Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut hingga 25 September 2025, terdapat 5.914 siswa yang mengalami keracunan.

BGN pun menyatakan bertanggung jawab dan akan menginvestigasi pengelola SPPG terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul kasus keracunan massal yang terjadi di berbagai wilayah.

Sejak diluncurkan pada awal 2025, program MBG terus menuai sorotan, terutama akibat maraknya kasus keracunan siswa dalam sepekan terakhir. Untuk mengetahui perkembangan terkini dugaan keracunan makanan MBG, KompasTV menurunkan dua tim jurnalis.

Dinda Farah bersama Juru kamera Sunandar melaporkan dari Bandung Barat, Jawa Barat, sementara Gesy Lutfiah bersama Juru kamera Senot Puji melaporkan dari Semarang, Jawa Tengah.

#makanbergizigratis #prabowo #keracunan #keracunanmbg #mbg

Baca Juga 2 Orang Yang Hilang Pascademo Agustus Masih Dalam Pencarian | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/619911/2-orang-yang-hilang-pascademo-agustus-masih-dalam-pencarian-kompas-petang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/619917/full-keracunan-mbg-marak-bagaimana-penanganannya-di-bandung-semarang-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kembali menyaksikan Sapa Indonesia akhir pekan bersama saya, Claudia Karla.
00:04Saudara program Makan Bergisi Gratis di Sleman, Yogyakarta melibatkan warga lansia
00:09untuk terlibat dalam proses produksi MBG.
00:14Program Makan Bergisi Gratis yang memunculkan banyak dapur SPPG di sejumlah wilayah
00:19membawa berkah bagi warga lansia yang membutuhkan lapangan pekerjaan di usia senjar.
00:25Salah satunya warga lansia bernama Suratina.
00:28Sebelumnya Suratina warga lansia yang sempat membuka warung nasi namun ambruk
00:33saat gempa Yogyakarta tahun 2006 lalu.
00:37Setelah itu Suratina berganti-ganti pekerjaan hingga akhirnya diterima di SPPG ini.
00:47Di SPPG sini di Sleman saya diterima, saya senang sekali.
00:56Terus saya itu kerja di sini, pokoknya saya senang.
01:05Sekarang di SPPG 8 bulan.
01:11Sejumlah siswa sekolah dasar di Rembang, Jawa Tengah menolak.
01:14Menu MBG yang dibagikan di sekolah lantara mencium bau tak sedap pada ompreng MBG.
01:20Sejumlah siswa SDN 1, Sumberjo, Rembang menolak menyantap menu MBG yang dibagikan SPPG di sekolah.
01:38Mereka memilih tak memakan menu MBG tersebut karena khawatir,
01:41saya mencium bau tak sedap dari ompreng MBG.
01:45Kejadian ini di respons Bupati Rembang, Harno, dan Bupati meminta SPPG
01:49harus mengecek kualitas MBG berserta omprengnya sebelum dibagikan kepada siswa.
01:56Terus tidak sedap, lebih baik, jangan dimakan.
02:08Jadi sebelum diberikan kepada anak-anak, harus dicek dulu.
02:15Siapakah yang ngecek di situ minimal dari pihak sekolah.
02:20Syukur-syukur ada SPPG-nya ya.
02:21Badan Gizi Nasional menyebut per 25 September ada 5.914 siswa keracunan.
02:30BGN pun bertanggung jawab dan akan menginvestigasi pengelola SPPG terkait pengelolaan makan bergizi gratis
02:37pasjak racunan masal di berbagai wilayah.
02:40Sejak diluncurkan awal tahun 2025, program makan bergizi gratis terus menuai sorotan,
02:52terutama keracunan yang dialami siswa dalam sepekan terakhir.
02:56Terkini, 157 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Petananan, Kebumen, Jawa Tengah
03:02dibawa ke puskesmas dan rumah sakit karena mengalami mual, muntah, dan pusing.
03:06Diduga usai menyantap soto di menu makan bergizi gratis.
03:10Hanya mual, muntah, tidak ada tanda-tanda kekurangan cairan.
03:15Kami terapi pengobatan untuk kawasan.
03:19Yang ada tanda-tanda kekurangan cairan di akibat kami.
03:26Kamu tanya, kami kirim, kami bawa ke Kewisma.
03:31Sekitar 90 anak siswa SD Negeri Pangebatan, Kecamatan, Karang, Lewas, Kabupaten, Banyumas, Jawa Tengah
03:38sejak Rabu lalu tidak masuk sekolah karena diduga keracunan makan bergizi gratis.
