Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KUBU RAYA, KOMPAS.TV - Atraksi Tatung digelar di sebuah kelenteng di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan tradisi Tatung kepada generasi muda.

Lebih dari 60 Tatung beratraksi di Kelenteng Khoi Nam Pakhung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dalam rangka memeriahkan ulang tahun ke-21 kelenteng tersebut.

Uniknya, para Tatung ini kebanyakan merupakan anak muda yang tertarik melestarikan tradisi Tatung, selain karena faktor keturunan.

Salah satu Tatung muda, Fani, mengaku senang bisa melanjutkan tradisi Tatung di keluarganya. Ia menyebut telah menjadi Tatung selama 3 tahun terakhir.

Sementara itu, Santo Teja, yang sudah menjadi Tatung selama 22 tahun, mengaku senang melihat minat generasi muda dalam menjaga tradisi ini.

Ia menjelaskan bahwa sebelum seseorang menjadi Tatung, harus melalui proses ritual, menjaga kebersihan diri dan hati, serta menjalani pola hidup vegetarian atau tidak mengonsumsi daging.

Selain atraksi Tatung dan barongsai, kegiatan juga dimeriahkan dengan lelang barang.

Baca Juga Kemeriahan Habe Fest Pontianak, Pertunjukan Musik Tradisional Dimainkan di Atas Sampan di https://www.kompas.tv/regional/602315/kemeriahan-habe-fest-pontianak-pertunjukan-musik-tradisional-dimainkan-di-atas-sampan

#tradisitatung #budaya #anakmuda #kuburaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/602319/generasi-muda-ramaikan-atraksi-tatung-di-kubu-raya-untuk-jaga-tradisi-leluhur
Transkrip
00:00Ya, informasi selanjutnya saudara, atraksi tatung digelar di sebuah kelenteng di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat.
00:09Kegiatan ini untuk melestarikan dan mengenalkan tradisi tatung kepada generasi muda.
00:19Lebih dari 60 tatung beratraksi di Kelenteng Khoenampakung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kuburaya,
00:26untuk memberiakan ulang tahun ke-21 kelenteng tersebut.
00:30Uniknya, para tatung ini kebanyakan anak muda yang tertarik melestarikan tradisi tatung selain karena faktor keturunan.
00:39Satu di antara tatung muda, Fani mengaku senang melanjutkan tradisi tatung di keluarganya.
00:45Fani mengaku sudah 3 tahun terakhir menjadi tatung.
00:48Karena saya tertarik untuk melestarikan budaya tatung.
00:53Berapa tahun nanti ya?
00:553 tahun.
00:57Sudah tinggal di mana saja?
01:00Di Tanjung Kamat, di Kakap.
01:05Hanya untuk melestarikan budaya ini saja sih.
01:08Sementara itu, Santo Teja, yang sudah 22 tahun menjadi tatung, mengaku senang dengan minat anak muda melestarikan tradisi tatung.
01:18Santo Teja juga menyebut, sebelum menjadi tatung, seseorang harus mengikuti ritual.
01:23Menjaga kebersihan diri dan hati, serta vegetarian atau tidak memakan daging.
01:28Ya, jadi kalau setiap tatung, kita terutamanya mau ritual dulu.
01:34Sebagai macam sesajian, kita baru boleh ritualkan tatung.
01:38Oh, itu dari leluh kita, Pak?
01:41Itu mesti.
01:42Harus puasa dulu.
01:44Itu mesti puasa dulu.
01:45Habis puasa, berapa hari kalau mau ritual tatung, itu mesti dijalankan, Pak.
01:49Oh, kalau menurut saya sih, itu enggak apa-apa, Pak.
01:53Ya, biar lestarikan budaya kita makin maju dan tambah besar, khususnya di kubur raya.
01:59Konsepnya ini jiwa muda nih, udah makin banyak dia melestarikan budaya kita.
02:05Selain atraksi tatung dan barongsai, juga digelar lelang barang.
Komentar

Dianjurkan