- 1 jam yang lalu
- #bencanaalam
- #sumut
- #sumbar
- #aceh
- #breakingnews
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan korban meninggal dunia di Sumatera Utara mencapai 166 korban jiwa per Sabtu (29/11/2025).
"Saya akan uraikan dari Sumut, korban jiwa yang kemarin 116 korban jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," ucap Suharyanto dalam konferensi pers pada Sabtu (29/11/2025).
Sementara Aceh korban jiwa mencapai 47 orang, 51 masih hilang, dan 8 luka-luka.
Sementara di Sumatera Barat, Korban jiwa mencapai 90 meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka.
Video Editor: Lintang Amiluhur
Produser: Theo Reza
#bencanaalam #sumut #sumbar #aceh #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634402/kepala-bnpb-korban-meninggal-bencana-sumut-sumbar-hingga-aceh-capai-303-jiwa-per-29-11-2025
"Saya akan uraikan dari Sumut, korban jiwa yang kemarin 116 korban jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," ucap Suharyanto dalam konferensi pers pada Sabtu (29/11/2025).
Sementara Aceh korban jiwa mencapai 47 orang, 51 masih hilang, dan 8 luka-luka.
Sementara di Sumatera Barat, Korban jiwa mencapai 90 meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka.
Video Editor: Lintang Amiluhur
Produser: Theo Reza
#bencanaalam #sumut #sumbar #aceh #breakingnews
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634402/kepala-bnpb-korban-meninggal-bencana-sumut-sumbar-hingga-aceh-capai-303-jiwa-per-29-11-2025
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Bismillahirrahmanirrahim.
00:30BNPB didampingi Direktur dari Kementerian Dalam Negeri dan Deputi Penanganan Darurat BNPB kembali akan menyampaikan informasi harian terkait penanganan banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Indonesia, yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
01:00Saya mulai dari cuaca. Hari ini adalah tanggal 29 November 2025. Untuk Sumatera Utara ini adalah hari ketiga terjadinya bencana.
01:19Sementara untuk Sumatera Barat dan Aceh ini merupakan hari kedua pasca ditetapkannya status kedaruratan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pemerintah Provinsi Aceh, dan seluruh kabupaten kota yang terdampak.
01:41Cuaca dua hari ini di tiga provinsi, baik di Aceh, di Sumatera Barat, maupun di Sumatera Utara, Alhamdulillah ini terang, tidak ada hujan sama sekali.
01:57Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana.
02:06Ini juga berkat telah dilaksanakannya operasi modifikasi cuaca. Ini sudah masuk hari ketiga dan kami akan perpanjang terus.
02:17Menggunakan empat pesawat fixed wing jenis karapan, untuk di Aceh satu pesawat, untuk di Sumatera Utara satu pesawat, dan untuk di Sumatera Barat satu pesawat.
02:33Dan kami masih memiliki cadangan satu pesawat untuk kontijensi.
02:39Tentu saja pelaksanaan OMC ini kami berkoordinasi dengan BMKG.
02:43Kemudian kami akan update jumlah korban jiwa per hari ini.
02:51Tentu saja ada pergerakan dari kondisi kemarin.
02:56Saya akan uraikan dari mulai Sumatera Utara.
03:01Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia.
03:10Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia.
03:18Ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh Satgas Gabungan yang dipimpin oleh Basarnas.
03:25Kemudian 143 jiwa yang masih hilang.
03:31Rinciannya ini banyak ya, nanti rekan-rekan media akan diberikan salinannya.
03:35Silahkan untuk mendata.
03:39Ini semua, jadi di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibulga,
03:48Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Pak Pak Barat, dan Mandailing Natal.
03:57Jadi tidak ada perubahan tambahan daerah Kabupaten Kota yang terdampak bencana masih ada delapan.
04:05Meskipun tadi dari pemberitaan media ada diberitakan langkat gitu ya, Kabupaten Langkat ini juga terjadi banjir.
04:15Tapi sampai sekarang kami informasikan bahwa Kabupaten Langkat tidak menetapkan status kedauratan.
04:23Artinya pemerintah Kabupaten Langkat ini masih bisa mengatasi kondisi yang tadi diberitakan ada banjir di wilayahnya tersebut.
04:32Kemudian pengungsi juga ada perubahan ya, walaupun tidak banyak.
04:39Jadi untuk Tapanuli Utara ini tidak ada penambahan yang signifikan seperti yang kami sampaikan kemarin sore.
04:48Ada di satu titik dengan jumlah pengungsi sekitar 600 kepala keluarga.
04:55Kemudian Tapanuli Tengah ini adalah daerah di Sumatera Utara yang terdampak paling parah.
05:04Masih satu titik tempat pengungsian yaitu di Gor Tapanuli Tengah dengan pengungsi kurang lebih 1.100 kepala keluarga.
05:16Kemudian Tapanuli Selatan ini tersebar di 12 kecamatan dengan jumlah 4.661 kakak.
05:27Kota Sibolga, kami informasikan Kota Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat ini belum bisa ditembus lewat darat.
05:41Tetapi sudah bisa ditembus lewat udara untuk pendistribusian logistik.
05:47Tentu saja logistik di Kota Sibolga masih belum cukup, tetapi kami yakinkan secara berangsur, secara terus-menerus,
05:57ini kami kirim terus setiap ada kesempatan melalui jalur udara.
06:02Dan kami informasikan juga Kota Sibolga yang saat ini masih belum bisa ditembus lewat darat.
06:10Untuk bantuan logistik, mulai besok kita akan juga mendorong logistik menggunakan jalur laut.
06:20Karena KRI Bantuan TNI Akatan Laut itu juga besok sudah tiba di Sumatera Utara.
06:28Kemudian untuk Humbang Hansunutan, ini juga ada pengungsi sebanyak 1.712 jiwa.
06:38Jadi bukan kakak tetapi jiwa.
06:42Kemudian Mandailing Natal tersebar di 8 titik pengungsian.
06:48Nanti rinciannya silahkan rekaman media kami berikan rinciannya.
06:54Itu ada di 8 titik dengan jumlah persore ini terdata 1.378 jiwa.
07:02Kemudian yang kedua adalah upaya yang dilakukan oleh Satgas Gabungan di bawah Koordinator BNPB
07:12untuk membuka jalur transportasi dan komunikasi.
07:18Untuk jalur transportasi si Bolga, Padang, si Dempuan ini sampai sore ini meskipun kita berusaha buka ya.
07:32Tapi masih belum selesai, masih terputus dan masih dalam proses pengerjaan karena memang titik longsornya cukup banyak di sepanjang titik itu.
07:43Kemudian yang kedua, kami informasikan juga bahwa untuk jalur yang menghubungkan si Bolga dengan Tapanuli Tengah,
08:00kemudian Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, ini pun masih putus.
08:13Ketika dilihat peninjauan dari udara memang walaupun sudah berhasil membuka dari titik longsoran pertama sampai hari ketiga ini kurang lebih 30 km,
08:25tetapi yang tersisa juga masih panjang.
