Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BLITAR, KOMPAS.TV Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto akrab.

Hal ini disampaikan saat Seminar Konferensi Asia-Afrika di Blitar pada Sabtu (1/11/2025).

Mulanya, Megawati bertanya soal jumlah menteri Kabinet Pemerintahan Prabowo.

"Jangan dipikir loh, wah ini Ibu Mega ini ituhin Pak Bowo, nggak, saya sama Mas Bowo itu akrab tahu nggak, jangan ada coba-coba ada orang mikir," ujar Megawati.

Produser: Theo Reza

#pdiperjuangan #megawati #kaa #blitar #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/627211/megawati-saya-dengan-pak-prabowo-akrab-jangan-ada-coba-coba
Transkrip
00:00gak dengerin cuma mau bilang dateng gitu aja
00:03saya paling gak suka
00:05jangan lupa loh, saya ini wapres iya presiden iya loh
00:09jadi saya tahu sapa pemerintahan segala
00:12iya loh, jangan lupa loh
00:18makanya kemarin, saya sabar yang namanya semua legislatif saya
00:23betul apa tidak?
00:24nah, yang namanya itu, eh enak baik, kamu hanya mau jadi
00:31tapi rakyat gak kamu urus, itu aku
00:34tahu jadi pilih-pilih nih aku, jadi ketua, mana ada
00:41dari delap sembilan tiga saya jadi ketua umum
00:44gak ada saya pakai duit gini, ngebuak
00:47nah yuk, makanya waras
00:53ya Allah, ya Tuhan
01:03bayangkan loh, dia mau jadi menteri
01:08mau jadi apa, aku mau jadi beli, aku jadi menteri
01:11tapi mau aku, gak mau ngopeng
01:14udah sekarang tidak menteri
01:21udah
01:24udah
01:25Oh, saya ajak dalam satu. Menteri.
01:30Oh, ada wakil menteri, ada menteri, ada mentok.
01:38Oh, ya salah.
01:40Orang tak apa ini menteri.
01:42Jadi kamu kan masih urus.
01:44Mentok ada berapa?
01:46Ya, gitu. Menteri ada viral.
01:49Wakil menteri ada viral.
01:51Apa ini?
01:52Bapak, Bapak, Bapak, Bapak.
01:54Hah?
01:56Staf A ini.
01:58Saya mbur lah.
02:05Loh, saya kan udah ngerak saya jadi presiden.
02:08Kepuatan itu berapa jam sih?
02:10Gitu, loh kok.
02:12Eh, jangan dipikir loh mas.
02:15Nanti dipikir, wah ini.
02:17Ibu Mega ini, itu ini.
02:19Pak Bowo enggak?
02:21Saya sama Mas Bowo itu.
02:24Ah, kelak.
02:25Tahu enggak?
02:26Jangan ada coba-coga.
02:28Ada orang mikir.
02:29Loh.
02:30Kemarin bilang.
02:32Mana wartawan?
02:34Tulis.
02:35Bilang.
02:36Loh yang bilangnya gini.
02:39Oh, ini perbuatan di belakang itu merah.
02:42Loh menutup.
02:43Loh enak.
02:44Loh merah itu pakai warna ini.
02:46Tapi kalau bilang.
02:48Itu patuh rusuh itu loh.
02:51Bilang kalau.
02:52Loh saya bilang pokok yang ngomong beneran aja loh.
02:55Mana buktinya dulu.
02:57Terus polisi kuyuk ngomong.
02:59Eh, jangan lupa loh.
03:01Saya udah ngomong kalau polisi.
03:03Kenapa?
03:04Saya ya loh.
03:05Yang memisahkan polisi.
03:08Loh saya ini.
03:09Ini polisi-polisi dia bilang.
03:11Ah, jangan sok tew ya.
03:13Loh bener loh.
03:16Jenderal-jenderal tak ngarahi kok.
03:19Saya hanya bilang.
03:21Loh kalau mau.
03:22Ini.
03:23Kasih tanggapan.
03:25Nama soko tulis.
03:26Nggak ada sampai hari ini.
03:28Nah, karena saya mengatakan kebenaran.
03:31Apa itu.
03:33Satyang Eva Jayate.
03:36Itu.
03:37Kebenaran pasti menang.
03:41Loh iyalah.
03:42Mau reformasi polisi oko.
03:45Eh, mau ditulis ya boleh.
03:47Asal jangan salah loh.
03:49Wartawan itu.
03:50Nah, karena kadang itu ya dikikin-kikin sendiri sama wartawan.
03:55Tak su wartawan.
03:57Eh.
03:58Bener loh.
03:59Ngomong itu yang benar.
04:01Gitu loh.
04:02Lah.
04:03Mau katanya mau reformasi.
04:05Oh ya hari ini orang mati.
04:07Reformasi.
04:08Reformasi pemuda.
04:10Sorry.
04:11My friend.
04:12Saya mesti ngomong juga sama yang Indonesia.
04:22Saya yakin jika pada tahun 1955.
04:25Bung Karno dan para pemimpin dunia.
04:29Ketika.
Komentar

Dianjurkan