00:00...
00:00...
00:02...
00:04...
00:06...
00:07...
00:08...
00:09...
00:10...
00:12...
00:14...
00:16...
00:17Hampir tiga pekan saudara kematian diplomat muda kementerian luar negeri masih menjadi misteri.
00:23Besok penyidik Polda Metro Jaya rencananya akan mengumpulkan semua ahli untuk menyimpulkan
00:28apa penyebab kematian Arya Daru, Diplomat Kiamlu yang tewas terlakban.
00:33Lalu bagaimana merangkai puzzle sebab dari kematian Diplomat Kiamlu ini kita akan bahas bersama Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim
00:42dan anggota Komisi 3 DPR RI dari fraksi PKS Nasir Jamil.
00:48Selamat petang Pak Yusuf, Bang Nasir terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:53Saya akan ke Pak Yusuf terlebih dahulu, selamat petang.
00:57Selamat petang, Sintia.
00:58Pak Yusuf, dari informasi yang Anda peroleh, Kompolnas sendiri mendapatkan informasi terkini apa Pak Yusuf terkait kematian dari Arya Daru Pangayunan ini?
01:08Baik, terima kasih Sintia.
01:10Sintia.
01:11Update perkembangan penyelidikan yang itu sama-sama sudah kita lihat dan dengarkan juga update dari Humas sama-sama bahwa hasil otopsi sudah ada, tinggal dilakukan sinkronisasi.
01:32Besok bahwa akan dilakukan permintaan ahli bagaimana semua ahli memberikan fakta-fakta dan bagaimana menyimpulkannya.
01:43Nah, Kompolnas sendiri sangat berharap bahwa kita berharap dalam pekan ini, apabila besok sudah bisa para ahli memberikan pendapatnya masing-masing sesuai dengan keahlian,
01:57apakah itu ahli hukum bidana, apakah itu ahli digital forensik, ahli kedokteran forensik, ahli absiport, asosiasi psikologi forensik, dan sebagainya.
02:10Kita berharap ya, namanya kita berharap karena ini sudah memasuki pekan akhir kedua, sudah mau masuk 14 hari ya.
02:19Kita berharap ya, sejak peristiwa 8 Juli ditemukan ada almarhum di dalam kamar dalam kondisi meninggal,
02:27ya kita berharap selasa kita bisa hadir dalam gelar perkara, sehingga dirilis bagaimana hasil kesimpulan penyelidikannya.
02:35Itu Sintia, kita harapannya seperti itu, sebagai pengawasan.
02:38Ya, Bang Nasir, lalu bagaimana Komisi 3 melihat sebagai penyelesaian dari kasus ini?
02:46Karena bisa dikatakan terbilang cukup lama, ditemukan meninggal dunia pada 8 Juli, sudah hampir memasuki pekan ketiga.
02:54Ya, pertama harus kita pahami bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna.
02:59Begitu pun, ini sebenarnya juga tantangan dan pembuktian bagi Polri Presisi untuk menyebab tabir gelap ya, kasus kematiannya.
03:12Sebab tentu saja, apa namanya, sangat rapi sebenarnya pelaku itu, karena terkunci dari dalam, kemudian dilakbat.
03:20Bahkan saya juga mendapatkan foto-foto terkait dengan kondisi korban ya, di mana seluruh jari tangannya itu berwarna biru, kemudian ada lebam di leher, ada lebam di, apa namanya, di pangkal tangan ya.
03:35Yang itu menunjukkan bahwa memang spekulasi atau katakanlah isu-isu yang terkait dengan korban bahwa bunuh diri dan lain sebagainya, itu menurut saya sangat tidak menghasilkan.
03:47Nah, karena itu sekali lagi, scientific crime investigation itu menjadi sangat penting dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkapkan misteri tadi itu.
03:55Jadi tidak ada cara...
03:56Begini Bang Nasir, artinya ini saya coba kembali merangkum pernyataan Anda.
04:00Artinya, dari Anda sendiri menyatakan bahwa sangat tidak mungkin Arya Daru meninggal akibat bunuh diri, berdasarkan bukti-bukti yang sempat Anda lihat.
04:10Artinya foto-foto yang sempat Anda lihat.
04:12Ya, foto-foto itu masih ada sama saya, dan seperti saya katakan tadi, itu ada sejumlah kekerasan sepertinya, kekerasan fisik yang dialami oleh korban.
04:21Dan itu menunjukkan bahwa tidak mungkin itu dilakukan sendiri, dan tidak mungkin kemudian tidak ada orang yang melakukannya.
04:32Nah, karena itu sekali lagi, pendekatan scientific crime investigation itu menjadi penting untuk membuktikan polri presisi.
04:42Jadi ini sekaligus tantangan dan pembuktian.
04:45Oke.
04:45Dan saya yakin bahwa kepolisian bisa mengungkapkan ini.
04:48Pak Yusof, bagaimana? Kompolnas menerima tidak bukti-bukti foto yang seperti diterima oleh Bang Nasir?
04:56Ya, apapun ketika belum bisa dirangkai untuk menjadi kesimpulan,
05:02peristiwa bahwa ini, sekali lagi, namanya penyelidikan itu adalah mengumpulkan informasi dan bukti awal
05:10untuk mengungkap ada atau tidak peristiwa tindak pidana.
05:15Itu tujuan penyelidikan.
05:18Nah, rentang waktu.
05:20Peluang, apakah ada peristiwa pidana?
05:23Apabila ada, rentang waktunya itu sekitar pukul setelah istri tidak bisa menghubungi lagi almarhum.
05:33Kira-kira pukul 21, tanggal 7 Juli, hari Selas, hari Senin.
05:40Nah, hingga pukul sekitar 21.30-an atau 20-an.
05:47Itu sampai almarhum di kediaman, itu terlihat CCTV.
05:51Dalam rentang waktu, bisa saja apakah dia itu dilakukan tindak pidana yang itu kaitannya dengan radun atau apa, itu bisa saja.
06:02Oleh karenanya, kami dari Kompolnas pada saat hari Selasa lalu mendatangi Polda Metro Jaya dan melihat TKP,
06:10memang meminta pendalaman dengan cermat dan teliti rentang waktu itu.
06:15Oke, tapi Kompolnas menerima juga ya foto-foto seperti yang Bang Nasir bilang?
06:22Sebagian ada, sebagian ya, sebagian.
06:25Apakah itu karena sebab kekerasan?
06:29Tentu ahli kedokteran forensik yang bisa menjelaskan.
06:32Itu ciri-ciri memar, apakah itu kekerasan?
06:36Apakah memar, setiap memar itu kekerasan?
06:39Itu kan yang tahu, itu kedokteran forensik.
06:41Oke, Kompolnas kan juga sempat melakukan beberapa hari lalu ke lokasi ya?
06:48Iya, hanya kan ada CCTV yang almarhum itu berada di rooftop kementerian luar negeri.
06:54Nah, kita belum bisa menyimpulkan fakta apa yang berada di rooftop tersebut,
07:00itu diduga dalam rentang waktu sudah tidak bisa dihubungin lagi dari istri kepada almarhum.
07:06Itu sudah dicek dan dilakukan analisis digital forensik terhadap CCTV yang ada di kementerian luar negeri.
07:13Sehingga itu bagian dari rangkaian peristiwa yang menjelaskan apa sebenarnya peristiwanya.
07:20Tentu, apa yang disampaikan oleh Bang Nasir Jamil, kami sendiri belum bisa menyimpulkan.
07:26Karena nanti ketika nanti ada celah bahwa demikian peristiwanya.
07:30Semua kesimpulan-kesimpulan yang lain itu bisa berhubung.
07:32Oke, Bang Nasir, kalau dari Komisi 3 sendiri melihat penanganan kasus ini sudah cukup tepat tidak sih?
07:40Membutuhkan waktu hampir tiga minggu dan besok baru kemungkinan akan diberitahukan kepada publik penyebab dari kematian Arya Daru.
07:48Ya tentu saja sebagai anggota Komisi 3 kami melihat agak lambat ya kepolisian menindaklanjuti dan kemudian mencoba mencari tahu penyebab itu semua.
08:04Nah karena itu dengan kecanggihan teknologi hari ini ya diharapkan sebenarnya sudah bisa cepat ya.
08:10Nah karena itu dibutuhkan saya katakan tadi ya, scientific crime investigation tadi itu seharusnya sudah dilakukan begitu.
08:18Ya kita menghormati ya kerja-kerja kepolisian terkait mengungkapkan kasus ini.
08:22Tapi tiga minggu dalam pandangan kami itu terlalu lama sebenarnya.
08:25Ya karena apa? Karena tadi itu tempatnya juga tidak berpindah-pindah.
08:29Ya tempatnya itu hanya beberapa tempat.
