Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Simak Video Upacara Detik-Detik Pengibaran Bendera Proklamasi 17 Agustus 2025 HUT ke-80 RI di Istana Merdeka

https://www.youtube.com/watch?v=rwoEI-aorpE

Simak Video Upacara Penurunan Bendera Merah Putih 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka Jakarta

https://youtube.com/live/X02rnFK5WOY?feature=share

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta, masih menyisakan sejumlah tanda tanya, termasuk siapa otak pelaku pembunuhan.

Meskipun polisi telah menangkap empat orang yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan, kepastian mengenai dalang utama masih belum terungkap.

Berdasarkan hasil autopsi, polisi menemukan adanya luka akibat benda tumpul di tubuh Mohamad Ilham Pradipta.

Istri korban, Puspita Aulia, meminta polisi segera mengusut tuntas kasus kematian suaminya, termasuk mengungkap motif para pelaku. Puspita juga menegaskan agar para pelaku dijerat hukuman setimpal.

Kriminolog Haniva Hasna menilai kasus penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta belum terungkap sepenuhnya karena polisi belum menangkap aktor utama dalam perkara ini.

Sebelumnya, Mohamad Ilham Pradipta, yang merupakan Kepala Cabang Bank BUMN di Jakarta, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area persawahan di Bekasi, Jawa Barat.

Sebelum ditemukan tewas, rekaman CCTV sempat memperlihatkan detik-detik peristiwa penculikan Mohamad Ilham Pradipta.

Baca Juga Aksi Kejar-kejaran Dalang Pembunuhan Kacab Bank BUMN, 4 Pelaku Berhasil Ditangkap | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/613465/aksi-kejar-kejaran-dalang-pembunuhan-kacab-bank-bumn-4-pelaku-berhasil-ditangkap-berut

