NGANJUK, KOMPAS.TV - Isak tangis keluarga pecah saat dua mobil ambulans yang membawa jenazah korban memasuki halaman rumah duka di Kediri, Jawa Timur, Rabu (25/11/2025) malam.
Aipda Iswandi hanya dapat terduduk lemas meratapi kepergian sang istri, Elvy Nurhayati, dan anak sulungnya, Ika Eldianti.
Sebuah kamar indekos di Jalan Monginsidi, Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi tempat kejadian perkara tragedi kematian istri dan anak dari seorang anggota polisi.
Selasa (25/11/2025) menjadi malam mencekam bagi Elvy Nurhayati dan dua anak perempuannya. Ketiganya tidak menyangka kedatangan tamu tak diundang berujung tragedi.
Pelaku, pria berinisial DS, datang dan tiba-tiba menyerang Elvy serta dua anaknya secara membabi buta.
Jeritan minta tolong dari ketiganya memecah keheningan malam, membangunkan penghuni indekos lain.
Mendengar keributan, sejumlah penghuni indekos berusaha mendekati kamar Elvy. Namun pelaku justru mengancam mereka dengan senjata tajam dan meminta agar tidak ikut campur.
Pelaku DS yang diliputi dendam kemudian menyiramkan bensin ke beberapa barang milik korban dan membakar kamar tersebut. Setelah itu, pelaku melarikan diri.
Warga yang panik mendobrak kamar dan menemukan ketiga korban tergeletak dengan luka parah.
Khawatir api merembet ke bangunan lain, para penghuni indekos dibantu warga bergotong royong memadamkan api.
Namun tanpa diketahui pelaku, salah satu korban, yakni anak bungsu Elvy, berhasil selamat. Dengan berpura-pura tidak sadarkan diri, ia lolos dari aksi brutal tersebut.
Berdasarkan kesaksian penghuni indekos dan rekaman CCTV, identitas pelaku pembunuhan istri dan anak anggota polisi akhirnya terungkap.
Hanya dalam 2 jam usai kejadian, Polres Nganjuk menangkap DS di rumahnya di Desa Jogomerto.
Pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Polisi mendalami hubungan antara pelaku dan korban yang memicu aksi pembunuhan.
Hasil penyelidikan mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan pelaku adalah dendam terhadap istri korban.
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/634222/sederet-fakta-kronologi-dan-motif-kasus-pembunuhan-istri-anak-polisi-di-nganjuk-berut
00:00Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita.
00:06Saudara sebuah takdir tragis merenggut paksa senyum dari keluarga seorang polisi bernama Aibda Iswandi.
00:14Di balik pintu sebuah indeko sederhana, kehidupan Aibda Iswandi seketika runtuh saat dua pilar cintanya.
00:22Sang istri dan buah hati tercinta menjadi korban kekejaman dari seorang pria misterius.
00:30Tragedi yang meninggalkan duka mendalam sekaligus memunculkan pertanyaan pilu terkait apa sebenarnya yang terjadi di balik sebuah kamar indekos di Nganjuk, Jawa Timur.
00:46Isak tangis keluarga dan kerabat pecah seketika saat dua mobil ambulans yang membawa jenazah korban memasuki halaman rumah duka di Kediri, Jawa Timur pada Rabu malam.
01:00Masih dengan seragam polisi lengkap, Aibda Iswandi hanya bisa terduduk lemas meratapi kepergian sang istri Elvi Nurhayati dan anak sulungnya Ika Eldianti.
01:14Duka dirasakan saat jenazah kedua korban tiba untuk dimakamkan.
01:21Ia tak menyangka kebersamaannya dengan istri dan anaknya harus berakhir dengan cara yang mengenaskan.
01:29Meski duka begitu menyesakan dada Aibda Iswandi, namun dengan sekuat tenaga, ia tetap berusaha tegar saat mengantar istri dan anaknya ke tempat peristirahatan terakhir.
01:47Taburan kelopak mawar di atas pusara Elvi dan Ika menjadi tanda cinta dan persembahan terakhir dari Aibda Iswandi pada istri dan anaknya.
02:00Sebuah kabar indekos di Jalan Mongonsi di Kelurahan Payaman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur inilah jadi tempat kejadian perkara.
02:16Di mana awal tragedi kematian istri dan anak dari seorang polisi terjadi.
02:23Garis polisi masih terpasang saudara.
02:26Sisa-sisa barang yang gosong karena dibakar pelaku saat berusaha menghilangkan jejak juga masih terlihat.
02:35Di balik kamar indekos ini, ibu dan kedua anaknya diserang secara brutal hingga tewas
02:43oleh seorang pria yang dirasuki amarah dendam dan sakit hati pada korban.
02:56Saudara Selasa 25 November menjadi malam mencekam bagi Elvi Nurhayati dan dua anak perempuannya.
03:06Ketiganya tak menyangka kedatangan tabu tak diundang berujung tragedi saudara.
03:14Pelaku seorang pria berinisial DS datang dan tiba-tiba menyerang Elvi dan dua anaknya secara membabi buta.
03:24Juritan minta tolong dari ketiganya pun memecah keheningan malam.
03:27Membangunkan penghuni indekos lain mendengar keributan ini, penghuni indekos lain berusaha mendekat ke kamar Elvi.
03:36Namun pelaku malah mengancam dengan senjata tajam dan meminta penghuni indekos tak ikut campur.
03:45Saya takut saya kira anak saya yang duduk, tapi tidak saya bukakan.
04:15Lalu terus selesai?
04:17Ya sudah, saya tidak keluar takut.
04:21Saudara ketiga korban yang sudah tak berdaya akibat penganyayaan sadis ternyata tak menghentikan kekejian pelaku.
04:32Pelaku berinisial DS yang masih menyimpan dendam menuangkan bensin di beberapa barang korban dan membakar kamar korban.
04:41Usai membakar kamar itu, pelaku pun melarikan diri saudara.
04:48Warga kemudian mendobrak kamar dan menemukan tiga korban sudah tergeletak dengan luka parah.
05:06Ditambah lagi, api yang disulut oleh pelaku semakin membesar saudara.
05:11Khawatir kebakaran merembet kebangunan indekos lain, penghuni indekos dibantu warga berbondong-bondong memadamkan api.
05:22Dan saat itu, warga mendapati kamar indekos sudah berantakan.
05:27Dan dua korban sudah tergeletak tak bernyawa akibat luka parah karena penganyayaan pelaku.
05:35Namun yang tak diketahui oleh pelaku adalah salah satu korban yakni anak bungsu korban berhasil selamat dari maut saudara.
05:51Dengan berpura-pura tak sadarkan diri, korban bertahan dari kekejian pelaku.
05:59Dengan sisa tenaga yang ada, korban akhirnya mengungkap identitas pelaku yang tega menganyaya secara keji ibu dan kakaknya hingga tewas.
06:13Namun, luka yang parah akibat penganyayaan pelaku membuat korban kini harus dirawat intensif di rumah sakit karena kondisinya kritis.
06:23Dan saudara dari kesaksian penghuni indekos serta rekaman CCTV, identitas pelaku pembunuhan istri dan anak polisi akhirnya terungkap saudara.
06:40Hanya dalam waktu 2 jam pasca kejadian, Polres ngajuk menangkap DS di rumahnya di desa Jogomerto.
06:48Dan saat ditangkap, pelaku mengaku semua perbuatannya.
06:55Polisi pun mendalami ada hubungan apa antara pelaku dan korban hingga terjadi penganyayaan yang berujung hilangnya nyawa istri dan anak polisi.
07:07Dan setelah diselidiki, saudara terungkap motif pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku karena latar dendam dan sakit hati pada istri polisi, saudara.
07:24Pelaku diduga adalah orang yang dikenal oleh korban.
07:27Karena tersulut amarah pada korban, itulah yang membawa pelaku nekat bertindak keji pada korban dan dua anaknya.
07:38Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Jogomerto.
07:50Untuk motif sementara, dari hasil pemeriksaan sedikit dari penyidik yaitu sakit hati.
07:59Untuk selanjutnya akan diberalami lebih lanjut.
08:02Saudara tragedi keji yang berakar dari dendam dan sakit hati merenggut nyawa istri serta anak seorang anggota polisi.
08:14Kasus ini menjadi pengingat pilu bahwa emosi negatif yang tak terkendali dapat berujung pada tindakan brutal
08:23yang menghancurkan masa depan satu keluarga dan menyisakan duka mendalam yang tak terhingga bagi yang ditinggalkan.
Jadilah yang pertama berkomentar