Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pertumbuhan ekonomi akar rumput di Indonesia masih menunjukkan potensi yang kuat, meski dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Tahun ini, Asia Grassroots Forum kembali digelar untuk membuka perspektif investor global soal investasi di sektor akar rumput di kawasan ASEAN.

Lebih dari 700 peserta dari 15 negara mengikuti The 2025 Asia Grassroots Forum dengan tema Scaling Impact: Pioneering an Entrepreneurial Society.

Peserta merupakan investor, institusi pemerintah, regulator, swasta, akademisi, hingga komunitas wirausaha ultra mikro.

The 2025 Asia Grassroots Forum berlangsung pada 21 hingga 23 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali.

Forum ini digelar oleh perusahaan teknologi penyedia layanan keuangan digital yang sudah 15 tahun melayani segmentasi pelaku usaha akar rumput, yakni Amartha.

Founder dan CEO Amartha, Andi Taufan, mengatakan forum ini berhasil menggaet puluhan institusi berskala global untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM serta membangun infrastruktur keuangan digital yang inklusif.

#asiagrassrootsforum2025 #amartha

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/595079/the-2025-asia-grassroots-forum-fasilitasi-investasi-di-sektor-akar-rumput
Transkrip
00:00Pertumbuhan ekonomi akar rumput di Indonesia masih menunjukkan potensi yang kuat
00:04meski dihadapkan dengan berbagai tantangan.
00:07Tahun ini Asia Grassroot Forum kembali digelar untuk membuka perspektif investor global
00:12soal investasi di sektor akar rumput di kawasan ASEAN.
00:19Lebih dari 700 peserta dari 15 negara mengikuti the 2025 Asia Grassroot Forum
00:25dengan tema Scaling Impact, Pionering and Entrepreneurial Society.
00:30Peserta merupakan investor, institusi pemerintah, regulator, swasta, akademisi,
00:36hingga komunitas wira usaha ultramikro.
00:38The 2025 Asia Grassroot Forum berlangsung pada 21 hingga 23 Mei 2025 di Nusa Dua, Bali.
00:46Forum ini digelar oleh perusahaan teknologi penyedia layanan keuang digital
00:49yang sudah 15 tahun melayani segmentasi pelaku usaha karumbut, yaitu AMARTA.
00:54Founder dan CEO AMARTA, Andi Taufan, bilang,
00:57Forum ini berhasil menggait puluhan institusi berskala global
01:00untuk menyalurkan permodalan bagi UMKM,
01:03serta membangun infrastruktur keuangan digital yang inklusif.
01:06Adanya forum ini, kita mengajak untuk semua pihak melihat dengan perspektif yang baru,
01:13berdiskusi dengan entrepreneurs, dengan regulators, policy makers,
01:17juga dengan investors, ekspektasi mereka kayak gimana, perspektif mereka seperti apa,
01:22sehingga kita bisa co-create solutions bareng-bareng,
01:26dan melihat tantangan yang ada di market sini lebih confidence untuk diselesaikan bersama-sama.
01:34Karena semua pihak punya shared missions gitu,
01:37bareng-bareng untuk mendukung UMKM, jadi lebih maju lagi, lebih berdaya saing lagi.
01:42Terutama juga gimana kita bisa meyakinkan investor global
01:46untuk melihat ekonomi Indonesia yang backbone-nya itu dari UMKM,
01:52bisa, mereka ikut berpartisipasi dengan confident.
01:56Menteri Para Indonesia dan Ekonomi Kreatif periode 2020 hingga 2024,
02:00Sandiaga Uno, yang juga merupakan Komite Leadership Asia Grassroot Forum,
02:04bilang, di tengah perlambatan ekonomi,
02:06sektor akar rumput memainkan peran yang strategis.
02:09Menurut Sandi, forum ini memfasilitasi masuknya investasi dari dalam dan luar negeri.
02:14Di tengah perlambatan ekonomi dan tantangan lapangan kerja,
02:21sekarang banyak PHK,
02:23sektor industri akar rumput ini,
02:27atau disebut sebagai grassroot ekonomi ini,
02:30memainkan peran yang sangat sentral dan strategis.
02:33Karena ini sektor yang tangguh,
02:36dan forum ASEAN Grassroot ini memfasilitasi,
02:41maksudnya investasi dari berbagai pihak dalam dan luar negeri
02:46untuk memperkuat sektor ekonomi yang selama ini
02:50menjadi 97% pencipta lapangan kerja kita.
02:53Tahun ini, Amarta membawa empat pilar diskusi
02:56meliputi pembahasan regulasi,
02:58strategi pembelian inklusif,
03:00peran teknologi dan AI,
03:01serta peluang investasi di ekonomi akar rumput.
03:04Sinta Pramadewi, Kadek Santosa, Kumpas TV Badung, Bali.
Komentar

Dianjurkan