#pembunuhan #penculikan #kacabbankbumn

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/613481/full-reza-indragiri-soal-otak-pembunuhan-kacab-bank-bumn-ada-tersangka-lain-kompas-petang
Transkrip
00:00Lebih lengkap soal pengusutan kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN
00:04Mohamad Ilham Pradipta
00:06Sudah bergabung bersama kami Psikolog Forensik Reza Indragiri
00:10Selamat petang Bung Reza, terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang
00:15Bung Reza, apakah Anda melihat otak pelaku pembunuhan ini bagian dari 4 pelaku yang saat ini sudah ditangkap?
00:24Bawa pihak kepolisian, misalnya belum melakukan impak pers
00:28Belum menyatakan bahwa seluruh pelaku sudah ditangkap
00:32Itu mengindikasikan bahwa memang paling tidak ada kemungkinan 3 atau 4 kluster pelaku
00:39Yang saya maksud kluster pertama adalah orang yang tanda peti punya hajatan
00:43Bagi meninggalnya atau bagi disiksanya korban
00:49Kluster kedua adalah eksekutor
00:53Yaitu orang-orang yang berhadapan
00:56Yang bersentuhan, yang berkonfrontasi secara langsung dengan target
01:00Dan pihak yang ketiga adalah kluster di mana pihak ini yang membangun exit
01:07Yang membangun jalan keluar, cleaner, dia membersihkan TKP
01:11Dia mencoba untuk menghapus jejak, menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi
01:16Boleh juga melakukan hengki-pengki dengan akun pernegakan hukum dan seterusnya
01:20Nah perkiraan saya, karena ini merupakan kejahatan yang dilakukan secara terorganisasi atau berkelompok
01:25Maka terindikasi masih ada PN berikutnya bagi pihak Kota Metro Jaya
01:30Yaitu mencari pihak-pihak pada dua kluster lainnya
01:34Kalau dari keterangan pendalaman yang dilakukan polisi kepada empat orang yang sudah ditangkap ini
01:40Apakah memungkinkan untuk membuka informasi terkait otak ataupun dalang dari pembunuhan
01:49Siapa yang ingin melakukan pembunuhan ini?
01:51Hampir bisa kita pastikan bahwa kejahatan yang terorganisasi semacam ini melibatkan sumber daya finansial yang tidak agil
02:00Karena itu bisa ditelusuri lalu lintas atau transaksi keuangan yang sudah dilakukan oleh empat orang tersebut
02:08Asal-muasalnya dari mana
02:09Nah dengan pemikiran sedemikian rupa, maka sudah barang tentu pihak Kota Metro Jaya bisa menyisir hingga ke titik paling hulu
02:16Yaitu menemukan sekali lagi di kluster pertama yaitu orang yang sungguh-sungguh punya hajatan
02:21Punya kepentingan bagi terjadinya peristiwa yang menimpa korban
02:24Bung Reza, kalau kita tahu berdasarkan runutan ada peristiwa penculikan pada Rabu 20 Agustus
02:32Kemudian korban ditemukan tewas pada 21 Agustus atau satu hari kemudian
02:38Apakah ada grace period yang bisa dikatakan mubazir ketika sudah ada CCTV penculikan nih?
02:46Tapi akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas
02:50Peristiwa ini terlebih tayangan yang sedang ditayangkan oleh Kompas TV pada detik ini
02:56Menunjukkan bahwa keberadaan CCTV ansih belum tentu bisa mencegah terjadinya peristiwa pidana
03:04Yaitu ketika CCTV belum terintegrasi dengan elemen-elemen lainnya guna membangun sebuah sistem pengamanan
03:13Seandainya apa yang tertangkap oleh CCTV itu terintegrasi dengan petugas kriti yang melakukan pemantauan terhadap rekaman tersebut
03:22Maka sudah barang tentu secara real time pada saat itu pula semestinya petugas keamanan di pusat perbelanjaan itu
03:30Bisa mengambil langkah-langkah guna mencegah mobil agar tidak keluar dari area parkir
03:34Karena itu saya terus terang menyayangkan
03:37Sudah benar bahwa keluarga korban melapor ke pihak kepolisian
03:42Tetapi bukankah sesungguhnya dengan keberadaan rekaman CCTV itu
03:45Pihak yang paling pertama yang membuat laporan kepolisian
03:49Sesungguhnya bukanlah pihak keluarga
03:51Melainkan pihak dari sekuriti pusat perbelanjaan itu
03:55Sekali lagi, rekaman CCTV sayang beribu sayang tidak dalam kondisi terpantau
04:00Sehingga petugas sekuriti di tempat tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan
04:04Untuk memblokir atau memastikan bahwa para pelaku tidak keluar dari TKP tersebut
04:09Bung Reza, tapi kalau melihat kasus ini
04:13Ini kan ada penculikan
04:14Apakah memang dari awal korban sudah ditargetkan untuk dalam tanda kutip
04:19Dibunuh, dihabisi
04:21Atau memang ada peristiwa yang tidak terencana sehingga korban meninggal dunia?
04:29Peristiwa ini pada satu sisi mengerikan
04:33Namun sekaligus pada sisi yang lain mempertontonkan sebuah perencanaan aksi jahat yang sedemikian buruk
04:39Saya katakan mengerikan sekaligus merupakan cerminan sebuah perencanaan kejahatan yang buruk
04:43Dikarenakan sekali lagi dilakukan di tempat yang terbuka
04:45Yang hitung-hitungan disitu ada sekian banyak saksi
04:48Terekam oleh CCTV
04:50Ada petugas sekuriti
04:52Mempersulit para pelaku untuk keluar dari TKP
04:55Tapi
04:56Saya tidak tahu apa penyebabnya
04:58Adakah kemungkinan bahwa para pelaku melancarkan aksi itu pertama
05:02Karena mereka memang tidak sungguh-sungguh merancang aksi itu untuk maaf
05:06Aksi yang berujung pada kematian korban
05:09Penculikan tidak bisa disanggap
05:11Tapi apakah mereka sungguh-sungguh ingin berujung pada menghabisi korban
05:15Itu masih merupakan tanda tanya
05:17Itu pertama
05:17Yang kedua
05:19Korban berdasarkan pemberitaan yang saya simak
05:22Ada lakban di bagian mata dan di bagian kaki atau tangan
05:27Saya bayangkan lakban di daerah mata
05:30Untuk mempersulit korban
05:32Menidentifikasi siapa saja orang-orang yang sudah melakukan penyiksaan atau penyergapan dalam dirinya
05:37Lakban di daerah tangan atau kaki
05:39Mengindikasikan agar korban tidak melakukan perlawanan
05:42Posisi kedua lakban tersebut
05:44Bukanlah maaf posisi yang bisa mengakibatkan korban meninggal dunia
05:47Yang kedua
05:49Yang ketiga
05:50Jasad korban ditemukan tergeletak begitu saja di tempat yang terbuka semacam itu
05:55Karena ini merupakan kejahatan berkelompok
05:58Kejahatan berorganisasi
06:00Kalau mereka memang sungguh-sungguh ingin melakukan sebuah aksi
06:04Dengan target menghabisi korban
06:06Apakah sulit bagi empat orang
06:09Untuk kemudian maaf ini menghilangkan barang bukti
06:12Dengan melenyapkan tubuh korban dengan cara yang lebih canggih
06:16Nah tiga hal tersebut
06:18Menjadi dasar bagi saya untuk berspekulasi
06:21Tentu saja pihak polisi yang menginvestigasi
06:23Saya berspekulasi penculikan
06:26Definitif iya
06:27Tetapi apa gerangan yang menyebabkan korban meninggal dunia
06:30Apakah pembunuhan
06:32Ataukah pembunuhan bercana
06:34Atau justru merupakan akibat dari penganiayaan
06:37Yang berujung pada meninggalnya korban
06:39Oke
06:40Kenapa saya menanyakan itu
06:42Karena kalau dilihat dari rekaman CCTV
06:45Ini kan dilakukan di ruang terbuka
06:47Dilakukan juga pada siang hari
06:50Artinya akan banyak mata dan juga saksi yang melihat peristiwa ini
06:54Jadinya jika bisa dikonfirmasi hal ini
06:56Apa sebenarnya motif yang bisa digali
06:59Terkait penculikan yang berujung pada pembunuhan ini
07:01Sekali lagi untuk kesekian kalinya
07:04Saya mengatakan di Kompas TV
07:06Kalau kita bicara tentang motif kejahatan
07:08Kemungkinannya hanya dua
07:09Yaitu motif emosional
07:11Ataukah motif instrumental
07:14Seandainya kita bersepakat
07:16Ada tiga atau empat klaster pelaku
07:18Maka
07:19Sudah barang tentu
07:21Di klaster kedua
07:22Yaitu klaster eksekutor
07:23Mereka yang berhadapan
07:24Bersentuhan dan berkonfrontasi langsung dengan pelaku
07:27Boleh jadi target mereka
07:29Sekaligus motif mereka
07:30Adalah mendapatkan manfaat secara finansial
07:32Dari aksi jahat yang mereka lakukan
07:34Tapi kalau kita pindah ke klaster satu
07:37Bahkan mungkin juga bisa dikait dengan klaster tiga
07:39Benarkah motif instrumental?
07:42Mungkin iya
07:42Tetapi jangan lupa ada motif lain
07:44Yaitu motif emosional
07:46Bahwa seseorang melakukan aksi kejahatan
07:48Baik dengan tangannya sendiri
07:50Maupun dengan tangan orang lain
07:51Sebagai ekspresi adanya perasaan negatif
07:53Yang dirasakan terhadap target
07:54Entah itu amarah
07:56Bencian, dendam, cemburu, putus asa
07:59Ataupun perasaan-perasaan negatif lainnya
08:01Namun satu hal juga yang perlu ditinggalkan
08:04Kalau sesaat lalu saya katakan
08:06Peristiwa kejahatan di tempat terbuka pada waktu
08:09Sedemikian lupa itu mengerikan
08:11Sekaligus mencerminkan perkenaan yang buruk
08:13Adakah kemungkinan
08:15Bahwa para pelaku alias eksekutor
08:17Sebelum melancarkan aksinya pada waktu tersebut
08:20Menenggap minuman keras
08:21Ataupun narkoba jenis tertentu
08:23Yang membuat mereka tidak cukup punya kemampuan berpikir matang
08:26Untuk memastikan aksi mereka bisa berlangsung secara aman
08:29Bung Reza, apakah ada kemungkinan
08:32Peristiwa penculikan yang berujung pada pembunuhan
08:35Dan juga menyebabkan korban tewas ini
08:37Berkaitan dengan profesinya sebagai kepala cabang bank BUMN
08:42Karena kalau kita lihat juga
08:43Mereka yang ditangkap adalah
08:45Diduga merupakan debt collector
08:48Saya ingin memastikan bahwa saya
08:54Hingga detik ini belum bersepakat
08:56Seandainya peristiwa ini langsung kita simpulkan
08:58Sebagai penculikan sekaligus pembunuhan
09:00Penculikan, iya
09:03Bahwa korban meninggal dunia itu juga iya
09:05Tapi apakah korban meninggal dunia itu
09:08Akibat sekali lagi merupakan pembunuhan
09:10Ataukah akibat dari pembunuhan berjana
09:12Atau tanda petik sebatas akibat penganiayaan
09:15Ia mengakibatkan korban meninggal dunia
09:18Kalau para pelaku alias eksekutor itu
09:22Diidentifikasi sebagai debt collector
09:24Saya tidak membayangkan bahwa target mereka adalah
09:27Membuat target atau korban meninggal dunia
09:30Mungkin mereka melakukan interogasi
09:33Interogasi yang dilakukan dengan kekerasan
09:36Karena kemudian mereka tidak menutup mulut korban
09:39Tetapi sayang
09:41Interogasi yang disertai dengan kekerasan itu
09:43Mengakibatkan korban meninggal dunia
09:46Apakah motifnya?
09:47Tidak lagi
09:48Bisa jadi motif emosional
09:49Dan disertai dengan motif instrumental
09:51Oke
09:52Kalau bisa berikan satu poin singkat
09:55Apa yang harus dilakukan pihak polisi
09:57Untuk mengungkap siapa dalang
09:59Dan juga otak dibalik penculikan dan pembunuhan ini?
10:04Dengan telah tertangkapnya empat eksekutor
10:06Hitung-hitungan saya tidak terlalu sulit
10:08Bagi pihak kepolisian
10:09Untuk mencari tahu siapa gerangan pihak yang paling berkepentingan
10:13Alias pihak pertama
10:14Pihak kluster pertama
10:15Yang berkepentingan atas peristiwa ini
10:18Menelusuri lalu intas uang
10:20Dari empat orang tersebut
10:22Saya pikir merupakan kunci yang bisa dilakukan oleh pihak kepolisian
10:26Agar terbawa ke titik hulu
10:28Sehingga ditemukan siapa gerangan pihak yang membiayai
10:31Sekaligus mengotak di peristiwa ini
10:33Baik
10:33Terima kasih
10:34Sikolog Forensik Reza Indragiri
10:36Sudah berbagi perspektif di Kompas Petang
10:38Selamat sore
10:39Buong reza
10:39Terima kasih
Komentar

Dianjurkan