00:00Saudara Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai
00:04reformasi TNI sangat dibutuhkan.
00:07Sama halnya dengan reformasi kepolisian dan badan negara lainnya.
00:11Usman menilai agenda penting untuk TNI adalah kembali ke fungsi konstitusionalnya
00:17atau kembali ke barak.
00:19Namun menuntaskan agenda reformasi TNI maupun Polri menurut Usman akan sulit dilakukan
00:25jika tidak ada reformasi politik di tingkat pemerintah dan DPR terkait kebijakan sosial dan ekonomi.
00:43Tapi sebenarnya yang jauh lebih mendasar dari itu semua adalah reformasi kelembagaan sosial,
00:50politik dan juga ekonomi.
00:52Sehingga ada perbaikan kebijakan-kebijakan yang dipandang kurang adil bagi masyarakat.
00:59Mulai dari sektor pajak sampai dengan permasalahan yang muncul akibat kebijakan terbaru
01:04seperti makan berbizi gratis.
01:07Jadi tanpa ada reformasi politik di tingkat pemerintah, di tingkat DPR,
01:12terkait dengan kebijakan sosial, ekonomi,
01:15akan sulit untuk kita berharap reformasi Polri dan reformasi TNI itu benar-benar bisa tercapai.
01:22Nah, salah satu agenda penting untuk TNI adalah kembali ke dalam fungsi konstitusionalnya
01:29atau dalam bahasa mahasiswa mungkin kembali ke barang.
01:35Pasca unjuk rasa akhir Agustus selalu muncul tuntutan rakyat 17 plus 8.
01:40TNI salah satu institusi yang menjadi sasaran tuntutan 17 plus 8.
01:45Ada tinggal tuntutan yang berkaitan dengan TNI.
01:47Yang pertama, sodara, TNI segera kembali ke barang dan menghentikan keterlibatan dalam pengamanan sipil.
01:54Kedua, TNI dituntut menegakkan disiplin internal agar anggota TNI tidak mengambil alih fungsi Polri.
02:01Dan yang ketiga, menuntut komitmen publik TNI untuk tidak memasuki ruang sipil selama krisis demokrasi.
02:09Terima kasih.
02:14Terima kasih.
Komentar