Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 bulan yang lalu
MALANG, KOMPAS.TV - Di rumahnya kawasan Perum Puskopad Singosari Kabupaten Malang inilah Sih Pramuji bergelut dengan kain dari pakaian bekas dan mengubahnya menjadi keset. Dengan menggunakan peralatan sederhana, Pramuji merangkai potongan kain menjadi sebuah keset yang bernilai ekonomis.

Pramuji memulai usaha pembuatan keset sejak empat tahun lalu setelah dirinya bermasalah dengan kaki setelah menjalani operasi tulang belakang. Karena tidak bisa beraktivitas dan bekerja seperti dulu, Pramuji lalu belajar membuat keset.

Menurut Pramuji, awalnya dirinya menggunakan kain perca, namun karena kain perca semakin mahal, Pramuji beralih menggunakan baju bekas tak layak pakai yang harganya jauh lebih terjangkau. Saat ini pembeli yang akan menjual ulang keset lebih banyak datang ke rumahnya. Dengan harga mulai dari lima ribu rupiah tak jarang Pramuji kewalahan melayani pesanan.

"Jadi sekarang saya ndak perlu keliling, diambilin orang. Sering kewalahan sampai harus lembur-lembur." Terang Pamuji.

Sementara itu menurut pembeli, keset buatan Pramuji memiliki kualitas yang bagus dan daya serap tinggi selain harganya terjangkau.

"Memang selalu kesini karena kesetnya itu padet dan menyerap air, cocok kalo dibuat di masjid yang digunakan banyak orang." Kata Yuli.

Berkat keahliannya, kini Pramuji tak hanya fokus pada pembuatan keset. Seringkali Pramuji menjadi pemateri dan menularkan keahliannya membuat keset ke berbagai komunitas.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/616396/kreatif-warga-manfaatkan-baju-bekas-tak-layak-pakai-jadi-keset
Transkrip
00:00Saudara pakaian bekas tak layak pakai berhasil disulap seorang warga di Malang menjadi keset berkualitas.
00:07Meski menggunakan bahan yang biasanya terbuang, namun kreativitas ini mampu membuka peluang usaha baru.
00:16Di rumahnya di kawasan perumpus Kopat, Singosari, Kabupaten Malang inilah,
00:22si Pramuji bergelut dengan kain dari pakaian bekas dan mengubahnya menjadi keset.
00:27Dengan menggunakan peralatan sederhana, Pramuji merangkai potongan kain menjadi sebuah keset yang bernilai ekonomi.
00:36Pramuji memulai usaha pembuatan keset sejak 4 tahun lalu setelah dirinya bermasalah dengan kaki,
00:41usai menjalani operasi tulang belakang.
00:45Karena tidak bisa beraktivitas dan bekerja seperti dulu, ia lalu belajar membuat keset.
00:51Awalnya dirinya menggunakan kain perca, namun karena kain perca semakin mahal,
00:56ia beralih menggunakan baju bekas tak layak pakai yang harganya jauh lebih terjangkau.
01:01Saat ini pembeli yang akan menjual ulang keset lebih banyak datang ke rumahnya.
01:05Dengan harga mulai dari 5.000 rupiah, tak jarang Pramuji kewalahan melayani pesanan.
01:10Dulu sebelum dikenal orang, saya harus ini, harus jualan ke pasar minggu.
01:17Terus gitu terus ketemu orang, daripada bapak keliling-keliling,
01:21nanti tak ambil ke rumah air, nanti bagi-bagi hasil gitu loh mas.
01:25Terus ya sampai saat ini, jadi saya nggak usah keliling diambil di orang.
01:30Sering kewalahan.
01:32Tapi saya harus ngelumbur-ngelumbur.
01:34Tapi kalau nggak jangkau ya harus ngajak teman.
01:38Harus ngajak teman.
01:40Sementara itu menurut pembeli, keset buatan Pramuji memiliki kualitas yang bagus
01:44dan daya serap tinggi selain harganya terjangkau.
01:47Akan beli lah selalu ke sini.
01:51Selalu ke sini mas.
01:52Soalnya ini apa, kesetnya itu, ininya kerap gitu loh apa ya.
01:59Padat.
02:00Terus bisa menyerap air.
02:04Cocok kalau buat di masjid kan orang banyak gitu ya.
02:07yang untuk apa, yang menggunakan.
02:09Jadi saya selalu beli di sini.
02:11Kebetulan di sini, bapaknya ini, bapak sini.
02:16Apa itu?
02:17Home industry.
02:20Berkat keahliannya, kini Pramuji taknya fokus pada pembuatan keset.
02:24Seringkali yang menjadi pemateri dan menularkan keahliannya
02:27membuat keset ke berbagai komunitas.
02:29Tim Liputan, Kompas TV Malang, Jawa Timur.
02:33Terima kasih.
02:37Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan