Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintahan Prabowo-Gibran merealisasikan sejumlah program prioritas untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada akhir tahun 2029.

Namun, seberapa realistis target tersebut dapat dicapai? Untuk membahasnya, simak pembahasannya bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.

#prabowogibran #program #pemerintahan #ekonomiindonesia

Baca Juga Senyum Purbaya dan Deretan Menteri Kala Presiden Bahas Maung di https://www.kompas.tv/nasional/624218/senyum-purbaya-dan-deretan-menteri-kala-presiden-bahas-maung



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/624220/full-pakar-bicara-pemerintahan-prabowo-gibran-target-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-2029-bisa
Transkrip
00:00Intro
00:00Kita masuk dalam segmen Kopas Bisnis bersama saya Beremana Tenaya Saudara
00:17Setahun pemerintahan Prabu Gibran ada sejumlah program prioritas untuk pelayanan publik
00:23Salah satu yang menjadi unggulan adalah program makan bergisi gratis
00:30Dalam APBN 2025, pemerintah mengalokasikan dana Rp71 triliun untuk program MBG per 3 Oktober 2025
00:39Kementerian Keuangan mencatat realisasi serapan anggaran MBG mencapai Rp20,6 triliun atau sekitar 29% dari pagu yang dianggarkan
00:50Presiden Prabowo Subianto menargetkan program MBG bisa menyentuh 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025
01:02Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, penerima manfaat MBG telah mencapai 31,2 juta jiwa per 3 Oktober 2025
01:1218 Oktober lalu Presiden Prabowo menyatakan program MBG sudah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat
01:20Penerima manfaat MBG terbanyak berada di Pulau Jawa dengan jumlah lebih dari 18 juta jiwa
01:32Sedangkan di wilayah Maluku dan Papua program MBG baru menjangkau sekitar 700 ribu jiwa
01:39Presiden Prabowo pun mengungkap jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi atau dapur MBG mencapai 11.900 unit
01:51Prabowo mengklaim pembangunan SPPG telah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja baru
01:57Meski demikian, sejumlah kasus keracunan mewarnai penerapan program MBG
02:07Badan gizi nasional atau BGN mengungkap korban keracunan MBG mencapai lebih dari 6.400 orang
02:13Presiden Prabowo bilang program MBG sudah 99,99% berhasil dan jadi contoh negara lain
02:25Ia pun memastikan MBG akan nihil kasus keracunan ke depannya
02:29Sementara Saudara Menteri Keuangan Purubaya Yudhisa Dewa meluruskan pernyataan Badan Gizi Nasional
02:35Yang mengklaim mengembalikan dana makan bergizi gratis
02:39Kata Purubaya, BGN mengembalikan uang yang belum dianggarkan alias uangnya memang belum ada
02:45Yang saya tahu dia balikin 100 triliun dari anggar yang dia sempat minta
02:49Tapi itu belum dianggarkan betul
02:51Jadi sebetulnya uangnya belum ada
02:53Kalau yang 70 itu berarti belum ada informasi
02:56Dari itu ya
02:57Dari anggar yang dia minta dulu yang belum kita alokasikan
03:00Jadi uangnya gak ada betulan
03:01Justi yang kita lihat yang tadi yang disebut tadi
03:04Yang 71T yang akhir itu bukan yang dibalikin ya
03:08Dianggarkan ya
03:09Berapa yang diserap sampai tahun
03:11Banyak programnya bagus harusnya kita dorong supaya lebih bagus penyerapannya
03:17Ini kan Oktober akan saya lihat nih sampai akhir Oktober
03:19Sekarang kan ber-23% kalau gak saatnya penyerapannya kan
03:22Banyak program prioritas yang direalisasikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto dan juga Gibran Raka Buming
03:31Tujuannya mencapai pertumbuhan ekonomi 8% di akhir 2029
03:36Mampu kah?
03:37Kami akan tanyakan kepada ekonom Universitas Paramadina
03:40Wijayanto Samirin
03:41Selamat pagi Pak Wijayanto
03:43Pagi Mas Bermana
03:45Apa kabar?
