta belum sukses
02:48Otomatis eksperimentasi politik ini kan harus sukses
02:51Eh di tengah jalan digangguin gitu
02:53Dan itu terjadi di masa Presiden Jokowi Dodo
02:56Artinya pihak yang paling bertanggung jawab disitu adalah Presiden Jokowi
03:01Karena yang mengorkestrasi itu adalah Pak Muldoko semacam itu
03:04Jadi menurut saya ya ini sebuah nokta hitam
03:08Yang memang susah untuk dilupakan tapi termaafkan
03:12Karena Mas AHY kemudian kan menjadi Menterinya Pak Jokowi
03:17Sembilan bulan sebelum pemerintahan Pak Jokowi selesai
03:20Tapi selama sembilan tahun, tiga bulan
03:23Demokrat itu posisinya sebagai penyeimbang
03:26Artinya apa? Ada cerita yang belum selesai
03:28Antara Demokrat dengan Pak Jokowi
03:30Cerita itu kemudian selesai
03:32Karena Pak Prabowo menjadi Presiden
03:34Kemudian kembali mendaulat Mas AHY sebagai Menko
03:38Nah satu ketika ya kita tahu ada babak baru soal ijazah ini
03:42Ya ini ibarat kata saya melihat isunya jalan, masif
03:46Dan suka atau tidak memang menjadi lebih dekat dengan Demokrat
03:50Karena yang terlibat misalkan Mas Roy Suryo eks kader Demokrat
03:54Kemudian kuasa hukumnya sekarang Mas Deni Indrayana
03:57Plus ditebalkan oleh keterlibatkan Pak Benika Harman ketika kemarin rapat di DPR
04:02Yang ingin kasus ijazah ini ya selesai dengan cepat terang-benderang lah semacam itu
04:07Jadi sekuensi ini berlanjut
04:09Nah saya kira akan terus berlanjut lagi
04:12Dengan dinamika kejutan-kejutan politik yang
04:15Ya saya kira penyehatkan bagi demokrasi kita
04:17Kenapa? Kita perlu ada yang mengawal kasus ini seterang mungkin
04:20Seprofesional mungkin
04:21Seproporsional, kalau bahasa Pak SB itu yang saya ingat ada dua tuh
04:25Profesional dan proporsional
04:27Profesional penegak hukumnya
04:29Proporsional kita semua sebagai publik ataupun masyarakat
04:32Supaya apa?
04:33Demokrasi kita sehat, ada yang mengawasi, ada yang menyeimbangkan
04:36Dan ini bagus untuk publik
04:38Akhirnya kita tahu bagaimana sebenarnya kasus ini berlanjut, terbuka dan bisa mencerdaskan kita semua
04:44Artinya konstruktif gitu
04:47Bukan lagi sebatas debat kusir, debat gak jelas
04:49Karena kan ini sudah dibawa ke ranah hukum
04:51Tinggal diungkap ujungnya persidangan seperti apa, bukti-buktinya
04:55Dan ya saya yang sebelumnya agak lesu-lesu dekit selalu izah sah
04:59Jadi semangat lagi gitu, karena apa?
05:01Karena ini sedikit banyak bisa mengisi diskursus kita di tengah masyarakat
05:05Mungkin sebagai pengantar begitu Mbak
05:06Baik, Mbak Diska
05:07Belakangan terakhir kita melihat adanya perdebatan
05:11Dari pendukung Jokowi dan juga maupun dengan orang dari Demokrat
05:16Ini sebenarnya ada apa?
05:18Panasnya gara-gara di DPR sama AHI atau bukan?
