00:00Penyedik KPK menggeledah rumah Kepala Dinas PUPR Sumut Topan Ginting untuk pendalaman kasus dugaan korupsi proyek jalan.
00:09Dari penggeledahan itu, KPK menemukan uang tunai 2,8 miliar rupiah dan senjata api jenis bareta beserta amunisi.
00:19Tim melakukan penggeledahan di rumah tersangka TUP.
00:25Dalam penggeledahan tersebut, tim mengamankan sejumlah uang senilai sekitar 2,8 miliar.
00:38Tim juga mengamankan 2 senjata api yang tentu nanti juga akan dikoordinasikan oleh KPK dengan pihak kepolisian.
00:53Yang pertama pistol bareta ya dengan amunisi 7 butir dan jenis kedua senapan angin dengan jumlah amunisi air gun pellets sejumlah 2 pak.
01:15Sebelumnya, KPK juga menggeledah sebuah rumah di jalan Busi Medan yang diduga sebagai kantor sementara Topan Ginting.
01:27Penggeledahan ini dilakukan setelah sebelumnya KPK menggeledah kantor PUPR Sumatera Utara.
01:32Warga sekitar menyebut rumah yang diduga kantor sementara ini hanya berjarak 1 km dari kantor PUPR Sumatera Utara.
01:39Diketahui sebelumnya KPK juga menetapkan 5 tersangka dan menyita uang senilai 321 juta rupiah
01:54dari hasil operasi tangkap tangan di Mandailing Natal Sumatera Utara.
01:58Dimana salah satu tersangkanya adalah anak buah gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution,
02:04yakni kepala dinas PUPR Sumatera Utara Topan Ginting.
02:07KPK bilang, selain tersangka pihaknya juga akan memeriksa pejabat di Pemprov Sumut lainnya, termasuk Bobi Nasution.
02:14Kami masih melakukan analisis dan pendalaman dari pemeriksaan para pihak,
02:22baik para tersangka, kemarin kita juga menetapkan 5 orang sebagai tersangka,
02:29dan juga pihak-pihak lainnya yang juga diperiksa pasca kegiatan para tangan.
02:34KPK akan mendalami dan menelusuri proyek-proyek pengadaan lainnya,
02:41termasuk jika diduga ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat, ikut berperan dalam pengkondisian proyek pengadaan tersebut.
02:54KPK tentu akan memanggil siapa saja sesuai dengan kebutuhan penyidikan,
03:02nanti tentu juga akan didalami keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam penyidikan tersebut.
03:08KPK terbuka kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak siapa saja.
03:13Sementara itu Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution bilang dirinya siap jika diperiksa KPK.
03:20Jika diperlukan, Bobi menegaskan bahwa semua ASN yang terkait pada proyek itu harus siap diperiksa jika dibutuhkan KPK.
03:27Kan kemarin juga sudah jelas ya, kalau ada aliran dana, ataupun kalau butuh keterangan,
03:35saya sampaikan kemarin, jangankan Gubernurnya.
03:40Semua ASN, semua yang memang kalau perlu memberikan keterangan yang dipanggil, harus siap.
03:49Semua bupati, semua ASN, kalau perlu dipanggil, panggil silahkan.
03:57Apa sudah ada panggilan dari panggilan?
03:58Sudah surat panggilan dari panggilan?
04:00Ya jangan tanya saya.
04:02Jadi mana panggilan dari panggilan?
04:03Ya jangan tanya saya.
04:05Apa sudah surat dari panggilan?
04:08Tanya dulu sudah dikirim atau belum, maksudnya jangan tanya saya.
04:11Saudara, saat ini kita sudah bergabung dengan jurnalis Kompas TV Emir Purba dan juru kamera Budi Satria dari Medan Sumatera Utara
04:22dan ada juga jurnalis Kompas TV Renata Panggalo serta juru kamera Septa Yoga dari gedung KPK Jakarta.
04:28Kita akan ke Medan terlebih dahulu.
04:30Emir, sejauh ini sudah berapa banyak titik yang digeledah oleh KPK dan apa yang tengah dicari oleh KPK dari pengeledahan saat ini?
04:36Ya Radi dan juga Saudara, pada pukul 16.40 waktu Indonesia Barat tadi,
04:45petugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi selesai melakukan pengeledahan di rumah mewah di Lik Topan Ginting
04:53yang berada di perumahan Royal Sumatera, Kota Medan.
04:56Dan sejauh ini setidaknya ada tiga tempat yang telah digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi
05:03terkait dengan kasus korupsi pembangunan jalan di Sumatera Utara.
05:09Sebelumnya tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pengeledahan di Dinas PUPR Sumatera Utara
05:15yang berada di Jalan Saki Lubis, Kota Medan dan juga sebuah rumah di Jalan Busi, Kota Medan
05:21yang berdasarkan informasi beredar, rumah tersebut merupakan kantor sementara dari Tersangka Topan Ginting
05:30yang merupakan Kepala Dinas PUPR Sumatera Utara.
05:35Radi dan juga Saudara, saat ini saya berada di depan komplek
05:40yang di dalamnya terdapat rumah mewah milik Topan Ginting
05:44yang dari pantauan kami tadi Saudara, petugas KPK terlihat membawa sejumlah barang
05:50saat keluar dari rumah Topan berupa tiga koper
05:53antara lain satu berwarna biru dan dua koper lainnya berwarna hitam
05:59juga petugas KPK membawa dua kardus dan satu tas jinjing
06:05namun belum ada informasi resmi dari KPK dari pengeledahan tersebut
06:10temuan-temuan apa yang didapat dari pengeledahan di lokasi ketiga ini Saudara.
06:16Tadinya kami sempat mewawancarai Kepala Lingkungan Setempat
06:19yang membenarkan jika rumah mewah yang berada di klaster Topas
06:24kerumahan Royal Sumatera ini merupakan rumah pribadi milik Topan Ginting
06:29namun saat kami tanyai soal apakah tersangka Topan sudah lama tinggal di sini
06:34Sang Keflink pun menjawab tidak memiliki wewenang untuk menjawab pertanyaan tersebut.
06:39Selain rumah mewah Saudara memang petugas dari Komisi Pemerintah Korupsi
06:45telah melakukan pengeledahan di dua lokasi lainnya
06:49namun sampai saat ini tentunya kami masih menunggu
06:54apakah ada temuan-temuan baru dari tiga pengeledahan didakukan
06:59apakah temuan-temuan ini nantinya dapat mengungkapkan
07:02ataupun mencari titik terang dari kasus korupsi
07:07yang menimpa anak buah Bobi Nasution ini, Radhi.
07:10Oke Emir, saat pengeledahan dilakukan oleh KPK
07:14di mana keberadaan Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution
07:16dan apakah sudah ada komentar dari Bobi
07:18soal pengeledahan yang dilakukan KPK hari ini?
07:22Ya Radhi dan juga Saudara pada saat pengeledahan
07:26kami juga masih menunggu di mana keberadaan
07:30dari Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution
07:31namun pada pengeledahan kedua atau selasa kemarin
07:36kami mendapatkan informasi bahwasannya
07:38Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution sedang berada di Jakarta
07:42dan tentunya Bobi dan Radhi kami juga masih menunggu
07:46kabar dari ataupun informasi resmi dari Komisi Pemerintah Korupsi
07:50terkait apakah memang kasus ini nantinya akan membuka fakta-fakta baru
07:55apakah memang akan ada tersangka-tersangka baru
07:58yang memiliki hubungan dari kasus korupsi dan suap
08:02yang menimpa anak buah Bobi Nasution ini, Radhi.
08:06Baik, terima kasih Emir Purba.
08:07Kita beranjak ke gedung KPK di Jakarta.
08:11Ada jurnalis Kompas TV Renata Panggalo.
08:13Renata, bagaimana keperlanjutan kasus dugaan korupsi
08:15yang melibatkan kadis PUPR Sumatera Utara ini?
08:18Kapan rencana KPK atau apakah KPK sudah menemukan kepentingan
08:23atau keperluan untuk memanggil Bobi Nasution dari hasil penggeledahan ini?
08:31Perkembangannya sejauh ini, Radhi dan juga Saudara
08:33tadi sudah disampaikan oleh jurubicara KPK, Budi Prasetyo,
08:37bahwa telah dilakukan penggeledahan di dua lokasi
08:40yaitu rumah TOP atau Topan Ginting, salah satu tersangka
08:43yang di mana ditemukan ada uang tunai sebesar 2,8 miliar rupiah
08:50dan juga dua senjata api.
08:51Tetapi kepemilikan senjata api ini masih akan dikonfirmasi
08:56ataupun dikoordinasikan dengan pihak terkait yakni kepolisian.
09:01Selain itu juga KPK sudah melakukan penggeledahan
09:04di kantor dinas PUPR Sumatera Utara
09:07dan ditemukan beberapa dokumen di geledah dan juga di sita
09:13kemudian dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus ini.
09:15Namun sampai sejauh ini belum disampaikan lagi bagaimana progres yang dilakukan
09:21terhadap titik-titik lain yang kemungkinan juga sedang dilakukan penggeledahan oleh KPK.
09:26Terkait pertanyaan Anda, Radhi, mengenai potensi Gubernur Sumatera Utara,
09:31Bobi Nasution akan diperiksa.
09:33Ini yang juga ditanyakan oleh wartawan tadi pada saat wawancarai jurubicara KPK, Budi Prasetyo,
09:41yang di mana melihat banyaknya desakan dari publik atau masyarakat
09:46terkait dengan pemeriksaan ini, KPK membuka peluang itu,
09:49peluang untuk memeriksa Bobi Nasution.
09:52Namun penjatualannya ini sampai sekarang belum dapat dipastikan oleh KPK.
09:58Memang kalau kita lihat hubungan antara Topan Ginting dan juga Bobi Nasution ini
10:03dapat dikatakan cukup dekat.
10:04Mengingat Topan Ginting ini juga bisa dikatakan lingkaran pertama
10:09daripada Bobi Nasution.
10:11Pada saat Bobi Nasution dilantik sebagai Gubernur Sumatera Utara,
10:16Topan Ginting ini kemudian dilantik pula menjadi,
10:18atau diangkat menjadi kadis PUPR Sumatera Utara.
10:24Beberapa proyek-proyek penting yang pada saat Bobi Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan
10:30ini juga dipegang oleh Topan Ginting.
10:33Kalau kita melihat juga keterkaitan dengan kasusnya memang pada saat KPK
10:38kemudian melakukan rilis mengenai kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan
10:44di Mandaling Natal Sumatera Utara, disampaikan bahwa pada tanggal 24 April 2025,
10:53Bobi ini memang kemudian ikut meninjau jalan yang rencananya akan dilakukan proyek pembangunan.
11:00Dan setelah itu, Topan kemudian meminta salah satu tersangka untuk mengangkat calon kontraktor itu
11:10yang juga turut menjadi tersangka ini kemudian menjadi rekanan atau penyedia tanpa melalui mekanisme yang berlaku.
11:18Topan diduga menerima uang sebesar 2 miliar sebagai pembayaran awal dari komisi 4 sampai 5 persen
11:24dari total nilai proyek yakni sebesar 231,8 miliar.
11:30KPK masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini dan membuka peluang untuk memeriksa
11:35siapapun termasuk juga Gubernur Sumatera Utara, Bobi Nasution.
11:38Baik Renata Panggalo, nanti kami akan perbaharui lagi di program-program berita di Kompas TV lainnya
11:44bagaimana juga KPK mengembangkan kasus ini, siapa-siapa pihak lainnya nanti yang diduga terlibat dan dipanggil oleh KPK.
11:50Terima kasih Renata Panggalo dan sebelumnya juga ada Emir Purba dari Medan Sumatera Utara.
11:54Terima kasih.
Komentar