03:46Sehat? Alhamdulillah Pak Wijayanto
03:48Pak Wijayanto
03:48Kalau kita lihat evaluasi nih
03:50Satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran
03:52Khususnya ini program prioritas seperti MBG
03:55Apa yang sekiranya perlu diperbaiki
03:57Khususnya dalam konteks tata kelolong ya Pak?
04:01Iya
04:01Satu tahun pemerintahan Prabowo
04:03Kita lihat ada tiga hal utama
04:06Yang sangat kental
04:07Yang pertama Pak Prabowo ini ingin mendorong program kerakyatan
04:12Yang kedua program itu didorong dengan sangat cepat
04:16Kalau bisa tahun pertama sudah terwujud
04:18Kemudian yang ketiga dijalankan melalui program-program prioritas yang dilaksanakan secara tersentral
04:27Nah ini salah satunya adalah MBG
04:29Kalau kita melihat
04:31Hingga detik ini
04:33Ada begitu banyak masukan terkait MBG
04:36Yang pertama tentunya terkait dengan
04:38Kenapa ini harus universal
04:40Ini banyak sekali pertanyaan termasuk dari para ekonom
04:43Kenapa harus 89 juta siswa
04:46Kenapa tidak menurut Susenas itu 20-30 juta saja sudah memadai
04:51Jadi kita fokus kepada orang-orang yang betul-betul membutuhkan
04:55Karena fiskal kita kan sebenarnya tidak sedang backpack saja
04:58Kemudian yang kedua terkait juga dengan pelaksanaan
05:01Kenapa harus tersentral
05:03Kenapa harus seolah-olah ini kerjaan pemerintah pusat
05:05Sehingga pemerintah daerah, sekolah itu hanya menjadi penonton belaka
05:11Kenapa tidak didorong upaya-upaya pendekatan yang lebih sentralisis
05:15Di banyak negara
05:17Program seperti ini itu
05:19Arahan dari pusat
05:20Kemudian dikoordinir oleh distrik
05:23Dijalankan oleh sekolah
05:25Sehingga dengan hal pendekatan seperti itu
05:28Dari sisi governance itu lebih bagus dan lebih mudah
05:31Kemudian yang terakhir, yang ketiga
05:34Kenapa harus digaspol
05:37Jadi targetnya 89 juta di tahun pertama
05:40Ini kalau kita belajar dari negara lain
05:43Hal seperti ini merupakan sesuatu yang sangat sulit dilaksanakan
05:47Misalnya berhasil saja untuk mencapai sekitar 30 juta
05:51Perlu 11 tahun
05:52Sehingga untuk program sebesar MBG
05:55Yang biaya yang begitu mahal
05:56Proses pembelajaran itu sebenarnya perlu dijalankan
06:00Jadi itu tiga hal Mas Bermanah
06:02Yang menjadi masukan saya
06:04Dan ini juga masukan dari para ekonom
06:06Oke, ini program yang luar biasa besar penerimanya
06:09Kemudian tersentral dan juga
06:11Di kalah fiskal kita lagi gak baik-baik aja gitu Pak Wijayanto
06:15Kemudian bagaimana dengan anggarannya
06:17Kemudian realisasinya
06:19Terus juga seberapa besar sih menyumbang ke pertumbuhan ekonomi
06:22Ya, kalau kita lihat
06:24Targetnya kan jauh dari rencana
06:28Jadi 89 juta baru 30 sekian juta yang terwujud
06:33Itu pun 30 sekian juta perlu kita double check
06:36Apakah angkanya betul-betul sehingga ke level itu
06:40Kalau kita berbicara tentang
06:42Apa manfaat anggaran yang besar terhadap dampak ekonomi
06:46Kita perlu mempertanyakan
06:47Apakah MBG merupakan satu cara yang paling optimal
06:52Untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi
06:54Karena saya melihat ini adalah program yang ada unsur kuat
06:59Zero sum gamenya
07:00Jadi memang MBG itu menciptakan lapangan kerja
07:05MBG itu belanja bahan makanan dan lain sebagainya
07:09Tetapi di sisi yang lain
07:10MBG itu juga mematikan
07:12Kantin-kantin, warung-warung di depan sekolah
07:16Yang mereka juga barangkali kehilangan pekerjaan
07:19Kehilangan pendapatan
07:20Jadi kalau kita hitung tambahan
07:24Dan kita juga hitung pengurangannya
07:27Jangan-jangan zero sum game
07:29Atau bahkan negative sum game
07:31Hal seperti ini harus dianalisis secara mendalam
07:34Minimal setahun pertama MBG
07:38Sehingga ke depan perlu diperbaiki
07:39Mekanismenya
07:41Sehingga impactnya akan lebih optimal
07:43Karena Mas Bermanah dari sisi fiskal
07:46MBG ini betul-betul sangat membebani
07:49Tahun depan nilainya sekitar 330 triliun
07:52Padahal ruang fiskal kita hanya 380 triliun
07:55Artinya ruang fiskal yang available itu hampir semuanya
07:59Diisi oleh MBG
08:01Sehingga ada begitu banyak program lain
08:03KL, daerah yang terpaksa harus berkurang anggarannya
08:08Oke ini kan lagi-lagi Pak Wijayanto
08:11Kita lihat ini ada dua mata pedang gitu ya
08:13Di satu sisi menumbuhkan
08:15Tadi ada belanja bahan pokok
08:17Kemudian menciptakan lapangan kerja
08:19Tapi juga ada mematikan kantin-kantin sekolah
08:22Ini kan bertolak belakang gitu Pak Wijayanto
08:24Tapi Pak Menkeu yakin nih
08:26Ekonomi tumbuh 5,5 persen kuartal 4 tahun ini
08:29Apakah mungkin dengan masih adanya MBG
08:32Mungkin di tahun depan yang anggarannya lagi-lagi
08:34Sangat besar gitu ya
08:36Apakah mungkin terjadi 5,5 persen
08:38Dan apa bahan bakarnya
08:40Ya saya rasa 5,5 persen kuartal keempat
08:45Ini motor utamanya bukan MBG
08:48Karena MBG kan under performance
08:49Tetapi saya melihat ada dua hal
08:51Yang pertama adalah investasi
08:53Karena investasi di sektor sumber daya mineral
08:57Sumber daya alam khususnya hilirisasi
08:59Ini memang sedang kenceng-kencengnya
09:01Kuartal ketiga ini tinggi banget
09:03Kuartal keempat juga akan berlanjut
09:05Jadi dari investasi
09:07Kemudian yang kedua
09:09Pemerintah berencana menggelontorkan BLT
09:12Kuartal keempat besok
09:15Nilainya 30 triliun
09:16Dari BLT 30 triliun sendiri
09:19Itu dampak pada pertumbuhan ekonomi
09:20Sudah 0,5 persen
09:22Dengan catatan
09:23BLT itu kemudian dibelanjakan oleh masyarakat
09:27Karena yang sangat dikhawatirkan sekarang ini
09:29Banyak masyarakat penerima BLT
09:31Kemudian menggunakan dananya untuk judol
09:35Menggunakan dananya untuk membayar cicilan pinjol
09:40Baik ilegal maupun legal
09:41Jadi untuk menghindari kebocoran
09:44Pemerintah perlu bekerja ekstra keras
09:46Jadi ada dua mas
09:47Mas Bermana
09:49Yang menjadi motor
09:50Untuk kuartal keempat
09:51Oke
09:52Yang pertama adalah investasi
09:53Yang kedua adalah BLT
09:55Walaupun saya tidak yakin
09:575,5 itu akan terwujud
09:59Barangkali sedikit di bawah itu
10:00Oke
10:01Ada dua motor
10:02Investasi dan juga BLT
10:03Tapi kalau kita lihat ke belakang nih
10:05Pak Wijayanto
10:06Ketika pertumbuhan ekonomi kita
10:08Mencapai 5,12 persen kemarin
10:10Apakah masyarakat sudah benar-benar
10:12Menikmati pertumbuhan tersebut?
10:14Kalau kita lihat fakta di lapangan
10:16Daya beli masyarakat tetap rendah
10:19Apa?
