Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PIDIE, KOMPAS.TV - Sudah 4 hari ratusan kepala keluarga di Kabupaten Pidie, Aceh, mengungsi ke masjid. Desa mereka hampir total tenggelam akibat banjir.

Ratusan korban banjir di Aceh mengungsi di masjid. Para pengungsi membutuhkan makanan, selimut, dan pakaian anak.

Kita akan berbincang dengan Kepala Desa Jojo, Bapak Masri, di lokasi pengungsian.

Kepala Desa mengungkapkan, warga tidak sempat menyelamatkan harta benda akibat banjir yang datang tiba-tiba.

Baca Juga Banjir-Longsor Aceh: 20 Wilayah Terdampak, 47 Meninggal, 51 Masih Hilang, Listrik & Internet Buruk di https://www.kompas.tv/nasional/634414/banjir-longsor-aceh-20-wilayah-terdampak-47-meninggal-51-masih-hilang-listrik-internet-buruk

#banjir #longsor #pidie #aceh #pengungsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/634415/full-pengungsi-banjir-longsor-di-pidie-aceh-ungkap-kronologi-longsor-butuh-bantuan-makanan
Transkrip
00:00Saudara ratusan warga desa Jojo, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidi,
00:05mengungsi ke masjid imbas banjir yang merendam desa mereka.
00:10Sudah empat malam warga mengungsi di masjid karena rumah mereka masih tertimbun lumpur
00:15akibat banjir yang melanda Pidi sejak 26 November lalu.
00:19Kebutuhan pangan tersedia di dapur umum,
00:21sementara itu balita dan lansia saat ini membutuhkan popok dan selimut.
00:25Sudah empat hari ratusan kepala keluarga Kecamatan Pidi Aceh mengungsi di masjid.
00:34Desa mereka hampir total tenggelam akibat banjir.
00:37Kita akan berbincang bersama dengan kepala desa Jojo, Pak Masri,
00:41yang berada di lokasi pengungsian. Selamat malam, Pak Masri.
00:46Selamat malam, Pak.
00:47Pak Masri, pertama kami ucapkan duka yang mendalam atas musibah
00:51yang menimpa wilayah Sumatera dan juga Aceh, Pak Masri.
00:53Untuk di lokasi pengungsian Anda di Kabupaten Pidi,
00:59bagaimana, Pak? Jadi bantuan sudah diterima saat ini atau seperti apa?
01:04Untuk bantuan ini, alhamdulillah, sebagian sudah diterima, Pak.
01:08Namun ada beberapa bantuan yang masih di koordinator
01:12ataupun yang masih diakondingan, dititipkan di pihak Kecamatan.
01:17Karena banjir yang kita alami bukan dengan desa Jojo saja,
01:22namun ada beberapa tetangga desa juga yang mengalami dampak banjir, Pak.
01:27Tapi untuk akses ke tempat pengungsian atau ke desa Anda, Pak Masri,
01:32sudah mulai bisa normal, dibuka, tidak terputus seperti hari sebelumnya, Pak?
01:36Ya, masih, Pak. Masih.
01:40Baru sebetulnya desa Jojo ini ada tiga dosun, Pak.
01:44Tiga dosun, ada dosun Menasapaga, dosun Pumbang, dan dosun Jojo.
01:49Cuma yang belum bisa kita akses itu dosun Jojo
01:51karena masih tertimbun dengan lumpur.
01:53Sehingga kita masih membutuhkan bantuan ekspacator
01:58untuk mengurus semua ataupun membuang lumpur-lumpur
02:04yang masih ada di jalan-jalan yang aksesnya masyarakat, Pak.
02:09Jadi masih perlu alat berat untuk bisa membuka akses
02:12segala menuju desa Jojo, Pak Masri.
02:14Tadi Anda menyinggungkan masih ada bantuan yang dibutuhkan ini.
02:19Bantuan apa saja? Apakah termasuk yang tadi?
02:22Untuk lansia dan anak-anak?
02:23Iya, Pak. Untuk bantuan sebetulnya bukan hanya bantuan
02:26yang kita fokuskan untuk lansia dan anak-anak,
02:29namun bantuan-bantuan lainnya sudah kita menyebabkan, Pak.
02:32Karena memang dari masyarakat 480 kakak,
02:38desa Jojo ini mengalami bidampak besar daripada banjir ini, Pak.
02:43Semua akses, semua lini, apa namanya itu,
02:47makanan, bahan perlahan kelimut, pakaian anak-anak, dan sebagainya
02:52itu masih kita butuhkan, Pak.
02:53Untuk pakaian, sudah dapat info tidak, Pak?
03:00Kapan untuk pakaian, selimut kebutuhan anak-anak ini
03:03bisa segera tiba di lokasi pengusian?
03:06Kapan informasinya, Pak Masri?
03:08Iya, Pak. Kemarin, Alhamdulillah, ada kedatangan gubernur kita
03:12dan dari pihak, daripada pihak, apa namanya itu,
03:16pemerintah keempatan.
03:18Cuma, sementara bantuan masih dikorenasi dengan desa-desa yang lain.
03:25Masih sangat dibutuhkan bantuan-bantuan yang berlibat
03:30seperti perlahan-perlahan kebutuhan yang sehari-hari, Pak.
03:35Karena masyarakat kita hampir semua tidak sempat
03:39membawa perlengkapan ataupun baju misalnya
03:44saat mengalami banjir, Pak.
03:46Cuma baju yang ditubuh saja, mereka yang mereka bawa
03:48ketika mengalami banjir pandang seperti itu.
03:50Lebih cepat, tentu memang lebih penting menyelamatkan diri
03:54ketimbang untuk menyelamatkan barang, Pak Masri.
03:57Pak Masri, apakah boleh diceritakan ketika banjir yang terjadi
04:01pada hari Rabu berarti ya, untuk di Kabupaten Pidit terjadi, Pak?
04:06Iya, Pak.
04:06Bagaimana saat itu kondisinya, Pak?
04:09Kita mengalami banjir itu hari Rabu jam 4 subuh, Pak.
04:15Dengan banjir yang bisa dikatakan, banjir besar,
04:20namun kami masih tetap waspada,
04:21karena bisa itu banjir masih, kami bisa melihat
04:24genangan air-air yang bersih.
04:26Intinya, banjir kami rasa ini banjir dari uap, dari air hujan.
04:31Akan tetapi, di saat hari Kamis,
04:34kami melaporkan informasi waspada daripada
04:37musbika ketempatan dan bahwa kita akan
04:40diterjang dengan banjir yang besar,
04:43di mana desik akan mati,
04:46kemudian air akan meluap.
04:49Sehingga, disitulah kami masyarakat juga merasa panik,
04:53semuanya, tidak tahu mau amur ke mana,
04:56dan sebagian langsung lari ke tempat saudara,
04:59dan sebagian masih berada di rumah-rumah,
05:02karena masyarakat kita menganggap ini banjir biasa.
05:05Akan tetapi, ketika di hari Kamis itu,
05:08kami baru melihat ternyata banjir ini,
05:10banjir luar biasa dan banjir paling terparah
05:13yang pernah kami rasakan tahun-tahun sebelumnya.
05:15Makanya, masyarakat kami sangat merasakan
05:19bahwa dampak daripada banjir ini tidak sempat
05:22untuk mengambil dokumen perengkapan dan sebagainya
05:27dari rumah-rumah, sehingga kami sangat merasakan
05:31dan memohon bantuan daripada pemerintah
05:33untuk bahwa warga kami itu masyarakat kami
05:36yang di desa Jojo,
05:37kecamatan Menteri-Merjir.
05:38Itu sampai ada atap rumah yang terendam,
05:41betul Pak Masri?
05:42Betul Pak, betul Pak.
05:44Untuk dosen yang paling parah itu dosen Jojo, Pak.
05:46Dosen Jojo yang lebih parah,
05:48karena bisa dikatakan kami ini berada
05:50di lokasi rumah di pinggir sungai, Pak.
05:53Jadi, untung daripada pihak Menteri Kecamatan,
05:57Pak Kamil, Pak Kapolsek,
06:00dan daripada Pak Dandim,
06:02pemerintah keputan,
06:04sehingga mereka menurutkan hampir keluarga sekoci
06:08para ufisil untuk mengevakuasi para korban
06:11yang masih berada di rumah-rumah
06:14dan mengalami bajri ini, Pak.
06:16Karena kalau memang mereka tidak sempat keluar lagi
06:19dikatakan keputan,
06:20mereka nanti akan diterjang air langsung ke sungai.
06:24Itu resikonya, Pak.
06:25Makanya perlu harus dikasih secara, Pak.
06:27Tapi untuk desa Jojo,
06:29seluruh warganya sudah terdata.
06:32Selamat semua, Pak Masri.
06:33Sudah berhasil dievakuasi semua.
06:35Alhamdulillah, Alhamdulillah, Pak.
06:37Dengan bantuan daripada sekelah aspek
06:40pemerintahan,
06:42tidak ada yang memegang korban.
06:44Sebagai sisi, Pak.
06:45Cuman yang kami yang sangat merata kehilangan, Pak.
06:49Ini banyak rumah-rumah yang memang rusak.
06:51Kemudian dokumen-dokumen
06:54alat-alat kerja,
06:57kemudian pakaian,
06:59perhubungan rumah tangga,
06:59perhubungan rumah tangga, Pak.
07:00Semua ini tidak bisa kita gunakan lagi, Pak.
07:02Karena hancur.
07:04Dan ada yang dihancurkan oleh
07:06Dukatangan yang dibanjir, Pak.
07:07Ini kalau misalkan soal dokumen,
07:09kan ini penting.
07:10Banyak sekali surat berharga
07:11yang ditinggalkan di rumah.
07:13Ada info tidak, Pak,
07:14dari pemerintah kabupaten?
07:16Dukcapilnya, misal,
07:18nanti akan dibantu
07:18untuk perbaikan dokumen warga
07:20yang terdampak banjir, Pak.
07:23Untuk saya ini,
07:24sudah kita sampaikan, Pak.
07:25Untuk saya ini,
07:26sudah kita sampaikan
07:26kepada PAA Muspikata Kedematan
07:28untuk diteruskan kepada
07:29pihak kabupaten, Pak.
07:31Untuk dibantu warga kita ini, Pak.
07:32Terutama yang kami butuhkan
07:34saat ini, itulah, Pak.
07:35Sebutan-sebutan yang sehari-hari
07:37seperti bayi baju,
07:39bayi selimut,
07:39perlahatan bayi,
07:40perlahatan ibu hamil,
07:42dan makanan-makanan yang sehat, Pak.
07:45Karena saya sebagai kesehatan,
07:47mengharapkan,
07:48jangan sampai dampak dari banjir,
07:49kami akan mengalami dampak
07:50lebih besar lagi
07:51pasca banjir ini.
07:52Terutama,
07:53dengan apa yang terpandangkan
07:54kesehatan.
07:55walaupun,
07:56Alhamdulillah,
07:56saat ini juga
07:57Kepala Dinas Kesehatan
08:00dan
08:00Ustaz Mas Tertempat
08:01sudah melakukan
08:03shift-shiftan
08:04untuk mengolih
08:06dan mengobati
08:06masyarakat kita
08:07yang mengalami
08:07masalah kesehatan, Pak.
08:09Baik.
08:10Pak Masri,
08:10Kepala Desa Jojo,
08:12terima kasih
08:12sudah melakukan waktu
08:13berbincang bersama
08:14Kompas TV.
08:15Tentu kami doakan
08:16bisa segera pulih
08:18warga di sana juga
08:19sehat selalu
08:20tentunya menghadapi
08:21musibah ini.
08:22Terima kasih, Pak Mas.
08:23Amin, Amin, Pak.
08:24Ya, terima kasih
08:25sama-sama kepada
08:26Kompas TV, Pak.
08:27Amin.
08:27Baik, terima kasih, Pak.
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan