Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyampaikan permintaan maaf dan menyesalkan insiden keracunan massal yang terjadi di Kab. Bandung Barat.

"Berbasis data Badan Gigi Nasional, sebelum Kejadian Luar Biasa di Bandung Barat itu ada 4.711 kasus gangguan pencernaan pada penerima manfaat. Ditambah dengan Bandung Barat yang memiliki potensi menjadi 5.711, dan ini kami sangat sesalkan dan lebih hati dengan kejadian itu," katanya.

BGN kemudian menyetop beroperasi SPPG yang mengalami kejadian seperti itu.

"Jadi target kami adalah nol kejadian, bukan mengharapkan kejadian. Kami berusaha sebaik mungkin agar kejadian-kejadian itu tidak terulang kembali. Kami mengawasi betul sekarang SPPG yang baru beroperasi, terutama di dalam penerapan SOP, baik pemilihan bahan baku, maupun waktu melakukan processing yang tidak boleh terlalu lama, dan kemudian memendekkan waktu antara processing dengan delivery," ungkapnya.

Menurutnya, harus ada satu tool yang membuat semua orang merasa aman. Setiap masakan atau makanan yang keluar itu dites secara rapid dengan bahan tertentu, sehingga dipastikan makanan itu tidak berbahaya atau aman dan juga pasti layak konsumsi. Tes seperti ini akan dibuat merata di setiap SPPG dan wajib memiliki lab seperti itu.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini:

https://youtu.be/3HwREEiTyHw?si=1ip3TasWlTC1oiv1



#MBG #makanbergizigratis #prabowo






Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/620323/kepala-bgn-minta-maaf-respons-keracunan-massal-evaluasi-kesalahan-fatal-sppg-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Sampai dikotong ke posko semas ke posko padahal niat kami nawaitu kami nawaitu presiden
00:12adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya saya mohon maaf atas 5 PT dan berjanji tidak akan
00:22terjadi tidak akan terjadi lagi kepala BKN menyebut hingga 26 September 2025 anggaran MBG
00:45serap baru sekitar 19,3 triliun rupiah atau 19,5% dari total anggaran MBG sebesar 99 triliun rupiah
00:54program MBG telah melayani sebanyak 31 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima makan bergizi gratis
01:03meski serapan yang masih terbilang lambat anggaran MBG pada tahun 2026 justru naik menjadi 335 triliun rupiah
01:10dari anggaran awal sebesar 99 triliun rupiah
01:14menaikan anggaran ini disetujui oleh DPR saat rapat pengesahan RUU APBN 2026 karena Prabowo menetapkan MBG sebagai agenda prioritas presiden
01:24saudara saya sudah bersama dengan kepala BKN Prof. Dadan Hindayana yang sudah tersambung melalui sambungan Zoom
01:32Prof. Dadan terima kasih untuk waktunya Prof
01:33sama-sama Mas Ipo selamat siang
01:36siap
01:37Prof. Dadan bahwa yang kita tahu saat ini program makan bergizi gratis setengah menjadi sorotan Prof
01:43kalau tidak salah, koreksi kalau saya salah
01:45secara umum di Indonesia sudah ada kasus sejumlah 7.000 siswa kita yang kemudian keracunan
01:51saya ingin minta tanggapan Anda dulu terkait dengan hal ini
01:54ya kalau berbasis data badan gini nasional sebelum kejadian Bandung Barat itu ada 4.711
02:02kasus gangguan pencernaan pada perlima manfaat
02:07ditambah dengan Bandung Barat ya memiliki potensi menjadi 5.711
02:15dan ini kami sangat sesalkan dan pihak kejadian itu
02:19atas nama badan binasional tentu saja saya minta maaf kepada perlima manfaat
02:24atas kejadian tersebut karena tentu saja setiap kali ada kejadian
02:28itu kan membuat yang mengalami tersakiti
02:33dan ada orang tua yang khawatir
02:35dan ada juga kepercayaan publik yang tergores
02:37oleh sebab itu badan gici kemudian dari pengalaman kemalangan yang sudah ada
02:43pasti akan langsung menyetop SPG beroperasi bagi yang mengalami kejadian seperti itu
02:52oke karena sejumlah wilayah pada akhirnya juga bahkan hingga menetapkan status kejadian luar biasa
02:58apakah BGN juga melihat fenomena banyaknya keracunan ini menjadi suatu hal yang betul-betul
03:04harus disorot, harus diwaspadai, atau seperti apa?
03:07atau masih menganggap hal ini seperti hal yang biasa?
03:09Prof Dada
03:09enggak, enggak, ini target kita kan nol kejadian
03:13target kita ada nol kejadian
03:16karena tujuan program ini adalah
03:18karena target bagian gizi kan intervensi pemenuhan gizi
03:22untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia
03:25dan bukan untuk memberikan makanan yang kemudian menimbulkan kesakitan
03:29jadi target kami adalah nol kejadian bukan mengharapkan kejadian
03:34kami berusaha sebaik mungkin agar kejadian-kejadian itu tidak terulang kembali
03:39kemudian kita melihat tren bahwa kejadian-kejadian sebagian besar dilakukan oleh SPPG yang baru beroperasi
03:46dan oleh sebab itu kami mengawasi betul sekarang SPPG yang baru beroperasi
03:50terutama di dalam penerapan SOP
03:53baik pemilihan bahan baku
03:56maupun waktu melakukan processing
03:59yang tidak boleh terlalu lama
04:01dan kemudian memendekkan waktu antara processing dengan delivery
04:04Prof, apa hasilnya Prof?
04:06apa yang kemudian menyebabkan, khususnya di Bandung Barat
04:09begitu banyak siswa-siswi kita yang keracunan?
04:12ya, jadi ini fakta yang tidak bisa dibantah
04:15bahwa ini kesalahan fatal dari SPPG yang bersambutan
04:20ketika memilih bahan baku kurang baik, itu yang pertama
04:23yang kedua, kemudian processing juga dilakukan terlalu lama
04:28kemudian ada juga berita sekarang tentang ibu hamil
04:31yang kena MBG
04:33itu sebenarnya bukan penerima manfaat MBG
04:36tapi kemudian anaknya menerima MBG
04:42tidak dimakan, dibawa pulang ke rumah
04:44dimakan oleh ibu bapaknya
04:45jadi mereka itu sebenarnya bukan target penerima manfaat
04:49dan dimakan bergizi
04:50soal bahan baku, karena temuan saya di SPPG Cijambu Prof
04:54ada temuan bahwa memang betul daging ayamnya ini tidak segar
04:58bahkan cenderung basi ataupun busuk
05:00ini juga ditemukan oleh BGN?
05:02ya, ya betul
05:02kami juga menemukan hal yang sama
05:04dia membeli sudah lebih dari 3 hari
05:07dalam keadaan beku
05:09kemudian processingnya terlalu lama
05:11jadi ini betul-betul kami sendiri kan greget ya
05:16dengan kejadian seperti itu
05:17kok bisa-bisanya melakukan hal seperti itu
05:20dan itu menyalahi SOP
05:21padahal kami kan menetapkan bahan baku itu
05:25paling lama itu H-2
05:27itu pun harus dalam keadaan di mana
05:30suhunya dijamin
05:32supaya tidak berkembang biasa di dalamnya
05:36oke, bagaimana pengawasan yang sebenarnya dilakukan oleh BGN Prof?
05:41karena kan di setiap SPPG itu ada ahli gizi
05:44tapi ternyata pada saat makanan itu keluar
05:46justru, mohon maaf, tidak bergizi
05:48bahkan meracunkan dalam tanda kutip ya Prof ya
05:51murid-murid atau penerimaan manfaat
05:53bagaimana evaluasi untuk ahli gizi kita?
05:57ya, jadi begini kan
05:58ini memang personal ini menjadi hal yang cukup menarik
06:02karena sesama yang berkemampuan
06:06juga variasinya cukup banyak ya
06:08yang memiliki keahlian yang sama
06:10juga kemampuannya berbeda-beda
06:12jadi itu yang menjadi bahan evaluasi kami
06:14yang jelas kami harus membuat satu tool
06:17yang membuat semua orang merasa aman
06:20setiap masakan atau makanan yang keluar itu
06:24dites secara rapit dengan bahan tertentu
06:28sehingga diketahui bahwa makanan itu tidak berbahaya
06:32atau aman dan juga masih layak konsumsi
06:35dan tes seperti ini akan kami buat merata di setiap SPPG
06:40dan kami akan segera wajibkan
06:44ada setiap SPPG memiliki lab seperti itu
06:46ada satu lagi Prof, bahwa Bupati Bandung Barat menyebutkan
06:49dari kejadian yang sudah terjadi
06:5185 SPPG ini teridentifikasi
06:55belum tersertifikasi higienitas dan juga sanitasi
06:58bagaimana bisa SPPG yang belum tersertifikasi
07:01ini sudah beroperasi Prof?
07:03kan jadi kalau di SPPG ini berbasis
07:04standar kelayakan minimum
07:06yang harus dimiliki
07:07mulai dari bangunan, bahan-bahan yang digunakan
07:11personel, kelayakan proses, alur proses dan lain-lain
07:15nah nanti setelah jalan
07:17memang kami akan mewajibkan seluruhnya
07:19untuk disertifikasi
07:21mungkin nanti akan akreditasi
07:23nanti mungkin setelah berjalan itu
07:25akan ada SPPG yang akreditasinya unggul
07:28ada yang baik sekali
07:30ada yang baik
07:31seperti yang saya ulangi lagi
07:33ada pihak yang tersakiti
07:35ada orang tua yang khawatir
07:37dan ada kepercayaan publik
07:39yang tergores
07:40oleh sebab itu kami berusaha
07:42sebaik mungkin untuk menghilangkan
07:43kejadian-kejadian SPPG ini
07:45selamat menikmati
07:47selamat menikmati
07:48selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan