00:00Shalom, Om Swasiastu, Nama Budaya, Salam Kebajikan.
00:05Alhamdulillah, baru saja rapat dengan Bapak Presiden.
00:09Bapak Presiden ingin memastikan kesejahteraan atlet itu menjadi prioritas.
00:17Ada tiga hal yang beliau minta saya tindak lanjuti.
00:22Satu mengenai beasiswa atlet, LPDP.
00:26Untuk benar-benar nanti dialokasikan seperti apa.
00:33Lalu juga atlet-atlet yang memang berprestasi bisa juga diberi kesempatan tadi.
00:42Apakah masuk menjadi ASN atau TNLipori.
00:45Nanti kita coba karirnya.
00:48Tetapi juga Pak Presiden juga sedang mereview nanti untuk bonus si games.
00:56ASEAN Games dan Olimpiade.
00:58Yang ini angkanya belum boleh karena saya mesti konsultasi dulu dengan KemenQ.
01:04Karena ini kan kita mesti bikin rencana besar daripada anggaran negara.
01:09Lalu Bapak Presiden juga sudah memutuskan nanti ada payung hukumnya.
01:14Kita akan fokus di 21 cabang olahraga.
01:19Untuk menuju Olimpiade.
01:22Dimana si games dan ASEAN Games sebagai bagian sasaran antara.
01:28Jadi semua seperti yang disampaikan tadi kepada saya dan saya juga sudah sampaikan ke semua cabor.
01:34Bahwa kita benar-benar harus efisien, tepat sasaran.
01:39Sehingga pengiriman atlet nanti tidak coba-coba lagi.
01:43Tapi benar-benar para tentu semua ada targetnya.
01:47Untuk cabor-cabor yang mengirimkan atlet.
01:50Seperti yang kita lakukan sekarang di SEA Games.
01:52Ataupun nanti ASEAN Games.
01:54Dan tentu Olimpiade.
01:55Dan luar biasa Bapak Presiden menginginkan juga atlet ini punya jenjang pendidikan dan juga pusat pelatihan yang prima.
02:08Kita negara besar.
02:10Selama ini kita terlewatkan dengan banyak-banyak negara Asia Tenggara.
02:14Nah kita harus mulai membangun.
02:15Makanya Bapak Presiden akan membangun pusat olahraga nasional.
02:20Dan di dalam situ juga ada akademi untuk olahraganya.
02:26Jadi para atlet muda yang usia 12 tahun jangan putus sekolah.
02:31Tetapi dia diimbangkan dengan edukasi tapi sembari berlatih.
02:36Sampai dengan jenjang-jenjang karir berikutnya ataupun tingkat prestasi berikutnya.
02:40Nah ini beliau sudah menyiapkan tanah.
02:45Itu sebesar 300 hektar.
02:47Tapi izin saya tidak boleh umumin dulu.
02:49Karena ini masih dalam proses administrasi.
02:52Dan di situ juga ada fasilitas asrama.
02:55Lalu ada sarana latihan dan semua kesehatan yang terbaik.
03:00Bapak Presiden ingin memastikan atlet kita mendapatkan fasilitas terbaik.
03:05Itu yang saya bisa sampaikan.
03:06Tadi kan payungnya 21 sabang olahraga.
03:16Kalau yang akademi dia kan tentu punya asrama sendiri.
03:19Seperti sekolah unggulan atau Taruna Nusantara.
03:26Atau sekolah Garuda.
03:28Itu seperti itu.
03:29Tapi ini memang lebih fokus kepada olahraganya nanti.
03:32Pak, memang untuk Tuhan sendiri dalam datanya,
03:37sepertinya sekarang itu lulusan apa aja sih Pak?
03:38Dan kegiatan dari Pak Presiden yang memastikan hal ini apa Pak?
03:41Ya variatif.
03:42Karena kan kita tahu.
03:45Atlet ini pengorbanan luar biasa.
03:47Meninggalkan keluarganya.
03:50Mohon maaf, kadang-kadang meninggalkan sekolah.
03:52Nah ini yang kita harus pastikan jenjang karir mereka baik sesudah atau saat itu tidak boleh terputus.
04:01Salah satunya tadi mengenai program LPDP yang Bapak Presiden ingin luncurkan untuk olahraga.
04:08Ini luar biasa.
04:10Dan kami juga masih juga menggodok.
04:13Yang pernah saya sampaikan tentu dana pensiun atlet yang Bapak Presiden minta.
04:19Tapi ini masih mungkin proses 1-2 tahun.
04:21Tapi ini yang program yang harus dikejar saya untuk 1 tahun ke depan.
04:29Kenapa?
04:31Gini, sentra-sentra itu di provinsi harus ada nanti.
04:37Kita akan selaraskan.
04:38Ya saya rasa paling tidak Indonesia dengan 38 provinsi ini,
04:43mesti ada 6-8 sentra juga.
04:46Yang memang kita harus dukung atlet-atlet di daerahnya sendiri.
04:50Nah ini yang kita akan sinergikan.
04:52Jadi ada yang jenjangnya nasional dan internasional.
04:56Tapi juga ada pembibitan yang memang dari daerahnya masing-masing.
05:00Nah ini kita harus rapikan.
05:02Ini sejalan nanti bagaimana pon ke depan.
05:05Jadi memang salah satunya usulan kalau bisa pon ke depan itu bersamaan dengan SEA Games.
05:11Jadi pas, jangan pon dengan olimpiade.
05:15Karena sekarang tertingginya ini olimpiade ASEAN Games atau SEA Games sebagai sasaran antara.
05:21Ini yang nanti kita coba perbaikin diskusi dengan tentu baik KONI ataupun dengan para cabang olahraga lainnya.
05:28Masih dalam proses.
05:33Bapak Presiden menginginkan tentu sebuah sistem pembinaan yang konsisten dan jangka panjang.
05:53Kita memang bicara 2028.
05:55Tapi kan olimpiade itu ada 2032, 2036 yang mungkin atletnya masih di kelompok umur.
06:03Nah inilah kenapa Bapak Presiden juga.
06:06Kemarin saya sempat benchmarking ke Inggris, diminta Bapak Presiden.
06:10Kayak di Inggris itu, pemerintah Inggris punya dana alokasi buat cabang unggulan.
06:16Angkanya juga saya nggak usah sebutin nanti Google sendiri.
06:19Angka yang luar biasa.
06:20Kenapa? Kita bisa lihat olimpiade itu dulu awalnya Inggris hanya dua emas.
06:26Sekarang banyak sekali emasnya.
06:27Nah memang kalau kita lihat selalu Bapak Presiden bilang,
06:32kalau kita ingin melihat negara yang maju ke depan, ya itu kan tadi ada tiga.
06:37Satu, memang ekonominya tumbuh.
06:41Kedua, tentu pertahanannya yang baik.
06:44Yang ketiga, ya olahraganya masuk dalam kategori yang berprestasi.
06:48Nah disinilah Bapak Presiden ingin ada kesinambungan.
06:51Makanya nanti salah satunya ada program khusus buat atlet-atlet elit ini untuk berprestasi.
06:58Apakah di luar negeri, apakah di dalam negeri,
07:01ataupun kita membiayai di berbagai turnamen yang memang sesuai dengan garis besar daripada olahraga ke depan.
07:07Dan itulah, tadi saya sampaikan ke Bapak Presiden,
07:10tentu DBON yang sudah ada, nanti kita juga revisi sedikit.
07:15Karena nanti ada prom deck, kita juga nggak mau nanti 21 cabur ini bereha-leha.
07:21Karena udah masuk, ya tidak memikirkan prestasi, hanya budget saja.
07:26Nah ini mesti ada prom deck, ada mungkin 3-4 cabur nanti yang akan menunggu.
07:30Jadi kalau cabur yang besar, lengah, tidak berprestasi,
07:34cabur yang di bawahnya, ini akan bisa menggantikan cabur-cabur yang 21 ini.
07:38Ini saya rasa tepat, sehingga semua pimpinan cabur, KONI, KOI harus bersatu.
07:44Dan saya kembali ditekankan juga tidak ada lagi dualisme di cabang olahraga.
07:51Saya sudah mengirimkan surat kepada KOI dan KONI untuk musyawarah dalam mufakat,
07:56sehingga di Desember ini bisa tuntas, kalau tidak di bulan Januari nanti kita ambil alih.
08:01Perspektifnya begini,
08:31Kita sebagai Kemenpora tidak bisa lihat satu persatu.
08:36Kemarin kalau teman-teman media ingat,
08:39budget awal Kemenpora itu hanya 10 miliar.
08:4310 miliar itu mengirim 120 atlet.
08:47Tapi Alhamdulillah Bapak Presiden mengisirkan saya
08:50untuk mencari jalan kepada Pak Purbaya waktu itu
08:54untuk memang menambah anggaran dan menyisir anggaran kami.
08:59Jadi bukan nambah, tapi nyisir juga.
09:02Nah Alhamdulillah sekarang kan budgetnya sudah mencapai 66 miliar.
09:06Artinya kita mencari, menyisir, dan menambahkan hampir 56 miliar.
09:12Nah dari 56 miliar ditambah 10, 66 miliar,
09:16akhirnya terbentuk kurang lebih kita bisa mengirim
09:18ambil 946 atlet.
09:21Yaitu kalau kita lihat perbandingkan dengan negara-negara yang ikut SEA Games,
09:25kita masih ranking 4.
09:27Karena di atas kita ada Thailand 1.800 atlet kalau tidak salah,
09:31ada Filipina 1.000 lebih,
09:331.200, lalu ada juga Vietnam,
09:36dan kita keempat.
09:37Nah targetnya kita memang di ranking 3.
09:39Nah kalau kita lihat,
09:41prestasi medali emas kita di Kambodia itu
09:44kemarin 87 emas.
09:46Dan menariknya SEA Games,
09:49itu tidak ada konsentensi daripada nomernya.
09:53Jadi kayak di Thailand ini,
09:54kita kehilangan hampir 41 emas
09:57yang kemarin di Kambodia kita dapat.
10:00Akhirnya hari ini kita baru berdasarkan 46 emas.
10:04Nah kalau 46 emas,
10:06kalau kita mau ranking 3,
10:07itu kan kita harus kembali ke 80 emas.
10:10Sebenarnya 41 nomernya yang emas tidak dipertandingkan.
10:12Ini bukan ya apa-apa,
10:13ini kebijakan tuan rumah.
10:15Nah disitulah kenapa kita melakukan evaluasi
10:18bersama cabur-cabur,
10:20ya apalagi kita sudah berikan leluasa
10:22untuk mendukung semua cabur
10:25dengan target-target medali tertentu.
10:28Ada perunggu, ada perak, ada emas.
10:30Ini yang kita kumulatifkan,
10:33kenapa targetnya itu kalau bisa 80 emas.
10:36Nah cabur-cabur berugu hari ini,
10:38karena ingat, tuan rumahnya Thailand.
10:41Ini memang target-target yang tentu kita bisa dapatkan,
10:47baik di futsal, baik di bola basket,
10:50atau volley, ataupun sepak bola.
10:53Ya kita harus melihat bukan pesimis,
10:56karena memang tuan rumah.
10:57Tuan rumah pasti ingin juara sepak bola,
11:00ingin juara bola basket, dan lain-lainnya.
11:03Artinya apa?
11:04Angka-angka ini ya memang angka prediksi saat ini.
11:07Tapi, apakah dari Kemenpora tidak mendukung federasi
11:12untuk mengirim atlet terbaiknya dan komposisi terbaik,
11:15kita sudah lakukan tadi.
11:17Dengan 946 atlet dengan anggaran 66 miliar.
11:20Jadi ini kita dorong.
11:23Nah cuman, ya kita harus realitas.
11:27Tapi kalau ternyata,
11:28target-targetnya di atas targetnya,
11:31Alhamdulillah.
11:32Tapi ini juga sama,
11:35cabur-cabur yang targetnya hyperball,
11:39yang musimnya perunggu,
11:40janjinya emas,
11:42ini juga sebagai evaluasi untuk
11:44SEA Games 2027,
11:46ASEAN Games,
11:47dan kedepannya Olimpiade.
11:49Jadi itu yang saya bisa sampaikan.
11:51Jadi saya tidak bicara
11:52friksi atau bagian-perbagian
11:56daripada cabur itu.
11:57Dua emas.
12:01Maunya empat.
12:02Gitu kan.
12:02Ini kan realita.
12:04Karena ada beberapa nomor sekarang
12:06seperti pelatih badminton
12:09yang kita tahu baik,
12:11kan sekarang melatih Malaysia.
12:12Tapi dengan kemarin kita
12:13ada harapan
12:15pebelutangkis muda kita juara
12:17di Australia,
12:19di mana,
12:20ini kan jadi harapan.
12:21Jadi ya itulah dinamika olahraga
12:23yang memang cukup kompleks.
12:27Nanti kita tunggu
12:32ketika Bapak Presiden
12:33melepas secara resmi,
12:35kita tunggu tanggalnya.
12:36Insya Allah Bapak Presiden
12:38akan melepas secara resmi
12:39di standar mereka,
12:40tapi kita tunggu tanggalnya.
12:42Cukup?
12:42Kalau enggak,
12:43kita minggir,
12:44kita lepas ini.
12:44Gitu.
Komentar