00:00Saudara Amerika Serikat dan juga Iran bersepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan.
00:09Kita bahas soal ini bersama dengan Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia.
00:14Sudah ada bergabung bersama kami melalui sambungan dari Prof. Rikmahanto Juwana.
00:18Selamat pagi Prof.
00:21Selamat pagi Adisti.
00:23Ya Prof, kalau Anda melihat Amerika mengajukan gencatan senjata selama dua pekan dan ini disepakati oleh Iran.
00:32Apa yang kemudian menjadi pertimbangan Iran akhirnya mau bersepakat untuk melakukan gencatan senjata bersama dengan Amerika Serikat?
00:46Prof. Rikmahanto
00:47Amerika Serikat dan tentunya Israel tidak lagi melakukan, pertimbangannya tiga hal Adisti, mendengar saya?
00:55Ya silahkan, silahkan.
00:57Pertama adalah Amerika, ya Amerika Serikat tidak lagi melakukan serangan ke Iran.
01:03Tentu dengan Israel ya, tidak lagi melakukan serangan ke Iran, apalagi menjanjikan serangan yang sangat hebat
01:10sebagaimana dijanjikan oleh Presiden Trump terhadap power plant, pembangkit listriknya,
01:17dan kemudian juga terhadap fasilitas-fasilitas seperti jembatan.
01:24Nah yang kedua, kenapa Iran mau bersepakat?
01:29Karena Iran bukan dalam posisi yang menyerang.
01:34Jadi dia itu akan menghentikan serangan balasan apabila Amerika Serikat dan Israel memang tidak lagi menyerang.
01:43Karena sekali lagi, posisi Iran bukan pihak yang melakukan serangan.
01:48Tetapi dia harus mempertahankan diri dan kemudian dia harus menyerang balik selama ada serangan itu.
01:56Nah kalau serangan itu sudah tidak ada lagi, ya tentu dia akan menerima bahwa oke kita akan ceasefire atau melakukan
02:04gencatan senjata.
02:05Dan alasan yang ketiga menurut saya, karena Iran tahu bahwa dampak dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran ini berdampak pada
02:15dunia.
02:16Dan kita tadi barusan mendengar bahwa ada upaya dari masyarakat internasional melalui Dewan Keamanan PBB
02:23untuk membuat meloloskan resolusi yang memungkinkan siapapun negara kalau merasa dia mempunyai kekuatan militer untuk bisa membuka.
02:33Tetapi ini kan resolusi akhirnya tidak diadopsi karena ada veto dari Cina dan Rusia.
02:41Jadi tapi Iran sudah tahu bahwa ini memberikan dampak dan itu juga memberikan dampak pada Presiden Amerika Serikat
02:49untuk mengajukan yang namanya ceasefire dan membatalkan tindakan menyerang Iran sebagaimana dijanjikan dua hari yang lalu
02:58bahwa tanggal 8 April malam hari, tentu tanggal 9 pada waktu Indonesia jam 8 pagi ini dilakukan serangan besar-besaran.
03:08Dan ini tidak terjadi. Seperti itu.
03:10Oke, kalau dari sisi Iran, Iran adalah orang yang kemudian, negara yang kemudian diserang dan akhirnya bersepakat untuk melakukan gencatan
03:20senjata.
03:20Nah, tapi yang kemudian jadi pertanyaan juga saya adalah begini, apa yang kemudian menjadi pertimbangan seorang Donald Trump akhirnya mengajukan
03:28gencatan senjata selama dua pekan ini?
03:32Apakah kemudian karena memang market sudah tidak lagi stabil, dinamikanya terlalu kencang,
03:40atau kemudian ada tekanan yang begitu kuat dari masyarakat Amerika Serikat sendiri dalam hal ini adalah politik, sosial, dan juga
03:48ekonomi pastinya?
03:51Ya, semua itu termasuk juga bahwa Iran tidak mau mundur dengan ancaman itu.
03:57Kalau misalnya di dalam dunia bisnis, karena kita bicara Trump ya, biasa dengan dunia bisnis,
04:02tentu Trump ingin bahwa Iran akan takut dengan ancaman yang beliau sampaikan dua hari lalu.
04:10Nah, kalau dia takut tentu kan Iran akan tidak mau melakukan serangan dan bertekuk lutut lah kira-kira.
04:20Kemudian dia akan menerima apapun permintaan dari Amerika Serikat.
04:24Tapi ternyata Iran mengatakan bahwa kami siap.
04:28Bahkan yang saya lihat, para penduduk sipil Iran itu duduk di sekitaran pembangkit listrik yang mungkin akan diserang oleh Amerika
04:40Serikat.
04:41Menunjukkan bahwa kami rakyat mendukung pemerintahnya.
04:45Ini bukan antara pemerintah dengan Amerika Serikat.
04:49Kan tadinya Trump berharap bahwa rakyat Iran itu akan mau menerima serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat
04:58untuk rakyat Iran lah yang akan menurunkan rejimnya, pemerintahannya.
05:03Tetapi ini tidak terjadi.
05:04Justru mereka berada di sekitar pembangkit tenaga listrik dan saya lihat rakyat Iran turun semua memegang bendera Iran
05:13dan mereka mengatakan bahwa kita tidak mau.
05:15Ini yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah kita kalau kita bicara soal sis hankam rata.
05:21Sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.
05:25Rakyat dalam situasi seperti ini dia mau turun.
05:28Walaupun dari pihak Amerika Serikat mengatakan bahwa oh ini pemerintah Iran menggunakan rakyatnya sebagai tameng supaya tidak diserang.
05:39Tapi kan masalah kita pembangkit tenaga listrik itu apakah instalasi militer atau bukan.
05:44Demikian juga dengan jembatan-jembatan.
05:47Jadi apalagi Trump dalam ancaman yang terakhir mengatakan bahwa peradaban Iran akan dihabisi.
05:54Yang membuat rakyat di dunia juga bereaksi.
05:57Wah ini berarti sudah masuk ke apa namanya pelanggaran terhadap hukum perang.
06:03Karena kalau dalam hukum perang itu hanya terhadap instalasi militer orang-orang yang mengangkat senjata lah yang bisa dijadikan target
06:11tidak rakyat sipil.
06:13Oke.
06:13Nah oleh karena itu seperti itu dan kemudian memang masalah di dalam negeri yang tidak mendapat dukungan yang penuh.
06:21Dan kemudian juga masyarakat internasional menekan dan ada upaya dari Pakistan.
06:30Oke jadi ada upaya dari Pakistan juga.
06:33Untuk bisa menyelesaikan perdamaian ini.
06:35Oke.
06:36Oke kalau kita lihat kan sosok Donald Trump paling tidak melunak begitu ya untuk saat ini.
06:42Melunak untuk melakukan gencatan senjata selama dua pekan dan itu disepakati oleh Iran.
06:49Tapi kemudian yang jadi pertanyaan adalah sampai kapan kemudian kesepakatan ini bisa ditepati oleh seorang sosok Donald Trump.
06:58Apakah nantinya di tengah jalan tidak sampai dua pekan begitu.
07:01Kita tidak berharap seperti itu.
07:03Tapi kemudian apakah ini akan berjalan secara mulus sampai dua pekan.
07:06Atau kemudian ada dinamika-dinamika lainnya begitu.
07:10Benarkah seorang Donald Trump mampu bisa bernegosiasi dalam tanda kutip ya.
07:16Bernegosiasi dengan Iran begitu.
07:20Dengan mengajukan Iran ada sepuluh poin yang diajukan oleh Iran.
07:24Apakah ini benar-benar bisa dikabulkan oleh Amerika Serikat.
07:30Kalau Anda melihat dari peluangnya.
07:33Adisti dalam kaitan pertanyaan ini.
07:36Kalau boleh sekalian saya menghimbau kepada Bapak Presiden.
07:39Pemerintah kita.
07:40Kan Bapak Presiden selalu mengatakan bahwa kita ingin ikut berperan.
07:44Bahkan di awal perang itu beliau mengatakan bahwa kalau bisa Indonesia menjadi mediator.
07:49Nah dalam konteks yang ditanyakan ini.
07:52Saya berharap bahwa pemerintah Bapak Presiden.
07:55Mau menginisiasi yang disebut sebagai coalition of the guarantor.
08:00Koalisi penjamin.
08:02Jadi Iran ini kan ada sebenarnya keengganan sebenarnya untuk sepakat dengan Amerika Serikat melakukan genjatan senjata.
08:15Karena dia merasa dikhianati terus oleh Amerika Serikat.
08:19Tadi kan pertanyaan Adisti ini jangan-jangan mengarahnya pada pengkhianatan oleh Amerika Serikat.
08:26Pada waktu perundingan kemarin lalu diserang dan lain sebagainya.
08:29Nah sekarang kita mau mengatakan kita kan butuh perdamaian.
08:32Oleh karena itu Iran perlu dikasih jaminan.
08:37Nah jaminan itu nggak bisa datang dari Amerika Serikat apalagi dari Israel.
08:41Jaminan itu dari masyarakat internasional.
08:44Dan masyarakat internasional yang akan mengatakan kepada Iran.
08:47Iran teruskan kamu negosiasi.
08:50Teruskan adanya genjatan senjata.
08:52Tapi kami menjamin bahwa Amerika Serikat tidak akan mengkhianati kamu.
08:56Karena kalau Amerika Serikat mengkhianati kamu apalagi Israel.
08:59Kami yang akan bicara dengan Amerika Serikat.
09:02Nah tentu kalau Indonesia sendiri menurut saya tidak mungkin lah.
09:07Tetapi kalau Indonesia menginisiasi.
09:10Mengajak negara-negara Eropa seperti Pancis, Inggris.
09:14Yang punya kepentingan juga di Selat Hormuz.
09:16Kemudian juga negara-negara Teluk.
09:18Bahkan juga ke negara-negara ASEAN.
09:21Kita membuat koalisi yang intinya adalah kita ingin memastikan bahwa Amerika Serikat tidak lagi tidak akan melakukan serangan pada masa
09:30genjatan senjata ini.
09:32Dan pada masa...
09:35Oh oke.
09:36...sintasi oleh Pakistan.
09:37Jadi itu yang saya ingin sampaikan.
09:40Nah ini dan ini kesempatan besar untuk kita Indonesia, Bapak Presiden punya peluang.
09:46Saya berharap nih menlu untuk membicarakan ini ke Bapak Presiden.
09:50Dan meyakinkan kepada Bapak Presiden.
09:52Ini kesempatan emas kita.
09:54Ya untuk kalau mau berperan.
09:55Dan kita punya ketergantungan juga terhadap Selat Hormuz.
09:59Maka kita juga harus bisa melakukan sesuatu.
10:02Demikian Adisti.
10:03Oke.
10:03Posisi tawar Indonesia.
10:05Seberapa kuat kemudian Indonesia bersama dengan negara-negara lainnya.
10:09Untuk bisa melakukan penjaminan gitu.
10:12Menjamin begitu ya.
10:13Terkait dengan adanya resolusi atau negosiasi.
10:16Yang kemudian bisa disepakati antara kedua belah pihak.
10:20Di masa genjatan senjata selama dua pekan ini.
10:22Tapi jangan dijawab dulu.
10:24Profik nanti kita akan temukan jawabannya.
10:27Usai jeda.
10:27Jadi tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
Komentar