00:00Meski Trump mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran,
00:04Pakarbuan Internasional Universitas Parahyangan menilai
00:06kesepakatan Amerika Serikat dan juga Iran belum menemui titik temu.
00:11Ini karena ada pihak ketiga, yaitu Israel yang masih melakukan serangan ke Lebanon.
00:17Dan berikut analisisnya untuk Anda.
00:20Trump juga bilang ini masih 50-50 ini antara mau nyerang atau mau lanjut kesepakatan.
00:25Iran juga sudah membantah bahwa ada kesepakatan soal selat rumus dibuka.
00:29Ini sampai kapan berarti? Benarkah di belakang ini terjadi benar-benar negosiasi
00:34yang sudah menghasilkan kesepakatan?
00:36Atau ternyata ya masih gini-gini aja dari tanggal 28 sampai sekarang belum ada
00:41hal yang bisa dicapai dari kedua belah pihak?
00:45Oke, jawaban saya terkait pertanyaan tadi ya.
00:48Jadi apakah cuma gini-gini saja dari proses perundingan?
00:53Saya rasa tidak gitu ya.
00:56Mungkin ada benarnya bahwa kemarin sempat ada progres terkait perundingan
01:01karena pihak dari Pakistan pun juga mengapresiasi ada gerakan positif
01:06dari perundingan damai yang bahkan disebut sebagai MOU
01:10antara Iran dan Amerika Serikat.
01:12Cuma ada juga berita yang ini belum bisa diklaim karena belum ada data terbuka
01:19akan ada pencairan aset dari aset-aset Iran yang dibugukan oleh Amerika Serikat
01:25yang itu tentu another point, another progress untuk perundingan damai.
01:29Nah tapi poin besar yang saya rasa itu akan jadi susah di sini adalah
01:35karena dalam konflik ini paling tidak ada tiga negara yang kemudian terlibat
01:41secara langsung Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
01:44Dan ketika misal Amerika Serikat dan Iran itu sudah bisa sepakat
01:49tapi ternyata ada pihak lain yang belum sepakat yaitu dalam hal ini Israel
01:53ya ini kemungkinan nanti akan jadi masalah.
01:56Ini akan jadi tarik ulur yang cukup repot karena dari ketiga pihak ini bisa saja
02:01bahkan misal dari Amerika Serikat dan Israel mereka walaupun sama-sama satu sekutu
02:05satu sisi tapi mereka juga kepentingannya bertentangan.
02:09Melanjutkan tadi yang Pak Hasibullah katakan gitu ya
02:13Israel itu menurut Channel 13 media lokalnya di sana gitu ya
02:18pemimpin dari IDF itu menyatakan bahwa mereka tidak ada rencana untuk mundur
02:24dari wilayah Lebanon dan mereka ingin ada kebebasan untuk tetap menyerang Lebanon
02:29bahkan masuk ke dalam wilayah Lebanon, menduduki wilayah Lebanon.
02:34Nah ini kemudian yang ditakutkan kalau ada perundingan damai dalam waktu dekat
02:40ini yang kemungkinan akan mengekang IDF dan mengekang pemerintah Israel.
02:44Dan ini yang dianggap tidak ideal.
02:47Benjamin Tanyahu pun menurut Al-Jazeera sudah bilang briefing kepada kabinetnya
02:52dan pemerintahnya bahwa jangan mengomentari perundingan damai ini secara publik
02:57karena ini cukup delicate, ada hubungan personal antara Benjamin Tanyahu
03:01dan Trump yang harus dijaga gitu ya.
03:04Cuma saya pikir akan ada negosiasi di belakang layar
03:08tekanan dari pihak Israel kepada Amerika Serikat untuk apa
03:11memberikan ruang dan waktu bagi pemerintah Israel
03:15untuk mendapatkan apapun yang mereka ingatkan di Lebanon.
03:18Jadi singkatnya ada progres tapi kemudian juga akan ada hembatan
03:23terutama kalau saya baca dari Al-Jazeera dan channel News 13
03:26lokal dari Israel sendiri bahkan akan ada hembatan dari pemerintah Israel.
03:33Di satu sisi Amerika Serikat itu butuh untuk keluar dari perang
03:37karena tekanan dari publik dan Presiden Donald Trump serta Republikan sendiri
03:41itu juga sudah merasakan tekanan terhadap posisi mereka
03:47dalam postur untuk besok pemilu di November ini.
03:51Karena perang ini dirasa cukup memberatkan popularitas Republikan
03:56dan popularitas Presiden Donald Trump
03:58ini tentu ingin diakhiri.
04:02Karena kenapa?
04:04Kalau besok pemilu itu demokrat itu bisa memenangkan posisi-posisi tertentu
04:09entah itu di Senat, entah di Kongres
04:11dominasi dari Republikan dan dominasi dari Presiden Trump
04:16untuk politik di AS itu akan terkikis.
04:19Karena kalau kita lihat sekarang Presiden Donald Trump
04:22bisa bertindak seenak beliau
04:24sekehendak beliau itu karena beliau mengontrol eksekutif, legislatif
04:31yaitu Kongres dan Senat
04:32lalu kemudian judikatifnya, sistem kehakimannya.
04:35Jadi basically tidak ada lagi check and balances di Amerika Serikat
04:39karena semuanya sudah kemudian mengikuti apa yang Trump omongkan.
04:43Walaupun kemudian ada beberapa Republikan yang dalam tanda kutip memberontak
04:47terutama terkait kemarin War Powers Act voting di Senat
04:51tapi saya rasa itu masih belum cukup untuk
04:57menggoyangkan dominasi dari Republikan dan Presiden Trump.
05:01Tapi itu sudah jadi warning sign
05:03yang mana saya pikir Presiden Trump dan pemerintahan AS at large
05:07itu juga sudah memperhatikan.
05:09Nah masalahnya ketika mau keluar dari perang ini
05:13mereka tentu harus memikirkan bahwa
05:16keluarnya harus tampak sebagai pemenang
05:18keluarnya harus masih jumawa
05:21karena kalau mereka keluar perang
05:23dengan cara pikir yang penting keluar perang
05:27tanpa ada demand tertentu bagi Iran
05:29misal terkait Hormuz, misal terkait nuklirnya
05:32atau bahkan kapabilitas militernya mereka.
05:37Kalau keluar dari perang tanpa tiga hal ini
05:40katakanlah
05:42orang-orang juga kemudian akan mempertanyakanlah
05:45apa gunanya perang kemarin
05:46kalau ditanyakan Hormuz loh
05:48Hormuz kemarin sudah terbuka loh
05:50tanpa harus perang
05:51kita tidak ada masalah dengan Hormuz gitu loh
05:54tapi sekarang kemudian malah
05:55sekarang harus ditutup gara-gara perang.
05:58Terus kemudian kalau untuk nuklirnya
06:02ini yang kemudian masih
06:03jadi contentious issue gitu ya
06:07Iran pengennya maksimalis
06:09mereka masih punya kemampuan untuk mengembangkan nuklir
06:12walaupun mereka selalu nuklir
06:13itu bukan untuk senjata
06:15tapi Amerika Serikat pengen
06:17dan terutama Israel pengen bahwa
06:19tidak ada lagi kemampuan untuk mengembangkan nuklir dari Iran
06:22dan itu masih dicari titik tengahnya dalam proses negosiasi ini
06:25dan again saya harus bilang bahwa
06:28kita tidak bisa hanya melihat Amerika Serikat saja
06:31Iran saja tapi juga Israel
06:33karena
06:35gini
06:35salah satu lobbyist dari
06:38Benjamin Netanyahu
06:40salah satu pencandang dananya
06:41itu adalah keluarga Adelson
06:43dan keluarga Adelson ini
06:45dia juga tinggal di Amerika Serikat
06:47dan dia juga jadi donatur politiknya
06:50Presiden Trump dan Republikan
06:52jadi ibaratnya dua politisi di dua negara
06:54punya donatur yang sama
06:56jadi
06:57ibaratnya satu orang ini
06:59satu keluarga ini bisa mengendalikan dua negara
07:02karena
07:02untuk mengarahkan politiknya
07:05supaya lebih pro-Israel
07:06karena kalau kita lihat juga
07:08voternya dari Republikan
07:09dan Presiden Donald Trump
07:10itu banyak yang berasal dari kelompok evangelis
07:13dan kelompok evangelis ini
07:16biasanya posisinya pro dengan Israel
07:18jadi kalau
07:19ada narasi-narasi
07:21di mana pemerintah Amerika Serikat
07:22meninggalkan dalam tanda motif
07:25Israel
07:25itu yang akan jadi
07:27kota enko
07:27bunuh diri
07:28politik di
07:29apa ya
07:30pemerintah AS
07:31dan ini yang saya rasa
07:33ini jadi dilemanya
07:34Presiden Trump
07:36dan Republikan sekarang
07:37harus keluar
07:38dari perang
07:39tapi kemudian
07:40gimana caranya
07:41ya
07:42agar tetap terhormat
07:43saya rasa ini
07:44melalui
07:45diplomasi
07:46melalui negosiasi
07:47cuma nanti detail-detailnya
07:48yang harus diselaraskan
07:50itu dari saya
07:51selain
Komentar