Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Dosen Fakultas Hukum UNHAS Hamid Awaluddin buka suara terkait Pertemuan Silfester Matutina dengan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

"Mengenai masalah Silfester tidak pernah ada pertemuan antara Pak Jusuf Kalla dan dirinya membicarakan soal kasus pidana," kata Rekan Jusuf Kalla, Hamid kepada KompasTV, Selasa (5/8/2025).

Hamid pun menceritakan proses permintaan maaf Silfester ke Jusuf Kalla melalui pengacara keluarga.

"Dia minta maaf kemudian lawyer keluarga Pak Jusuf Kalla melapor ke Pak Jusuf Kalla, Silfester minta maaf ke Pak Jusuf Kalla, Merespons ya orang minta maaf kita harus maafkan tapi kasus hukumnya tetap jalan ya jadi tidak pernah ada pertemuan antara Silfester dengan Pak Jusuf Kalla membicarakan mengenai kasus ini," jelasnya.

Menurutnya jika kejaksaan mau melakukan eksekusi adalah langkah tepat.

"Karena selama ini putusan Mahkamah Agung yang tetap menghukum dia 1,5 tahun tidak pernah dia jalani dan tidak bisa dikatakan sudah ada pembicaraan saya dengan Pak Jusuf Kalla atau keluarganya sehingga saya tidak pernah menjalani hukuman," katanya.

Bagaimana pendapat Sahabat KompasTV terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!

Video Editor: Frashiva Rizaldi

#jusufkalla #silfestermatutina #hamidawaluddin

Baca Juga Bangunan Pendopo di Boyolali Roboh Diterjang Hujan-Angin Kencang, 1 Tewas | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/609742/bangunan-pendopo-di-boyolali-roboh-diterjang-hujan-angin-kencang-1-tewas-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/609746/cerita-hamid-awaluddin-saat-silfester-pernah-minta-maaf-ke-jusuf-kalla
Transkrip
00:00Dan lawyer keluarga Pak Yusuf Kalla melapor ke Pak Yusuf Kalla.
00:04Silvister minta maaf Pak.
00:07Pak Yusuf Kalla merespon.
00:10Ya orang minta maaf kita harus maafkan.
00:13Tapi ya mengenai masalah Silvister,
00:17Silvister tidak pernah ada pertemuan antara Pak Yusuf Kalla dan dirinya
00:23membicarakan soal kasus pidana.
00:27Tidak pernah.
00:28Duduk perkaranya itu sebagai berikut.
00:32Di pengadilan pidana yang mengadili dia atas
00:35fitnah dan pencamaran menama Pak Yusuf Kalla,
00:39dia minta maaf.
00:42Kemudian lawyer keluarga Pak Yusuf Kalla melapor ke Pak Yusuf Kalla.
00:47Silvister minta maaf Pak.
00:50Pak Yusuf Kalla merespon.
00:53Ya orang minta maaf kita harus maafkan.
00:55Tapi kasus hukumnya tetap jalan.
00:58Jadi tidak pernah ada pertemuan antara Silvister dengan Pak Yusuf Kalla
01:04membicarakan settlement mengenai kasus ini.
01:09Komentar saya bahwa sekarang negara yang kejaksaan mau melakukan eksekusi itu sudah sangat benar.
01:17Karena selama ini putusan Mahkamah Agung yang tetap menghukum dia satu setengah tahun tidak pernah dia jalani.
01:27Dan tidak bisa dikatakan sudah ada pembicaraan saya dengan Pak Yusuf Kalla atas keluarganya sehingga saya tidak pernah menjalani hukuman.
01:35Ini kan pidana bukan perdata.
01:39Kalau pidana apalagi kalau sudah berkekuatan hukuman tetap mutlak dijalankan.
01:45Selama ini memang tidak dieksekusikan, tidak tahu apa alasannya.
01:50Itu komentar saya tentang Silvister versus Pak Yusuf Kalla.
01:55Informasi dari pihak Kejari Jakarta Selatan hari ini diundang yang bersangkutan.
02:19Kalau dia tidak datang ya silahkan saja nanti.
02:22Kita harus eksekusi.
02:24Kalau tidak salah hari ini, pastikan saja nanti.
02:27Coba tanya nanti ke pihak Kejari Jakarta Selatan.
02:30Tapi yang semarin saya informasi, ya harus.
02:33Ya harus segera.
02:34Kalau sudah inkrah, kita tidak ada masalah semua.
02:39Apakah nantinya disesokan dieksekusi, dipenjara, apakah abang siap?
02:43Tidak ada masalah. Intinya kan saya sudah menjalani proses itu.
02:46Nanti kita lihat lagi bagaimana kelanjutannya.
02:49Ini langsung ke Kejari Selatan atau?
02:51Oh enggak. Belum ya. Nanti kita atur dulu.
02:53Belum terima surat.
02:54Belum ada suratnya, belum ada suratnya.
02:58Baru narasi, kan?
03:00Ya, makasih.
03:01Oke, cukup?
03:02Makasih.
03:03Cukup, makasih ya.
03:04Saya, Sintia Rompas.
03:12Saksikan program-program Kompas TV melalui siaran digital, pay TV, dan media streaming lainnya.
03:19Kompas TV, independen, terpercaya.
Komentar

Dianjurkan