08:28Jadi kami akan bekerja terus, minta waktu ya, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama target kami 3 hari kalau melihat kondisi sekarang ini bisa tembus.
08:41Bisa tembus, kenapa bisa tembus, kenapa sampai sekarang belum bisa tembus ya, saya ulangi.
08:48Karena jalan itu relatif kecil di bawah pebukitan dan longsornya bukan hanya satu titik, puluhan.
08:54Puluhan titik ya, dan alat berat sebetulnya jumlah alat beratnya cukup, tetapi untuk bekerja secara serentak tidak bisa.
09:06Jadi yang bisa bekerja adalah hanya dua alat berat secara bekerja sama,
09:11sementara alat berat yang lainnya adalah stand by untuk bergantian.
09:16Itu yang menjadi permasalahan sehingga majunya pembersihan longsor itu tidak cepat atau tidak sesuai yang diinginkan.
09:26Kemudian yang menonjol lagi terkait jalur transportasi ya, yang masih putus itu kemudian si Bolga ya, si Bolga ke Tapanuli Tengah ini tidak bisa, kemudian ke Tapanuli Utara juga tidak bisa.
09:41Nah untuk Tapanuli Tengah, per sore ini jalur darat dari Tapanuli Tengah ke Bandara Pinang, Sori, ini sekarang sudah bisa dilalui oleh darat.
09:58Kalau kemarin sore, untuk membantu masyarakat terdampak yang ada 1.100 KK di Tapanuli Tengah itu harus melalui udara, tapi per sore ini bisa lewat darat dan bisa lewat udara.
10:13Ini sudah dicoba dengan kendaraan darat dan bisa tembus ke Tapanuli Tengah.
10:18Kemudian untuk yang lain-lainnya, seperti dari Tapanuli Utara ke Tapanuli Selatan, ini relatif bisa ditempuh lewat jalan alternatif.
10:35Kemudian ke Mandeling Natal juga bisa ditempuh jalan darat.
10:41Hanya dari Tapanuli Selatan, Sipirok ke Padang Sidibuan ini juga masih hambatan.
10:47Tapi yang paling menjadi pokok yang harus segera dituntaskan adalah Tapanuli Tengah dan Sibolga.
10:57Makanya mulai besok untuk Sibolga kita akan lakukan lewat laut.
11:10Kemudian untuk komunikasi, komunikasi ini relatif sudah lebih lancar daripada kemarin sore atau kemarin.
11:27Dari Kementerian Komdigi sudah bekerjasama dengan operator seluler, ini untuk memperbaiki jalur-jalur komunikasi yang masih putus.
11:41Untuk wilayah Tapanuli Utara, komunikasi tidak ada masalah.
11:48Untuk wilayah yang terdampak di Tapanuli Tengah dan Sibolga, ini masih bermasalah.
11:58Tetapi sudah lebih baik karena sudah lebih banyak digelar strategi komunikasi terbatas.
12:08Jadi Starlink ini sudah lebih banyak didistribusikan ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
12:15Menarik Tapanuli Tengah dan Sibolga.
12:17Sehingga secara terbatas, saya garisbawahi secara terbatas, ini masyarakat yang berada di kota Sibolga, di Kabupaten Tapanuli Tengah,
12:32ini secara terbatas sudah bisa berkomunikasi dengan keluarganya yang berada di luar dua kabupaten dan kota tersebut.
12:41Tentu saja belum lancar 100 persen, mereka harus bergantian, dan Starlink dipasang juga masih beberapa titik,
12:50tetapi ini akan disempurnakan secara terus-menerus.
12:54Karena untuk alat komunikasi Starlink ini juga banyak bantuan, baik dari Bapak Presiden,
13:01baik dari Kementerian Komdigi, baik pemerintah provinsi maupun kementerian lembaga yang terkait.
13:06Mudah-mudahan jalur komunikasi ini semakin lama semakin baik.
13:13Dan untuk Kabupaten Kota terdampak lainnya seperti Tapanuli Selatan, Mandailing Natal,
13:21Humbang Has Sundutan, ini relatif sudah lebih lancar.
13:26Apa indikasinya?
13:27Indikasinya adalah personil BNPB yang sudah masuk ke Tapanuli Selatan,
13:36Mandailing Natal, Humbang Has Sundutan, ini tidak ada kesulitan terkait komunikasi.
13:44Jadi yang menjadi PR kami adalah Tapanuli Tengah dan Sibolga.
13:50Kemudian untuk bantuan logistik permakanan,
14:00ini kami laporkan dari delapan kabupaten kota yang terdampak,
14:05ini semuanya sudah menerima logistik dan peralatan yang diperlukan.
14:13Sekali lagi, tentu saja ini masih terbatas,
14:17kalau tidak bisa dikatakan masih minim.
14:19Contoh misalnya yang terisolir ini,
14:23Kota Sibolga,
14:25persore ini yang sudah bisa didorong,
14:28ada sembako 200 paket,
14:32makanan siap saji 200 paket,
14:35tenda pengungsi,
14:38ada 1 unit,
14:40kemudian matras 100 lembar,
14:43pelbed 20 unit,
14:45selimut 100 lembar,
14:47pompa alkon,
14:496 HP 1 unit,
14:51jenset 1 unit,
14:53dan perahu 1 unit.
14:54Itu adalah kota yang sampai saat ini belum bisa ditembus lewat garat.
15:00Jadi semua barang-barang itu kami kirimkan lewat udara.
15:05lewat udara.
15:07Kemudian Tapanuli Tengah,
15:10ini juga masih minim,
15:12tapi jumlahnya relatif lebih banyak daripada kota Sibolga.
15:17Contoh ini untuk Tapanuli Tengah,
15:19ada sembako 200 paket,
15:21makanan siap saji 200 paket,
15:23ada Teda Pengungsi 2 unit,
15:26ada Teda Pengungsi 2 unit,
15:27matras 150 lembar,
15:30ada Pelbed 20 unit,
15:32selimut 100 lembar,
15:34ada Jenset 1 unit,
15:36pompa alkon untuk membersihkan,
15:39itu ada 1 unit,
15:41dan ada Perahu 1 unit.
15:42Nah tentu saja daerah-daerah yang lain seperti Tapanuli Selatan,
15:49Mandeling Natal,
15:50Tapanuli Utara,
15:52kemudian Humbang Hasundutan,
15:55ini sudah lebih banyak,
15:57baik jenis maupun jumlah logistik yang berhasil kita kirimkan selama hari ketiga ini.
16:04Karena sekali lagi,
16:07di luar kota Sibolga dan Tapanuli Tengah relatif,
16:11sudah bisa ditembus,
16:14baik lewat udara maupun lewat darat.
16:18Rekan-rekan media, Bapak-Ibu sekalian,
16:21ini pendistribusian logistik ini menjadi fokus utama
16:26di samping transportasi dan komunikasi ya,
16:31karena masyarakat terdampak cukup banyak,
16:34dan dengan tidak bisa lancarnya transportasi,
16:38tentu saja satu-satunya harapan daripada masyarakat itu adalah
16:43mengandalkan bantuan yang kami terima.
16:47Tapi tentu saja nanti ke depan semakin baik ya,
16:49dan kami informasikan juga armada untuk mengangkut logistik,
16:55ini kami pusatkan untuk Sumatera Utara,
16:58ada buffer stock di tiga bandara,
17:01yang pertama bandara Kuala Namu di Medan,
17:05ini untuk menampung bantuan-bantuan dari mana saja
17:08yang masuk ke wilayah Sumatera Utara,
17:12kemudian disalurkan ke Bandara Silangit,
17:15di Tapanuli Utara,
17:18kemudian juga di Bandara Pinangranti, Tapanuli Tengah.
17:22Untuk armadanya,
17:24per sore ini ada lima pesawat helikopter,
17:27baik yang milik BNPB maupun bantuan dari TNI Polri,
17:32dan ada satu pesawat sayap lebar atau fixed wing jenis karapan,
17:39itu untuk membantu pendistribusian logistik
17:42di seluruh wilayah Tapanuli Utara,
17:45khususnya di dua kabupaten-kota yang terdampak tadi.
17:49Dan kami informasikan,
17:51ini juga akan ditambah terus,
17:53tadi kami informasikan bahwa untuk besok hari,
17:57ini sudah akan dikirim lewat laut.
18:02Kemudian kami informasikan,
18:06di samping logistik-logistik yang tadi kami informasikan,
18:12ini juga bantuan Bapak Presiden,
18:17ini sudah hadir di Sumatera Utara,
18:20dan sebagian juga sudah terdistribusi ke kabupaten kota yang terdampak.
18:27Untuk liciannya,
18:29yang masuk ke Sumatera Utara,
18:33alat komunikasi Starlink dan genset,
18:36itu ada 33 unit,
18:39kemudian ada LCR 14 unit,
18:42mie instan dan makanan bayi,
18:45ini ada 750 dus,
18:46dan ada tenda itu 129 unit,
18:51baik tenda pengungsi tingkat peleton,
18:54maupun tenda keluarga.
18:57Kemudian kami informasikan terkait dengan,
19:01di samping tadi saya sampaikan alutsista helikopter,
19:07ini juga alat-alat berat yang dibutuhkan
19:12untuk membuka jalur-jalur yang masih terputus,
19:16ini secara terbatas dan bertahap,
19:20ini sudah tersedia.
19:22Jadi semua alat berat yang ada di 8 kabupaten kota terdampak ini,
19:28semua dikerahkan,
19:29di samping juga dari Kementerian PU Pusat.
19:32Dan mekanismenya,
19:35semua alat-alat itu digunakan,
19:38baik milik swasta,
19:40untuk biaya administrasi,
19:42aptur,
19:44BBM, dan lain sebagainya,
19:46itu ditanggung oleh pemerintah pusat,
19:48lewat BNPB.
19:50Kemudian saya masuk ke Aceh.
19:55Aceh,
19:56ini kondisinya per sekarang,
19:58ini ada penambahan korban,
20:04yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47,
20:0951 masih hilang,
20:11dan 8 luka-luka.
20:14Sekali lagi seperti sore kemarin,
20:16ini akan berkembang terus datanya,
20:20karena ada beberapa pencarian pertolongan oleh Satgas Gabungan ini
20:27menemukan korban.
20:29Ini rinciannya Aceh Tengah,
20:3216 meninggal dunia,
20:352 hilang,
20:37kemudian Bener Meriah,
20:3912 meninggal dunia,
20:4113 hilang,
20:43Aceh Tenggara,
20:447 meninggal dunia,
20:4625 hilang,
20:475 luka-luka,
20:49Pidi Jaya,
20:504 meninggal dunia,
20:524 hilang,
20:54Birin,
20:544 meninggal dunia,
20:55Gaya Luwes,
20:572 meninggal dunia,
20:594 hilang,
21:01Subu Salam,
21:021 meninggal dunia,
21:04Lok Sumawes,
21:051 meninggal dunia,
21:06dan 3 hilang.
21:07Dan kabupaten kota lainnya,
21:10ini masih proses pendataan.
21:11Kemudian Aceh Tamiyang ada 3 luka-luka.
21:19Pengungsi di Aceh per sore ini terdata 48.887 kakak.
21:32Sangat banyak.
21:33Ini hampir di seluruh kabupaten kota di Aceh ini ada masyarakat terdampak dan ada yang menjadi pengungsi.
21:48Kemudian sampai sore ini jalur transportasi darat yang masih terputus, ini masih cukup banyak.
22:02Tetap kita upayakan untuk bisa secara bertahap bisa ditembus.
22:07Yang pertama adalah batas Sumatera Utara dengan Aceh Tamiyang, ini merupakan jalan nasional, masih terputus di beberapa titik.
22:20Per sore ini sedang dalam penanganan kementerian PU untuk dipulihkan.
22:27Kemudian Banda Aceh, Loksumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiyang juga masih terputus.
22:40Ini akibat runtuhnya jembatan merdu.
22:45Di merdu perbatasan Bireng dan Pidijaya.
22:50Kemudian akses nasional di Bireng, ini putus di jembatan Samalanga.
23:04Sehingga untuk dari Bireng, aksesnya ada jalan alternatif melalui jalur Teringading, Pidijaya, dan Samalanga sampai dengan Bireng.
23:17Kemudian Gaya Luwes, ini sampai sekarang, sampai sore ini belum bisa diakses melalui jalan darat.
23:26Karena luas jalan nasional yang menghubungkan Gaya Luwes, Aceh Tenggara, putus total di empat titik.
23:36Yaitu Jalan Nasional Gaya Luwes, Aceh Tenggara, Jalan Provinsi Gaya Luwes, Aceh Barat Daya, dan Jalan Provinsi Gaya Luwes, Aceh Timur.
23:50Itu putus.
23:51Kemudian untuk wilayah Aceh Tenggara, ini pun sampai sore ini belum bisa diakses Pia Darat.
24:00Dikarenakan luas jalan nasional, Bireng, Takengon, ini putus total, dan jembatan Tepinmane Bireng putus.
24:10Kemudian Jalan Nasional Aceh Tenggara, Naganraya, ini pun putus.
24:17Dan rute Takengon, Ise-Ise, Gaya Luwes, itu juga putus.
24:22Bener Meriah, ini mungkin ramai di media ya, ini memang jalan yang menuju Bener Meriah putus total.
24:34Yaitu di ruas Jalan Nasional Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah Bireng.
24:41Kemudian Jalan Provinsi, Bener Meriah Loksumawe, ini juga putus.
24:50Hanya tinggal alternatifnya adalah dari udara, dari Bandar Udara Rembele Bener Meriah, ini bisa masuk ke wilayah Aceh Tenggara.
25:05Kemudian untuk Subu Salam, Subu Salam di Singkil, Aceh Selatan, Akses Jalan Sumut, Perbatasan Aceh-Subu Salam, Kota Fajar, Aceh Selatan,
25:20pada ruas Subu Salam, Tapak Tuan, ini masih terendam banjir.
25:24Tapi sebagai informasi, rekan-rekan media sekalian, dengan tidak ada hujang dua hari ini,
25:31di tiga provinsi yang kemarin, dua hari yang lalu, semuanya airnya tinggi, nah sekarang rata-rata sudah surut,
25:39tinggal menyisakan endapan lumpur yang cukup tebal.
25:44Mudah-mudahan satu-dua hari ke depan ini kondisinya nanti semakin baik.
25:47Kemudian untuk jalur komunikasi yang kemarin di Aceh ini belum lancar ya,
25:56bahkan mungkin di media sosial ini banyak yang terjebak, banyak-banyak yang belum bisa berhubungan.
26:04Persore ini kami informasikan,
26:07untuk Gayolues ini sudah terpasang, Starlink di beberapa titik.
26:13Kemudian Aceh Tengah juga internet Starlink sudah terpasang,
26:17benar meriah, ini tadi saya katakan belum bisa ditembus lewat darat,
26:24tapi bisa ditembus lewat udara,
26:27dan untuk komunikasi Starlink sudah terpasang,
26:31Biren dalam proses,
26:34Lok Sumawai masih dalam proses,
26:36Aceh Tameyang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara dalam proses mobilisasi.
26:43Artinya mungkin setelah kegiatan konferensi PES ini,
26:49ke-9 kabupaten kota yang tadi saya sebutkan,
26:55yang terdampak paling parah ini,
26:58ini untuk komunikasi secara terbatas,
27:02ini bisa lebih baik lagi dibandingkan kondisi-kondisi sebelumnya.
27:07Tentu saja jalur transportasi dan komunikasi ini menjadi konsen kami,
27:14menjadi PR kami untuk secara terus-menerus,
27:17secara bertahap,
27:18secara hari demi hari,
27:20ini semakin baik dan semakin normal.
27:23Kemudian logistik,
27:25persore ini Satgas Gabungan sudah berhasil mengirimkan 1.900 kilogram atau 1,9 ton logistik permakanan ke Bener Meriah,
27:44menggunakan Bener Meriah dan Takengon.
27:48Saya ulangi, Bener Meriah dan Takengon dengan menggunakan jalur udara,
27:52yaitu menggunakan pesawat Cesna Karapan,
27:57sebanyak dua sorti yang diberangkatkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda.
28:04Kemudian untuk Aceh Tamiang,
28:08ini pun sudah berhasil dikirimkan 400 kilogram logistik permakanan.
28:15Kemudian di Bandara Lok Sumawe,
28:21ini adalah bandara yang kemarin ini tidak bisa diakses karena terendam banjir,
28:27jalan keluar masuknya pun terendam banjir tinggi sampai sepohon begitu.
28:32Alhamdulillah, persore ini Bandara Malikul Saleh Lok Sumawe sudah bisa didarati,
28:41baik oleh pesawat karapan,
28:46peak wing yang kecil, 12 orang,
28:49kapasitas atau untuk bahan makanan sekitar 900 kilogram,
28:54heli, baik heli Bell maupun heli MI yang besar bisa masuk,
28:58bahkan tadi sore juga sudah BNPB sudah berhasil mendaratkan
29:04satu pesawat kargo muatan 13 ton,
29:1013 ton makanan siap saji,
29:13ada portable toilet,
29:16kemudian ada beberapa ratus jus indomie,
29:22itu sebagai baper stok,
29:23kemudian di Bandara Sultan Iskandar Muda,
29:31ini pun sudah berdatangan barang bantuan permakanan, peralatan,
29:38baik itu barang bantuan dari kementerian lembaga,
29:42dari pemerintah daerah,
29:44dari unsur swasta maupun dari pemerintah pusat.
29:47yang menjadi konsen kami tadi sore dan selanjutnya,
29:57ini adalah pengiriman logistik di sebelah kabupaten kota yang belum terkirim,
30:05Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Subuh Salam, Aceh Singkil, Aceh Selatan,
30:09Aceh Besar, Pidi, Pidi Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara,
30:13semuanya dikirim, baik sembako, makanan siap saji,
30:18hygiene kit, kasur lipat, alat kebersihan, selimut, matras, dan lain sebagainya.
30:24Ini adalah rinciannya,
30:25nanti silakan masing-masing rekan media bisa mengakses data ini.
30:33Kemudian kami laporkan bahwa di setiap kabupaten kota di Aceh,
30:37per hari ini sudah masuk personil pusat,
30:43baik itu dari BNPB maupun kementerian lembaga terkait,
30:47kemudian juga listrik, listrik dan air,
30:52kami informasikan juga untuk PLN,
30:55ini sudah mengirimkan set gas di masing-masing kabupaten kota,
31:00ini juga untuk bekerja secara cepat,
31:02untuk memulihkan listrik dan air yang di beberapa titik masih belum lancar.
31:09Kemudian juga bantuan Bapak Presiden,
31:13ini sudah diterima di lanut Sultan Iskandar Muda,
31:19kemarin sore, kemarin malam,
31:22pukul kemarin sore 12.15,
31:24dan hari ini, tadi subuh ya,
31:29pukul 00.59,
31:32ada alat komunikasi Starlink 28 unit,
31:35genset 28 unit,
31:38kompresor dan toolkit 1 unit,
31:41perahu karet LCR 20 unit,
31:44indomie dan makanan bayi ada 750 dus,
31:48tenda ada 130 unit,
31:52pamiliput eprokat ada 500 dus,
31:57dan pamiliput naraga ada 245 dus.
32:01Kemudian bantuan-bantuan itu sudah didistribusikan ya,
32:05antara lain ke Bidi Jaya,
32:08Bidi,
32:09Biren,
32:10kemudian juga Aceh Besar,
32:13ini sudah didistribusikan,
32:15baik kepada masyarakat terdampak,
32:17maupun pada satgas.
32:18Contoh misalnya Satgas TNI,
32:20Batalon Armet 17,
32:22ini juga dapat Starlink 1,
32:24genset 1.
32:25Jadi di samping masyarakat yang terdampak,
32:29yang harus dilayani,
32:30para petugas yang melayani juga mendapat bantuan,
32:33agar dalam melayaninya,
32:36bisa lebih optimal.
32:39Kemudian,
32:40ini datanya banyak sekali yang sudah diberikan bantuan ya,
32:42tapi intinya kami informasikan bahwa meskipun tadi di Aceh ini masih banyak yang putus,
32:51tetapi karena kita mendistribusikannya lewat Satgas Gabungan dan juga lewat udara,
32:58maka kabupaten kota yang terdampak itu semuanya sudah mendapat bantuan logistik,
33:05permakanan dan peralatan secara terbatas.
33:09Belum mencukupi,
33:10tapi nanti akan dipenuhi,
33:13ditambah secara terus-menerus,
33:16dan secara bertahap.
33:19Kemudian,
33:21untuk alutsista,
33:22untuk alutsista pendistribusian logistik,
33:27sama dengan di Sumatera Utara,
33:32ini sudah ada tergelar dari bantuan dari Bapak Presiden lewat SESCAP,
33:41sudah mengerahkan sembilan pesawat heli,
33:46kemudian kami dari BNPB juga terdapat dua pesawat helikopter,
33:54dan satu pesawat Cessna,
33:57Denkarapan,
33:59dan satu pesawat PKRTX.
34:02Jadi ada dua heli di sana dari BNPB dan satu pesawat Karapan,
34:06ditambah sembilan pesawat milik TNI,
34:10bantuan dari Bapak Presiden melalui Sekretaris Kabinet.
34:14Kemudian,
34:17kami masuk ke Sumatera Barat.
34:20Nah, Sumatera Barat,
34:21Bapak Ibu sekalian,
34:24persore ini,
34:26dari yang kemarin sembilan,
34:30yang kemarin ada
34:3323,
34:3723,
34:40bukan,
34:41dari 16 kabupaten kota yang terdampak,
34:51sekarang tinggal 6,
34:526 kabupaten kota yang
34:54situasinya masih perlu penanganan,
34:58sementara yang lainnya sudah cenderung pulih,
35:01ya cenderung pulih.
35:03Ini dikarenakan memang satu hari ini,
35:04Padang, Sumatera Barat itu cerah.
35:06Kalau kemarin,
35:08pagi sampai siang sekitar jam 11,
35:11itu masih ada hujan di beberapa titik.
35:14Nah, sekarang yang masih penanganan itu ada 6 kabupaten kota.
35:18Yang pertama, Agam.
35:20Agam ini,
35:22belakangan,
35:23karena baru bisa tembus,
35:26kemudian Basarnas melakukan pencarian pertolongan,
35:30baru diketahui bahwa di Agam ini juga banyak korban jiwa,
35:34maupun yang masih hilang.
35:37Jadi Agam,
35:39kemudian Padang Pariyaman,
35:42yang kedua,
35:44yang ketiga adalah Solok,
35:47yang keempat adalah Kota Padang,
35:50yang kelima adalah Tanah Datar,
35:54dan keenam adalah Padang Panjang.
35:57Itu yang masih memerlukan intervensi dari
36:01pemerintah pusat dan Satgas Gabungan.
36:04Untuk daerah-daerah lainnya,
36:08relatif sudah bisa kembali pulih,
36:11dan pemerintah daerah setempat di Batu Perkopimda ini sudah bisa melaksanakan langkah-langkah penanganan sendiri.
36:18Untuk jumlah korban,
36:19untuk Padang ini meningkat,
36:22jadi justru sekarang nomor 2 yang meninggal dunia setelah Sumatera Utara,
36:26ini korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia,
36:3185 hilang,
36:3410 luka-luka.
36:36Ini tambahan yang meninggal dunia adalah baru dilaporkan hari ini.
36:42Itu ada tambahan di Kabupaten Agam,
36:47itu 74 meninggal dunia,
36:50dan 78 hilang.
36:53Kemudian Pasaman Barat,
36:541 meninggal dunia,
36:566 hilang,
36:571 luka.
36:59Kota Padang Panjang,
37:007 meninggal dunia,
37:013 luka.
37:03Kota Padang,
37:045 meninggal dunia.
37:06Kota Solok,
37:071 meninggal dunia.
37:09Dan Tanah Datar,
37:102 meninggal dunia,
37:121 hilang,
37:13dan 4 luka.
37:15Itu untuk Sumatera Barat.
37:18Pengungsian ini tersebar,
37:21tersebar,
37:23dicatat ini sekitar 11 ribu lebih jiwa,
37:30yang paling banyak ini di Kota Padang.
37:34Meskipun Kota Padang relatif berangsur-angsur baik,
37:37tidak ada pengungsian terpusat.
37:41Mereka mengungsi di rumah saudara, kerabat, tetangga.
37:46Kemudian di Padang Pariaman,
37:51ini juga ada beberapa ratus yang mengungsi.
37:54Tercatat di sini 562 kakak.
37:59Kemudian ada di Kota Padang Panjang,
38:03ini ada 216 kakak.
38:06Kemudian di Kabupaten Agam,
38:09ada 208 kakak.
38:12Kabupaten Pasaman,
38:13ada 336 kakak.
38:16Dan ada di Tanah Datar.
38:20Ini Tanah Datar,
38:21ini penjelasan Pak Bupati kemarin.
38:23Ada beberapa desa,
38:27beberapa desa yang meskipun korban jiwanya tidak banyak,
38:32tetapi terisolir.
38:33Akibat jalur transportasinya masih putus,
38:37sehingga mereka mengungsi,
38:38dan untuk mendistribusikan logistik,
38:41harus menggunakan jalur air,
38:44jadi menggunakan LCR.
38:46Tapi ini pun secara bertahap,
38:48secara terus menerus,
38:49kita bantu.
38:52Dan Kabupaten Pesisir Selatan,
38:54ini juga pengungsinya cukup banyak.
38:56Ada beberapa jalur transportasi,
39:00jembatan-jembatan gantung.
39:02Ini Pak Bupatnya melaporkan juga,
39:04kondisinya putus.
39:06Kemudian jalur transportasi,
39:10kami informasikan,
39:14jalan provinsi yang masih putus,
39:18ini ada Kuto Mambang,
39:20Balingka,
39:20Pasar Baru,
39:21Alahan Panjang,
39:23Panti Simpang 4,
39:25Matur Palembayan,
39:28Simpang Ganting Payo,
39:29di Sumani,
39:30Monggopo,
39:30Padang Luar.
39:32Nah untuk jalur nasional,
39:33yang masih terputus,
39:35itu dari Padang Panjang ke Sicicin,
39:39dan Simpang Taman,
39:41Lubuk Sikaping.
39:42Itu yang masih,
39:44jalur nasionalnya terputus.
39:46Tapi kalau melihat jalur nasional,
39:48rekan-rekan media sekalian,
39:49untuk menghubungkan Kabupaten Satu
39:52dengan Kabupaten Lain,
39:53ini relatif lebih baik,
39:55dibandingkan dengan Aceh,
39:56yang tadi kami sampaikan,
39:57banyak yang putus,
40:00tapi untuk Padang,
40:02relatif lebih sedikit,
40:03dibandingkan dengan Aceh.
40:06Kemudian kami laporkan,
40:08untuk Banlok,
40:09Padang dari 6 Kabupaten Kota yang terdampak,
40:15ini relatif,
40:16lebih mudah,
40:18dan sudah terdistribusi.
40:21Ini ada rinciannya,
40:22nanti silahkan dilihat.
40:24Ini yang sudah terdistribusi,
40:27ada sembako,
40:28high-gen kit,
40:29kasur lipat,
40:30makanan siap saji,
40:32alat kebersihan,
40:33dan lain sebagainya,
40:34sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
40:38Baik Tanah Datar,
40:40Padang Pariaman,
40:41Bukit Tinggi,
40:42Pesisir Selatan,
40:44Kota Solok,
40:45Kota Padang,
40:47Kota Pariaman,
40:48Agam,
40:49dan sebagainya.
