- 6 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Bareskrim Polri merilis kasus pembobolan rekening Dormant di salah satu kantor cabang BNI di Jawa Barat pada Kamis (25/9/2025).
Sebanya Rp204 M dipindahkan ke sejumlah rekening penampung hanya dalam waktu 17 menit.
Sembilan orang jadi tersangka dalam kasus yang diduga terjadi pada 20 Juni 2025.
Polisi juga mneyita sejumlah barang bukti uang sekitar Rp204 M, 22 unit telepon genggam, satu hard disk, dua DVT CCTV, satu unit mini PC dan satu notebook.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/619536/full-kasus-pembobolan-rekening-dormant-17-menit-bobol-rp204-m-pembunuh-kacab-bank-bumn-terlibat
Sebanya Rp204 M dipindahkan ke sejumlah rekening penampung hanya dalam waktu 17 menit.
Sembilan orang jadi tersangka dalam kasus yang diduga terjadi pada 20 Juni 2025.
Polisi juga mneyita sejumlah barang bukti uang sekitar Rp204 M, 22 unit telepon genggam, satu hard disk, dua DVT CCTV, satu unit mini PC dan satu notebook.
Video Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/619536/full-kasus-pembobolan-rekening-dormant-17-menit-bobol-rp204-m-pembunuh-kacab-bank-bumn-terlibat
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00PEPATK, Bapak Irjen Pol Arbet Sianipar,
00:20yang kami hormati Direktur di Jampidum,
00:27Bapak Dr. Sugeng Rianta,
00:31yang kami hormati Bapak Kabak Penum Ropenmas di Fumas Polri,
00:36Kompos Pol RD Caniago,
00:39yang kami hormati Wadir Tipideksus Baris Kim Polri,
00:43Kompos Pol Zain Dwi Nugroho,
00:47yang kami hormati Kasubiduat di Tipideksus Baris Kim Polri,
00:52Kompos Pol Sugeng Sudarso,
00:55para kanit, para penyidik, dan rekerakan media
00:59yang kami cintai dan kami bangkakan.
01:02Pertama-tama,
01:04marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT,
01:07Tuhan Yang Maha Kuasa,
01:09atas nikmat dan keordinanya,
01:11pagi hari ini kita dapat berkumpul
01:14dalam rangka melaksana kegiatan press release
01:18pengungkapan perkara tindak pidana perbankan
01:23dan atau tindak pidana informasi dan transversi elektronik,
01:27dan atau tindak pidana transfer dana,
01:30dan tindak pidana pencucian uang,
01:33yang dilakukan jaringan sindikat pemobol bank
01:37dengan modus melakukan akses ilegal
01:41untuk pemindahan dana ke rekening
01:45di rekening dorman secara in absensia
01:48atau tanpa kehadiran fisik nasabah,
01:50senilai Rp204 miliar,
01:53yang terjadi pada tanggal 20 Juni 2025
01:58dan diungkap berkarakan penyidik
02:01dari Subdi 2 Perbankan di Tibideksus dari Kempori.
02:06Perlu kami sampaikan bahwa pengungkapan ini
02:08diasari oleh laporan polisi
02:10nomor LPB 311 bulan Juli 2025,
02:17tanggal 2 Juli 2025,
02:20serta Surat Perintah Penyidikan
02:22nomor SP Siddiq 646 7 Romawi 22225
02:30di Tibideksus tanggal 3 Juli 2025.
02:35Sejak awal bulan Juni 2025,
02:39jaringan sindikat pemobol bank
02:41yang mengaku sebagai satgas perampasan aset
02:46melakukan pertemuan dengan Kepala Jabang Pembantu
02:51salah satu bank BNI yang ada di Jawa Barat
02:54untuk merencanakan pemindahan dana
02:59Pada Rekening Dorman,
03:02kesimpulan dari pertemuan tersebut kami sampaikan
03:05bahwa jaringan sindikat pemobol bank
03:07yang mengaku sebagai satgas perampasan aset
03:09menjelaskan cara kerja serta peran masing-masing
03:13dari mulai persiapan pelaksanaan eksekusi
03:17sampai tahap imbal-balik hasil.