08:30Katakanlah misalnya gedung kementerian luar negeri, kemudian tempat dia bermalam atau tempat kosnya korban gitu.
08:38Sehingga kemudian dalam pandangan kami dengan ya informasi-informasi yang didapat seharusnya sudah bisa lebih cepat.
08:45Dibandingkan dengan waktu yang selama ini belum bisa terungkap dengan pasti.
08:50Bang Asir kalau dari video yang baru saja beredar saat penjaga Indekos menemukan jasad dari Arya Daru.
08:58Bagaimana Anda membacanya, melihatnya? Apakah Anda juga membaca ada kejanggalan?
09:05Ya kan bisa ditanya, hal apa yang melatar belakang?
09:12Sehingga petugas itu bisa masuk ke tempatnya.
09:16Apakah memang selama ini dia sudah tahu jam berapa korban itu keluar dan jam berapa korban itu masuk.
09:22Apakah ada aroma pusuk atau aroma apa sehingga membuat dia tertarik untuk masuk ke dalam
09:27dan melihat langsung ke dalam kan itu.
09:29Jadi sebenarnya petugas Indekos ini juga salah satu kunci yang nggak bisa diabaikan.
09:33Jadi masuknya dia ke kamar itu juga kan ada latar belakang.
09:38Ada latar belakang yang melatari dia sehingga kemudian dia kepingin masuk.
09:43Apakah memang dia sering masuk ke ruang kamar itu selama misalnya korban tidur
09:48atau korban di dalam dia masuk atau tidak pernah sama sekali.
09:51Jadi saya pikir ya petugas itu juga salah satu kunci dan itu harus didalami oleh kepolisian.
09:57Bagaimana Kompolnas membacanya juga dari petugas ataupun penjaga Indekos?
10:02Pak Yusuf.
10:02Ya kita dalam pendalaman awal sepakat dengan itu.
10:07Tapi tentu tidak bisa langsung ke fakta-fakta yang sepotong-sepotong seperti itu.
10:12Semua ragaian fakta-fakta yang dikumpulkan itu.
10:15Bagaimana komunikasi istri dengan korban?
10:19Bagaimana komunikasi istri dengan penjaga kos?
10:22Nah kemudian bagaimana penjaga kos itu kemudian mengambil satu tindakan
10:29membuka pintu secara paksa dengan membuka jendela terlebih dahulu.
10:34Kemudian membuka kunci slot yang itu harus dikunci dari dalam, dibuka juga dari dalam.
10:38Nah tentu rangkaian fakta-fakta ini harus menjadi satu rangkaian untuk dianalisis.
10:44Apakah ada fakta yang disampaikan oleh Bang Nasir Jamur itu,
10:49yang perlu terus digali dan didalami saksi pada penjaga kos itu?
10:54Bisa saja, itu bagian yang saran kami.
10:57Pak Yusuf tapi ada penjelasan nggak sih yang diterima dari Kompolnas
11:00kenapa pada malam harinya penjaga Indekos tidak mengetuk pintu kamar dari Arya Daru
11:06tapi baru di pagi harinya, dibuka secara paksa?
11:09Itu bagian ngetuk-ngetuk pintu itu bagian dari fakta yang harus diungkap oleh penyelidik
11:16dan itu bagian dari hal-hal yang ada di CCTV atau tidak
11:21itu bagian dari bagaimana analisis digital forensik atau ada atau ada fakta itu tidak
11:26itu hal-hal yang sudah kami tanyakan pada saat pendalaman ke Polda Metro Jaya.
11:32Kalau isi dari plastik hitam, kabarnya Kompolnas sudah mengetahui isinya apa?
11:36Betul.
11:37Apa itu Pak Yusuf?
11:38Ya, itu bagian dari hal yang harus disimpulkan di dalam penyelidikan.
11:43Kita tidak memberikan informasi sepotong, nanti bisa ditapsirkan
11:46tidak sesuai dengan fakta dan bisa disimpulkan tidak sesuai dengan faktanya.
11:51Oleh karena itu, biar itu menjadi rangkaian penjelasan fakta-fakta penyelidikan
11:55dengan kesimpulan apa akhirnya.
11:57Baik, terima kasih atas penjelasan dan juga perspektifnya Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim
12:02dan juga anggota Komisi 3 DPR RI fraksi PKS Bang Nasir Jamil
12:06atas perspektifnya sore hari ini. Terima kasih.
12:10Terima kasih.
12:10Terima kasih Sintia. Terima kasih.
Komentar