40:50Kemudian di Padang juga,
40:54kami informasikan,
40:55rekan-rekan media sekalian,
40:58Porkopimda sudah bekerja,
40:59bahu-membahu,
41:01bekerja sama,
41:02dan dari pemerintah pusat,
41:03lewat BNPB,
41:04dan kementerian lembaga terkait,
41:06di Kabupaten Kota juga sudah,
41:09mendampingi,
41:10dari pemerintah pusat,
41:12untuk melakukan langkah kegiatan tanggap darurat ini,
41:15secara bersama-sama.
41:16Sehingga kalau ada personil pemerintah pusat,
41:19diharapkan,
41:20apapun yang menjadi kesulitan di daerah,
41:23ini bisa segera diinformasikan,
41:26dan dicarikan solusinya.
41:28Kemudian,
41:29bantuan dari Bapak Presiden,
41:31ini pun sudah masuk ke Sumatera Barat,
41:35jadi kemarin,
41:36tanggal 28 November,
41:38sudah masuk,
41:39melalui Bandara Minangkabo,
41:42antara lain,
41:44alat komunikasi Starlink,
41:4639 unit,
41:47Jenset 39 unit,
41:49Tenda 19 unit,
41:51LCR 39 unit,
41:54dan Indomie 2000 dus.
41:57Masih ada yang,
41:58sementara ada di Bandara Minangkabo.
42:02Kemudian,
42:03sama seperti di Sumatera Utara dan Aceh,
42:07kami pun bekerja sama dengan TNI Polri,
42:11Kementerian Lembaga,
42:13ini sudah membantu menggelar alutsista,
42:15alutsista.
42:17Jadi, untuk di Aceh,
42:20di samping operasi modifikasi cuaca,
42:23ini kami kerahkan,
42:26tiga pesawat helikopter,
42:28dan satu pesawat jenis karavan.
42:32ini tugasnya juga melaksanakan distribusi dan pendorongan logistik,
42:40dan di Bandara Minangkabo,
42:43ini pun dari pemerintah pusat,
42:46lewat BNPB dan kementerian lembaga terkait lainnya,
42:49menyiapkan buffer stock logistik,
42:52yang tentu saja setiap hari dievaluasi,
42:54dan apabila ada kekurangan,
42:57apabila ada keperluan tambahan,
42:59ini akan dipenuhi.
43:01Mungkin itu ya,
43:03rekan-rekan media sekalian yang ingin saya informasikan dalam kesempatan sore hari ini,
43:08tentu saja sampai hari ketiga,
43:12ini untuk Sumatera Utara,
43:14hari kedua untuk Aceh dan Sumatera Barat,
43:21penanganan tanggap darurat yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi,
43:27paling tidak satu minggu,
43:29seperti itu langkah yang sudah dan sedang dan akan dilaksanakan ke depan,
43:38mudah-mudahan ini bisa memberikan informasi yang objektif
43:41kepada rekan-rekan media dan masyarakat Indonesia.
43:44Kami menyadari,
43:46ya tentu saja masih jauh dari sempurna,
43:49masih banyak kekurangan dan kelemahan,
43:52tetapi yakinlah,
43:53seiring dengan berjalannya waktu,
43:56karena kami juga bekerja,
43:58sedikit demi sedikit,
44:00berangsur-angsur,
44:01kami juga berusaha,
44:03secepat mungkin,
44:04kondisi bencana di tiga provinsi wilayah Indonesia ini,
44:09mudah-mudahan segera bisa kembali pulih,
44:11dan masyarakat terdampak bisa melanjutkan kehidupannya masing-masing dengan lebih baik lagi.
44:17Mungkin itu rekan-rekan media yang bisa kami sampaikan,
44:21lebih kurangnya mohon maaf,
44:22saya akhiri,
44:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
44:27Silahkan rekan-rekan media,
44:33kalau akan ada pendalaman,
44:35akan bertanya, silahkan.
44:37Ya, dari Metro TV.
44:38Ya, memang berseliweran ya,
44:55bukan hanya di Aceh Tamiang,
44:57tadi di Sumatera Utara,
45:00tepatnya di Tapanuli Tengah,
45:03saat kita mendistribusikan logistik ke Bandara Pinang Sari,
45:10ada sekelompok masyarakat yang berusaha merebut logistik itu.
45:16Ya, kami perintahkan untuk itu untuk diberikan saja.
45:20Tentu saja kita yakin dan percaya bahwa masyarakat ini
45:24bukan mau niatnya jahat,
45:27tapi karena takut,
45:28mungkin karena memang sudah beberapa jam,
45:31atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu,
45:35sehingga terkesan.
45:36Tapi begitu kita berikan,
45:39kebutuhannya mereka pun kita sampaikan,
45:41kemudian kita berikan penjelasan ya,
45:44bahwa logistik ini akan datang secara terus-menerus,
45:49bukan hanya sekali dua kali.
45:51Kita kendalanya adalah kapasitas angkut,
45:55karena kan di titik-titik yang masih terputus jalur darat itu hanya melalui udara.
46:02Udara juga tidak bisa pesawat-pesawat besar yang masuk,
46:06hanya pesawat-pesawat kecil,
46:08sehingga itu kan dibatasi dengan kapasitas.
46:12Tapi begitu kita penjelasan dan diyakinkan bahwa logistik itu akan datang terus,
46:18situasi persore ini kondusif.
46:20Silahkan dicek,
46:22baik ke Tapanuli Tengah maupun ke Sibolga.
46:26Itu justru yang beredar di Jakarta sana malah kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
46:33Nah di Aceh Tamiah mungkin sama lah,
46:35apalagi Aceh Tamiah kan masih putus.
46:38Tadi saya sampaikan,
46:40jalur dari Banda Aceh maupun dari Lok Semawe kan masih putus itu.
46:45Sehingga terisolir bahasanya.
46:50Benar meriah kan terisolir.
46:52Tapi kami pun tidak tinggal diam.
46:55Contoh misalnya Sibolga,
46:57ini pendistribusian kalau hanya terbatas lewat udara,
47:01kami akan lewat laut.
47:03Besok kapal KRI dari Panglimata ini akan masuk,
47:08akan membawa bahan makanan dari Medan,
47:12nanti kita masuk untuk ke Sibolga.
47:15Sama untuk Aceh Tamiah benar meriah.
47:19Kami informasikan besok pagi juga,
47:23bantuan logistik dari Banda Aceh,
47:29kita menyewa kapal cepat milik masyarakat,
47:33itu besok pagi akan berangkat untuk masuk Aceh Tamiah dan benar meriah.
47:38Nah harapannya kalau nanti masyarakat,
47:43tolong disampaikan juga rekan-rekan media,
47:45menginformasikan.
47:47Memang kondisi ini belum baik,
47:50tapi dibandingkan dengan dua hari yang lalu,
47:53dengan kemarin saya yakin ada kemajuan yang cukup signifikan.
47:56Itu yang penting ya.
47:58Jadi saya rasa itu bukan hal yang berlebihan,
48:02karena masyarakat hanya takut saja,
48:04tapi sebegitu diberi penjelasan mereka paham.
48:06Yang lain, silahkan.
48:08Untuk di Sumatera Utara, Pak,
48:10dari hari-hari,
48:11akses jalur mana yang masih mudah terus dibuka
48:13untuk membuka aja paham itu?
48:15Ya itu tadi yang kita berusaha buka ya.
48:19Ini kan Tapanuli Utara ke Sibolga.
48:23Itu yang paling parah putusnya.
48:26Ini dari mulai hari pertama sampai hari ketiga
48:30saat gas gabungan dari TNI,
48:34dari Polri,
48:36kemudian dinas PU.
48:39Kalau rekan-rekan media melihat itu
48:41berusaha menembus itu.
48:45Tadi saya sampaikan itu
48:46ya mudah-mudahan dalam 3-4 hari ke depan bisa tembus,
48:48karena panjang sekali langsungannya.
48:51Bahkan tadi Bapak Gubernur, Pangdam, Tapolda
48:55meninjau itu dari atas,
48:58begitu rapat koordinasi tadi,
49:00itu sudah gak bisa lagi Pak,
49:01ditembus.
49:02Ya saya sih,
49:04ya udah berusaha kita tembus gitu kan.
49:07Akhirnya kita sepakat
49:08bahwa di sepanjang jalan itu
49:11ada masyarakat yang terjebak.
49:14Dia mundur gak bisa,
49:15maju gak bisa.
49:16Dan mereka pengen masuk ke Sibolga gitu.
49:20Nah tentu saja sudah berjam-jam,
49:22berhari-hari,
49:23mungkin ada yang lebih satu hari ya,
49:24itu membutuhkan logistik,
49:27air minum,
49:27nah ini kami sudah membentuk
49:29saat gas gabungan lewat darat,
49:30tentara Pak,
49:32besok pagi bergerak,
49:3450 orang menggunakan rangsel,
49:35isinya air,
49:37isinya beras,
49:38makanan,
49:39masuk ke situ,
49:41untuk melayani
49:42para pejalan
49:44yang terjebak di situ.
49:48Kemudian,
49:50Panglima Kodam,
49:51satu bukit barisan,
49:52menggunakan satu heli,
49:54yang besar ya,
49:55itu akan,
49:56men-drop dari atas.
49:58Jadi logistik-logistik dilempar ke bawah.
50:00Harapannya,
50:02meskipun mereka menunggu,
50:03sampai tembusnya jalan,
50:04yang sedang dikerjakan oleh alat berat,
50:07mereka bisa,
50:09terlayani untuk kebutuhannya.
50:11Itu yang,
50:13PR di Sumatera Utara yang agak berat.
50:15Kemarin,
50:16wali kota Sibolga,
50:19itu kan sempat diberitakan,
50:20hilang.
50:21Ya itu ada di titik itu.
50:23Dia pulang ke Sibolga itu,
50:24jalan satu hari.
50:27Artinya,
50:27kalau satu hari,
50:29di medan terjal begitu,
50:33ya kami perkirkan masih,
50:3520 km itu,
50:36yang harus ditembus.
50:39Harus ditembus,
50:40menuju Sibolga,
50:42dan bisa tembus ke,
50:43Tapanul di tengah.
50:44Yang kedua adalah,
50:47Sibolga ini.
50:49Sibolga ini,
50:50karena ini terkesan terisolir,
50:51dia tidak bisa juga ke Tapanul di tengah.
50:54Sehingga untuk Sibolga ini,
50:56harus lewat laut,
50:57dan lewat udara.
51:00Tapi Tapanul di tengah,
51:02ini bisa diakses lewat darat,
51:04asal bantuannya lewat Pinang Sori.
51:08Jadi bantuannya di Pinang Sori,
51:10baper stoknya,
51:11kemudian masuk lewat darat,
51:12ini sudah bisa sampai Tapanul di tengah.
51:14Disamping lewat udara.
51:15Begitu.
51:16Ya.
51:17Tapi operasi udara masih akan terus?
51:20Operasi udara akan terus sampai kondisi membaik.
51:24Jadi tidak ada batasan ya.
51:26Tanggap darurat ini juga,
51:28akan diperpanjang ya tergantung.
51:30Tergantung nanti situasi di lapangan.
51:32Sekarang belum.
51:33Masih jauh ya.
51:35Tapi sekali lagi,
51:36semakin bertambahnya waktu,
51:39detik, menit, jam, hari,
51:42harus lebih baik.
51:42Pak, Pak.
51:43Pak, Pak.
51:43Kondisi gelang-gelang,
51:44setiap kesempatan,
51:45kabarnya di jalan itu,
51:47rawan longsor,
51:48dan ketika dibersihkan longsor,
51:49jadi longsor lagi.
51:51Betul.
51:52Jadi karena,
51:53ya untung hujannya tidak.
51:54Itu kan jalan pada saat tidak longsor saja,
51:56kecil.
51:57Untuk berpapasan dua kendaraan saja,
52:00sulit.
52:01Apalagi kondisi sekarang.
52:03Apalagi sekarang itu,
52:04di sisi kiri,
52:06itu berjejer,
52:08kendaraan-kendaraan yang terjebak.
52:10Sehingga untuk membersihkan itu,
52:13tadi saya katakan,
52:14hanya bisa maksimal dua alat.
52:17Padahal yang disiapkan lebih dari itu.
52:19Tapi mereka tidak bisa kerja sama-sama.
52:21Karena,
52:23aksesnya tidak bisa.
52:25Hanya dua alat,
52:26gantian.
52:26Nah, itulah
52:27yang mengakibatkan,
52:29ini butuh waktu.
52:31Butuh waktu.
52:31Dan tadi saya sudah rapat juga dengan,
52:34dari sisi sebelah sana,
52:36dari Tapanuli Tengah,
52:38Pak Upati sudah berhasil kita
52:40dorong ke wilayah Tapanuli Tengah.
52:43Sempat tiga hari tidak bisa masuk.
52:45Kami dorong di sana lewat heli.
52:46Di sana di Tapanuli Tengah,
52:48informasinya ada tiga
52:49alat berat.
52:52Nah, ini juga kami sudah coba
52:53dari dua sisi.
52:55Supaya nanti nyambung di tengah,
52:56supaya targetnya bisa lebih cepat.
52:59Nah, untuk mengatasi itu,
53:01makanya langkah kami ini,
53:04masyarakat terdampak di Tapanuli Tengah,
53:06tadi 1100 kakak ini,
53:08harus tenang,
53:09dan kebutuhan dasarnya harus dipenuhi.
53:11Itu ya.
53:12supaya mereka juga tidak resah,
53:15termasuk alat-alat komunikasinya,
53:17kita tambah terus.
53:18Saya juga besok pagi akan masuk lagi ke sana,
53:20supaya bisa menenangkan masyarakat,
53:23dan kami juga sudah langsung berdialog dengan masyarakat.
53:27Langsung.
53:28Sehingga,
53:29mudah-mudahan,
53:30karena ada yang berbicara dari pimpinan,
53:34dari pejabat pusat,
53:35paling tidak masyarakat punya harapan
53:37bahwa permasalahan mereka ini
53:39ikut dipikirkan,
53:41dan ikut dipecahkan oleh kita semua.
53:43Ya, jadi ini kan karena kita masih fokus ke akses dasar ya.
53:56Masyarakat itu bingung.
53:58Nanti setelah ini terbuka,
54:01aku mau kemana?
54:02Nah, ini juga,
54:03ini jadi program kita ya.
54:05Program kita,
54:07supaya mereka tenang saat berdialog dengan rakyat,
54:09kita sampaikan,
54:10bahwa tidak perlu khawatir,
54:14ini langkah ini kan akses dulu,
54:16komunikasi dulu,
54:17bajunya dulu,
54:19baru nanti mikir rumahnya gimana.
54:22Nah, rumahnya itu ada beberapa skema.
54:25Ini arahan Bapak Presiden Prabu Subianto ya,
54:27untuk tidak ada,
54:29kalau namanya untuk kepentingan rakyat itu,
54:31semuanya harus betul-betul diprioritaskan.
54:35Nah, rumah itu ada skemanya yang rusak,
54:38rusak sedang,
54:39rusak ringan itu diganti,
54:41kerusakannya.
54:42Dalam bentuk uang,
54:44skemanya 15 juta rusak ringan,
54:4730 juta rusak sedang.
54:49Bagaimana yang rusak berat,
54:51tertutup,
54:51diganti oleh pemerintah rumah baru.
54:55Ya,
54:56nah itu nanti,
54:57ada beberapa skema.
54:59Contoh misalnya,
55:00di tempat pengungsian itu,
55:01kan sekarang mereka berkumpul jadi satu,
55:04makan minumnya dikasih,
55:05kemudian,
55:08paling kuat seminggu itu.
55:10Dua minggu kan gak mungkin,
55:12seenak apapun di tempat pengungsian,
55:14makanannya enak,
55:16semuanya ada,
55:17tetap aja,
55:17namanya tempat pengungsian itu.
55:19Meskipun ada,
55:20ada apa,
55:22trauma healing,
55:23ada pelayanan kesehatan,
55:25ya,
55:25kementerian kesehatan juga sudah masuk,
55:27di titik-titik pengungsian,
55:28tapi tetap saja.
55:29Nah,
55:30itu juga diberikan pilihan.
55:32Mereka bisa keluar dari titik pengungsian,
55:34bisa ngontrak.
55:36Itu uang kontraknya namanya dana tunggu huniang,
55:39didukung oleh pemerintah pusat,
55:41lewat BNPB,
55:42namanya dana tunggu huniang.
55:45Itu jumlahnya 600 ribu per kakak per bulan.
55:49Kemudian,
55:50kalau dia tidak punya sanak saudara,
55:53tidak punya tempat ngontrak,
55:55sudah menyerahkan badannya,
55:57dirinya kepada pemerintah,
55:58tapi juga tidak mungkin tinggal di tenda pengungsian berbulan-bulan,
56:03maka kita akan bangunkan namanya huniang sementara.
56:07Huniang sementara itu,
56:08bentuknya rumah,
56:10layak,
56:11bisa tinggal bertahun-tahun di situ,
56:14tetapi namanya huniang sementara,
56:16bukan huniang tetap.
56:18Nah, pas kahuniang sementara,
56:20mereka masuk,
56:21sudah kehidupannya normal,
56:23makan minumnya sudah terjamin,
56:25pemerintah daerah sudah normal,
56:28normal kembali,
56:30maka akan mendata,
56:33masyarakat mana yang ingin relokasi,
56:37apakah relokasi mandiri atau terpusat.
56:42Nah, kalau mandiri,
56:43dia pengen pindah dekat kampung halamannya,
56:46dekat orang tuanya,
56:48dia punya tanah,
56:49dibangun pemerintah rumahnya,
56:51yang rusak itu,
56:52yang hancur itu.
56:53Jadi, semuanya sudah ada skema,
56:55sampaikan pada masyarakat terdampak,
56:58bahwa mereka,
57:00menderita,
57:02sengsara,
57:03tetapi,
57:05pemerintah,
57:06ya,
57:07di bawah,
57:09kita semua,
57:10di bawah arahan bawah presiden,
57:12itu akan mendampingi,
57:13sampai bencana ini,
57:15selesai,
57:16dan kehidupan kedepannya,
57:18bisa kembali normal.
57:18Ya, ini kan dua hari,
57:28ya, relatif,
57:30sudah surut.
57:33Kalau kita lihat dari atas,
57:35tapanul di tengah,
57:37yang terdampak paling parah,
57:41memang,
57:42namanya longsor itu,
57:43bukan hanya satu titik,
57:44puluhan titik,
57:46puluhan titik.
57:47Jadi, saya sendiri,
57:48baru melihat itu,
57:50terjadinya longsor,
57:51begitu banyak titik.
57:52Tapi, sekarang,
57:53kondisi di bawah itu,
57:54kebetulan,
57:55tanpa di tengah kan,
57:55banyak pohon sawit ya,
57:57sudah tanah merah.
57:58Jadi, artinya,
57:59sisa,
58:01endapan,
58:02ya, mungkin sekarang,
58:03kalau kemarin,
58:04ya, kemarin sore,
58:05kita jalan di situ,
58:06masih becek lah,
58:07masih lumpurnya,
58:08di sepatu itu merah,
58:09gitu ya.
58:10Tapi, mungkin besok,
58:11sudah lebih keras.
58:13Jadi,
58:15memang harus hujannya berhenti,
58:16supaya,
58:17kondisi di bawah itu,
58:20juga bisa lebih normal.
58:21Gitu.
58:25Kondisi warga,
58:26ya, relatif.
58:28Semuanya sedih.
58:29Semuanya,
58:31menderita.
58:32Tapi,
58:33begitu kita dialog,
58:35kita jelaskan,
58:37langkah-langkah yang tadi saya sebutkan,
58:38kepada wartawan,
58:39kompas ini,
58:42dari mulai sekarang,
58:43sampai nanti,
58:44langkah-langkah yang dilakukan,
58:46mereka kembali,
58:47punya harapan.
58:49Ya,
58:49kan masyarakat Indonesia juga tahu,
58:51bahwa bencana ini kan,
58:52dari yang mahu kuasa,
58:53gitu,
58:54bukan mau kita,
58:54nggak bisa nyalahkan siapa-siapa.
58:57Tapi,
58:57yang penting,
58:58dengan,
58:59kesabaran,
59:00keikhlasan,
59:00dan ada langkah,
59:02yang harus kita,
59:03sampaikan kepada mereka,
59:05mereka tahu,
59:07dan kemudian,
59:07mereka lebih tenang.
59:08Gitu.
59:10Ini?
59:12Saya kira cukup ya.
59:14Nanti,
59:15untuk yang lain,
59:15pendalamannya bisa ditanyakan.
59:18Terima kasih,
59:18rekan-rekan media sekalian.
59:20Selamat sore.
59:20Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
59:22Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jadilah yang pertama berkomentar