Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung citra Direktorat Jenderal Bea Cukai yang masih buruk di mata publik. Purbaya bilang instansi itu terancam dibekukan jika tidak berbenah.

Usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kamis kemarin, Purbaya mengaku meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki Bea Cukai.

Jika citra tetap buruk di mata publik, Bea Cukai akan dialihkan ke perusahaan swasta asal Swiss, Societe Generale de Surveillance atau SGS, seperti kebijakan di masa Orde Baru.

Saat ini, perbaikan di Ditjen Bea Cukai diupayakan dengan memanfaatkan teknologi untuk menekan penyelewengan.

Sejauh mana Bea Cukai akan berbenah setelah diancam Menkeu Purbaya? dan apa dampaknya jika Bea Cukai dibekukan?

Kita bahas bersama anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Nasdem, Thoriq Majiddanor dan Direktur Ekonomi Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda.

Baca Juga [FULL] Wagub Aceh dan National Geographic Soal Penanganan Bencana Banjir-Longsor di Sumatera di https://www.kompas.tv/regional/634235/full-wagub-aceh-dan-national-geographic-soal-penanganan-bencana-banjir-longsor-di-sumatera

#beacukai #purbaya #menkeupurbaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/634236/full-dpr-dan-celios-soal-ancaman-purbaya-bekukan-bea-cukai-sdm-atau-sistem-yang-perlu-dibenahi
Transkrip
00:00Sejauh mana kemudian bea cukai akan berbenah setelah diancam Menko Purbaya?
00:06Lalu apa dampaknya jika bea cukai dibekukan?
00:10Dalam diskusi kali ini sudah bergabung bersama kami anggota Komisi 11 DPR RI dari fraksi Partai Nasdem Torik Majid Danur
00:16dan Direktur Ekonomi dari Center for Economics and Law Studies Satoselius Nailul Huda.
00:22Selamat malam semuanya, apa kabar?
00:24Selamat malam Mas, semuanya sehat.
00:27Semuanya sudah bergabung bersama kami malam hari ini.
00:30Saya ingat betul karena saya yang berada di DPR kemarin itu Mas Torik
00:34dibilang Pak Purbaya meminta kepada Pak Presiden biarkan saya beri saya waktu untuk memperbaiki bea cukai
00:41karena ancamannya serius, deadline satu tahun, realistis nggak satu tahun memperbaiki bea cukai menurut Anda?
00:48Di masa waktu satu tahun menurut saya itu juga bukan waktu yang panjang Mas ya
00:53artinya satu tahun itu sangat ketat ya, tapi itu juga bisa menjadi momentum shock terapi
00:57kalau memang targetnya jelas dan terukur.
00:59Tentunya kemarin Pak Menku juga kita secara terbuka menyampaikan ultimatum
01:04satu tahun kalau di daerah perbaikan biar cukai akan dibekukan dan diganti SGS seperti tahun 80-an kan Mas?
01:10Sebenarnya kalau kita bicara citra sebenarnya dalam waktu 12 bulan itu bisa terlihat Mas ya
01:15nanti kita akan lihat bagaimana penurunan drastis laporan pungli dan penipuan yang sekarang sudah cukup banyak ya Mas ya
01:23kemudian peningkatan dan konsistensi indeks kepuasan masyarakat
01:26nanti kita akan bisa lihat di dalam 3 bulan pertama, 6 bulan pertama
01:31nanti tentunya kami di DPR, di Komisi 11 sebagai mitra Menteri Keuangan
01:35akan terus memantau bagaimana perubahan-perubahan di dalam waktu tidak harus langsung menunggu 1 tahun
01:41tetapi itu akan terlihat di masa 3 bulan, 6 bulan dan seterusnya Mas
01:46kemudian nanti kami juga akan lihat tentang transparansi penindakan oknumnya
01:50karena ini memang ini kembali mencuat semenjak kasus thrifting kemarin Mas
01:54jadi transparansi nanti ini perubahan-perubahan juga kita akan kawan betul
01:59karena memang dari sisi kinerja penerimaan juga
02:02kemarin kita lihat basis yang diterima yang dilakukan oleh biaya cukai juga sudah cukup bagus
02:07artinya sampai Oktober kemarin biaya cukai sudah terima sekitar 249,3 triliun
02:1280,3 persen dari outlook ya
02:14betul, betul, betul Mas
02:16jadi saya rasa waktu 1 tahun ini
02:18kita melihat bagaimana optimisme Pak Menkyu kita
02:22yang sudah dirasakan seluruh elemen masyarakat kita
02:25tentunya saya optimis Pak Menkyu akan bisa memperbaiki di dalam waktu 1 tahun ini Mas
02:29tapi kalau kemudian Pak Purbaya bilang karena ancamannya serius
02:33menurut Anda di DPR
02:35masalah kronis dalam tanda kutipnya datang dari SDM-nya
02:38atau sistem di biaya cukainya Mas?
02:40masalahnya sebetulnya ya dua-duanya lah kalau kita berbicara SDM itu sebetulnya ini kombinasi ya Mas
02:48SDM ini merupakan disitu adalah oknum
02:51ya kan oknum-oknum yang memang yang bukan menjadi bagian mayoritas
02:56artinya dari 16 ribu pekerja tentu mayoritas pasti tentunya tentu akan baik
03:00kita toleransi melihat baik dari sisi mana
03:02baiknya kita lihat adalah bagaimana pencapaian-pencapaian sebagai tulang punggung negara
03:07ya cukain ini kan sebagai salah satu tulang punggung negara
03:10yang bagaimana prestasinya memang sudah tercapai dengan baik sampai dengan Oktober kemarin
03:14jadi ini hanya oknum
03:15kemudian dari sistem memang saya mencatat ada beberapa hal Mas
03:18artinya penetapan tarif nilai pabean
03:21ini yang sering menjadi masalah
03:24artinya saya melihat ini seringkali terjadi perbedaan pendapat
03:28saat karena tidak ada sistem yang baik
03:30saat ada barang masuk ke dalam lewat bandara
03:35ataupun lewat pelabuhan
03:36ini sering terjadi perdebatan antara konsumen
03:39antara pelaku usaha dengan petugas
03:42kemudian yang kedua adalah pengenaan sanksi
03:44misalnya oh saya mestinya belanja nilai barang saya sekian
03:48tapi kenapa dikenakan sanksi sekian kadang-kadang melebihi barangnya lah
03:51hal-hal semacam inilah yang terus menjadi masalah
03:55dan saya di beberapa kali kesempatan
03:56saat rapat dengan Pak Dirjen Cukai
03:58baik yang lama maupun yang baru
03:59dulu jaman Pak Sekolani
04:01dan sekarang di jaman Pak Jaka
04:02memang masalah ini belum bisa teratasi dengan baik Mas
04:08nah Mas Huda
04:09harus diantisipasi dua-duanya
04:11oke kalau Mas Huda melihatnya SDM-nya
04:14atau sistemnya yang menurut Anda jadi ancaman serius
04:17kalau versi Pak Purbaya bilang begitu
04:18ya kalau sistemnya yang baik tentu SDM
04:22ketika buruk itu akan bisa
04:24diminum melajar Mas Tifal
04:25tapi kalau kita lihat sebenarnya
04:27ini kan masalah ini kan sudah cukup lama ya
04:30kita melihat masalah yang ada di Bia Cukai ini
04:33sering terjadi
04:34tiap tahunnya pasti ada terjadi
04:36dan kalau kita lihat Mas Tifal
04:37ini kan kalau tadi terkait Mas Torek
04:41menyampaikan terkait dengan drifting
04:42kalau kita lihat kemarin juga
04:46sebelum ramai-ramai ini kan
04:48Pak Purbaya itu menyampaikan
04:50dan mensidak ya
04:52mensidak di Surabaya
04:54itu terkait dengan temuan under-invoicing
04:56dan under-invoicing ini
04:58sudah lama terjadi gitu kan
05:00dan memang kalau kita lihat
05:02data ya
05:04data dari yang dilaporkan oleh pihak China
05:07misalkan dengan yang dilaporkan oleh pihak kita
05:10itu terjadi ada selisih gitu kan
05:12jadi kalau kita lihat tahun 2024 saja
05:15ini kalau kita lihat ada
05:17China itu ekspor ke kita itu sekitar 76 bilion USD
05:22tapi kalau kita lihat yang di Indonesia itu sekitar 72 bilion USD
05:27artinya disitu ada bisa kita bilang
05:30under-invoicing sekitar 4 bilion USD
05:32dan itu kerugiannya sangat besar sekali Mas Tifal
05:35kerugiannya sangat besar sekali
05:37itu bisa sampai 5T sampai 10T gitu kan
05:40dan ini yang memang sudah lama terjadi
05:43karena sistemnya yang memang lemah gitu kan
05:46sistemnya memang lemah
05:47makanya ini memang perlu direvolusi secara total
05:50baik
05:50kalau kemudian ada ide untuk mengalihkan itu ke SGS
05:54dulu di tahun 85 lewat Impress itu kan sudah dikeluarkan
05:58dan tapi kalau dari rekam jejaknya
06:01itu hanya bertahan 10 tahun
06:031995 balik lagi urusan Bia Cukai ke Direkturat Bia Cukai
06:06kalau belajar dari sejarahnya berarti SGS ini efektif
06:10atau tidak untuk meningkatkan lagi penerimaan negara
06:14atau malah kebalikannya
06:15kita bahas sebentar lagi
06:16jangan kemana-mana
06:17sebelum melanjutkan diskusi kami sampaikan dulu
06:29satu informasi yang datang masih dari Menteri Keuangan Purubaya Yudi Sadiewa kemarin
06:33yang meminta Bia Cukai untuk memperbaiki kinerjanya
06:35salah satu perbaikan yang diupayakan adalah penerapan teknologi berbasis akal imitasi
06:40alias artificial intelligence
06:42katanya jika gagal berbenah
06:4416 ribu pegawai Bia Cukai terancam dirumahkan
06:47kita simak
06:49jadi sekarang Bia Cukai
06:50orang-orang Bia Cukai mengerti betul
06:53ancaman yang mereka hadapi
06:55jadi mereka sudah
06:56amat semangat untuk membaiki kinerja mereka
07:00dan kita sudah mulai terakukan AIEI di stasiun-stasiun Bia Cukai
07:09jadi nanti under-inforcing akan cepat terdeteksi
07:16sambil kita perbaiki yang lain
07:18kalau kita gagal memperbaiki
07:22nanti 16 ribu orang pegawai Bia Cukai dirumahkan
07:25jadi mereka
07:27orang Bia Cukai pintar-pintar dan siap untuk merubah keadaan
07:31Mas Uda dari track record kita dulu
07:35saat pernah mengalihkan Bia Cukai ke dua lembaga waktu itu
07:38ke PT Surveyor Indonesia dan SGS
07:41ini merujuk lagi dari Inpres nomor 4 tahun 1985
07:44itu kan hanya bertahan 10 tahun
07:46kemudian 1995
07:47balik lagi urusan kepabianan
07:49ke Direkturat Jenderal Bia Cukai
07:51sehingga kalau belajar dari sejarahnya Mas Uda
07:53masalah pengalihan ke SGS ini
07:55masih jadi solusi atau malah kebalikannya?
07:58kita melihat ketika dialihkan
08:01Mas Jivalok kalau kita lihat ya
08:03dulu pasus Bia Cukai itu juga
08:05sangat-sangat tronis gitu kan
08:07ada under influencing
08:09bahkan kalau kita lihat
08:11bisa kalau kita ibaratkan ya
08:13Bia Cukai itu adalah ladang basah gitu kan
08:16sehingga memang diperlukan
08:18pihak dari swasta untuk melakukan inspeksi
08:22ketika pre-shipment maupun pasca-shipment
08:25jadi itu memang diperlukan oleh pihak swasta
08:28nah tapi ini yang kita tawarkan adalah
08:32mungkin kita bisa mix disitu Mas Jivalok
08:35kita bisa mix tetap saja untuk kebijakan terkait dengan tarif
08:39terkait dengan misalkan tadi kebijakan-kebijakan yang sifatnya itu
08:44diatur oleh negara itu tetap diperlukan
08:47dirijian Bia Cukai
08:49dalam ini Bia-nya gitu ya
08:52nah tapi satu sisi
08:53untuk yang misalkan teknisnya
08:55itu bisa dirahkan diserahkan ke pihak swasta gitu kan
08:59dalam ini SKS untuk bisa memberikan apa?
09:01memberikan efek kejut bagi pegawai Bia Cukai ini
09:04karena kalau kita lihat
09:05Mas Jivalok ini kan kemarin adanya under influencing
09:07kemudian masih ada
09:09barangnya thrifting itu kan sebenarnya kan dilarang gitu kan
09:12tapi masih bisa masuk dan tercatat secara resmi
09:16itu kan adanya ada permainan disitu
09:18makanya kalau kita lihat
09:20seharusnya memang ada efek kejut dari pemerintah
09:23yang sampaikan oleh juga oleh Pak Purbaya gitu kan
09:26ketika ini masa tidak selesai
09:28kita bisa ganti dengan SKS seperti tahun 85 gitu
09:32dan saya rasa itu bisa menjadi solusi Mas Jivalok
09:34sehingga kalau Anda merujuk lagi dari ide Pak Purbaya kemarin itu
09:38Anda menangkapnya dasarnya Mas Uda
09:40apakah sebatas karena citranya yang masih buruk di mata publik
09:43atau soal penerimaan negara yang belum maksimal?
09:48Ya, kalau penerimaan negara
09:50kalau bisa saya lihat ya
09:52itu tadi sampaikan juga sama Mas Sorek
09:54bahwa secara umum Bia Cukai
09:55positif gitu kan
09:57tapi kalau kita lihat sebenarnya dari sisi pilihannya
10:00itu masih bisa ditingkatkan lagi
10:02tadi seperti saya sampaikan
10:03ketika dari Cina saja
10:05kita tuh masih bisa menarik hingga 5 triliun
10:08di tahun 2004 ketika tidak terjadi under-invoicing tadi
10:11makanya ini yang kalau kita lihat
10:15bukan hanya citrat ke masyarakat saja
10:17tapi seharusnya juga diperbaiki
10:19dari sisi ya tadi
10:21under-invoicing dan sebagainya
10:23karena masyarakat nggak tahu under-invoicing gitu kan
10:25yang tahu ya
10:26tentu dari Pak Purbaya ketika mereka lakukan sidak gitu kan
10:30itu pun kalau nggak makan sidak juga nggak tahu juga gitu
10:32nah makanya ini perlu diperbaiki secara menyeluruh
10:35sistemnya yang memang membuat celah-celah SDM
10:38untuk melakukan kejahatan
10:40itu bisa tertutup
10:41oke secara sederhana Mas sudah singkat saja
10:43sebelum saya kasih ke Mas Sorek
10:44kalau kemudian tidak ada upaya berbenah
10:47dan rencana pengalihan itu terjadi
10:49maka dengan pengalihan itu
10:52apakah akan jadi jaminan bahwa Bia Cukai
10:54sistem kepabianan kita bakal benar-benar
10:56benar-benar bisa berjalan sesuai aturan
10:59yang minimal adalah pemeriksaan teknis
11:05pra dan pasca pengkapalan atau shipment
11:07itu bisa dilakukan oleh pihak swata
11:10yang saya rasa minim lah
11:11minim kepentingannya
11:12karena kalau kita lihat
11:13berbagai prakteknya di Bia Cukai ini
11:16ketika pejabat minta sesuatu
11:17itu bisa dikabulkan gitu
11:19nah ataupun seseorang minta sesuatu
11:21itu bisa dikabulkan gitu kan
11:22makanya secara minimal
11:24dengan adanya pengalihan KSGS
11:26itu bisa membering
11:29bukan memberingannya
11:30tapi melakukan lebih baik
11:32terkait dengan pemeriksaan teknis
11:34jangan lupa
11:34yang kita sarankan adalah teknisnya saja
11:36bukan secara kebijakan Bia Cukai secara keseluruhan
11:40dan ini juga terkait dengan Bia Cukai saja
11:43tidak terkait dengan cukainya
11:44oke Mas Torik
11:45kekhawatirannya dua kalau begitu
11:46kalau kemudian dialihkan
11:48ada pihak asing yang kemudian mengatur
11:50masalah kepabianan kita itu satu
11:51dan yang kedua
11:52ancaman yang terang-terangan disampaikan
11:54Pak Purbaya
11:5416.000 pegawai Bia Cukai akan dirumahkan
11:57so benefit risikonya
11:59menurut Anda mana yang paling tinggi
12:00benefitnya atau risikonya?
12:03tentu Mas
12:04saya sebagai anggota DPR ini ya
12:06saya melihat ancaman ini
12:07memang sok terapi yang keras ya
12:09tapi saya melihat ini
12:09bukan solusi tunggal
12:11dan kita harus sangat berhati-hati sekali
12:13karena memang
12:14di atas kertas melibatkan pihak ketiga itu
12:16bisa menutup sebagian ruang pungli
12:18memang di pintu-pintu masuk
12:19harapan-harapannya ya
12:20tapi karena prosesnya
12:22di sana bisa lebih digital
12:24dan dianggap lebih berstandar internasional
12:25tapi tetap masih ada main di situ ya
12:27celah-celahnya ya?
12:28berbicara
12:28kita harus berbicara
12:29tentang kedaulatan dan akuntabilitas
12:31artinya kan Bia Cukai ini kan
12:32bukan sekedar jasa logistik mas
12:34tapi sebagai garda terdepan
12:36perlindungan industri nasional kita
12:38dan industri kesehatan
12:39atau industri-industri yang lain
12:40dari segala
12:42apa ya
12:42sampai narkotika dan senjata
12:44ini benteng terdepan kita
12:45kemudian kita bagaimana
12:47bisa menyerahkan fungsi strategis itu
12:48ke pihak swasta
12:49atau asing
12:50tanpa
12:50desain regulasi yang sangat ketat
12:52ini bisa-bisa akan menimbulkan
12:53resiko-resiko baru
12:55artinya biaya layanan bisa naik
12:56sengketa dengan pelaku usaha
12:58kontrol negara
12:59jadi tidak langsung
13:00kemudian dari sisi politik
13:01anggaran juga
13:02penerimaan kepebenan
13:03juga yang mencapai
13:04MPR 19.000 per Oktober ini
13:05tidak boleh terganggu
13:06hanya karena tergesa-gesa
13:07menghenti skema
13:08mas itu menurut
13:09menurut saya gitu
13:10kemudian
13:11kalau kita berbicara citra ya
13:12yang jadi target
13:13atau penerimaan negara tidak maksimal
13:15menurut saya
13:15saya dua-duanya penting
13:16tapi yang sedang krisis
13:18justru adalah
13:18kepercayaan rakyat mas
13:20bukan hanya angka penerimaan
13:21kepercayaan dalam konteks apa nih
13:23citranya
13:24atau emang kinerjanya
13:25atau apanya
13:25kinerjanya
13:27artinya begini mas
13:28masalah utama ini kan
13:29bukan penerimaan yang anjil lho
13:30tapi legitimitasi
13:32cara penerimaannya
13:33rakyat melihat
13:33kasus flexing pejabat
13:35dugaan pungli kemarin
13:36thrifting 550 juta per kontainer
13:38sampai ribuan kasus
13:39penipuan masalah
13:41perbedaan interpensi
13:42penggunaan nilai pabean
13:43sanksi administratif
13:45ini
13:45ini cukup-cukup
13:47menganggu sekali
13:47jadi kalau
13:48citra dan trust rusak
13:49ruang untuk kebijakan fiskal
13:51ke depan juga akan tergerus mas
13:52karena setiap
13:53kenaikan tarif
13:54atau pengetatan pengawasan
13:56akan selalu dicurigai
13:57sebagai upaya
13:58mencari rente ya kan mas
13:59bukan melindungi industri
14:00dan hal-hal yang lain
14:01yang diperlukan oleh masyarakat
14:03kan begitu
14:03kemudian
14:04kalau kita lihat mas ya
14:06tadi dari
14:06kalau misalnya dibegukan
14:07pegawainya dikemanakan
14:08kan begitu
14:09karena kita
14:10lihat kemarin
14:12Pak Menku menyebut
14:12biar juga ada sekitar
14:1316 ribu pegawai
14:15artinya kalau ini
14:15benar-benar dibukukan
14:16kita bicara tentang
14:1716 ribu keluarga yang terdampak
14:20nah kalau kita berbicara
14:21sebagai pendukung
14:22pemerintahan
14:23sekaligus wakil rakyat
14:24adalah
14:25ada dua
14:25sekaligus mas
14:26yang pertama
14:26pegawai yang bersih
14:28harus dilindungi
14:29dan mendapat
14:29kepastian nasib
14:30misalnya kan
14:31kemenku ini
14:31membawai banyak hal
14:33artinya dipetakan dulu
14:35di screening secara
14:36integritas
14:36kemudian
14:37bisa dilakukan
14:38penempatan ulang
14:39ke unit-unit lain
14:40di kemingkiw
14:41atau lembaga keuangan
14:41negara lain
14:42bagi yang rekam
14:43jejaknya baik
14:43kemudian
14:44pegawai yang terbukti
14:45bermain
14:46harus diproses hukum
14:47bukan sekedar dipindahkan
14:48apalagi di tengah
14:49data pengli dan penipuan
14:50yang sudah merugikan
14:51masyarakat miliar rupiah
14:52jadi secara hukum
14:53pemubaran
14:54dirjen biaya cukai ini
14:55bukan keputusan
14:56satu malam mas
14:57ini perlu revisi
14:57undang-undang
14:58kepabianan
14:58dan juga
14:59pembahasan resmi
15:00di DPR
15:00di ruang itu
15:01kami di komisi 11
15:02bisa memastikan
15:04antaranya
15:04transisi kelembagaan ini
15:05tidak mengorbankan
15:06hak pegawai yang
15:07tata aturan
15:08dan tetap menjamin
15:08pelayanan
15:09ke rakyat dan dunia usaha
15:10begitu mas
15:11sehingga poinnya
15:12harus hati-hati
15:13mengeluarkan kebijakan ini
15:14jangan sampai dampaknya
15:16akan lebih panjang lagi
15:17urusannya
15:18tapi ya kita harapkan
15:19kebijakan inilah yang
15:20betul-betul dipahami
15:21betul oleh pemerintah
15:22mas Torik
15:22terima kasih
15:23mas sudah terima kasih
15:24sudah memberi susi
15:25bersama kami malam ini
15:26selamat malam semuanya
Jadilah yang pertama berkomentar
Tambahkan komentar Anda

Dianjurkan