10:21Ini terlihat dari konsumsi mobil
10:22Motor, semen, properti
10:24Bahkan FMCG
10:26Fast Moving
10:27Consumer Good
10:28Itu mengalami penurunan
10:30Artinya daya beli masyarakat masih terkendala
10:32Karena yang menjadi
10:34Daya dorong pertumbuhan ekonomi
10:36Kuartal kedua kemarin
10:37Itu adalah kembali
10:38Investasi
10:39Yang tidak menciptakan lapangan kerja
10:41Ini capital intensive
10:43Kemudian yang kedua
10:45Kita juga melihat
10:46Pembelian senjata yang luar biasa besar
10:48Ternyata tidak dimasukkan sebagai import
10:51Tapi justru dimasukkan sebagai investasi
10:53Jadi kalau boleh memberikan komentar
10:56Angka 5,12 persen itu
10:58Adalah angka yang dihasilkan
11:00Dari kalkulasi yang
11:01Overly, overly, overestimate
11:04Angka sesungguhnya menurut saya lebih rendah dari itu
11:06Nah oke ini ada masalah lagi
11:08Yang lainnya Pak Wijayanto
11:10Ada ketimpangan ekonomi antara pusat dan juga daerah ini
11:14Seperti apa kemudian perbaikan
11:16Apakah ada indikasinya
11:18Kita lihat dalam beberapa waktu terakhir
11:20Jangan dijawab dulu Pak Wijayanto
11:22Kita akan bahas usai jeda bersama kami
11:23Di Kompas Bisnis Saudara
11:24Kembali di Kompas Bisnis Saudara
11:32Sebelum kita melanjutkan dialog dengan
11:33Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin
11:36Kita keinformasi soal penerimaan negara terlebih dahulu
11:39Menteri Keuangan Purubaya Yudhi Sadewa
11:41Tidak segan mencopot begawai
11:43Di lingkungan Kementerian Keuangan
11:44Yang tidak jujur pekerja
11:46Pernyataan ini merespons aduan masyarakat
11:48Kelayanan penganduan lapor Pak Purubaya
11:51Lapor tindak premanisme air pajak KPP
11:55Tiga raksa
11:57Siapa tiga raksa KPP-nya?
12:01Coba cek nanti ya
12:02Nanti kalau itu minggu depan saya cek
12:05Pas darah ini
12:06Gak ada premanisme
12:09Dia minta duit pasti maksa ya
12:11Hebat juga ya
12:13Kreatif lah
12:15Oh ternyata betul
12:17Saya pikir
12:18Kalau kita ngomong di atas
12:21Selesai
12:21Ternyata enggak
12:23Ini birokrasi
12:24Birokrasi seperti itu
12:25Mereka pikirkan Menteri cuma 5 tahun
12:284 tahun lah kalau saya salah ya
12:29Sampai tahun nanti
12:314 tahun ya
12:33Habis itu
12:34Mereka bisa berkuasa lagi
12:37Mereka gak peduli
12:38Jadi itu adalah behavior dari
12:40Para birokrat
12:42Ganti menteri
12:43Bodo amat
12:44Kalau dimarin diem aja
12:45Dipikir nanti 4 tahun lagi juga
12:47Ganti menteri 5 tahun lagi
12:48Ganti menteri ya kira-kira gitu
12:49Ini sekarang gak
12:51Saya bilang kan
12:52Ya 5 tahun
12:534 tahun 5 tahun gue diganti
12:54Tapi dulu dulu nih diganti
12:55Sama saya
12:56Kalau masih melakukan seperti ini
12:59Kembali kita bahas
13:00Saudara terkait dengan
13:01Terkait dengan evaluasi
13:02Bagaimana kemudian ekonomi
13:03Selama 1 tahun pemerintahan
13:05Prabowo Gibran
13:05Pak Wijayanto
13:06Kalau kita lihat
13:07Ketimpangan ekonomi antara pusat
13:09Dan daerah ini kan
13:10Masih terjadi gitu ya
13:11Ini
13:12Kalau Anda lihat
13:13Masih ada
13:13Adakah indikasi perbaikan
13:15Yang Anda lihat
13:16Dari 1 tahun pemerintahan
13:17Prabowo Gibran ini Pak
13:18Ya sepakat dengan Mas Bremana
13:20Jadi ketimpangan itu kan
13:22Kentara sekali
13:22Ya
13:23Apakah itu dari
13:24Kualitas infrastruktur
13:26GDP per kapita
13:27Juga dari
13:29Kualitas berdaya manusia
13:29Memang ketimpangan masih
13:30Sangat lebar
13:31Antara daerah
13:32Terutama pusat
13:33Dan daerah di pelosok
13:35Tetapi kita harus lihat
13:36Bahwa ini masalah struktural
13:38Yang perlu
13:38Solusi jangka panjang
13:40Jadi 10-15 tahun
13:42Itu saja tidak cukup
13:43Jadi kalau setahun pemerintahan
13:45Prabowo
13:45Kita tentu saja
13:47Belum bisa melihat hasilnya
13:48Walaupun
13:49Kita sudah
13:50Bisa melihat indikasi
13:52Apa yang akan terjadi
13:53Kedepan
13:54Nah kalau kita melihat
13:55Indikasi
13:56Itu ada sesuatu yang
13:57Menurut saya agak mengkhawatirkan
13:58Karena pemerintah
14:00Saat ini
14:00Cenderung sentralistis
14:02Bahkan terkait
14:03APBN
14:04Transfer ke daerah
14:05Itu kan dipangkas
14:06Dari dalam kondisi normal
14:08Itu 33%
14:09Dari belanja APBN
14:11Tahun 2026
14:13Hanya tinggal 18%
14:15Nah kalau kita melihat
14:16Situasi ini
14:17Tentunya
14:18Daya dorong APBD
14:19Untuk mendorong
14:20Pertumbuhan
14:21Dan pembangunan
14:22Ekonomi daerah
14:22Menjadi semakin
14:24Apa
14:24Kecil
14:26Semakin
14:26Lemah
14:28Dan
14:29Kalau kita lihat
14:30Realita di lapangan
14:31Saat ini
14:32Banyak
14:33Pemprov
14:34Apalagi
14:35Pemerintah kota
14:35Dan kabupaten
14:36Yang sangat menggantungkan
14:37Kepada transfer
14:38Dari pusat
14:39Ketika dipangkas
14:41Sangat signifikan
14:42Saya khawatir mereka
14:43Untuk mendanai
14:44Belanja rutin saja
14:47Tidak memadai
14:47Jadi
14:48Saya mengkhawatirkan
14:50Akan ada
14:51Begitu banyak
14:52Pemotongan-pemotongan
14:54Program
14:54Pemotongan-pemotongan
14:57Karyawan
14:58Pegawai honorer
14:59Dan ini tentunya
15:00Akan menimbulkan
15:01Masalah
15:02Jadi ini adalah
15:03Catatan
15:04Saya
15:05Terkait
15:06Pemerintahan
15:07Prabowo
15:08Terutama programnya
15:09Terkait
15:10Keseimbangan pusat
15:11Dan daerah
15:12Belum kelihatan
15:13Ada perbaikan
15:14Tetapi justru
15:15Kalau kita lihat
15:16Potensinya
15:17Kedepan
15:18Justru akan
15:19Semakin
15:20Memburuk
15:20Karena sentralisme
15:22Apakah itu
15:23Masalah polisi
15:24Dan juga
15:25Sentralisme
15:26Terkait dengan
15:27Anggaran
15:27Jadi ini
15:28Caratan saya
15:28Oke
15:29Bakal
15:30Devaluasi
15:31Nanti di
15:31Triuluan
15:31Ketiga
15:322026
15:33Kelamaan
15:34Kayaknya
15:34Kalau buat daerah
15:34Nunggu harus selama itu ya
15:36Sembari harus
15:36Bagaimana menjaga
15:38Dapur daerah
15:38Tetap ngebul
15:39Tapi
15:39Pak Wijayanto
15:41Kita bahas kembali
15:42Soal konsumsi
15:43Rumah tangga
15:44Ini kayaknya kok
15:44Selalu
15:45Tumbuhnya di bawah
15:46Pertumbuhan ekonomi
15:47Ini masalahnya
15:48Dimana sebenarnya
15:49Ya karena memang
15:51Kita melihat
15:52Pertumbuhan ekonomi
15:53Kita ini
15:54Sekarang
15:54Tidak menciptakan
15:56Lapangan kerja
15:57Pekerjaan sulit
15:58Pertumbuhan ekonomi
15:59Kita sekarang ini
16:00Tidak dibarengi
16:01Dengan industrialisasi
16:03Kita justru mengalami
16:04Deindustrialisasi
16:05Dengan kecepatan
16:06Yang cukup tinggi
16:07Tahun ini
16:08Mas Bremana
16:09Kalau kita lihat
16:10Porsi
16:11Industri
16:13Manufacture
16:13Terhadap GDP
16:14Itu hanya
16:1518%
16:16Dulu pernah
16:17Hampir 30%
16:18Kemudian
16:19Itu pun
16:19Memasukkan
16:20CPO
16:21CPO yang sebenarnya
16:22Bukan manufacture
16:22Karena ini adalah
16:23Raw agriculture product
16:25Kalau CPO
16:26Kita keluarkan
16:27Itu hanya
16:2816%
16:29Jadi industri
16:30Manufacture kita
16:31Yang menciptakan
16:32Banyak lapangan kerja
16:33Berkualitas
16:34Itu menyusut
16:35Kalau tidak
16:36Diperbaiki
16:37Maka situasi ini
16:38Akan terus
16:39Berlanjut lama
16:40Berlanjut lama
16:41Dan kemudian
16:42Kita lihat
16:43Selama 10 tahun terakhir
16:45Upaya pemerintah
16:47Mengurangi tingkat
16:48Kemiskinan
16:49Itu dengan BLT
16:50Memberi ikan
16:51Bukan kail
16:52Bukan pasar
16:53Sehingga
16:54Sifatnya
16:55Sangat konsumtif
16:56Ketika BLT
16:57Itu dicabut
16:58Maka
16:58Dampaknya hilang
16:59Beda
17:01Kalau misalnya
17:02Program bantuan
17:02Untuk masyarakat
17:03Miskin
17:04Itu berupa
17:04Pemberdayaan masyarakat
17:06Pemberdayaan ekonomi
17:07Melalui program-program
17:09Proyek-proyek
17:09Padat karya
17:10Kemudian ekonomi
17:12Daerah
17:13Desa
17:14Ini dampaknya
17:14Akan lebih sustainable
17:15Jadi kita terlalu
17:17Lama
17:17Mengandalkan
17:18Program-program
17:19Bantuan
17:20Yang sifatnya
17:20Konsumtif
17:21Dikonsumsi
17:22Dampaknya hilang
17:23Kedepan kita harus
17:24Mendorong program-program
17:25Yang produktif
17:27Sehingga
17:28Ketika dinikmati
17:29Hasilnya
17:30Akan ada
17:31Sisa yang bisa dinikmati
17:32Di masa mendatang
17:34Dalam bentuk
17:34Peningkatan produktivitas
17:35Ekonomi masyarakat
17:36Itu PR kita mas
17:38Oke berarti nanti
17:38Efeknya juga bisa
17:39Jangka panjang ya
17:40Bukan cuma ketika
17:41Dikasih BLT
17:41Naik gitu ya
17:42Daya belinya
17:43Kemudian habis itu
17:44Ya nunggu lagi BLT
17:45Kalau mau
17:46Naik lagi
17:47Daya belinya
17:47Kemudian
17:48Pak Wijayanto
17:49Kita bicara soal
17:49Sisi penerimaan negara
17:51Ini penerimaan
17:51Perpajakan Indonesia
17:52Sekitar
17:531.500an
17:54Triliun rupiah
17:55Atau 60%
17:56Terhadap target
17:57Di APBN
17:58Kalau menurut Anda
17:59Cukup positif kah
18:00Atau perlu perbaikan
18:01Ini situasi yang
18:03Sangat mengkhawatirkan
18:04Sangat mengkhawatirkan
18:06Ini salah satu
18:07Yang terburuk
18:07Dalam hampir 10 tahun
18:09Terakhir
18:09Terkait dengan
18:10Fiskal
18:10Kita keluarkan ya