05:21Gini Mbak, sepertinya kita harus melihat ini dari konteks per konteks
05:24Pertama kalau melihat bahwa apa yang dikatakan oleh ketung kami
05:27Konteksnya adalah pada saat itu
05:29Sedang menghost
05:31Di rumah perjuangan Partai Demokrat
05:35Kami disana sudah 16 tahun
05:36Hampir 19 tahun kami disana
05:38Sudah ada asam garam di rumah perjuangan itu
05:41Di pemerintahan, di oposisi
05:43Kembali ke pemerintahan
05:44Bersama Presiden Prabowo
05:46Dan salah satunya adalah
05:48Perjuangan yang kita tahu sendiri
05:50Ada upaya inkonstitusional
05:53Yang kemudian berhasil direbut
05:55Dan itu adalah bagian dari perjuangan
05:56Dan menurut kami sah-sah saja
05:58Kalau misalnya kemudian ada tabu datang ke rumah perjuangan
06:01Lalu kemudian berbicara tentang itu
06:03Menurut kami itu sah-sah saja
06:05Yang kedua konteksnya Pak Benika Harman
06:07Kita tahu bahwa itu terjadi pada balek
06:10Pada sidang balek
06:13Dimana sidang balek itu tentang
06:15UU pendidikan dan dosen
06:17Dimana disitu juga terkait banyak sekali sertifikasi
06:19Jadi menurut kami
06:20Rasanya ini seperti cocok logi
06:23Dicocok-cocokan
06:24Untuk mencari kambing hitam
06:26Atas isu yang sudah berlarut-larut
06:29Padahal kami di Partai Demokrat
06:31Tidak tahu dan tidak ingin ada
06:33Dalam pusaran ini
06:34Pusaran ini menurut kami
06:36Ini adalah diskursus publik yang sangat tidak produktif
06:39Apalagi sekarang saat ini
06:40Ada banyak diskursus publik
06:42Yang seharusnya menjadi perhatian kita
06:44Selain tentang ijazah
06:45Apalagi Partai Demokrat saat ini ada di pemerintahan
06:48Kita ingin menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo
06:51Kita tahu sekarang ada bencana alam
06:53Dan ada kami sekarang Pamenko Ahaya
06:56Sekarang juga jadi Menteri Koordinator Infrastruktur
06:59Dimana disana juga ada banyak pekerjaan
07:01Yang seharusnya menjadi diskursus publik
07:04Ini sama sekali tidak produktif untuk terus
07:06Menjelaskan tentang ini
07:08Dan bahkan mencari kambing hitam
07:10Seolah-olah cocok logi
07:11Jadinya Demokrat lagi
07:12Padahal banyak sebenarnya pihak-pihak lain
07:15Yang juga mencoba untuk menaikkan isu ini
07:19Tapi kemudian Partai Demokrat lagi
07:21Yang di kambing hitamkan
07:22Ini seolah-olah cocok logi saja
07:23Padahal ini menurut kami
07:25Ini adalah isu yang tidak produktif
07:26Di tengah banyak sekali isu
07:28Yang harusnya menjadi permasalahan kita
07:30Bang David, jadi menurut Anda ini cocok logi
07:34Atau ada intensi politik?
07:37Ya jadi ada beberapa hal tangkapan publik
07:40Terhadap situasi ini ya
07:42Pertama, sebagai negarawan ya
07:45Para negarawan yang memegang jabatan-jabatan publik itu
07:48Saya menangkap ini sebagai pertama
07:50Sinisme politik
07:51Sinisme politik
07:53Tendensis politik
07:55Yang sebenarnya itu
07:56Di tengah guyupnya para petinggi-petinggi republik ini
08:01Pada elit politik yang digagas oleh Presiden Prabowo
08:04Bahwa kita tidak bisa membangun republik ini
08:06Dengan kekuatan sendiri
08:08Para pemimpin ini, para partai politik ini
08:11Harus guyup
08:11Membangun harmoni bangsa ya
08:14Nah dengan situasi ini
08:15Ada beberapa hal yang terkonfirmasi
08:17Ya kalau selama ini Pak Jokowi mengatakan
08:20Ada
08:21The man behind the gun
08:24Dari kasus
08:26Fitna ijasa
08:28Tapi kan beliau gak pernah menyatakan
08:30Bahwa siapa itu
08:31Nah publik kan mencari-cari
08:33Nah dengan munculnya beberapa
08:35Pertama tadi sinisme dari
08:36Benny Keharman ya
08:37Itu di dalam sidang resmi kan
08:39Nah dengan sinisme itu kan publik menangkap
08:42Makanya kenapa kompas mengangkat hari ini
08:44Karena itu isunya kencang
08:45Merujuk pada
08:47Tokoh-tokoh tertentu
08:48Dan
08:49Ada benang biru
08:50Dari semua ini
08:52Atau ya benang merah benang biru
08:54Pertama
08:54Beliau menyatakan itu di dalam sidang
08:57DPR resmi
08:59Yang kedua
09:00Turunnya
09:01Siapa itu
09:03Yang dari Australia ya
09:04Untuk menjadi
09:05Denny Indrayana
09:08Gua gak tau
09:09Pokoknya turun dari Australia
09:10Untuk membela
09:11Kasus ijasa palsu
09:13Oke
09:13Yang kita tau sebenarnya
09:15Beliau mantan kader ya
09:16Dari salah satu partai
09:18Roy Suryo juga itu kan
09:19Mantan kader dari salah satu partai
09:21Ya itu benang-benang
09:23Jahitannya disitu
09:24Kemudian
09:25Ya lalu kemudian ditimpali
09:27Oleh Pak
09:28Siapa Amir Syarifuddin ya
09:31Kemudian
09:32Siapa lagi
09:33Syarif Hasan ya
09:34Syarif Samsuddin
09:35Ya sorry
09:36Jadi semua ini ada
09:38Keterkaitan
09:40Jahitan benang
09:41Sehingga opini publik itu
09:42Menangkap
09:43Pada satu
09:44Komunitas tertentu
09:46Walaupun Pak Jokowi
09:48Gak menyampaikan
09:49Secara terang
09:50Benderang siapa itu
09:51Tetapi kan
09:52Publik mereka-reka
09:53Dan itu jahitannya
09:54Tadi itu
09:55Ketangkap semua itu
09:56Nah sehingga
09:57Yang kita mau katakan
09:58Bahwa
09:59Sebagai para negarawan
10:00Seperti Pak Jokowi
10:01Pak Jokowi itu kan
10:01Dihina
10:02Dicaci
10:02Tetap aja
10:03Dengan santai menanggapi
10:04Ya kita-kita ini
10:06Sebagai relawan beliau
10:07Yang
10:07Turun juga melakukan
10:10Pengimbangan opini
10:11Bahwa
10:12Tuduhan itu fitnah
10:13Dan akan dibuktikan
10:14Pada sidang
10:15Beberapa waktu ke depan ini
10:16Dan sudah jelas kan
10:18Arahnya itu
10:19Sudah sangat jelas
10:19Ada tersangka
10:21Ya
10:21Dari berbagai proses
10:23Semua lembaga
10:23Mendelegitimasi
10:25Berbagai lembaga
10:26Misalnya
10:26UGM itu sudah menyatakan
10:27Gak ada pemalsuan
10:28Dalam hal ini
10:29Tapi masih terus dilawan kan
10:31Jadi
10:31Disharmoni bangsa ini
10:33Karena
10:33Ya karena
10:34Isu-isu itu
10:35Isu-isu
10:36Kayakannya sama benang biru apa?
10:38Ya itu benang merah
10:39Benang biru itu kan
10:39Jahitan-jahitan yang
10:41Merujuk pada satu kesimpulan
10:42Bahwa
10:43Ada toko
10:44Di balik
10:45Isu-isu ini
10:46Oke
10:47Sinisme politik
10:48Ada benang biru
10:50Dari semua kegaduhan
10:52Yang terjadi
10:52Itu sih
10:52Simpulan dari bang
10:53Sinisme
10:54Sinisme itu kan
10:55Muncul dari perasaan
10:57Dan perasaan itu kan
10:58Sebetulnya adalah
10:59Hak prerogatif
11:00Personal ya
11:01Bukan masalah publik
11:03Jadi bukan
11:04Begini
11:05Pertama
11:05Pak Benny pada saat itu
11:07Bahkan tidak menyebut nama
11:08Selain Pak Aswesani
11:09Sehingga apabila kemudian
11:11Ada yang merasa tersindir
11:12Ada yang merasa bahwa ini adalah
11:14Bagian dari tersindir
11:15Itu kan
11:16Bahkan bagian kita
11:19Kita aja bahkan
11:20Tidak bisa mengendalikan
11:21Perasaan
11:22Sahabat kita sendiri
11:23Apalagi ini
11:24Mengendalikan perasaan
11:25Orang lain
11:26Jadi biarkanlah
11:27Yang terbawa perasaan itu
11:28Yang kemudian
11:29Harus
11:31Membuktikan
11:32Dan itu bukan
11:33Masalah kita
11:34Tidak pernah ada
11:36Tidak pernah ada
11:36Tuduhan
11:37Dari Partai Demokrat
11:39Terkait itu
11:40Apabila itu ada
11:41Kemudian ada
11:41Sinisme
11:42Ada perasaan
11:43Itu biarkanlah yang terbawa perasaan
11:45Yang kemudian
11:46Menyelesaikannya
11:48Dengan dirinya sendiri
11:49Bukan untuk diskursus publik
11:51Masih banyak diskursus publik
11:52Yang harus kita
11:53Bicarakan saat ini
11:54Bukan masalah ijasa
11:56Anda tersinggung sama kalimat
11:57Yang dibilang di belakangnya itu
11:59Pak Benny bilang
11:59Pak Jokowi kan hanya bilang
12:01Ada orang
12:02Besar di balik ini
12:04Tapi gak menyebutkan juga siapa
12:05Sama lah berbalas pantun itu
12:07Jadi Sinisme ini udah ketangkap semua kan
12:09Balas pantun itu udah
12:10Dapat titik temunya sebenarnya
12:12Poinnya itu
12:13Kan disitu ya
12:15Itu kan
12:16Itulah kami
12:16Kami merasa bahwa ini adalah
12:18Ini kan sebetulnya adalah
12:19Kalau ada yang merasa tersindir
12:21Maka itu adalah perasaannya dia
12:23Sehingga
12:23Biarkanlah yang terbawa perasaan itu
12:25Yang baper itulah
12:26Yang kemudian harusnya
12:27Menjelesaikan itu
12:28Bukan kami
12:29Itu yang pertama
12:30Lalu yang kedua
12:31Kalau misalnya
12:32Dikait-kaitkan lagi
12:33Dengan Partai Demokrat
12:35Kita tahu
12:36Bapak sendiri tadi menyatakan
12:37Bahwa itu adalah mantan-mantan kader
12:39Bukan Partai Demokrat
12:40Saat ini Partai Demokrat
12:41Tidak mau dan tidak ingin
12:43Ada dalam pemerintahan ini
12:44Tidak ingin dan tidak mau
12:46Ada dalam pusaran ini
12:47Yang pertama itu
12:48Dan yang kedua
12:48Apabila kita melihat
12:50Bagaimana harmonisasi
12:51Kita tahu
12:52Bagaimana
12:52Mas Ahaye
12:53Pak Jokowi
12:54Pak SBY
12:55Dan Mas Gibran
12:56Bahkan Mas Gibran datang
12:57Pada saat ulang tahunnya
12:59Pak SBY
12:59Datang ke Cikeas
13:00Apa itu tidak
13:01Tidak sudah cukup
13:03Untuk membuktikan bahwa
13:04Ada hubungan yang baik
13:05Antara keduanya
13:06Justru kita
13:07Justru kita harusnya curiga
13:08Ada yang mau mengadu-ngadu mungkin
13:10Antara Partai Demokrat
13:11Dan Partai
13:11Dan Pak Jokowi
13:12Dan yang dianggap publik ini
13:13Kok serentak turun
13:14Mantan-mantan nih
13:15Nah itulah
13:16Padahal
13:16Selain itu
13:19Juga ada banyak yang lain
13:20Itulah
13:21Makanya
13:22Kalau yang kayak gini
13:22Ini adalah bentuk dari
13:24Bentuknya adalah
13:25Asumsi pribadi
13:26Dan yang
13:27Dan tentu saja
13:28Kalau asumsi pribadi itu
13:29Adalah bagian dari
13:30Perasaan dan personal
13:31Bukan harus ya
13:32Didiskursi
13:33Mas Faldo
13:34Ini selanjutnya
13:34Politik atau bukan
13:35Kalau saya
13:36Jujur
13:38Mbak Gis
13:38Kita baper
13:39Kalau Pak Jokowi
13:40Diserbu
13:40Ini sikap kita jelas
13:43Kita di PSI
13:44Terbiasa
13:45Untuk terbuka
13:46Pak Beni kabur
13:48Harman
13:49Mudah-mudahan
13:50Tidak kabur
13:50Habis setelah
13:51Bikin statement
13:51Karena apa
13:52Karena saya berdebat
13:53Dengan tiga orang demokrat
13:54Pertama
13:55Saya berdebat dengan
13:56Pak Didi
13:58Saya menonton
13:58Pak Syarif Hasan
14:00Dan menonton
14:00Stermannya Pak Beni
14:01Menurut kami
14:02Hal-hal seperti ini
14:04Politik bisik-bisik
14:05Seperti ini
14:05Mungkin agak beresiko
14:06Kenapa?