03:20Jaringan sindikat pemobol bank selaku tim eksekutor
03:26memaksa Kepala Jabang menyerahkan user ID
03:30aplikasi core banking system milik Taylor
03:34dan Kepala Jabang serta apabila tidak mau melaksanakan
03:39akan terancam keselamatan Kepala Jabang tersebut
03:44beserta seluruh keluarganya.
03:47Di akhir bulan Juni 2005,
03:49jaringan sindikat pemobol bank selaku eksekutor
03:52dan Kepala Cabang bersepakat
03:54untuk melakukan eksekusi pemindahan dana Rekening Dorman
03:58pada hari Jumat pukul 18.00,
04:03jadi sudah di akhir minggu atau mendekati hari libur,
04:07setelah jam operasional.
04:10Hal ini dilakukan sebagai celah para pelaku
04:13untuk menghindari sistem deteksi bank.
04:17Kepala Jabang menyerahkan user ID
04:20aplikasi core banking system milik Taylor
04:23dan Kepala Jabang kepada salah satu eksekutor
04:28yang merupakan ex-Teller Bank
04:31untuk kemudian melakukan access ilegal
04:34terhadap aplikasi core banking system
04:37dengan melakukan pemindahan dana secara absensia
04:42senilai Rp204 miliar ke 5 rekening penampungan
04:49yang dilakukan 42 kali transaksi dalam waktu 17 menit.
04:55Pihak bank menemukan adanya transaksi mencurigakan,
04:59kemudian melaporkan kepada Baris Kim Polri,
05:02dan atas adanya laporan tersebut,
05:05penyedik dua subdit perbankan,
05:07NITP Deksus Baris Kim Polri,
05:09langsung berkomunikasi dengan rekan kami yang ada di PPATK
05:14untuk melakukan penelusuran dan pemblokiran
05:18terhadap harta kekayaan hasil kejahatan
05:21maupun transaksi aliran dana tersebut.
05:23Kunci keberhasilan pengungkapan tidak pidana ini
05:27terjadi berkat respon cepat analisis mendalam
05:32kecermatan dan kerja keras penyidik subdit dua perbankan
05:36yang dibantu dan didukung penuh
05:39oleh rekan-rekan kami yang ada di PPATK.
05:42Dari hasil penyidikan yang dilakukan,
05:45berhasil memulihkan dan mengelamatkan seluruh dana
05:48yang ditransasikan secara ilegal dengan total Rp204 miliar,
05:54serta dari proses penyidikan tersebut,
05:58penyidik telah menetapkan 9 orang tersangka.
06:01Yang terdiri kita kelompokkan,
06:05yang pertama yaitu kelompok pelaku
06:08yang berasal dari karyawan bank, yaitu AP,
06:1250 tahun selaku kepala cabang pembantu,
06:16yang perannya memberikan akses ke aplikasi core banking system
06:21kepada pelaku pembobol bank
06:23untuk melakukan transaksi pemindahan dana secara inabsensia.
06:28Yang kedua yaitu GRH, 43 tahun,
06:33selaku consumer relation manager
06:37dengan peran sebagai penghubung
06:40antara kelompok jaringan sindikat pembobol
06:43dengan kepala cabang pembantu.
06:46Kemudian kelompok pelaku pembobol atau eksekutor,
06:50yang pertama yaitu C, 41 tahun,
06:54dengan peran selaku mastermind
06:57atau aktor utama dari kegiatan pemindahan dana tersebut
07:00dan mengaku sebagai satgas perampasan aset
07:03yang menjalankan tugas negara secara rahasia.
07:06Yang kedua yaitu DR, 44 tahun,
07:10perannya sebagai konsultan hukum
07:13yang melindungi kelompok pelaku pembobol bank
07:16serta aktif di dalam perencanaan eksekusi
07:19pemindahan dana secara inabsensia.
07:22Yang ketiga, NAT, 36 tahun,
07:25dengan peran sebagai ex-pegawai bank
07:29yang melakukan akses ilegal aplikasi core banking system
07:33dan melakukan pemindahan hukuman secara inabsensia
07:36ke sejumlah rekening penampungan.
07:39Yang keempat, yaitu R, 51 tahun,
07:42dengan peran sebagai mediator
07:44yang bertugas mencari dan mengenalkan
07:47kepala cabang kepada pelaku pembobol bank
07:50dan menerima aliran dana hasil kejahatan.
07:54Yang kelima, yaitu TT, 38 tahun,
07:58dengan peran sebagai fasilitator keuangan ilegal
08:01yang bertugas mengelola uang hasil kejahatan
08:04dan menerima aliran dana hasil kejahatan.
08:09Yang ketiga, yaitu kelompok pelaku pencucian uang.
08:13Yang pertama, yaitu DH, 39 tahun,
08:16dengan peran sebagai pihak yang bekerjasama
08:19dengan pelaku pembobol bank
08:21untuk melakukan pembukaan blokir rekening
08:24dan memindahkan dana yang terblokir.
08:27Yang kedua, yaitu IS, 60 tahun,
08:30dengan peran sebagai pihak yang bekerjasama
08:33dengan pelaku pembobol bank
08:35yang menyiapkan rekening penampungan
08:38dan menerima uang hasil kejahatan.
08:41Dari sembilan pelaku di atas,
08:43terdapat dua orang tersangka,
08:45berinisial C dan K, serta DH,
08:49sebagai sindikat jaringan pembobolan dana menasabah
08:53yang menargetkan rekening dormen,
08:56yang juga terlibat dalam kasus penculikan
08:59terhadap Kepala Cabang Bank BRI,
09:01Cabang Jempa Kaputi, berinisial MIB,
09:04yang saat ini ditangani oleh
09:06Ditreskrim Umpul Dametur Jaya.
09:09Dengan modus operandi,
09:12para pelaku merupakan jaringan sindikat pembobol bank
09:15yang menargetkan pemindahan dana
09:17yang ada di dalam rekening dormen
09:19di luar jam operasional bank.
09:22Barang bukti yang sudah kita citah,
09:26yang pertama, uang sejumlah Rp204 miliar,
09:3022 unit handphone,
09:32satu buah hard disk external secret SRDOOF12TB,
09:41dua buah DVR CCTV,
09:45satu unit mini PC merk HP 260G4
09:50dengan nomor produk 9UP52AV.
09:56Yang terakhir yaitu satu buah notebook ASUS ROG.
10:03Persangkaan pasal yang dilanggar,
10:05tindak pidana perbankan,
10:07sebagaimana dimaksud dalam pasal 49 ayat 1,
10:09huruf A dan ayat 2 Undang-Undang No. 4 2023
10:13tentang pengembangan dan penguatan sektor keuangan
10:17Juntuh pasal 55 KUHP,
10:20ancaman hukuman yaitu 15 tahun penjara
10:24dan denda Rp200 miliar.
10:27Yang kedua, tindak pidana informasi
10:29dan transaksi elektronik,
10:30pasal 46 ayat 1 Juntuh pasal 30 ayat 1
10:34Undang-Undang No. 1 tahun 2024,
10:36perubahan kedua atas Undang-Undang No. 11 tahun 2008
10:40tentang ITE,
10:42ancaman hukuman yaitu 6 tahun penjara
10:46dan denda Rp600 juta.
10:49Yang ketiga, tindak pidana transfer dana,
10:52pasal 82, pasal 85,
10:54Undang-Undang No. 3 tahun 2011
10:56tentang transfer dana.
10:58Ancaman hukuman yaitu 20 tahun penjara
11:01dan denda Rp20 miliar.
11:03Yang keempat yaitu tindak pidana pencucian uang,
11:06pasal 3, pasal 4, pasal 5,
11:08Undang-Undang No. 8 2010
11:10tentang pencegahan dan pemberantasan
11:12tindak pidana pencucian uang
11:14dengan ancaman hukuman yaitu penjara 20 tahun
11:17serta denda Rp10 miliar.
11:20Rencana tindak lanjut melakukan pengembangan
11:23kepada pelaku yang lain yang saat ini masih
11:26dalam proses penyidikan dan pencarian
11:29dalam jaringan sindikat pembunuhan bank tersebut
11:32dengan menargetkan rekening Dorman.
11:35Kami menghindau kepada masyarakat
11:38untuk lebih hati-hati lagi.
11:40Dan senantiasa selalu memantau rekening secara rutin.
11:43Kami melakukan pengembangan
11:45kepada pelaku lain yang terlibat
11:47dalam jaringan sindikat pembunuhan bank
11:49yang menargetkan rekening Dorman
11:51guna pengungkapan secara jelas
11:53tindak pidana yang dilakukan.
11:55Mendasari kejadian yang ditangani
11:56oleh Poldamil Rp10 jaraya
11:58dan di depan itu sebagai sempori,
12:00kami menghindau kepada masyarakat
12:02untuk lebih hati-hati lagi
12:04dan senantiasa selalu memantau rekening secara rutin,
12:10memperbaruti data diri secara berkala
12:13dan mengaktifkan notifikasi transaksi
12:16untuk mencegah nasabah menjadi rekening Dorman
12:19yang menjadi sasaran jaringan sindikat pembunuhan bank.
12:22Demikian yang bisa kami sampaikan
12:24waktu kami kembalikan kepada Bapak Kabak Penum.
12:30Terima kasih Bapak Berjen Helvi Asegab
12:35selaku Direktur Tindak Pidana Eksus Baris Kimpori
12:38yang tadi kita sama-sama mendengar
12:41sudah menjelaskan secara detail
12:43hasil pengungkapan yang dilakukan
12:47dari Direkturat Eksus.
12:49Rekan-rekan media,
12:52saat ini saya akan memberikan kesempatan untuk bertanya,
12:58namun dalam pelaksanaan kegiatan pengungkapan
13:01tentunya kita memahami adanya kolaborasi
13:04dan koordinasi antar lembaga.
13:06Mungkin nanti bisa juga disampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada PPATK
13:13terkait masalah tentang perjalanan keuangan yang diselidiki.
13:21Kemudian dari Jaksa Agung yang selama ini masih tetap berkoordinasi
13:26dengan pihak Baris Krim.
13:28untuk itu silakan nanti ada beberapa pertanyaan yang diarahkan kepada ketiga narasumber yang di depan kami ini.
13:37Saya kasih kesempatan untuk tiga dulu.
13:40Yang pertama kami sampaikan bahwa uang tersebut berasal dari satu rekening Dorman.
13:55Kemudian terkait dengan sindikat yang kami tangani ini memang berkaitan dengan yang ada di Polda Metro.
14:04Dan kebetulan laporannya awal ada LP di sini.
14:09Kemudian kita melakukan pencarian namun ternyata begitu ada kejadian di Polda Metro
14:14sudah ditangkap di Polda Metro di sana sehingga kita tinggal komunikasi dengan penyidik dari Polda Metro.
14:22Untuk perkara ini ada beberapa yang selama proses dan saat ini dalam proses penyidikan
14:30nanti tentunya akan kita informasikan lebih lanjut.
14:35Ada kasus-kasus lain atau buruanan yang masih dicari?
14:39Ya kasus ya.
14:42Baik, terima kasih Mas Taufik.
14:45Yang kedua silakan Bu Ayu sebutkan dari media mana?
14:50Selamat siang Pak Dir, Pak Kabak semuanya.
14:54Izin Pak saya Ayu dari Tirto mau menanyakan beberapa hal.
14:58Yang pertama itu kan kalau yang terkait dengan...
15:01Untuk perkara di kita masih dalam penalaman nanti kalau ada informasi lebih lanjut keterlibatan
15:10pihak-pihak yang lain akan kita informasikan.
15:13Kemudian pemberi informasi rekening dorman tadi di Polda Metro tadi diinformasikan inisial S ya.
15:25Untuk di kita inisial B yang saat ini dalam proses pencarian.
15:31Terkait dengan masalah rencana ini sedang terus kita komunikasikan dengan penyidik Polda Metro untuk mendapatkan fakta.
15:39Nanti akan kita informasikan lebih lanjut. Terima kasih.
15:43Baik, pertanyaan yang ketiga silakan.
15:45Jadi kita sedang melakukan pendalaman dengan tindak lanjut kita yaitu konfrontasi nanti dengan seluruh tersangka.
16:01Ya nanti hasilnya akan kita informasikan lebih lanjut kepada teman-teman media.
16:06Karena ini perlu fakta ya.
16:09Bukan hanya sekedar informasi saja tapi harus kita buktikan.
16:13Karena uang itu belum sempat berpindah.
16:16Jadi sudah berpindah kita amankan belum sempat dinikmati oleh mereka.
16:21Gitu ya.
16:23Dengan cepat kita melakukan pemblokiran sehingga mereka belum sempat mencairkan uang tersebut.
16:28Ada sebagian yang sudah dicairkan langsung kita amankan juga.
16:32Baik, sebelum kita melangkah ke sesi kedua mungkin dari Sekretaris Utama PPATK.
16:42Kami sampaikan untuk bentuk pencucian uangnya yaitu salah satunya dengan menukarkan uang tersebut dengan uang falas.
16:51Yang dipindahkan ke rekening pihak lain yang menjadi penampungan tadi.
17:01Ya.
17:02Dan kita sudah melakukan pemeriksaan kepada penjual falasnya atau money changernya.
17:09Ini dengan pendalaman dan kita terus berkoordinasi dengan CPU.
17:16Kemudian terkait peruntukannya mereka tidak ada informasi yang disampaikan terkait peruntukannya.
17:26Tapi yang jelas mereka berbagi setelah nanti mendapatkan hasil dari transaksi ilegal tersebut.
17:34Cukup ya.
17:39Pertanyaan kedua Ibu Yona silakan.
17:43Ya terima kasih Pak.
17:44Selamat siang Pak Dir saya Yona dari Metro TV mau bertanya.
17:48Yang pertama terkait pemilik dari rekening doruman ini Pak dengan jumlah.
17:53PPATK tidak saling mengenal awalnya.
17:56Jadi yang Deder tadi pelaku utama itu yang mencari orang-orang yang punya hubungan dengan PJK.
18:13Jadi mencari dia setelah dia mendapatkan dia mencari juga orang-orang yang bisa membuat rekening penampungan.
18:24Setelah terkumpul mereka berkomunikasi di beberapa tempat dan itu beberapa kali baru mereka membuat rencana sesuai dengan skema yang tadi kita sampaikan.
18:39Artinya Deder inilah yang sudah membuat rencana secara utuh.
18:45Mereka mencari orang-orang yang bisa dihubungi untuk bisa mendapatkan akses ke PJK.
18:52Sehingga mereka bisa melakukan itu semua setelah lengkap sampai dengan pembuat rekening penampungan.
19:00Lagi?
19:03Lagi?
19:04Oh, untuk pemilik rekening tersebut inisialnya S.
19:10Ya, pengusaha tanah.
19:16Dia di rekening di tempat Kepala Cabang itu membuat rekening atau seperti apa?
19:20Sampai datanya itu bisa bertahun.
19:22Maksudnya nasabahnya si Kepala Cabang itu atau dia di re dan nasabah yang lainnya?
19:28Ya, itu yang kita sedang cari yang tadi saya sampaikan si D tadi.
19:33D.
19:35D.
19:36Oke, cukup ya.
19:40Kita kasih kesempatan tadi yang terakhir.
19:42Silahkan.
19:43Baik, terima kasih Pak.
19:44Saya Hamam dari Tempo.
19:46Ingin tanya Pak untuk Pak Dir.
19:48Yang pertama, mereka mengaku Satgas Peran Panasan Aset di salah satu tersangka tadi yang inisialnya NAD.
20:09Ya, itu mengaku dari salah satu lembaga dengan membuat ID card salah satu lembaga di pemerintahan kita.
20:20Kementerian kah atau apa, Pak?
20:22Ya, Kementerian.
20:24Sehingga mereka bisa meyakinkan orang-orang yang direkrut tadi untuk bisa membantu.
20:31Dan barang bukti itu sudah kita cita juga.
20:35Kemudian yang kedua, sosok D ini perannya sebagai pemberi informasi rekening Dorman yang akan menjadi target.
20:44Artinya orang internal perbankan, Pak?
20:47D.
20:48Bukan.
20:49Ya, kita nanti kita dalami lebih lanjut, kita informasikan.
20:53Yang ketiga, pembobolan apa harus dengan orang dalam.
21:00Pembobolan bisa menggunakan cara-cara yang konvensional yang tadi sampaikan harus melalui pihak PJK atau Oknum PJK.
21:10Bisa juga dengan illegal access melalui hacker.
21:15Ya, dan itu kan sudah beberapa kali kita lihat ada perkara yang seperti itu.
21:22Cukup ya?
21:23Oh ya, Pak.
21:24Tadi berarti yang 70 miliar itu beda ya, Pak?
21:27Ya, terpisah.
21:28Terpisah, Pak.
21:29Tidak.
21:30Di luar yang ini.
21:31Terima kasih.
21:32Terima kasih.
21:33Yang saya hormati pimpinan rapat, Bapak Brigjen Paul Helvi Asagaf, Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, dan rekan-rekan media.
21:46Dalam kesempatan ini kami tentu tadi selain ingin menambahkan beberapa pertanyaan yang secara tidak langsung juga ditujukan kepada kami,
22:01perlu kami sampaikan bahwa sesuai sambutan di awal oleh Bapak pimpinan,
22:11Kegiatan ini bisa terungkap karena adanya respon cepat dalam rangka melakukan analisis dan penyidikan terhadap tadi adanya kegiatan illegal access
22:23yang melakukan perintah transaksi dalam tempo cepat durasi dalam waktu yang pendek ke rekening-rekening maupun perusahaan-perusahaan perorangan yang sifatnya money malls
22:38yang di dalam biasa kita kenal dengan money.
22:45Tapi dalam kasus ini kendali dan kuasa pemanfaatan rekening itu ada pada si perusahaan maupun si perorangan money malls.
22:56Tadi oleh teman dari berita satu ditanyakan modus operandinya, disini terjadi memang kompleks.
23:04Dan sampai saat ini PPATK sudah membuka sampai di layar ketiga.
23:09Dari pertama perusahaan Kufa, Kegiatan Usaha Pedagang Valutasing, dan tiga orang pemilik rekening money malls tadi.
23:22Yang mana ternyata dua entitas ini melakukan transferring dana hasil peratasan.
23:31Itu masuk ke rekening-rekening yang sedang dalam posisi dorman.
23:37sisanya ada sekitar 54 M.
23:42Inilah yang dimintakan oleh bank BNI maupun rekan-rekan penyidik Malbes Polri untuk dilakukan upaya follow the money, follow the asset.
23:57Dan sampai saat ini kegiatan masih berlangsung.
24:03Ada pun modus operandi yang memang terlihat jelas disini adalah kegiatan dengan melakukan upaya pengaburan transaksi keuangan tadi.
24:15Yang kita biasa kenal di dalam modus-modus tindak pendana pencucian uang.
24:19smarving, dia pecah-pecah, dia bagi-bagi, kemudian dia ada U-turn di sana.
24:28Karena salah satu money malls tadi, rekening yang dipakai untuk menampung dana hasil retas,
24:36itu ternyata terindikasi adalah milik pelaku utama tadi yang merupakan pimpinan bank BNI.
24:47Jadi modusnya U-turn.
24:50Kemudian ada upaya-upaya membuka rekening dalam tempo 1-6 hari sebelum tanggal kejadian 21 Juni 2025.
25:02Kenapa bisa terdetect?
25:04Karena dibuka dalam waktu yang sangat dekat,
25:07terus kemudian terjadi perputaran transaksi yang cukup besar dalam waktu singkat.
25:12Selanjutnya modus yang berikutnya tadi,
25:16dana tadi terkirim masuk ke perusahaan jasa remitens,
25:22masuk ke dompet digital Gojek, GoPay,
25:25kemudian ditarik tunai,
25:27dan terakhir dipakai untuk kepentingan pribadi.
25:30Demikian tambahan dari kami. Terima kasih.
25:32Dari kami. Terima kasih.
25:34Kompas TV
25:36Saya Rahmat Ibrahim.
25:41Saksikan program-program Kompas TV
25:44melalui siaran digital, pay TV, dan media suning lainnya.
25:48Kompas TV, independen, terpercaya.
25:52Terima kasih.
Komentar