00:00Anda kembali di Berita Utawa, saya Asri Gunawan.
00:03Penculikan disertai kekerasan bahkan hingga membuat hilangnya nyawa terjadi di desa Namo Bintang dari Serdang, Sumatera Utara.
00:13Dua pria yang salah satunya berprofesi juru masak diculik terpisah dari rumahnya masing-masing oleh sekelompok orang
00:20dan kemudian dianiaya serta ditinggalkan begitu saja dalam kondisi kritis dengan penuh luka.
00:27Kedua korban pun mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
00:32Mirisnya, mereka dianiaya para pelaku dengan tuduhan mencuri.
00:48Istri mana yang tak bersedih kalau suami tercinta meninggal dunia terlebih akibat dianiaya orang tak dikendal.
00:57Adiba Asma, istri Reza Fahlevi, salah satu korban penganiayaan, tak kuasa menahan kesedihan.
01:05Ia ingat betul kejadian di Jumat 21 November lalu.
01:10Pintu rumahnya diketuk keras membuat Reza suaminya keluar dari kamar.
01:15Asma pun menyusul ke teras, tetapi Reza sudah terlanjur dinaikkan ke atas sepeda motor
01:21dengan posisi diapit pengemudi dan satu orang yang dibonceng.
01:26Adiba sempat berteriak menanyakan kemana suaminya dibawa.
01:30Para pelaku hanya menjawab, Reza tidak akan diapa-apakan.
01:34Reza Fahlevi yang berusia 30 tahun adalah kepala keluarga dengan empat orang anak
01:48berprofesi sebagai juru masak di Universitas Sumatera Utara.
01:53Kini tulang punggung keluarga itu sudah pergi selamanya.
01:56Selama tiga tahun terakhir, Reza bekerja sebagai juru masak di Temu Tengah, Universitas Sumatera Utara
02:04mulai jam 7 pagi sampai 7 malam.
02:08Sementara Adiba bekerja sebagai juru masak di dapur MBG Namo Bintang.
02:18Adiba sang istri kembali menceritakan betapa cemasnya ia melihat suaminya Reza
02:24dijemput paksa empat orang tak dikenal.
02:28Bersama mertuanya, Adiba meminjam sepeda motor tetangga untuk mengejar pelaku.
02:33Namun kehilangan jejak, Adiba pun meminta bantuan kepala dusun untuk mencari Reza.
02:40Sekitar dua jam kemudian, Adiba mendapat kabar suaminya ditemukan
02:44dan dibawa ke rumah sakit umum Pancur Batu.
02:48Sesampainya di rumah sakit, Adiba menangis histeris
02:54seketika melihat suaminya sudah dalam kondisi meninggal
02:59dengan luka-luka di sekujur tubuh.
03:01Menurut kepala dusun yang menemukan, Reza menyebut
03:04ia dituduh mencuri oleh para pelaku penganiayaan.
03:10Reza berulang kali mengatakan tidak pernah mencuri
03:13dalam perjalanan ke rumah sakit.
03:15Tidak hanya Reza, korban penculikan dan penganiayaan,
03:44seorang pemuda 17 tahun bernama Yaakub
03:47juga dijemput paksa dan dianiaya.
03:50Siti, Ibu Yaakub tak kuasa menahan tangis
03:53mengetahui anaknya meninggal dunia
03:56setelah dianiaya orang tak dikenal.
03:59Siti merasa sangat kehilangan.
04:02Masih segar dalam ingatan Siti, Ibu Yaakub,
04:13minggu 23 November sekitar pukul 4 lewat 30 menit,
04:17ia mendengar anak laki-lakinya berteriak
04:19karena dijemput paksa sekelompok orang.
04:22Tetapi Siti tak sempat mengejar anaknya
04:25yang dibawa pergi menggunakan motor.
04:27Siti pun menunggu di rumah,
04:29berharap putranya segera kembali,
04:31tetapi kabar duka yang ia peroleh.
04:33Berarti dia dijemput paksa ya, Ibu ya?
04:36Iya, anjir-anjir dia kok.
04:38Kalau nggak dijemput paksa kan dibawanya slotnya.
04:41Mana mungkin dia mau jalan kaki,
04:42nggak pergi-pagi.
04:44Nah setelah itu Ibu kemana?
04:46Ya, merenung aku ke situ dulu-dua,
04:49aku menunggu dia lewat,
04:50lewat, lewat, lewat, kenapa?
04:52Udah jam 4, jam 5,
04:54pagi udah aku beraktivitas,
04:56mau ke pacak,
04:58pokoknya jam setengah 8,
05:01jam 7 lewat,
05:02kenapa motor polis itu?
05:05Para pelaku awalnya menjemput paksa Yaakub,
05:08lalu Reza,
05:10yang kemudian dibawa ke dusun 7 Namo Bintang,
05:13yang menjadi lokasi penganiayaan.
05:16Reza dan Yaakub divitnah
05:18sebagai pelaku pencurian di sebuah rumah.
05:22Mereka dituduh mencuri uang
05:23senilai 2,3 juta rupiah
05:25dan ponsel milik orang tua
05:27salah satu pelaku penganiayaan.
05:32Kepala dusun 2 sumber ingin
05:36yang masih sepupu Reza
05:38diminta keluarga untuk mencari Reza dan Yaakub.
05:42Keduanya ditemukan dalam kondisi sekarat
05:44di sebuah kebun di dusun 7.
05:47Masih ada sejumlah orang yang menunggui korban di sana
05:50yang diduga termasuk pelaku.
05:53Kedua korban Reza dan Yaakub yang ditemukan masih hidup
06:02kemudian dibawa ke rumah sakit umum pancur batu.
06:05Tetapi tidak lama berselang,
06:07keduanya tak bisa bertahan dan dinyatakan meninggal dunia.
06:11Nah kami dapati korban sudah tergeletak di tanah
06:16sama ada beberapa orang lah di situ
06:19yang mungkin pelaku di situlah gitu
06:21karena rame juga posisi di situ kan
06:23terus sampai sana juga saya tanyai
06:27kedua korban
06:28mereka memang mengakuin
06:29kalau si Yaakub memang mengakuin
06:31memang benar pak saya yang ambil
06:34katanya gitu
06:35cuman barang bukti tidak ada sama saya
06:36katanya gitu kan
06:37terus kalau si Reza aku tidak ikut bang
06:40aku hanya dipitnah
06:41telah kata si Reza.
06:53Jenazah Reza dan Yaakub
06:55sudah dimakamkan keluarga.
06:58Adiba istri Reza
06:59meyakini suaminya tak terlibat
07:02dalam pencurian
07:03seperti yang dituduhkan pelaku penganiayaan.
07:07Lima hari sejak kepergian suaminya
07:09Adiba masih belum bisa berlapang dada
07:11ditambah kini harus menghidupi
07:13keempat anaknya sendiri.
07:23Tak perlu waktu lama
07:24setelah menangkap enam pelaku
07:26Polresta Besmedan kini menetapkan
07:29keenamnya sebagai tersangka
07:31dalam kasus penganiayaan
07:32yang menewaskan dua pria
07:34yakni Reza dan Yaakub
07:36di desa Namobintang.
07:38Namun keluarga korban
07:39menyayangkan dua pria lain
07:41berinisial AI dan AE
07:43yang diduga terlibat
07:44tapi masih berkeliaran bebas.
07:57Polisi masih belum menjelaskan
08:00motif keenam tersangka.
08:01Tetapi yang jelas
08:02kedua korban
08:03dituduh para pelaku
08:04mencuri uang
08:052,3 juta rupiah
08:07dan ponsel orang tua
08:08salah satu pelaku
08:10dirubahnya.
08:20Kematian tragis
08:21seorang juru masak
08:22Reza Fahlevi
08:23dan pemuda
08:24bernama Yaakub
08:24meninggalkan
08:25luka mendalam
08:26bagi keluarga
08:27yang ditinggalkan.
08:28Keduanya dituduh
08:29mencuri
08:30dan berujung pada
08:31penjemputan paksa
08:32dan penganiayaan.
08:34Peristiwa itu
08:35menjadi pengingat
08:35betapa pentingnya
08:37menahan diri
08:38untuk tidak main
08:39hakim sendiri
08:40bahwa nyawa manusia
08:41jauh lebih berharga
08:43dari apapun.
Komentar