00:00Kini sorot mata tajam tertuju pada Bares, Krim, dan Polda Metro Jaya.
00:04Akankah kasus dengan ijazah palsu Jokowi berujung penetapan tersangka
00:08atau justru penelidikan yang kembali dibuka?
00:14Beberapa waktu yang lalu juga kita tahu,
00:17menguripai sejumlah relawan Jokowi merapatkan barisan
00:20dan mendatangi Mabes Polri,
00:22bahkan mendesak Alpori untuk kemudian memantau proses penyidikan
00:26yang kemudian dilakukan di Polda Metro Jaya.
00:28Apakah ini juga sejalan dengan kuasa hukum?
00:30Yang kemarin agak lama itu penyidikan.
00:32Makanya di bulan ketiga itu saya juga agak komplain,
00:35karena untuk menentukan pidana atau tidak itu kan sebenarnya mudah.
00:39Tapi kalau untuk mengumpulkan barang bukti,
00:42menentukan tersangka, ini memang prosesnya harusnya lebih deep dibanding penyidikan.
00:46Apalagi memang berkali-kali juga kami mendapat arahan dari Pak Jokowi
00:51agar proses perkara ini berjalan hati-hati, profesional,
00:55dan betul-betul dikaji secara komprehensif.
00:59Karena jangan sampai ada orang yang tidak bersalah tapi terseret,
01:03tapi juga jangan sampai orang yang bersalah justru dibebaskan.
01:06Tentunya arahan klien ini kami laksanakan dengan kami juga mencermati
01:12semua proses penyidikan.
01:13Karena kami sebagai pelapor, kami memiliki hak untuk bisa mengikuti proses ini.
01:17Dan sejauh ini kalau kami lihat, proses ini masih berjalan sesuai timeline.
01:21Karena sebelumnya juga sudah bermunculan narasi yang menyebutkan
01:25ada kemungkinan penetapan tersangka terkait dengan tudingan ijazah palsu Jokowi
01:29akan dilakukan pertengahan Oktober ini. Betul demikian?
01:32Kalau dilihat timelinenya, sepertinya di bulan Oktober ini
01:35sudah bisa dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.
01:38Karena alat bukti pun sudah cukup banyak ya,
01:40alat bukti pun sudah sangat banyak diperiksa.
01:42Bahwa tapi teman-teman di luar, apalagi teman-teman rewan,
01:45juga mungkin melakukan reaksi ya.
01:46Kenapa? Memang ini kan juga cukup menarik kalau kita lihat di luar sana gitu ya.
01:51Proses perkara berjalan, tapi Bang Roy CS itu hampir tiap hari terus
01:56menyerang nama baik Pak Jokowi.
01:58Ini kan membuat mungkin teman-teman relawan jadi sedikit agak terganggu, agak emosi lah ya.
02:03Nah akhirnya yang jadi sasaran adalah laporan kami yang di Polda.
02:06Tapi percayalah, kami juga secara profesional mengawal perkara ini
02:10agar bisa berjalan dengan betul-betul sempurna lah.
02:15Tentu kuasa hukum yang paling mengetahui update paling baru terkait dengan penyidikan
02:19yang kemudian dilakukan oleh polisi.
02:21Dan kemarin relawan mendesak polisi untuk mentersangkakan teroris.
02:25Tiva, Roy Suri dan juga Rismon Sianipar.
02:28Informasi itu juga yang kemudian didapat oleh kuasa hukum dari polisi?
02:30Kalau kami sih kembali lagi, biarlah gelar yang akan memutuskan.
02:34Sesuai alat bukti yang ada.
02:36Kalian kalau kembali lagi loh, dalam mencapai tersangka itu kalau yang objektif,
02:39yang profesional, dia tidak boleh melihat orang.
02:41Tapi dia melihat alat bukti, kelengkapan alat bukti termasuk mensreanya,
02:47etiket jahatnya, niat jahatnya terlihat mampu dibuktikan.
02:50Lalu alat buktinya lengkap, setelah itu dan alur pembuktiannya saling menguatkan.
02:58Termasuk terakhir adalah apakah memang orang-orang yang akan ditakini
03:01bisa dibintai pertanyaan jawaban secara hukum.
03:04Kalau ini lengkap, maka siapapun dia bisa diajukan sampai kita sangka.
03:09Tanpa perlu mendahuli siapa orang.
03:10Informasi terakhir, mudah-mudahan di Oktober ini sudah lebih terlihat lah.
03:14Tinggal kita lihat nanti mungkin apa hasil gelarnya dan sama-sama kita kawal.
03:18Tanggalnya sudah ada mungkin?
03:19Lu berifai?
03:20Kemungkinan di bulan Oktober, soal tanggal kita kembalikan ke teman-teman.
03:24Karena rencananya gelar ini pun juga akan diikuti oleh berbagai pihak.
03:28Termasuk Pak Jokowi?
03:29Tidak, gelar ini seperti mungkin nanti ada Komnasan, Ombudsman, Kompolnas, semua akan dilibatkan.
03:35Itu asum, propam, jadi betul-betul ini gelar bisa dipertanggungjawabkan.
03:39Secara hukum, secara profesi.
03:41Bung Rifai Kusuman Negara, kuasa hukum dari Presiden ke-7 Jokowi-Dodo, terima kasih atas waktu dan jawabannya.
03:47Terima kasih juga atas waktunya.
Komentar