Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
NEW YORK, AMERIKA SERIKAT, KOMPAS.TV - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar sidang terkait resolusi pembukaan Selat Hormuz.

Sidang digelar pada Selasa (7/04/2026) waktu setempat di New York, Amerika Serikat. Sidang dibuka oleh delegasi Bahrain yang didukung oleh negara-negara Teluk pengekspor minyak lainnya.

Bahrain telah memulai negosiasi dua minggu lalu mengenai rancangan resolusi untuk memberikan mandat PBB kepada negara mana pun dalam menggunakan blokade di Selat Hormuz.

Baca Juga Hitungan Jam Deadline Ultimatum, Trump akan Serang Iran atau Negosiasi Lagi? Ini Analisis Pengamat di https://www.kompas.tv/internasional/661518/hitungan-jam-deadline-ultimatum-trump-akan-serang-iran-atau-negosiasi-lagi-ini-analisis-pengamat

#pbb #selathormuz #iran #as

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/661530/intens-dk-pbb-bahas-resolusi-soal-buka-selat-hormuz-apa-kata-as-iran-kompas-pagi
Transkrip
00:00Dewan Keamanan PBB menggelar sidang atas resolusi terkait pembukaan Selat Hormus,
00:05sidang digelar pada selasa waktu setempat di New York, Amerika Serikat.
00:10Sidang dibuka oleh delegasi Bahrain yang didukung oleh negara-negara teluk pengekspor minyak lainnya.
00:16Bahrain telah memulai negosiasi pada dua minggu lalu, saudara,
00:20mengenai rancangan resolusi untuk memberikan mandat PBB kepada negara manapun
00:25untuk menggunakan blokade di Selat Hormus.
00:35I want to be very clear that the United States stands with Bahrain.
00:42The United States stands with the people of the Gulf at this moment of reckoning.
00:49Colleagues, this is a time for choosing, and the countries that just opposed this resolution
00:55led by the Kingdom of Bahrain have chosen to oppose them.
01:02Just over three weeks ago, this council adopted a resolution
01:07which garnered a record-setting, a UN record, of 136 co-sponsors
01:15with no opposition in this council.
01:19It was the most supported resolution in UN history,
01:22and that resolution clearly demanded that Iran immediately cease its attacks
01:29and threats against neighboring states and condemned its obstruction
01:33of safe civilian shipping through the Strait of Hormuz.
01:38The objective of this draft is obvious, to punish the victim for defending its sovereignty
01:46and vital national interest in the Persian Gulf and the Strait of Hormuz,
01:51while providing political and legal cover for further unlawful acts by the aggressors.
01:57had this draft been adopted, it could have opened the door to dangerously broad
02:04and abusive interpretation that could be used to justify further use of force
02:10and unlawful actions in clear violation of the UN Charter and International Law.
02:17Russia dan Tiongkok memveto rancangan resolusi Dewan Kalamanan PBB
02:21yang bertujuan membuka Selat Hormuz yang saat ini di bawah penguasaan Iran.
02:27Pada pemungutan suara, ada sebelah suara yang mendukung resolusi
02:30dua negara mamveto, sementara dua negara lainnya abstain.
02:34Dengan hasil ini, saudara rancangan resolusi Dewan Kalamanan PBB belum bisa diadopsi.
02:43The meeting is adjourned.
02:45The draft resolution has not been adopted
02:48owing to the negative vote of a permanent member of the council.
Komentar

Dianjurkan