Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran menyetujui tawaran Amerika Serikat untuk gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan gencatan senjata ini diumumkan oleh media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Disebutkan bahwa negosiasi ini, dengan penuh ketidakpercayaan terhadap pihak Amerika, akan dimulai di Islamabad, Pakistan pada Jumat (10/04/2026).

Lebih lengkap soal gencatan senjata Amerika Serikat-Iran, simak dialog KompasTV bersama Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana.

Baca Juga [FULL] Harga BBM Aman, Rupiah Melemah! Kepala Ekonom IBC Soroti Komunikasi Fiskal Pemerintah di https://www.kompas.tv/ekonomi/661575/full-harga-bbm-aman-rupiah-melemah-kepala-ekonom-ibc-soroti-komunikasi-fiskal-pemerintah

#iran #as #gencatansenjata #israel

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661576/lengkap-bongkar-kesepakatan-gencatan-senjata-iran-as-pakar-hi-harus-ada-yang-menjamin
Transkrip
00:00Saudara Amerika Serikat dan juga Iran bersepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
00:09Kita bahas soal ini bersama dengan Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia.
00:14Sudah ada bergabung bersama kami melalui sambungan dari Prof. Rikmahanto Juwana.
00:18Selamat pagi Prof.
00:21Selamat pagi Adisti.
00:23Ya Prof, kalau Anda melihat Amerika mengajukan gencatan senjata selama dua pekan dan ini disepakati oleh Iran.
00:32Apa yang kemudian menjadi pertimbangan Iran akhirnya mau bersepakat untuk melakukan gencatan senjata bersama dengan Amerika Serikat?
00:46Prof. Rikmahanto
00:47Amerika Serikat dan tentunya Israel tidak lagi melakukan, pertimbangannya tiga hal Adisti, mendengar saya?
00:55Ya silahkan, silahkan.
00:57Pertama adalah Amerika, ya Amerika Serikat tidak lagi melakukan serangan ke Iran.
01:03Tentu dengan Israel ya, tidak lagi melakukan serangan ke Iran, apalagi menjanjikan serangan yang sangat hebat
01:10sebagaimana dijanjikan oleh Presiden Trump terhadap power plant, pembangkit listriknya,
01:17dan kemudian juga terhadap fasilitas-fasilitas seperti jembatan.
01:24Nah yang kedua, kenapa Iran mau bersepakat?
01:29Karena Iran bukan dalam posisi yang menyerang.
01:34Jadi dia itu akan menghentikan serangan balasan apabila Amerika Serikat dan Israel memang tidak lagi menyerang.
01:43Karena sekali lagi, posisi Iran bukan pihak yang melakukan serangan.
01:48Tetapi dia harus mempertahankan diri dan kemudian dia harus menyerang balik selama ada serangan itu.
01:56Nah kalau serangan itu sudah tidak ada lagi, ya tentu dia akan menerima bahwa oke kita akan ceasefire atau melakukan
02:04gencatan senjata.
02:05Dan alasan yang ketiga menurut saya, karena Iran tahu bahwa dampak dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran ini berdampak pada
02:15dunia.
02:16Dan kita tadi barusan mendengar bahwa ada upaya dari masyarakat internasional melalui Dewan Keamanan PBB
02:23untuk membuat meloloskan resolusi yang memungkinkan siapapun negara kalau merasa dia mempunyai kekuatan militer untuk bisa membuka.
02:33Tetapi ini kan resolusi akhirnya tidak diadopsi karena ada veto dari Cina dan Rusia.
02:41Jadi tapi Iran sudah tahu bahwa ini memberikan dampak dan itu juga memberikan dampak pada Presiden Amerika Serikat
02:49untuk mengajukan yang namanya ceasefire dan membatalkan tindakan menyerang Iran sebagaimana dijanjikan dua hari yang lalu
02:58bahwa tanggal 8 April malam hari, tentu tanggal 9 pada waktu Indonesia jam 8 pagi ini dilakukan serangan besar-besaran.
03:08Dan ini tidak terjadi. Seperti itu.
03:10Oke, kalau dari sisi Iran, Iran adalah orang yang kemudian, negara yang kemudian diserang dan akhirnya bersepakat untuk melakukan gencatan
03:20senjata.
03:20Nah, tapi yang kemudian jadi pertanyaan juga saya adalah begini, apa yang kemudian menjadi pertimbangan seorang Donald Trump akhirnya mengajukan
03:28gencatan senjata selama dua pekan ini?
03:32Apakah kemudian karena memang market sudah tidak lagi stabil, dinamikanya terlalu kencang,
03:40atau kemudian ada tekanan yang begitu kuat dari masyarakat Amerika Serikat sendiri dalam hal ini adalah politik, sosial, dan juga
03:48ekonomi pastinya?
03:51Ya, semua itu termasuk juga bahwa Iran tidak mau mundur dengan ancaman itu.
03:57Kalau misalnya di dalam dunia bisnis, karena kita bicara Trump ya, biasa dengan dunia bisnis,
04:02tentu Trump ingin bahwa Iran akan takut dengan ancaman yang beliau sampaikan dua hari lalu.
04:10Nah, kalau dia takut tentu kan Iran akan tidak mau melakukan serangan dan bertekuk lutut lah kira-kira.
04:20Kemudian dia akan menerima apapun permintaan dari Amerika Serikat.
04:24Tapi ternyata Iran mengatakan bahwa kami siap.
04:28Bahkan yang saya lihat, para penduduk sipil Iran itu duduk di sekitaran pembangkit listrik yang mungkin akan diserang oleh Amerika
04:40Serikat.
04:41Menunjukkan bahwa kami rakyat mendukung pemerintahnya.
04:45Ini bukan antara pemerintah dengan Amerika Serikat.
04:49Kan tadinya Trump berharap bahwa rakyat Iran itu akan mau menerima serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat
04:58untuk rakyat Iran lah yang akan menurunkan rejimnya, pemerintahannya.
05:03Tetapi ini tidak terjadi.
05:04Justru mereka berada di sekitar pembangkit tenaga listrik dan saya lihat rakyat Iran turun semua memegang bendera Iran
05:13dan mereka mengatakan bahwa kita tidak mau.
05:15Ini yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah kita kalau kita bicara soal sis hankam rata.
05:21Sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
05:25Rakyat dalam situasi seperti ini dia mau turun.
05:28Walaupun dari pihak Amerika Serikat mengatakan bahwa oh ini pemerintah Iran menggunakan rakyatnya sebagai tameng supaya tidak diserang.
05:39Tapi kan masalah kita pembangkit tenaga listrik itu apakah instalasi militer atau bukan.
05:44Demikian juga dengan jembatan-jembatan.
05:47Jadi apalagi Trump dalam ancaman yang terakhir mengatakan bahwa peradaban Iran akan dihabisi.
05:54Yang membuat rakyat di dunia juga bereaksi.
05:57Wah ini berarti sudah masuk ke apa namanya pelanggaran terhadap hukum perang.
06:03Karena kalau dalam hukum perang itu hanya terhadap instalasi militer orang-orang yang mengangkat senjata lah yang bisa dijadikan target
06:11tidak rakyat sipil.
06:13Oke.
06:13Nah oleh karena itu seperti itu dan kemudian memang masalah di dalam negeri yang tidak mendapat dukungan yang penuh.
06:21Dan kemudian juga masyarakat internasional menekan dan ada upaya dari Pakistan.
06:30Oke jadi ada upaya dari Pakistan juga.
06:33Untuk bisa menyelesaikan perdamaian ini.
06:35Oke.
06:36Oke kalau kita lihat kan sosok Donald Trump paling tidak melunak begitu ya untuk saat ini.
06:42Melunak untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan dan itu disepakati oleh Iran.
06:49Tapi kemudian yang jadi pertanyaan adalah sampai kapan kemudian kesepakatan ini bisa ditepati oleh seorang sosok Donald Trump.
06:58Apakah nantinya di tengah jalan tidak sampai dua pekan begitu.
07:01Kita tidak berharap seperti itu.
07:03Tapi kemudian apakah ini akan berjalan secara mulus sampai dua pekan.
07:06Atau kemudian ada dinamika-dinamika lainnya begitu.
07:10Benarkah seorang Donald Trump mampu bisa bernegosiasi dalam tanda kutip ya.
07:16Bernegosiasi dengan Iran begitu.
07:20Dengan mengajukan Iran ada sepuluh poin yang diajukan oleh Iran.
07:24Apakah ini benar-benar bisa dikabulkan oleh Amerika Serikat.
07:30Kalau Anda melihat dari peluangnya.
07:33Adisti dalam kaitan pertanyaan ini.
07:36Kalau boleh sekalian saya menghimbau kepada Bapak Presiden.
07:39Pemerintah kita.
07:40Kan Bapak Presiden selalu mengatakan bahwa kita ingin ikut berperan.
07:44Bahkan di awal perang itu beliau mengatakan bahwa kalau bisa Indonesia menjadi mediator.
07:49Nah dalam konteks yang ditanyakan ini.
07:52Saya berharap bahwa pemerintah Bapak Presiden.
07:55Mau menginisiasi yang disebut sebagai coalition of the guarantor.
08:00Koalisi penjamin.
08:02Jadi Iran ini kan ada sebenarnya keengganan sebenarnya untuk sepakat dengan Amerika Serikat melakukan genjatan senjata.
08:15Karena dia merasa dikhianati terus oleh Amerika Serikat.
08:19Tadi kan pertanyaan Adisti ini jangan-jangan mengarahnya pada pengkhianatan oleh Amerika Serikat.
08:26Pada waktu perundingan kemarin lalu diserang dan lain sebagainya.
08:29Nah sekarang kita mau mengatakan kita kan butuh perdamaian.
08:32Oleh karena itu Iran perlu dikasih jaminan.
08:37Nah jaminan itu nggak bisa datang dari Amerika Serikat apalagi dari Israel.
08:41Jaminan itu dari masyarakat internasional.
08:44Dan masyarakat internasional yang akan mengatakan kepada Iran.
08:47Iran teruskan kamu negosiasi.
08:50Teruskan adanya genjatan senjata.
08:52Tapi kami menjamin bahwa Amerika Serikat tidak akan mengkhianati kamu.
08:56Karena kalau Amerika Serikat mengkhianati kamu apalagi Israel.
08:59Kami yang akan bicara dengan Amerika Serikat.
09:02Nah tentu kalau Indonesia sendiri menurut saya tidak mungkin lah.
09:07Tetapi kalau Indonesia menginisiasi.
09:10Mengajak negara-negara Eropa seperti Pancis, Inggris.
09:14Yang punya kepentingan juga di Selat Hormuz.
09:16Kemudian juga negara-negara Teluk.
09:18Bahkan juga ke negara-negara ASEAN.
09:21Kita membuat koalisi yang intinya adalah kita ingin memastikan bahwa Amerika Serikat tidak lagi tidak akan melakukan serangan pada masa
09:30genjatan senjata ini.
09:32Dan pada masa...
09:35Oh oke.
09:36...sintasi oleh Pakistan.
09:37Jadi itu yang saya ingin sampaikan.
09:40Nah ini dan ini kesempatan besar untuk kita Indonesia, Bapak Presiden punya peluang.
09:46Saya berharap nih menlu untuk membicarakan ini ke Bapak Presiden.
09:50Dan meyakinkan kepada Bapak Presiden.
09:52Ini kesempatan emas kita.
09:54Ya untuk kalau mau berperan.
09:55Dan kita punya ketergantungan juga terhadap Selat Hormuz.
09:59Maka kita juga harus bisa melakukan sesuatu.
10:02Demikian Adisti.
10:03Oke.
10:03Posisi tawar Indonesia.
10:05Seberapa kuat kemudian Indonesia bersama dengan negara-negara lainnya.
10:09Untuk bisa melakukan penjaminan gitu.
10:12Menjamin begitu ya.
10:13Terkait dengan adanya resolusi atau negosiasi.
10:16Yang kemudian bisa disepakati antara kedua belah pihak.
10:20Di masa genjatan senjata selama dua pekan ini.
10:22Tapi jangan dijawab dulu.
10:24Profik nanti kita akan temukan jawabannya.
10:27Usai jeda.
10:27Jadi tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
Komentar

Dianjurkan