Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tak ikut campur dalam proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh.

Meski melibatkan Danantara dan Dewan Ekonomi Nasional, Purbaya menyebut penyelesaiannya cukup dilakukan antar pihak bisnis.

"Saya sebisa mungkin nggak ikut. Biar aja mereka selesaikan business to business. Berarti dia top", kata Purbaya, Kamis (23/10/2025).

Diketahui, pemerintah Indonesia dan China telah menyepakati perpanjangan tenor utang Whoosh hingga 60 tahun, demi menjaga keberlanjutan proyek tanpa menambah beban keuangan negara.

Video editor: Galih

#purbaya #whoosh #keretacepat

Baca Juga [FULL] Debat Sengit Yunarto Wijaya vs Relawan Jokowi Soal Utang Kereta Cepat Whoosh Beban APBN di https://www.kompas.tv/regional/625295/full-debat-sengit-yunarto-wijaya-vs-relawan-jokowi-soal-utang-kereta-cepat-whoosh-beban-apbn



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/625377/utang-whoosh-diperpanjang-jadi-60-tahun-purbaya-angkat-jempol-top
Transkrip
00:00Bagus, saya gak ikut kan, top
00:04Berarti gak diajak ke China Pak, katanya si Pak Doni dia mau ngajak pemerintah juga buat ke China
00:10Paling menyaksikan, kalau mereka udah putus kan udah bagus, top
00:15Tim restrukturisasi itu nanti dari Kemeniku juga tuh gimana Pak Portia
00:18Gimana?
00:19Tim restrukturnya nanti bakal dari Kemeniku juga
00:22Wah saya sebisa mungkin gak ikut biar aja mereka selesaikan basis to business
00:25Jadi top
00:28Kalau ada yang datang mengedak, ada yang datang mengedak di panget, berarti yang menikmati
00:35Apakah mau di Pemda atau ada Okno Luka tentu yang mau menak, gimana sih Pak?
00:39Kalau kan, apabila gak di investigasi juga ya?
00:42Oh enggak, saya gak tau, itu urusan mereka
00:44Nanti yang investigasi bukan saya kan?
00:46Bukan dari Kemeniku?
00:47Enggak, gak ada urusan
00:48Mungkin BPK
00:50Itu apakah 15 yang misi dari Pemda itu, apakah pasang Luka Luka Luka juga bakal?
00:58Biasanya kan setiap Pemda ada auditnya kan?
01:02Mungkin tahun-tahun kemarin lepas dari BPK itu
01:08Tapi kan mereka akan lihat juga pada waktu uangnya lebih
01:11Ditaruhnya di mana
01:13Bunganya seperti apa
01:14Masuk akal apa enggak
01:16Waktu pengalaman saya di Alpes dilihat itu
01:18Kalau bunga saya misalnya di
01:21Waktu saya di Alpes ya
01:22Bunga saya di deposito
01:24Saya taruh di rekening giro juga
01:26Tapi giro rasa deposito
01:27Karena bunganya agak lebih tinggi daripada rekening giro biasa
01:31Begitu ada satu
01:33Berapa rekening yang satu bank dengan bank yang lain berbeda
01:36Kita dipanggil untuk menjelaskan kenapa beda
01:39Kalau beda yang gak bisa menjelaskan ya
01:41Dianggap merugikan negara
01:42Kira-kira begitu
01:43Jadi Pemda juga ada risiko itu
01:45Kalau gak hati-hati memanage uangnya
01:47Saya Rizka Klarissa
02:13Saksikan program-program Kompas TV
02:15Melalui siaran digital
02:17Pay TV
02:18Dan media streaming lainnya
02:20Kompas TV
02:21Independen
02:22Terpercaya
Komentar

Dianjurkan