18:11Situasi COVID
18:12Karena itu
18:13Kasus yang khusus
18:14Bahkan
18:16Bahkan kalau kita
18:17Lihat
18:17Penerimaan kita
18:19Sampai
18:20September
18:21Tahun ini
18:21Dibandingkan dengan
18:22September
18:23Tahun lalu
18:23Itu turun
18:24Sekitar 11%
18:26PPN
18:27Itu juga turun
18:28Di atas
18:2811%
18:29Artinya apa
18:31Dalam kondisi normal
18:32Harusnya naik
18:3310%
18:33Ini malah turun
18:34Di atas
18:3510%
18:35Situasi kita
18:36Sangat sulit
18:38Kalau kita
18:39Tidak hati-hati
18:40Kita berpotensi
18:41Untuk masuk
18:42Dalam
18:42Krisis
18:44Fiskal
18:45Kita akan
18:45Semakin tergantung
18:47Kepada hutang
18:48Untuk mendanai
18:49Cap antara
18:49Penerimaan dan
18:50Pengeluaran
18:50Yang pada saat
18:52Persamaan
18:52Sebenarnya
18:53Kapasitas kita
18:54Untuk berhutang
18:55Sudah sangat
18:55Terbatas
18:56Nah nanti
18:57Yang saya khawatirkan
18:58Muncul lagi
18:59Program
19:00Burden sharing
19:01Dimana pemerintah
19:02Menurutkan surat hutang
19:03Kemudian dibeli oleh BI
19:04Kalau ini
19:05Kembali muncul
19:06Pada saat
19:07Ekonomi normal
19:08Bukan saat
19:08Covid
19:09Maka reputasi
19:10Dan kredibilitas
19:11Ekonomi kita
19:12Akan menjadi
19:13Dipertanyakan
19:13Moneter
19:14Maupun fiskal
19:15Jadi kita harus
19:16Ekstra hati-hati
19:17Lalu bagaimana
19:18Untuk mendongkrak
19:19Penerimaan pajak
19:20Saya yakin yang pertama
19:21Adalah dengan
19:22Meningkatkan governance
19:23Apa yang dilakukan oleh
19:24Pak Purbaya
19:25Itu sudah tepat
19:26Tapi ide-ide
19:27Untuk menurunkan
19:28PPN
19:29Segala macam
19:29Itu harus dihindari
19:30Karena itu
19:31Tidak akan ada dampak
19:32Bagi daya beli masyarakat
19:34Karena harga barang
19:35Juga tidak akan turun
19:36Tapi pada saat
19:37Yang bersamaan
19:37Kalau seperti
19:38Rencana
19:39PPN diturunkan
19:403%
19:41Penerimaan negara
19:41Akan drop
19:42200 triliun
19:44Sampai
19:44220 triliun
19:45Ini akan
19:46Semakin memperburuk
19:47Fiskal
19:48Kemudian
19:49Yang dilakukan
19:49Pak Purbaya
19:50Bisa juga mengapresiasi
19:51Memberantah
19:52Sedo ekonomi
19:53Karena ini adalah
19:54Ekonomi-ekonomi
19:55Yang menggerogoti
19:56Ekonomi yang formal
19:57Dan mereka tidak
19:59Membayar pajak
20:00Jadi sebenarnya kita sudah
20:01Dalam
20:02Trajektori yang benar
20:04Hanya perlu
20:05Dieksekusi dengan
20:06Sebaik-baiknya
20:07Demikian mas
20:08Bagaimana
20:08Eksekusi perpajakan ini
20:10Untuk meningkatkan
20:11Penerimaan kita
20:11Dan kita nantikan juga
20:12Apakah target
20:135,5% ini bisa tercapai
20:16Dan yang paling penting
20:16Bukan angkanya ya Pak
20:18Tapi kualitasnya
20:19Jangan sampai
20:19Pertubuhan ekonomi ada
20:20Tapi tidak langsung
20:21Dirasakan oleh masyarakat
20:22Terima kasih Pak Wijayanto Samirin
20:24Ekonom Universitas Paramadina
20:26Sudah bergabung bersama kami
20:27Di Kompas Bisnis
20:28Selamat pagi Pak Wijayanto
20:29Selamat pagi
20:31Terima kasih
Komentar

Dianjurkan