14:08Karena
14:08Publik
14:09Kita salahkan
14:10Interpretasinya
14:11Tidak bisa
14:11Kita di posisi
14:12Permainan ini
14:14Kita di posisi
14:15Teater ini
14:15Tunjukin
14:16Kalau Sanenya
14:17Memang enggak
14:17Kalau memang iya
14:18Sebut aja juga
14:19Tidak apa-apa
14:20Minimal sikap jelas
14:21Karena jangan sampai
14:23Di politik
14:24Kita sikapnya
14:24Tidak jelas
14:24Saya berbaik sangka
14:26Di dalam kadar internal
14:28Bicara soal
14:30Perkudetaan itu
14:31Harusnya
14:32Dijelaskan juga
14:33Konteks lainnya
14:34Bahwa
14:35Kala itu
14:36Yang menang tetap Pak Ahaye
14:37Bukan Pak Muldoko
14:38Sebagai Ketua Umum
14:40Dan ketika itu
14:41Pak Ahaye
14:42Bertemu dengan Pak Jokowi
14:43Keputusan kumhamnya apa?
14:45Tetap Pak Ahaye
14:46Kok yang jadi Ketua Umum Demokrat?
14:47Itu satu
14:48Yang kedua
14:49Dan itu sudah dibuktikan
14:50Dalam perbincangan itu
14:53Itu adalah bagian
14:53Dari kemenangan
14:54Dan perjuangan kami
14:55Kalau pun ngomongnya di kadar internal
14:55Tinggal dijelasin
14:57Oke ya
14:58Kita pernah hampir di kudeta nih
14:59Tapi Alhamdulillah
15:01Pak Jokowi
15:01Tetap menegaskan saya
15:03Sebagai Ketua Umum
15:04Kalimat konteks itu
15:05Dijelasin aja
15:06Mungkin gak akan begini
15:07Oh saya sepakat
15:08Soal kita harus diskusi publik
15:10Diskusi mencerdaskan publik
15:12Sepakat banget
15:12Termasuk juga menghadapi
15:14Pak Roy Suryo ini
15:15Yang makin konyol
15:16Makin hari ini
15:16Sepakat
15:17Harusnya lurusin terus
15:18Walaupun capek
15:20Gitu kan
15:20Kita kerjain
15:21Karena harusnya begitu
15:22Itu yang pertama
15:23Yang kedua
15:24Soal ijazah
15:25Berkali-kali mbak
15:26Pak Didi ngomongnya
15:27Udah tunjukin aja
15:28Saya tanya
15:29Ini sikap demokrat gak?
15:30Saya bilang
15:30Saya pengen tahu nih
15:32Sikap partai gak nih?
15:33Karena bapak kader demokrat
15:35Saya bilang
15:35Jangan sampai kita syakwa-syangka
15:37Kalau mau tarung kita juga siap
15:38Gitu loh
15:39Nah jadinya mending jelas
15:40Sikap itu
15:41Kami merasa bahwa
15:42Apa yang dikatakan saat ini adalah
15:44Kita melihat pada konteksnya ya mas ya
15:46Bagaimana dalam perjuangan
15:48Dalam perjuangan partai demokrat
15:49Paham sekali
15:50Kemudian partai demokrat
15:50Tidak harus selalu
15:52Ini pada saat
15:54PKS datang ke
15:55Partai demokrat
15:56Dan ini adalah
15:57Cerita tentang
15:58Perjuangan partai demokrat
15:59Yang kalau misalnya
16:00Mas ada disitu
16:01Kita lihat bahwa
16:02Banyak sekali
16:03Obrolan-obrolan yang lain
16:04Tapi Pak Jokowi
16:06Tetap yang ngasih ke
16:06Demokrat
16:07Mungkin kalau misalnya
16:08Mas ada disitu
16:09Tapi kan ini adalah
16:10PKS dan partai demokrat
16:11Dan ini adalah
16:12Bagian kecil dari
16:13Apakah ini lagi
16:14Menggalang kekuatan
16:15PKS dan demokrat
16:16Nah itu juga adalah
16:18Asumsi-asumsi pribadi
16:19Yang menurut kami
16:20Tidak salah
16:20Tidak salah
16:23Tapi ini adalah
16:25Menjadi asumsi pribadi
16:26Apabila kemudian
16:27Dikait-kaitkan
16:27Dengan hal-hal yang lain
16:28Yang tidak pernah
16:29Ada buktinya saat ini
16:31Lalu kemudian
16:32Apabila kita melihat
16:33Tentang statementnya
16:34Pak Benika Harman
16:35Atau apalagi Pak Didi Irawadi
16:37Lalu kemudian
16:38Pak Amir Syamsuddin
16:39Kita melihat bahwa
16:40Kita ingin
16:40Partai Demokrat ingin
16:41Ini segera selesai
16:43Kalau misalnya
16:44Memang itu adalah jalan
16:45Satu-satunya
16:46Presiden untuk
16:47Masalah ini selesai
16:49Mari kita akan
16:51Dukung itu
16:51Tapi itu kembali
16:52Kepada prerogatif
16:53Sebenarnya ini
16:53Soal etika juga
16:54Sehingga kami melihat
16:56Bahwa sebetulnya
16:57Kita ini berempati juga
16:58Sama Pak Jokowi
16:59Supaya ini cepat selesai
17:00Jika kemudian itu
17:02Adalah satu-satunya
17:02Agar partai
17:04Agar isu ini cepat selesai
17:06Ya kenapa
17:07Tidak diselesaikan saja
17:08Tiga kecurigaan saya
17:10Sama Demokrat
17:11Pertama
17:12Menarik kita
17:13Tentang dulu
17:14Pertama
17:14Ini antar partai
17:17Pertama
17:17Pertama
17:20Itu soal
17:21Orkestrasi ini
17:22Saya percaya
17:23Partai Demokrat
17:24Partai yang sangat
17:25Lihat survei
17:26Partai ini
17:27Partai yang dibangun
17:28Dengan data
17:28Lagi ngapain
17:30Lagi ngapain
17:31Mau nyerang Pak Jokowi
17:32Lagi ngenggalang kekuatan
17:34Kecurigaan pertama
17:35Karena timeline-nya berlurutan nih
17:36Mbak
17:37Saya ini isu ijazah ini
17:38Hampir tiap hari
17:39Mbak
17:39Debat Mbak
17:39Asli
17:40Ya
17:40Ngadepin orang yang sama
17:41Yang kedua
17:43Agak susah
17:43Lalu kemudian
17:44Kamping hitamkan
17:45Partai Demokrat
17:46Karena
17:46Mas sendiri
17:47Ternyata
17:48Tidak selesai
17:48Selesai
17:49Permasalahan ini
17:50Sebaiknya itu
17:50Permasalahannya diselesaikan
17:52Kita hadapi
17:52Proses hukum
17:53Kita terhargai dong
17:54Mbak
17:54Gak mungkin dong
17:55Tinggal tunjukin
17:55Kalau contohnya
17:57Pak Arsul
17:58Obama juga
17:59Bahkan di Pak Aldo
18:00Oke
18:01Nanti kita lanjutkan
18:02Itu yang kedua
18:03Nanti kita lanjutkan
18:05Dan Pak Denny
18:06Oke
18:07Nanti kita lanjutkan
18:07Perapeleli
18:08Saya punya pertanyaan
18:09Jadi
18:10Kader
18:11Senggol
18:11Kasus ijazah
18:12Kenapa
18:13Nanti dijawab
18:13Kamu segera kembali
18:14Saudara
18:14Tetap di pola liat
18:15Terima kasih
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan