00:00Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan, kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S1
00:19saya,
00:20semuanya sudah saya tunjukkan kepada Majelis Hakim, kepada pihak terdakwa, dan dari Jaksa Penuntut Umum.
00:35Semuanya sudah melihat tadi bersama-sama, dan kita serahkan semuanya pada Yang Mulia Majelis Hakim, Yang Terhormat.
00:55Saya hanya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tujuan ijazah palsu ini betul-betul bisa diselesaikan dengan baik.
01:14Ini kan belum pada tahapan seperti keputusan pengadilan, jadi kita menunggu, sabar menunggu dulu.
01:31Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali, saya sangat marah sekali, karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya,
01:44dibilang seperti itu.
01:45Karena beliau apapun, beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi,
01:55kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu, siapa yang enggak sakit.
02:06Pak, ada hutan enggak, Pak, agar tidak di kolom politik, Pak, selain, Pak, Bapak kan berharap juga bahwa rusak gitu,
02:12Pak, dipermasalahkan ijazah-ijazah palsu ini, Pak?
02:15Ya, tidak semudah itu.
02:19Dulu kan banyak yang mengetah, Pak, tunjukkan ijazahnya saja, tunjukkan, Pak, si, langsung rampung.
02:24Sudah di pengadilan saja, belum tentu juga rampung.
02:33Ya, enggak apa-apa, itu hak.
02:48Ya, tidak masalah.
02:49Artinya, saya berharap, saya bawa ke ruang sidang pengadilan yang terhormat ini, agar menjadi pembelajaran kita semuanya.
03:00Jangan mudah menuduh orang, jangan mudah membuat wiknah, sehingga mencemarkan nama baik seseorang.
03:11Ini untuk pembelajaran kita semuanya.