03:43Yang tidak masuk kemarin 92.
03:46Total 92?
03:47Dari kelas 1 sampai kelas 6.
03:49Ketika kami tanya gejalanya apa, artinya sakitnya sakit apa.
03:53Sakitnya keluarnya itu hanya kembang, kemulis, kemulis, kemual, muntah, kemulis, kemulis, kemulis.
04:02Aksi menolak program makan bergisi gratis pasca mareknya keracunan masal digelar ibu-ibu di depan kampus UGM Yogyakarta.
04:12Sebagai simbol penolakan, mereka membunyikan berbagai peralatan masak.
04:16Mereka mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kasus keracunan masal.
04:32Dalam stop kegiatan yang amburadol yang terkesan dipaksakan.
04:40Gubernur daerah istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkebuwono ke-10 mengkritik pola masak pengelola SPPG yang menyediakan makan bergisi gratis.
04:50Menurut Sultan, sayuran dan daging yang dimasak terlalu awal adalah penyebab keracunan pada siswa penerima makan bergisi gratis.
04:57Nah kalau jadi seratus porsi masaknya mungkin jam tiga setengah dua malam, dimakan jam sepuluh, mesti keracunan.
05:09Udah itu sudah jika, khususnya sayur. Jadi korban itu tidak akan berkurang selama ulama masaknya tidak berubah.
05:18Mereknya kasus keracunan di berbagai wilayah, Badan Gizi Nasional meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab terhadap korban keracunan.
05:29BGN akan menginvestigasi seluruh standar operasional di dapur SPPG agar kejadian tidak terulang.
05:35Kami bertanggung jawab penuh dan membiayai semuanya untuk atas apa yang terjadi.
05:46Anak-anak sampai dikotong ke poskesmas, ke posko.
05:53Padahal niat kami, nawaitu kami, nawaitu presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya.
06:00Saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi.
06:12Tidak akan terjadi lagi.
06:15Data Badan Gizi Nasional 25 September 2025 menyebut 5.914 orang mengalami keracunan makan bergisi gratis
06:24yang dibagi menjadi tiga klaster wilayah, yaitu Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur.
06:33Pengawasan ketat kebersihan dapur dan makanan, serta pengelolaan makanan yang baik harus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
06:43Tim Liputan Kompas TV
06:44Saudara dua korban keracunan makan bergisi gratis atau MBG kembali dirujuk ke RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat pada Jumat sore.
07:03Korban keracunan makan bergisi gratis yang dibawa ke RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat kembali bertambah pada Jumat sore.
07:11Dua pasien ini sebelumnya diperbolehkan pulang usai dirawat, namun kembali merasakan gejala keracunan sehingga harus dirujuk ke RSUD Cililin.
07:20Untuk saat ini total korban yang masih mendapatkan perawatan sebanyak 45 pasien korban keracunan MBG.
07:27Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum merima laporan penolakan makam bergisi gratis dari seluruh sekolah di Jawa Barat
07:40pasca keracunan masal di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
07:45Meski demikian, Dinas Pendidikan Jawa Barat akan memitigasi keracunan masal di sekolah agar tidak kembali terjadi dengan cara melaksanakan standar operasional prosedur di dapur MBG harus dijalankan dengan baik.
07:58Jauh ini ada sekolah yang menolak MBG gak sih Pak?
08:06Saya belum, belum ada informasi.
08:07Belum ada informasi.
08:08Apa khawatiran?
08:10Ya gitu kita nanti mitigasi lah ya seperti apa gitu ya.
08:14Karena kan ini programnya program pemerintah pusat.
08:17Kemudian misalnya udah ditentukan sekolah itu, ya memang ini harus dievaluasi.
08:21Jadi apakah bagaimana mitigasi resikonya harus clear, ya kan?
08:27Mitigasi resiko itu ya bagaimana agar dipastikan betul makanannya sehat, kan stand SOP-nya udah ada di dapur kan?
08:38Untuk mengetahui informasi terkini kasus dugaan keracunan makam bergisi gratis, kita sudah terhubung dengan dua tim jurnalis Kompas TV.
08:45Ada Dinda Farah dan Jurukamera Sunandar di Bandung, Jawa Barat.
08:48Serta ada jurnalis Kompas TV, Gesi Lutvia dan Jurukamera Senot Puji di Semarang, Jawa Tengah.
08:54Kita ke Bandung terlebih dahulu.
08:56Selamat pagi Dinda hingga pagi ini.
08:58Ada berapa siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dan bagaimana kondisinya?
09:07Baik, selamat pagi Carla.
09:09Pada hari ini ada beberapa korban yang masih berdatangan ke Gor Cipongkor
09:14yang di mana korban ini sudah mendapatkan penanganan, perawatan dan pengobatan pada hari-hari sebelumnya.
09:21Lalu dirujuk ke RSUD setempat, namun beberapa saat kemudian korban ini merasakan adanya gejala yang kamu kembali.
09:28Gejalanya itu sama seperti hari-hari sebelumnya, yang di mana gejalanya adalah mual sesak,
09:34mual sesak, nyeri uluhat yang hebat, demam, sakit kepala, hingga di mana korban itu mengalami kesulitan pernafasan.
09:42Dan saat ini korban berdatangan dan juga di mana korban ini merupakan yang pernah dirujuk dan juga pernah mendapatkan penanganan kemarin
09:53dan juga ada beberapa korban yang telah mendapatkan penanganan, perawatan dan berangsur kulih membaik
10:00sehingga diperbolehkan untuk kembali pulang ke rumah.
10:03Begitu, menurut data dari kepolisian dari Polsek Sindangkerta, Desa Cijenuk setempat,
10:10laporan jumlah pasien dari tanggal hari kemarin malam, yakni tanggal 26 September 2025,
10:17pada pukul 9 hingga pada pagi hari ini, 27 Desember 2025, jam 05.30 atau setengah 6 pagi,
10:25yakni pasien masuk itu sebanyak 49 orang, pasien pulang 18 orang, pasien yang dirujuk ke rumah sakit dan RSUD setempat,
10:36yakni 13 orang, dan pasien yang masih stay di posko Cipongkor ini sebanyak 18 orang.
10:42Karla, baik kemudian Dinda yang ditunggu adalah hasil dari uji lab sampel makanan dari makanan MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan lalu,
10:53apakah sudah ada kabar terkait dengan hasil uji lab ini, kapan akan disampaikan?
10:57Baik Karla, saat ini proses dari laboratorium terkait cairan dari muntahan dan juga adanya komposisi dari bahan makanan
11:13yang telah diberikan ke laboratorium masih dalam proses yang dimana proses ini akan diberikan setelah seminggu ke depan.
11:21Karla.
11:21Baik Dinda, kemudian terakhir ini tadi Anda menjelaskan bahwa korban yang tadinya sudah dipulangkan kemudian kembali datang lagi
11:28karena masih mengalami sejumlah gejala keracunan.
11:31Lalu bagaimana tanggapan dari pemerintah setempat terkait dengan dugaan kasus keracunan MBG ini?
11:39Baik Karla, pemerintah sudah proaktif membantu para korban di Gor Cipongkor dan juga RSUD setempat
11:48dengan memberikan adanya bantuan logistik makanan yakni susu, minstan, dan juga beberapa snack makanan lainnya
11:58untuk para korban dan juga tim-tim kenakes yang ada di sini.
12:04Dan pada hari Jumat kemarin itu diberlakukan adanya trauma healing yang dilakukan oleh Polwan Polres Cimahi
12:12yang dimana trauma healing ini berisikan support, dukungan untuk mengembalikan kepercayaan kepada para siswa yang menjadi korban di Gor Cipongkor ini.
12:23Karla.
12:24Baik Dinda, pemerintah setempat telah memberikan bantuan dan juga memberikan trauma healing untuk para korban yang diduga keracunan dari makam bergizi gratis.
12:32Terima kasih Dinda dari Bandung Barat, kita beralih ke Semarang, Jawa Tengah, saudara bersama dengan jurnalis Kompas TV, Gisi Lutvia, dan jurukamera Senot Puji.
12:41Selamat pagi Gisi, ada kasus keracunan MBG diantaranya ini terjadi di Kebumen dan Banyumas.
12:47Lalu apa yang sudah diketahui terkait dengan hasil pemeriksaan sampel makanan yang diduga tidak layak santap?
12:52Ya, selamat pagi ya saudara. Untuk berbagai kasus keracunan yang tengah-tengah di Jawa Tengah, khususnya di tiga kabupaten,
13:02yakni Banyumas, Kabupaten Kepumen, dan juga Kabupaten Rambutan, ini pasti dalam proses pengeridikan.
13:08Apakah memang hal tersebut ya, sepatutnya karena pemeriksaan tersebut gratis atau hal lain.
13:13Untuk hasil laboratorium sendiri dari beberapa kabupaten belum keluar,
13:18di mana Binas Kesehatan pada hari Jumat kemarin pasca kejadian ini langsung menghidupkan sampel makanan
13:26yang juga menyebabkan keracunan ini ke laboratorium di Kota Separat.
13:30Namun, pihak Binas Kesehatan Kabupaten sempat menyebut bahwa hasil ini tidak bisa diperoleh dalam waktu 1-3 hari.
13:37Hasil ini nantinya paling cepat akan keluar 1 bulu ke depan dan tentunya akan langsung dilaporkan
13:42apakah memang penyebab dari sekolah-sekolah yang sempatnya hingga ratusan ini masuk rumah sakit
13:48dihasilkan karena keracunan penuh makan berdisi geratis.
13:52Selain itu penanganan yang dilakukan pemerintah Kabupaten sempat untuk saat ini di Repbang sendiri,
13:59sejumpa 174 siswa dari beberapa sekolah ini dilaringkan ke rumah sakit
14:04dan hingga hari ini masih terdapat 3 siswa yang dirawat intap.
14:08Pemerintah Kabupaten Repbang, kutusnya Bupati Repbang, Harno juga menyebut
14:14bahwa dia sudah menegakkan secara langsung ke SPBG
14:18bahwa pengecekan ini harus dilakukan secara intens
14:21karena beberapa siswa di Kabupaten Repbang ini sekarang menolak untuk mengkonsumsi MBG
14:26karena openg yang dikunakan untuk MBG ini ternyata keluarkan bahwa tidak sedap
14:31serta juga tentunya orang tua di Kabupaten-Kabupaten ini merasa kurang percaya lagi terhadap SPBG
14:39karena banyaknya kasus peracunan yang ada.
14:42Selain itu untuk binat dari Kesehatan Banyumat dan juga Bumen
14:49juga menyebut bahwa nantinya hasil dari laporan ini tidak akan dipublikasikan secara perata
14:55sehingga masyarakat dan juga anak-anak ini kembali tahu dan kembali percaya
14:59untuk mengkonsumsi makan bergisi gratis di sekolah mereka.
15:03Baik, tadi Anda menyebutkan bahwa pemerintah setempat ini mengimbau kepada SPBG setempat
15:09untuk mengetik sebelum makanan tersebut diberikan kepada siswa.
15:12Lalu kemudian apakah ada tanggapan lainnya ataupun imbauan yang diberikan oleh Kepala Daerah di Jawa Tengah
15:18pasca keracunan yang terjadi di sana terkait dengan keracunan dugaan dari makanan bergisi gratis
15:24baik untuk SPBG setempat ataupun juga kepada perlima manfaat?
15:30Baik, untuk respon dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri
15:33ini hari terdecak ini setelah kejadian keracunan yang terjadi kemarin ini
15:39Pemprov atau Gubernur Jawa Tengah Amat Mubi memberikan bawaan kepada masyarakat
15:43dan setunya menugaskan hadap MBG dan juga kepolisian untuk segera menelusuri
15:48apakah kejadian keracunan ini merupakan hal yang ada untuk kesengajaannya atau lainnya
15:56sehingga nantinya hal ini diharapkan dapat mengembarikan kepercayaan masyarakat
16:00mengingat fokus dari MBG ini merupakan hal yang baik
16:03yang menginginkan untuk anak-anak memiliki kepentuhan isi tercukupi
16:07namun karena banyaknya kasus yang terjadi khususnya di Jawa Tengah
16:10dan kasus ini terjadi secara bersamaan
16:13maka Ahmad Mubi menegaskan
16:15supaya segera diperjelas apakah penyebab dari anak-anak ini masih berumah lagi
16:21Baik, Gezi, terima kasih atas laporan Anda
16:25untuk hasil dari uji sampel makanan
16:28yang diduga menjadi pemicu dari keracunan ini
16:30masih dalam proses
16:31dan diprediksi satu minggu kemudian akan keluar hasilnya
16:36dan akan dibuka kepada publik
16:38terima kasih jurnalis Kompas TV
16:40Gezi Lutvia dan juga Senat Puji
16:42melaporkan langsung dari Semarang
16:44dan sebelumnya ada Dinda Farah
16:46dan juga Sunandar melaporkan langsung dari Bandung Barat, Jawa Barat
16:49terima kasih rekan-rekan
16:50selamat kembali bertugas
16:52terima kasih atas laporan Anda
16:54terima kasih atas laporan Anda
Komentar

Dianjurkan