00:00Pemirsa Presiden Prabowo Subianto menyoroti sejumlah hal dalam penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah terkait rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN Tahun Anggaran 2026 beserta nota keuangan yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Jumat 15 Agustus 2025.
00:27Terdapat 8 agenda prioritas yang termuat dalam kerangka RAPBN 2026.
00:34Yang pertama terkait dengan ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.
00:39Kedua memperkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa melalui produksi minyak dan gas.
00:44Ketiga makan bergizi gratis atau MBG yang menjangkau 82,9 juta siswa ibu hamil dan balita dengan alokasi anggaran sebesar Rp335 triliun.
00:56Kemudian keempat mewujudkan pendidikan bermutu dengan mengalokasikan anggaran Rp757,8 triliun.
01:06Kelima menghadirkan kesehatan berkualitas yang adil dan merata dengan alokasi anggaran Rp244 triliun.
01:14Keenam menghidupkan perekonomian rakyat melalui penguatan kooperasi desa Kelurahan Merah Putih.
01:22Ketujuh memperkuat pertahanan sumesta untuk menjaga kedaulatan bangsa
01:26dengan modernisasi alat utama sistem pertahanan dan memperkuat komponen cadangan
01:31serta memperdayakan industri strategis nasional dan kesejahteraan para prajurit patriot bangsa.
01:39Dan yang terakhir pemirsa, Presiden Prabowo Subianto juga ingin mempercepat investasi dan perdagangan global
01:46dengan memperkuat peran danantara dan swasta sebagai motor penggerak ekonomi melalui berbagai proyek hilirisasi.
01:53Untuk mendukung berbagai program prioritas tersebut, APBN 2026 dirancang untuk belanja negara
02:02dialokasikan sebesar Rp3.786,5 triliun.
02:07Kemudian pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun
02:13dengan defisit APBN dirancang Rp638,8 triliun atau 2,48% dari PDB.
02:23Dari Jakarta Cahyasari, Anggah, Kantor Berita Antara mewartakan.