00:00Sampai dikotong ke posko semas ke posko padahal niat kami nawaitu kami nawaitu presiden
00:12adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya saya mohon maaf atas 5 PT dan berjanji tidak akan
00:22terjadi tidak akan terjadi lagi kepala BKN menyebut hingga 26 September 2025 anggaran MBG
00:45serap baru sekitar 19,3 triliun rupiah atau 19,5% dari total anggaran MBG sebesar 99 triliun rupiah
00:54program MBG telah melayani sebanyak 31 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima makan bergizi gratis
01:03meski serapan yang masih terbilang lambat anggaran MBG pada tahun 2026 justru naik menjadi 335 triliun rupiah
01:10dari anggaran awal sebesar 99 triliun rupiah
01:14menaikan anggaran ini disetujui oleh DPR saat rapat pengesahan RUU APBN 2026 karena Prabowo menetapkan MBG sebagai agenda prioritas presiden
01:24saudara saya sudah bersama dengan kepala BKN Prof. Dadan Hindayana yang sudah tersambung melalui sambungan Zoom
01:32Prof. Dadan terima kasih untuk waktunya Prof
01:33sama-sama Mas Ipo selamat siang
01:36siap
01:37Prof. Dadan bahwa yang kita tahu saat ini program makan bergizi gratis setengah menjadi sorotan Prof
01:43kalau tidak salah, koreksi kalau saya salah
01:45secara umum di Indonesia sudah ada kasus sejumlah 7.000 siswa kita yang kemudian keracunan
01:51saya ingin minta tanggapan Anda dulu terkait dengan hal ini
01:54ya kalau berbasis data badan gini nasional sebelum kejadian Bandung Barat itu ada 4.711
02:02kasus gangguan pencernaan pada perlima manfaat
02:07ditambah dengan Bandung Barat ya memiliki potensi menjadi 5.711
02:15dan ini kami sangat sesalkan dan pihak kejadian itu
02:19atas nama badan binasional tentu saja saya minta maaf kepada perlima manfaat
02:24atas kejadian tersebut karena tentu saja setiap kali ada kejadian
02:28itu kan membuat yang mengalami tersakiti
02:33dan ada orang tua yang khawatir
02:35dan ada juga kepercayaan publik yang tergores
02:37oleh sebab itu badan gici kemudian dari pengalaman kemalangan yang sudah ada
02:43pasti akan langsung menyetop SPG beroperasi bagi yang mengalami kejadian seperti itu
02:52oke karena sejumlah wilayah pada akhirnya juga bahkan hingga menetapkan status kejadian luar biasa
02:58apakah BGN juga melihat fenomena banyaknya keracunan ini menjadi suatu hal yang betul-betul
03:04harus disorot, harus diwaspadai, atau seperti apa?
03:07atau masih menganggap hal ini seperti hal yang biasa?
03:09Prof Dada
03:09enggak, enggak, ini target kita kan nol kejadian
03:13target kita ada nol kejadian
03:16karena tujuan program ini adalah
03:18karena target bagian gizi kan intervensi pemenuhan gizi
03:22untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia
03:25dan bukan untuk memberikan makanan yang kemudian menimbulkan kesakitan
03:29jadi target kami adalah nol kejadian bukan mengharapkan kejadian
03:34kami berusaha sebaik mungkin agar kejadian-kejadian itu tidak terulang kembali
03:39kemudian kita melihat tren bahwa kejadian-kejadian sebagian besar dilakukan oleh SPPG yang baru beroperasi
03:46dan oleh sebab itu kami mengawasi betul sekarang SPPG yang baru beroperasi
03:50terutama di dalam penerapan SOP
03:53baik pemilihan bahan baku
03:56maupun waktu melakukan processing
03:59yang tidak boleh terlalu lama
04:01dan kemudian memendekkan waktu antara processing dengan delivery
04:04Prof, apa hasilnya Prof?
04:06apa yang kemudian menyebabkan, khususnya di Bandung Barat
04:09begitu banyak siswa-siswi kita yang keracunan?
04:12ya, jadi ini fakta yang tidak bisa dibantah
04:15bahwa ini kesalahan fatal dari SPPG yang bersambutan
04:20ketika memilih bahan baku kurang baik, itu yang pertama
04:23yang kedua, kemudian processing juga dilakukan terlalu lama
04:28kemudian ada juga berita sekarang tentang ibu hamil
04:31yang kena MBG
04:33itu sebenarnya bukan penerima manfaat MBG
04:36tapi kemudian anaknya menerima MBG
04:42tidak dimakan, dibawa pulang ke rumah
04:44dimakan oleh ibu bapaknya
04:45jadi mereka itu sebenarnya bukan target penerima manfaat
04:49dan dimakan bergizi
04:50soal bahan baku, karena temuan saya di SPPG Cijambu Prof
04:54ada temuan bahwa memang betul daging ayamnya ini tidak segar
04:58bahkan cenderung basi ataupun busuk
05:00ini juga ditemukan oleh BGN?
05:02ya, ya betul
05:02kami juga menemukan hal yang sama
05:04dia membeli sudah lebih dari 3 hari
05:07dalam keadaan beku
05:09kemudian processingnya terlalu lama
05:11jadi ini betul-betul kami sendiri kan greget ya
05:16dengan kejadian seperti itu
05:17kok bisa-bisanya melakukan hal seperti itu
05:20dan itu menyalahi SOP
05:21padahal kami kan menetapkan bahan baku itu
05:25paling lama itu H-2
05:27itu pun harus dalam keadaan di mana
05:30suhunya dijamin
05:32supaya tidak berkembang biasa di dalamnya
05:36oke, bagaimana pengawasan yang sebenarnya dilakukan oleh BGN Prof?
05:41karena kan di setiap SPPG itu ada ahli gizi
05:44tapi ternyata pada saat makanan itu keluar
05:46justru, mohon maaf, tidak bergizi
05:48bahkan meracunkan dalam tanda kutip ya Prof ya
05:51murid-murid atau penerimaan manfaat
05:53bagaimana evaluasi untuk ahli gizi kita?
05:57ya, jadi begini kan
05:58ini memang personal ini menjadi hal yang cukup menarik
06:02karena sesama yang berkemampuan
06:06juga variasinya cukup banyak ya
06:08yang memiliki keahlian yang sama
06:10juga kemampuannya berbeda-beda
06:12jadi itu yang menjadi bahan evaluasi kami
06:14yang jelas kami harus membuat satu tool
06:17yang membuat semua orang merasa aman
06:20setiap masakan atau makanan yang keluar itu
06:24dites secara rapit dengan bahan tertentu
06:28sehingga diketahui bahwa makanan itu tidak berbahaya
06:32atau aman dan juga masih layak konsumsi
06:35dan tes seperti ini akan kami buat merata di setiap SPPG
06:40dan kami akan segera wajibkan
06:44ada setiap SPPG memiliki lab seperti itu
06:46ada satu lagi Prof, bahwa Bupati Bandung Barat menyebutkan
06:49dari kejadian yang sudah terjadi
06:5185 SPPG ini teridentifikasi
06:55belum tersertifikasi higienitas dan juga sanitasi
06:58bagaimana bisa SPPG yang belum tersertifikasi
07:01ini sudah beroperasi Prof?
07:03kan jadi kalau di SPPG ini berbasis
07:04standar kelayakan minimum
07:06yang harus dimiliki
07:07mulai dari bangunan, bahan-bahan yang digunakan
07:11personel, kelayakan proses, alur proses dan lain-lain
07:15nah nanti setelah jalan
07:17memang kami akan mewajibkan seluruhnya
07:19untuk disertifikasi
07:21mungkin nanti akan akreditasi
07:23nanti mungkin setelah berjalan itu
07:25akan ada SPPG yang akreditasinya unggul
07:28ada yang baik sekali
07:30ada yang baik
07:31seperti yang saya ulangi lagi
07:33ada pihak yang tersakiti
07:35ada orang tua yang khawatir
07:37dan ada kepercayaan publik
07:39yang tergores
07:40oleh sebab itu kami berusaha
07:42sebaik mungkin untuk menghilangkan
07:43kejadian-kejadian SPPG ini
07:45selamat menikmati
07:47selamat menikmati
07:48selamat menikmati
Komentar