Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Hampir 3 pekan, kematian diplomat Kemlu masih jadi misteri. Besok, penyidik Polda Metro Jaya pun rencananya akan mengumpulkan semua ahli untuk menyimpulkan apa penyebab kematian Arya Daru, diplomat Kemlu yang tewas terlakban.

Lalu bagaimana merangkai puzzle sebab kematian diplomat Kemlu ini?

Kita bahas bersama Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim dan anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Nasir Djamil.

Baca Juga Misteri CCTV "Rooftop" Kematian Diplomat Kemlu, Ahli: Dugaan Ada Orang Lain Inginkan Kematian di https://www.kompas.tv/nasional/608837/misteri-cctv-rooftop-kematian-diplomat-kemlu-ahli-dugaan-ada-orang-lain-inginkan-kematian

#diplomat #kemlu

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/608844/misteri-sebab-kematian-diplomat-kemlu-dpr-ujung-jarinya-biru-lehernya-ada-bekas
Transkrip
00:00...
00:00...
00:02...
00:04...
00:06...
00:07...
00:08...
00:09...
00:10...
00:12...
00:14...
00:16...
00:17Hampir tiga pekan saudara kematian diplomat muda kementerian luar negeri masih menjadi misteri.
00:23Besok penyidik Polda Metro Jaya rencananya akan mengumpulkan semua ahli untuk menyimpulkan
00:28apa penyebab kematian Arya Daru, Diplomat Kiamlu yang tewas terlakban.
00:33Lalu bagaimana merangkai puzzle sebab dari kematian Diplomat Kiamlu ini kita akan bahas bersama Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim
00:42dan anggota Komisi 3 DPR RI dari fraksi PKS Nasir Jamil.
00:48Selamat petang Pak Yusuf, Bang Nasir terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:53Saya akan ke Pak Yusuf terlebih dahulu, selamat petang.
00:57Selamat petang, Sintia.
00:58Pak Yusuf, dari informasi yang Anda peroleh, Kompolnas sendiri mendapatkan informasi terkini apa Pak Yusuf terkait kematian dari Arya Daru Pangayunan ini?
01:08Baik, terima kasih Sintia.
01:10Sintia.
01:11Update perkembangan penyelidikan yang itu sama-sama sudah kita lihat dan dengarkan juga update dari Humas sama-sama bahwa hasil otopsi sudah ada, tinggal dilakukan sinkronisasi.
01:32Besok bahwa akan dilakukan permintaan ahli bagaimana semua ahli memberikan fakta-fakta dan bagaimana menyimpulkannya.
01:43Nah, Kompolnas sendiri sangat berharap bahwa kita berharap dalam pekan ini, apabila besok sudah bisa para ahli memberikan pendapatnya masing-masing sesuai dengan keahlian,
01:57apakah itu ahli hukum bidana, apakah itu ahli digital forensik, ahli kedokteran forensik, ahli absiport, asosiasi psikologi forensik, dan sebagainya.
02:10Kita berharap ya, namanya kita berharap karena ini sudah memasuki pekan akhir kedua, sudah mau masuk 14 hari ya.
02:19Kita berharap ya, sejak peristiwa 8 Juli ditemukan ada almarhum di dalam kamar dalam kondisi meninggal,
02:27ya kita berharap selasa kita bisa hadir dalam gelar perkara, sehingga dirilis bagaimana hasil kesimpulan penyelidikannya.
02:35Itu Sintia, kita harapannya seperti itu, sebagai pengawasan.
02:38Ya, Bang Nasir, lalu bagaimana Komisi 3 melihat sebagai penyelesaian dari kasus ini?
02:46Karena bisa dikatakan terbilang cukup lama, ditemukan meninggal dunia pada 8 Juli, sudah hampir memasuki pekan ketiga.
02:54Ya, pertama harus kita pahami bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna.
02:59Begitu pun, ini sebenarnya juga tantangan dan pembuktian bagi Polri Presisi untuk menyebab tabir gelap ya, kasus kematiannya.
03:12Sebab tentu saja, apa namanya, sangat rapi sebenarnya pelaku itu, karena terkunci dari dalam, kemudian dilakbat.
03:20Bahkan saya juga mendapatkan foto-foto terkait dengan kondisi korban ya, di mana seluruh jari tangannya itu berwarna biru, kemudian ada lebam di leher, ada lebam di, apa namanya, di pangkal tangan ya.
03:35Yang itu menunjukkan bahwa memang spekulasi atau katakanlah isu-isu yang terkait dengan korban bahwa bunuh diri dan lain sebagainya, itu menurut saya sangat tidak menghasilkan.
03:47Nah, karena itu sekali lagi, scientific crime investigation itu menjadi sangat penting dilakukan oleh kepolisian untuk mengungkapkan misteri tadi itu.
03:55Jadi tidak ada cara...
03:56Begini Bang Nasir, artinya ini saya coba kembali merangkum pernyataan Anda.
04:00Artinya, dari Anda sendiri menyatakan bahwa sangat tidak mungkin Arya Daru meninggal akibat bunuh diri, berdasarkan bukti-bukti yang sempat Anda lihat.
04:10Artinya foto-foto yang sempat Anda lihat.
04:12Ya, foto-foto itu masih ada sama saya, dan seperti saya katakan tadi, itu ada sejumlah kekerasan sepertinya, kekerasan fisik yang dialami oleh korban.
04:21Dan itu menunjukkan bahwa tidak mungkin itu dilakukan sendiri, dan tidak mungkin kemudian tidak ada orang yang melakukannya.
04:32Nah, karena itu sekali lagi, pendekatan scientific crime investigation itu menjadi penting untuk membuktikan polri presisi.
04:42Jadi ini sekaligus tantangan dan pembuktian.
04:45Oke.
04:45Dan saya yakin bahwa kepolisian bisa mengungkapkan ini.
04:48Pak Yusof, bagaimana? Kompolnas menerima tidak bukti-bukti foto yang seperti diterima oleh Bang Nasir?
04:56Ya, apapun ketika belum bisa dirangkai untuk menjadi kesimpulan,
05:02peristiwa bahwa ini, sekali lagi, namanya penyelidikan itu adalah mengumpulkan informasi dan bukti awal
05:10untuk mengungkap ada atau tidak peristiwa tindak pidana.
05:15Itu tujuan penyelidikan.
05:18Nah, rentang waktu.
05:20Peluang, apakah ada peristiwa pidana?
05:23Apabila ada, rentang waktunya itu sekitar pukul setelah istri tidak bisa menghubungi lagi almarhum.
05:33Kira-kira pukul 21, tanggal 7 Juli, hari Selas, hari Senin.
05:40Nah, hingga pukul sekitar 21.30-an atau 20-an.
05:47Itu sampai almarhum di kediaman, itu terlihat CCTV.
05:51Dalam rentang waktu, bisa saja apakah dia itu dilakukan tindak pidana yang itu kaitannya dengan radun atau apa, itu bisa saja.
06:02Oleh karenanya, kami dari Kompolnas pada saat hari Selasa lalu mendatangi Polda Metro Jaya dan melihat TKP,
06:10memang meminta pendalaman dengan cermat dan teliti rentang waktu itu.
06:15Oke, tapi Kompolnas menerima juga ya foto-foto seperti yang Bang Nasir bilang?
06:22Sebagian ada, sebagian ya, sebagian.
06:25Apakah itu karena sebab kekerasan?
06:29Tentu ahli kedokteran forensik yang bisa menjelaskan.
06:32Itu ciri-ciri memar, apakah itu kekerasan?
06:36Apakah memar, setiap memar itu kekerasan?
06:39Itu kan yang tahu, itu kedokteran forensik.
06:41Oke, Kompolnas kan juga sempat melakukan beberapa hari lalu ke lokasi ya?
06:48Iya, hanya kan ada CCTV yang almarhum itu berada di rooftop kementerian luar negeri.
06:54Nah, kita belum bisa menyimpulkan fakta apa yang berada di rooftop tersebut,
07:00itu diduga dalam rentang waktu sudah tidak bisa dihubungin lagi dari istri kepada almarhum.
07:06Itu sudah dicek dan dilakukan analisis digital forensik terhadap CCTV yang ada di kementerian luar negeri.
07:13Sehingga itu bagian dari rangkaian peristiwa yang menjelaskan apa sebenarnya peristiwanya.
07:20Tentu, apa yang disampaikan oleh Bang Nasir Jamil, kami sendiri belum bisa menyimpulkan.
07:26Karena nanti ketika nanti ada celah bahwa demikian peristiwanya.
07:30Semua kesimpulan-kesimpulan yang lain itu bisa berhubung.
07:32Oke, Bang Nasir, kalau dari Komisi 3 sendiri melihat penanganan kasus ini sudah cukup tepat tidak sih?
07:40Membutuhkan waktu hampir tiga minggu dan besok baru kemungkinan akan diberitahukan kepada publik penyebab dari kematian Arya Daru.
07:48Ya tentu saja sebagai anggota Komisi 3 kami melihat agak lambat ya kepolisian menindaklanjuti dan kemudian mencoba mencari tahu penyebab itu semua.
08:04Nah karena itu dengan kecanggihan teknologi hari ini ya diharapkan sebenarnya sudah bisa cepat ya.
08:10Nah karena itu dibutuhkan saya katakan tadi ya, scientific crime investigation tadi itu seharusnya sudah dilakukan begitu.
