00:00gak dengerin cuma mau bilang dateng gitu aja
00:03saya paling gak suka
00:05jangan lupa loh, saya ini wapres iya presiden iya loh
00:09jadi saya tahu sapa pemerintahan segala
00:12iya loh, jangan lupa loh
00:18makanya kemarin, saya sabar yang namanya semua legislatif saya
00:23betul apa tidak?
00:24nah, yang namanya itu, eh enak baik, kamu hanya mau jadi
00:31tapi rakyat gak kamu urus, itu aku
00:34tahu jadi pilih-pilih nih aku, jadi ketua, mana ada
00:41dari delap sembilan tiga saya jadi ketua umum
00:44gak ada saya pakai duit gini, ngebuak
00:47nah yuk, makanya waras
00:53ya Allah, ya Tuhan
01:03bayangkan loh, dia mau jadi menteri
01:08mau jadi apa, aku mau jadi beli, aku jadi menteri
01:11tapi mau aku, gak mau ngopeng
01:14udah sekarang tidak menteri
01:21udah
01:24udah
01:25Oh, saya ajak dalam satu. Menteri.
01:30Oh, ada wakil menteri, ada menteri, ada mentok.
01:38Oh, ya salah.
01:40Orang tak apa ini menteri.
01:42Jadi kamu kan masih urus.
01:44Mentok ada berapa?
01:46Ya, gitu. Menteri ada viral.
01:49Wakil menteri ada viral.
01:51Apa ini?
01:52Bapak, Bapak, Bapak, Bapak.
01:54Hah?
01:56Staf A ini.
01:58Saya mbur lah.
02:05Loh, saya kan udah ngerak saya jadi presiden.
02:08Kepuatan itu berapa jam sih?
02:10Gitu, loh kok.
02:12Eh, jangan dipikir loh mas.
02:15Nanti dipikir, wah ini.
02:17Ibu Mega ini, itu ini.
02:19Pak Bowo enggak?
02:21Saya sama Mas Bowo itu.
02:24Ah, kelak.
02:25Tahu enggak?
02:26Jangan ada coba-coga.
02:28Ada orang mikir.
02:29Loh.
02:30Kemarin bilang.
02:32Mana wartawan?
02:34Tulis.
02:35Bilang.
02:36Loh yang bilangnya gini.
02:39Oh, ini perbuatan di belakang itu merah.
02:42Loh menutup.
02:43Loh enak.
02:44Loh merah itu pakai warna ini.
02:46Tapi kalau bilang.
02:48Itu patuh rusuh itu loh.
02:51Bilang kalau.
02:52Loh saya bilang pokok yang ngomong beneran aja loh.
02:55Mana buktinya dulu.
02:57Terus polisi kuyuk ngomong.
02:59Eh, jangan lupa loh.
03:01Saya udah ngomong kalau polisi.
03:03Kenapa?
03:04Saya ya loh.
03:05Yang memisahkan polisi.
03:08Loh saya ini.
03:09Ini polisi-polisi dia bilang.
03:11Ah, jangan sok tew ya.
03:13Loh bener loh.
03:16Jenderal-jenderal tak ngarahi kok.
03:19Saya hanya bilang.
03:21Loh kalau mau.
03:22Ini.
03:23Kasih tanggapan.
03:25Nama soko tulis.
03:26Nggak ada sampai hari ini.
03:28Nah, karena saya mengatakan kebenaran.
03:31Apa itu.
03:33Satyang Eva Jayate.
03:36Itu.
03:37Kebenaran pasti menang.
03:41Loh iyalah.
03:42Mau reformasi polisi oko.
03:45Eh, mau ditulis ya boleh.
03:47Asal jangan salah loh.
03:49Wartawan itu.
03:50Nah, karena kadang itu ya dikikin-kikin sendiri sama wartawan.
03:55Tak su wartawan.
03:57Eh.
03:58Bener loh.
03:59Ngomong itu yang benar.
04:01Gitu loh.
04:02Lah.
04:03Mau katanya mau reformasi.
04:05Oh ya hari ini orang mati.
04:07Reformasi.
04:08Reformasi pemuda.
04:10Sorry.
04:11My friend.
04:12Saya mesti ngomong juga sama yang Indonesia.
04:22Saya yakin jika pada tahun 1955.
04:25Bung Karno dan para pemimpin dunia.
04:29Ketika.
Komentar