Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Kuasa Hukum Joko Widodo, Rivai Kusumanegara turut buka suara terkait proses penyidikan di Polda Metro Jaya.

"Makanya di bulan ketiga tuh saya juga agak komplain karena untuk menentukan pidana atau tidak itu kan sebenarnya mudahlah ya. Tapi kalau untuk mengumpulkan barang bukti ya menentukan tersangka ini memang prosesnya harusnya lebih oke dibanding penyelidikan,"kata Rivai di Dipo Investigasi, Senin (13/10/2025).

Pihak Jokowi juga mengkritisi langkah Polda Metro Jaya terhadap penyidikan terkait ijazah Jokowi.

"Kalau dilihat timeline-nya sepertinya di bulan Oktober ini sudah bisa dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka. Karena alat bukti pun sudah cukup banyak ya, ahli pun sudah sangat banyak diperiksa,"kata Rivai.

"Perkara berjalan tapi Bang Roy CS itu hampir tiap hari terus menyerang nama baik Pak Jokowi," lanjutnya.

Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#jokowi #roysuryo #ijazahjokowi

Baca Juga Perkara Salinan Ijazah Jokowi Sempat Dihalangi KPU, Bonatua Ceritakan Kronologinya di https://www.kompas.tv/nasional/622837/perkara-salinan-ijazah-jokowi-sempat-dihalangi-kpu-bonatua-ceritakan-kronologinya



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/622870/pengacara-jokowi-roy-cs-tiap-hari-menyerang-nama-baik-jokowi
Transkrip
00:00Kini sorot mata tajam tertuju pada Bares, Krim, dan Polda Metro Jaya.
00:04Akankah kasus dengan ijazah palsu Jokowi berujung penetapan tersangka
00:08atau justru penelidikan yang kembali dibuka?
00:14Beberapa waktu yang lalu juga kita tahu,
00:17menguripai sejumlah relawan Jokowi merapatkan barisan
00:20dan mendatangi Mabes Polri,
00:22bahkan mendesak Alpori untuk kemudian memantau proses penyidikan
00:26yang kemudian dilakukan di Polda Metro Jaya.
00:28Apakah ini juga sejalan dengan kuasa hukum?
00:30Yang kemarin agak lama itu penyidikan.
00:32Makanya di bulan ketiga itu saya juga agak komplain,
00:35karena untuk menentukan pidana atau tidak itu kan sebenarnya mudah.
00:39Tapi kalau untuk mengumpulkan barang bukti,
00:42menentukan tersangka, ini memang prosesnya harusnya lebih deep dibanding penyidikan.
00:46Apalagi memang berkali-kali juga kami mendapat arahan dari Pak Jokowi
00:51agar proses perkara ini berjalan hati-hati, profesional,
00:55dan betul-betul dikaji secara komprehensif.
00:59Karena jangan sampai ada orang yang tidak bersalah tapi terseret,
01:03tapi juga jangan sampai orang yang bersalah justru dibebaskan.
01:06Tentunya arahan klien ini kami laksanakan dengan kami juga mencermati
01:12semua proses penyidikan.
01:13Karena kami sebagai pelapor, kami memiliki hak untuk bisa mengikuti proses ini.
01:17Dan sejauh ini kalau kami lihat, proses ini masih berjalan sesuai timeline.
01:21Karena sebelumnya juga sudah bermunculan narasi yang menyebutkan
01:25ada kemungkinan penetapan tersangka terkait dengan tudingan ijazah palsu Jokowi
01:29akan dilakukan pertengahan Oktober ini. Betul demikian?
01:32Kalau dilihat timelinenya, sepertinya di bulan Oktober ini
01:35sudah bisa dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka.
01:38Karena alat bukti pun sudah cukup banyak ya,
01:40alat bukti pun sudah sangat banyak diperiksa.
01:42Bahwa tapi teman-teman di luar, apalagi teman-teman rewan,
01:45juga mungkin melakukan reaksi ya.
01:46Kenapa? Memang ini kan juga cukup menarik kalau kita lihat di luar sana gitu ya.
01:51Proses perkara berjalan, tapi Bang Roy CS itu hampir tiap hari terus
01:56menyerang nama baik Pak Jokowi.
01:58Ini kan membuat mungkin teman-teman relawan jadi sedikit agak terganggu, agak emosi lah ya.
02:03Nah akhirnya yang jadi sasaran adalah laporan kami yang di Polda.
02:06Tapi percayalah, kami juga secara profesional mengawal perkara ini
02:10agar bisa berjalan dengan betul-betul sempurna lah.
02:15Tentu kuasa hukum yang paling mengetahui update paling baru terkait dengan penyidikan
02:19yang kemudian dilakukan oleh polisi.
02:21Dan kemarin relawan mendesak polisi untuk mentersangkakan teroris.
02:25Tiva, Roy Suri dan juga Rismon Sianipar.
02:28Informasi itu juga yang kemudian didapat oleh kuasa hukum dari polisi?
02:30Kalau kami sih kembali lagi, biarlah gelar yang akan memutuskan.
02:34Sesuai alat bukti yang ada.
02:36Kalian kalau kembali lagi loh, dalam mencapai tersangka itu kalau yang objektif,
02:39yang profesional, dia tidak boleh melihat orang.
02:41Tapi dia melihat alat bukti, kelengkapan alat bukti termasuk mensreanya,
02:47etiket jahatnya, niat jahatnya terlihat mampu dibuktikan.
02:50Lalu alat buktinya lengkap, setelah itu dan alur pembuktiannya saling menguatkan.
02:58Termasuk terakhir adalah apakah memang orang-orang yang akan ditakini
03:01bisa dibintai pertanyaan jawaban secara hukum.
03:04Kalau ini lengkap, maka siapapun dia bisa diajukan sampai kita sangka.
03:09Tanpa perlu mendahuli siapa orang.
03:10Informasi terakhir, mudah-mudahan di Oktober ini sudah lebih terlihat lah.
03:14Tinggal kita lihat nanti mungkin apa hasil gelarnya dan sama-sama kita kawal.
03:18Tanggalnya sudah ada mungkin?
03:19Lu berifai?
03:20Kemungkinan di bulan Oktober, soal tanggal kita kembalikan ke teman-teman.
03:24Karena rencananya gelar ini pun juga akan diikuti oleh berbagai pihak.
03:28Termasuk Pak Jokowi?
03:29Tidak, gelar ini seperti mungkin nanti ada Komnasan, Ombudsman, Kompolnas, semua akan dilibatkan.
03:35Itu asum, propam, jadi betul-betul ini gelar bisa dipertanggungjawabkan.
03:39Secara hukum, secara profesi.
03:41Bung Rifai Kusuman Negara, kuasa hukum dari Presiden ke-7 Jokowi-Dodo, terima kasih atas waktu dan jawabannya.
03:47Terima kasih juga atas waktunya.
Komentar

Dianjurkan