Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan menilai kesepakatan kedua negara belum menemukan titik temu.

Hal tersebut dinilai karena masih adanya pihak ketiga, yakni Israel, yang terus melakukan serangan ke Lebanon di tengah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi ini dinilai membuat upaya perdamaian menjadi semakin kompleks, sebab konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya melibatkan Amerika Serikat dan Iran, tetapi juga berkaitan dengan dinamika keamanan Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Simak selengkapnya pada tayangan berikut.

#amerikaserikat #donaldtrump #iran

Baca Juga Dampak Gejolak Global, BI Rate Naik 50 BPS Jadi 5,25 Persen | KOMPAS BISNIS di https://www.kompas.tv/ekonomi/670931/dampak-gejolak-global-bi-rate-naik-50-bps-jadi-5-25-persen-kompas-bisnis



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/670934/full-pakar-kesepakatan-as-iran-belum-temui-titik-temu-bagaimana-ujung-perang
Transkrip
00:00Meski Trump mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran,
00:04Pakarbuan Internasional Universitas Parahyangan menilai
00:06kesepakatan Amerika Serikat dan juga Iran belum menemui titik temu.
00:11Ini karena ada pihak ketiga, yaitu Israel yang masih melakukan serangan ke Lebanon.
00:17Dan berikut analisisnya untuk Anda.
00:20Trump juga bilang ini masih 50-50 ini antara mau nyerang atau mau lanjut kesepakatan.
00:25Iran juga sudah membantah bahwa ada kesepakatan soal selat rumus dibuka.
00:29Ini sampai kapan berarti? Benarkah di belakang ini terjadi benar-benar negosiasi
00:34yang sudah menghasilkan kesepakatan?
00:36Atau ternyata ya masih gini-gini aja dari tanggal 28 sampai sekarang belum ada
00:41hal yang bisa dicapai dari kedua belah pihak?
00:45Oke, jawaban saya terkait pertanyaan tadi ya.
00:48Jadi apakah cuma gini-gini saja dari proses perundingan?
00:53Saya rasa tidak gitu ya.
00:56Mungkin ada benarnya bahwa kemarin sempat ada progres terkait perundingan
01:01karena pihak dari Pakistan pun juga mengapresiasi ada gerakan positif
01:06dari perundingan damai yang bahkan disebut sebagai MOU
01:10antara Iran dan Amerika Serikat.
01:12Cuma ada juga berita yang ini belum bisa diklaim karena belum ada data terbuka
01:19akan ada pencairan aset dari aset-aset Iran yang dibugukan oleh Amerika Serikat
01:25yang itu tentu another point, another progress untuk perundingan damai.
01:29Nah tapi poin besar yang saya rasa itu akan jadi susah di sini adalah
01:35karena dalam konflik ini paling tidak ada tiga negara yang kemudian terlibat
01:41secara langsung Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
01:44Dan ketika misal Amerika Serikat dan Iran itu sudah bisa sepakat
01:49tapi ternyata ada pihak lain yang belum sepakat yaitu dalam hal ini Israel
01:53ya ini kemungkinan nanti akan jadi masalah.
01:56Ini akan jadi tarik ulur yang cukup repot karena dari ketiga pihak ini bisa saja
02:01bahkan misal dari Amerika Serikat dan Israel mereka walaupun sama-sama satu sekutu
02:05satu sisi tapi mereka juga kepentingannya bertentangan.
02:09Melanjutkan tadi yang Pak Hasibullah katakan gitu ya
02:13Israel itu menurut Channel 13 media lokalnya di sana gitu ya
02:18pemimpin dari IDF itu menyatakan bahwa mereka tidak ada rencana untuk mundur
02:24dari wilayah Lebanon dan mereka ingin ada kebebasan untuk tetap menyerang Lebanon
02:29bahkan masuk ke dalam wilayah Lebanon, menduduki wilayah Lebanon.
02:34Nah ini kemudian yang ditakutkan kalau ada perundingan damai dalam waktu dekat
02:40ini yang kemungkinan akan mengekang IDF dan mengekang pemerintah Israel.
02:44Dan ini yang dianggap tidak ideal.
02:47Benjamin Tanyahu pun menurut Al-Jazeera sudah bilang briefing kepada kabinetnya
02:52dan pemerintahnya bahwa jangan mengomentari perundingan damai ini secara publik
02:57karena ini cukup delicate, ada hubungan personal antara Benjamin Tanyahu
03:01dan Trump yang harus dijaga gitu ya.
03:04Cuma saya pikir akan ada negosiasi di belakang layar
03:08tekanan dari pihak Israel kepada Amerika Serikat untuk apa
03:11memberikan ruang dan waktu bagi pemerintah Israel
03:15untuk mendapatkan apapun yang mereka ingatkan di Lebanon.
03:18Jadi singkatnya ada progres tapi kemudian juga akan ada hembatan
03:23terutama kalau saya baca dari Al-Jazeera dan channel News 13
03:26lokal dari Israel sendiri bahkan akan ada hembatan dari pemerintah Israel.
03:33Di satu sisi Amerika Serikat itu butuh untuk keluar dari perang
03:37karena tekanan dari publik dan Presiden Donald Trump serta Republikan sendiri
03:41itu juga sudah merasakan tekanan terhadap posisi mereka
03:47dalam postur untuk besok pemilu di November ini.
03:51Karena perang ini dirasa cukup memberatkan popularitas Republikan
03:56dan popularitas Presiden Donald Trump
03:58ini tentu ingin diakhiri.
04:02Karena kenapa?
04:04Kalau besok pemilu itu demokrat itu bisa memenangkan posisi-posisi tertentu
04:09entah itu di Senat, entah di Kongres
04:11dominasi dari Republikan dan dominasi dari Presiden Trump
04:16untuk politik di AS itu akan terkikis.
04:19Karena kalau kita lihat sekarang Presiden Donald Trump
04:22bisa bertindak seenak beliau
04:24sekehendak beliau itu karena beliau mengontrol eksekutif, legislatif
04:31yaitu Kongres dan Senat
04:32lalu kemudian judikatifnya, sistem kehakimannya.
04:35Jadi basically tidak ada lagi check and balances di Amerika Serikat
04:39karena semuanya sudah kemudian mengikuti apa yang Trump omongkan.
04:43Walaupun kemudian ada beberapa Republikan yang dalam tanda kutip memberontak
04:47terutama terkait kemarin War Powers Act voting di Senat
04:51tapi saya rasa itu masih belum cukup untuk
04:57menggoyangkan dominasi dari Republikan dan Presiden Trump.
05:01Tapi itu sudah jadi warning sign
05:03yang mana saya pikir Presiden Trump dan pemerintahan AS at large
05:07itu juga sudah memperhatikan.
05:09Nah masalahnya ketika mau keluar dari perang ini
05:13mereka tentu harus memikirkan bahwa
05:16keluarnya harus tampak sebagai pemenang
05:18keluarnya harus masih jumawa
05:21karena kalau mereka keluar perang
05:23dengan cara pikir yang penting keluar perang
05:27tanpa ada demand tertentu bagi Iran
05:29misal terkait Hormuz, misal terkait nuklirnya
05:32atau bahkan kapabilitas militernya mereka.
05:37Kalau keluar dari perang tanpa tiga hal ini
05:40katakanlah
05:42orang-orang juga kemudian akan mempertanyakanlah
05:45apa gunanya perang kemarin
05:46kalau ditanyakan Hormuz loh
05:48Hormuz kemarin sudah terbuka loh
05:50tanpa harus perang
05:51kita tidak ada masalah dengan Hormuz gitu loh
05:54tapi sekarang kemudian malah
05:55sekarang harus ditutup gara-gara perang.
05:58Terus kemudian kalau untuk nuklirnya
06:02ini yang kemudian masih
06:03jadi contentious issue gitu ya
06:07Iran pengennya maksimalis
06:09mereka masih punya kemampuan untuk mengembangkan nuklir
06:12walaupun mereka selalu nuklir
06:13itu bukan untuk senjata
06:15tapi Amerika Serikat pengen
06:17dan terutama Israel pengen bahwa
06:19tidak ada lagi kemampuan untuk mengembangkan nuklir dari Iran
06:22dan itu masih dicari titik tengahnya dalam proses negosiasi ini
06:25dan again saya harus bilang bahwa
06:28kita tidak bisa hanya melihat Amerika Serikat saja
06:31Iran saja tapi juga Israel
06:33karena
06:35gini
06:35salah satu lobbyist dari
06:38Benjamin Netanyahu
06:40salah satu pencandang dananya
06:41itu adalah keluarga Adelson
06:43dan keluarga Adelson ini
06:45dia juga tinggal di Amerika Serikat
06:47dan dia juga jadi donatur politiknya
06:50Presiden Trump dan Republikan
06:52jadi ibaratnya dua politisi di dua negara
06:54punya donatur yang sama
06:56jadi
06:57ibaratnya satu orang ini
06:59satu keluarga ini bisa mengendalikan dua negara
07:02karena
07:02untuk mengarahkan politiknya
07:05supaya lebih pro-Israel
07:06karena kalau kita lihat juga
07:08voternya dari Republikan
07:09dan Presiden Donald Trump
07:10itu banyak yang berasal dari kelompok evangelis
07:13dan kelompok evangelis ini
07:16biasanya posisinya pro dengan Israel
07:18jadi kalau
07:19ada narasi-narasi
07:21di mana pemerintah Amerika Serikat
07:22meninggalkan dalam tanda motif
07:25Israel
07:25itu yang akan jadi
07:27kota enko
07:27bunuh diri
07:28politik di
07:29apa ya
07:30pemerintah AS
07:31dan ini yang saya rasa
07:33ini jadi dilemanya
07:34Presiden Trump
07:36dan Republikan sekarang
07:37harus keluar
07:38dari perang
07:39tapi kemudian
07:40gimana caranya
07:41ya
07:42agar tetap terhormat
07:43saya rasa ini
07:44melalui
07:45diplomasi
07:46melalui negosiasi
07:47cuma nanti detail-detailnya
07:48yang harus diselaraskan
07:50itu dari saya
07:51selain
Komentar

Dianjurkan