08:18Ya kita menghormati ya kerja-kerja kepolisian terkait mengungkapkan kasus ini.
08:22Tapi tiga minggu dalam pandangan kami itu terlalu lama sebenarnya.
08:25Ya karena apa? Karena tadi itu tempatnya juga tidak berpindah-pindah.
08:29Ya tempatnya itu hanya beberapa tempat.
08:30Katakanlah misalnya gedung kementerian luar negeri, kemudian tempat dia bermalam atau tempat kosnya korban gitu.
08:38Sehingga kemudian dalam pandangan kami dengan ya informasi-informasi yang didapat seharusnya sudah bisa lebih cepat.
08:45Dibandingkan dengan waktu yang selama ini belum bisa terungkap dengan pasti.
08:50Bang Asir kalau dari video yang baru saja beredar saat penjaga Indekos menemukan jasad dari Arya Daru.
08:58Bagaimana Anda membacanya, melihatnya? Apakah Anda juga membaca ada kejanggalan?
09:05Ya kan bisa ditanya, hal apa yang melatar belakang?
09:12Sehingga petugas itu bisa masuk ke tempatnya.
09:16Apakah memang selama ini dia sudah tahu jam berapa korban itu keluar dan jam berapa korban itu masuk.
09:22Apakah ada aroma pusuk atau aroma apa sehingga membuat dia tertarik untuk masuk ke dalam
09:27dan melihat langsung ke dalam kan itu.
09:29Jadi sebenarnya petugas Indekos ini juga salah satu kunci yang nggak bisa diabaikan.
09:33Jadi masuknya dia ke kamar itu juga kan ada latar belakang.
09:38Ada latar belakang yang melatari dia sehingga kemudian dia kepingin masuk.
09:43Apakah memang dia sering masuk ke ruang kamar itu selama misalnya korban tidur
09:48atau korban di dalam dia masuk atau tidak pernah sama sekali.
09:51Jadi saya pikir ya petugas itu juga salah satu kunci dan itu harus didalami oleh kepolisian.
09:57Bagaimana Kompolnas membacanya juga dari petugas ataupun penjaga Indekos?
10:02Pak Yusuf.
10:02Ya kita dalam pendalaman awal sepakat dengan itu.
10:07Tapi tentu tidak bisa langsung ke fakta-fakta yang sepotong-sepotong seperti itu.
10:12Semua ragaian fakta-fakta yang dikumpulkan itu.
10:15Bagaimana komunikasi istri dengan korban?
10:19Bagaimana komunikasi istri dengan penjaga kos?
10:22Nah kemudian bagaimana penjaga kos itu kemudian mengambil satu tindakan
10:29membuka pintu secara paksa dengan membuka jendela terlebih dahulu.
10:34Kemudian membuka kunci slot yang itu harus dikunci dari dalam, dibuka juga dari dalam.
10:38Nah tentu rangkaian fakta-fakta ini harus menjadi satu rangkaian untuk dianalisis.
10:44Apakah ada fakta yang disampaikan oleh Bang Nasir Jamur itu,
10:49yang perlu terus digali dan didalami saksi pada penjaga kos itu?
10:54Bisa saja, itu bagian yang saran kami.
10:57Pak Yusuf tapi ada penjelasan nggak sih yang diterima dari Kompolnas
11:00kenapa pada malam harinya penjaga Indekos tidak mengetuk pintu kamar dari Arya Daru
11:06tapi baru di pagi harinya, dibuka secara paksa?
11:09Itu bagian ngetuk-ngetuk pintu itu bagian dari fakta yang harus diungkap oleh penyelidik
11:16dan itu bagian dari hal-hal yang ada di CCTV atau tidak
11:21itu bagian dari bagaimana analisis digital forensik atau ada atau ada fakta itu tidak
11:26itu hal-hal yang sudah kami tanyakan pada saat pendalaman ke Polda Metro Jaya.
11:32Kalau isi dari plastik hitam, kabarnya Kompolnas sudah mengetahui isinya apa?
11:36Betul.
11:37Apa itu Pak Yusuf?
11:38Ya, itu bagian dari hal yang harus disimpulkan di dalam penyelidikan.
11:43Kita tidak memberikan informasi sepotong, nanti bisa ditapsirkan
11:46tidak sesuai dengan fakta dan bisa disimpulkan tidak sesuai dengan faktanya.
11:51Oleh karena itu, biar itu menjadi rangkaian penjelasan fakta-fakta penyelidikan
11:55dengan kesimpulan apa akhirnya.
11:57Baik, terima kasih atas penjelasan dan juga perspektifnya Komisioner Kompolnas Yusuf Warsim
12:02dan juga anggota Komisi 3 DPR RI fraksi PKS Bang Nasir Jamil
12:06atas perspektifnya sore hari ini. Terima kasih.
12:10Terima kasih.
12:10Terima kasih Sintia. Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan