- 8 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47% pada kuartal III menjadi salah satu sentimen positif yang mendukung pergerakan IHSG.
Angka tersebut dinilai menggembirakan karena menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga IHSG Hari Ini Ambles Lagi ke 4.856,96, Pasar Pantau Ekonomi Dalam Negeri - Pemilu Sela AS di https://www.kompas.tv/ekonomi/699616/ihsg-hari-ini-ambles-lagi-ke-4-856-96-pasar-pantau-ekonomi-dalam-negeri-pemilu-sela-as
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/700115/full-ihsg-berpeluang-rebound-analis-soroti-risko-market-hingga-isu-politik-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara IHSG mampu bangkit dan kembali ke level psikologis 5 ribuan pada perdagangan Kamis
00:04padahal dua hari sebelumnya masih berkutat di angka 4.900an.
00:09Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden hingga rilis pertumbuhan ekonomi kuartal 3
00:14diduga jadi sentimen yang memengaruhi pergerakan market.
00:18Kita bahas bersama Leonardo Liwardi, analis NH Korindo Sekuritas Indonesia.
00:23Mas Leo, selamat pagi. Apa kabar?
00:25Ya, kabar baik Mas Ihan. Selamat pagi.
00:27Mas Leo, kemarin ada rilis atau pengumuman dari BPS yang mengumumkan bahwa
00:33pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal 3 ini tumbuh sebesar 5,47%.
00:38Ini lebih besar dibandingkan kuartal sebelumnya, bahkan secara year on year begitu ya,
00:43di kuartal 3 tahun sebelumnya juga jauh lebih tinggi.
00:45Ini menurut Anda apakah angka ini membus ataupun mempengaruhi IHSG yang menghijau kemarin?
00:52Kalau saya lihat sebenarnya memang itu mungkin jadi salah satu sentimen yang patut diapresiasi market.
00:58Namun yang saya lihat hal yang menarik lain itu sebenarnya adalah 2 hari terakhir ini.
01:03Bahkan kalau kita lihat 2 hari yang lalu itu asingnya sudah mulai.
01:07Tekanan pasif failingnya itu sudah mulai meredah dan kalau kita lihat juga kemarin itu hanya jualannya juga tipis.
01:13Dan saya rasa memang sudah mulai jenuh jualan dan alhasil kalau kita lihat memang ada IHSG kembali technical rebound di
01:21atas 5 ribu.
01:22Walaupun kita tidak bisa pungkiri, memang sentimen terkait PDB juga cukup mengembirakan ya bagi Indonesia.
01:29Seperti itu Mas Sian.
01:30Oke, sentimen PDB cukup mengembirakan.
01:33Artinya ini ada akumulasi sentimen kemarin.
01:36Sentimen apa saja menurut Anda yang menjadi penggerak IHSG sehingga mampu begitu bangkit dan kembali ke level psikologis 5 ribuan?
01:44Oke, kalau kita lihat selain dengan kondisi sentimen PDB tadi, kemudian kalau kita lihat dari sisi flow.
01:51Dan kalau saya lihat juga global sentimen kemarin memang sempat euforia ya.
01:56Dikarenakan mungkin ekspektasi terkait dengan kemenangan Partai Demokrat di US terkait dengan diharapkan kebijakan yang akan lebih soft seperti itu.
02:06Dan kalau kita lihat memang, namun kalau kita lihat memang kita perlu waspada ya.
02:10Kemungkinan apakah nanti IHSG akan mencoba menyerap dari sentimen sana, itu yang perlu kita khawatirkan.
02:15Karena kalau kita lihat memang kebijakan soft itu mungkin diharapkan akan memang mereduce terkait dengan harga energi dan lain sebagainya.
02:23Nah, itu sebenarnya juga salah satu sentimen yang cukup positif masih ada seperti itu.
02:27Oke, dari sisi domestik, Mas Leo apalagi sih yang perlu diperhatikan?
02:31Mengingat kemarin IHSG menghijau, tadi kita melihat bahwa hanya sekedar dari liris PDB ada angka-angka lain yang juga diumumkan
02:39oleh BPS.
02:40Apa yang bisa dicermati dari angka-angka lainnya yang diumumkan kemarin?
02:43Oke, kalau kita lihat memang sebenarnya terkait kita bicara soal PDB kemarin ya, terkait dengan PDB mungkin kita bisa lihat
02:51bahwa sentimen masih cukup ditopang oleh government spending ya,
02:55yang masih cukup ekspansif seperti itu.
02:58Namun yang menjadi titik lemah menurut saya dari PDB itu adalah terkait dengan, kalau kita lihat itu adalah bottleneck dari
03:04komoditas yang hanya menguat tipis seperti itu.
03:06Padahal kalau kita lihat secara ASP ya, dari beberapa emiten yang memang harusnya bagus.
03:12Nah, itu mungkin menjadi salah satu concern ya, terkait dengan mungkin dari sisi ekspor, saya bilang seperti itu.
03:19Dan kalau kita lihat, tapi kalau kita lihat memang, kalau kita lihat result dari emiten komoditas di Indonesia, Q3 lumayan
03:27perform well surprisingly ya, seperti itu.
03:30Kalau kita lihat, ya baik itu metals, tambang, CPO, nah itu juga hal yang menurut saya ada satu kontradiktif di
03:38sana, seperti itu.
03:39Pantauan Anda kemarin, Mas Leo, sektor apa saja yang menjadi pendorong dan sektor mana saja yang jadi pemberat IHSG?
03:46Oke, kita kalau bicara soal sektor pendorong mungkin karena terkait dengan itu flow ya, mungkin saya rasa kalau kita lihat
03:53memang IHSG,
03:54pasca eksklusi dari saham-saham HSC jauh lebih sehat ya, secara berit.
03:59Dan kalau kita lihat kemarin, bobot menggerak indeks itu sebagian besar masih banyak didorong oleh old blue chip ya, saya
04:07bilang.
04:08Perbankan, Himara, seperti itu, kemudian ada Telkom ya, seperti itu ya.
04:13Penguatan dan juga beberapa komoditas yang menguat juga turut menjadi movers untuk di IHSG itu sendiri.
04:20Oke, kemarin IHSG menghijau ke level 5 ribuan, tapi kalau kita flashback ke dua hari sebelumnya, hari Selasa dan Rabu
04:27ini masih tertekan di bawah 5 ribu,
04:29tepatnya di 4.900an, ini sebetulnya apa yang memicu IHSG masih berada di level tersebut pada hari Selasa dan juga
04:37Rabu?
04:37Apakah ini dampak MSCI masih juga belum meredah?
04:41Namun kita bahas selesai jeda, Mas Leo, tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis.
04:55Anda masih bersama kami di Kompas Bisnis, Saudara, dan kita lanjutkan perbincangan bersama Leonardo Liwardi, analis SK Korindo Sekuritas Indonesia.
05:02Mas Leo, ini terkait dengan IHSG yang pada Selasa Rabu masih di level 4.900an, masih tertekan.
05:10Menurut Anda apa pemicunya? Apakah dampak MSCI masih belum juga meredah menurut Anda dan juga apalagi sentimen secara global?
05:17Oke, kalau saya bilang memang tekanan pasif selling itu masih cukup meredah ya, belum meredah seperti itu.
05:25Hal itu masih menjadi concern untuk market ya, terlepas kalau kita lihat memang valuasi Indonesia sudah saat ini sudah murah,
05:33namun kalau kita lihat kita tidak bisa pungkiri terkait dengan wacana yang memasukkan indeks IHSG ke dalam standalone itu juga
05:42masih menjadi tekanan market.
05:43Kita juga bisa lihat tidak usah dari pasar saham yang lebih juga bisa story driver.
05:49Kita lihat bonds kita saja juga yield 10 year-nya ya, itu sudah kemarin sempat hampir di 7,8.
05:57Seperti itu saya rasa memang aksi outflow ini masih belum juga bisa cukup meredah.
06:02Dan oleh karena itu kalau kita lihat memang equity risk premium dari Indonesia juga itu alhasil masih juga cukup naik.
06:12Dan hal itu justru juga bisa membuat valuasi dari saham-saham yang berada di IHSG masih bisa cukup terdiskon.
06:21Jadi ya itu tadi efeknya dari ketegangan politik, ya kondisi dan lain sebagainya, hal itu berimplikasi pada hal tersebut masih
06:29seperti itu.
06:30Oke, Mas Leo pada saat IHSG berada di level 4.900an di hari Selasa dan juga Rabu, ini di dalam
06:37negeri ada informasi terkait dengan dugaan penyadapan presiden.
06:41Apakah menurut Anda kabar ini turut berkontribusi menekan pasar atau menjadi sentimen yang diresponse oleh pasar?
06:51Mungkin kita, kalau kita lihat berbicara dengan isu politik tersebut mungkin yang saya tadi sudah bilang, mungkin hal tersebut juga
06:59sudah tercermin ya.
07:01Dari bonds yield kita yang sudah naik lumayan spike, seperti itu aksi outflow yang masih belum meredah.
07:07Saya rasa hal tersebut juga sudah mungkin mencerminkan sentimen yang kurang baik terkait dengan instabilitas politik dalam negeri ya, seperti
07:16itu.
07:18Kita pantau bagaimana pembukaan market pada pagi hari ini, Mas Leo.
07:22Ini terpantau sekarang pukul 9 lewat 7, market tadi sudah buka di pukul 9,
07:27di mana dibuka ini IHSG di level 4.955 dengan level tertingginya di 4.967.
07:34Artinya ini penurunan kembali, IHSG tetap tekan kembali Mas Leo, ini sebesar 1,76% atau 89 poin begitu.
07:43Anda melihat proyeksinya pada hari ini akan seperti apa, Mas Leo?
07:49Oke, mungkin seperti biasa kalau akhir mingguan tekanan jual biasanya seperti itu.
07:55Dan kalau kita lihat memang kita masih cukup, di sisi poin kali ini masih cukup bersyukur ya.
08:02Karena kalau kita lihat global semalam, karena kita tahu ya partai demokrat berbeda dengan view-nya.
08:07Kalau dari global market dengan republik yang benar-benar pro AI dan lain sebagainya,
08:11demokrat ini lebih pro terhadap stabilitas, real business, dan juga kalau kita lihat memang ada moratorium terkait data center dan
08:18lain sebagainya.
08:19Hal tersebut berimplikasi pada penurunan semalam ya, terkait dengan kalau kita lihat big name age ya,
08:26saham teknologi, kemudian semikonduktor, saham-saham berbasis AI.
08:30Hal tersebut juga direspon di pasar Asia ya, kalau kita lihat khususnya Jepang dan South Korea, Korea Selatan,
08:36itu kan memang banyak asian semikonduktor ya, seperti semikonduktor itu banyak mengalami koreksi.
08:41Kalau kita lihat karena Indonesia ini, kita lihat core-nya kita memang fokus sebenarnya pada komoditas,
08:47seperti itu masih pada perbankan ya, saya rasa.
08:50Dan hal tersebut memang masih cukup wajar ya, terkait dengan menyerap kepanikan yang ada di global.
08:56Namun saya rasa kalau kita bicara soal dari komoditas yang masih tinggi,
09:00ASP-nya saya rasa memang penurunan ini mungkin koreksi sejalan dengan market global,
09:05seperti itu, tapi kita mungkin masih resilient karena kita tidak terlalu banyak exposure ke saham-saham
09:11yang ada di seri konduktor, seperti itu AI bisnis dan lain sebagainya, seperti itu.
09:16Oke, jadi sederhananya Mas Leo bahwa pekan ini kemungkinan akan ditutup, masih tertekan market kita?
09:23Saya ekspektasi mungkin masih cukup tertekan, seperti itu mungkin angka 5 ribu itu mungkin menjadi angka psikologis
09:30yang bisa menjadi support, bisa menjadi resisten, tergantung bagaimana reaksi dari pelaku pasar itu sendiri, Mas Sia.
09:38Kita kembali ke arus dana asing yang sempat tadi Anda juga singgung, Mas Leo.
09:42Kemarin kan IHSG menguat, tapi kalau kita lihat data asing terpantau masih keluar dari bursa Indonesia.
09:48Tapi kalau kita lihat pada hari Rabu begitu, justru ini ada asing yang masuk sekitar 200 miliaran.
09:56Kalau kita melihat pergerakan arus dana asing pada pekan ini yang masuk dan juga keluar, Anda melihatnya seperti apa?
10:03Apa yang menggerakkan selain juga dari beberapa hal yang menjadi pemicunya yang sempat Anda jelaskan?
10:08Oke, kalau kita lihat memang saat ini mungkin saya rasa sudah jenuh juga ya, jenuh jual.
10:14Mungkin saya rasa kalau kita lihat dari indikator, beberapa indikator mungkin saya rasa itu adalah aksi jenuh jual dari asing,
10:21seperti itu ya.
10:22Karena kalau kita lihat, kalau kita bicara dari kacamata valuasi sebenarnya, kalau kita bicara ya, saya tekankan dulu, saya bicara
10:30dari poin saat ini memang valuasi kita itu cukup murah.
10:35Seperti itu murah banget gitu ya.
10:37Namun yang menjadi concern adalah murah itu masih belum tentu berarti hal tersebut akan naikkan.
10:43Karena murah itu adalah satu kondisi, bukan itu berarti bagus atau bukan.
10:46Yang kita butuhkan kan memang sebenarnya ya, kalau dari POV asing adalah stabilitas ekonomi ya, kemudian kebijakan politik yang lebih,
10:56maksudnya jangan pelin-pelin ya, tetap steady, stabil.
10:59Nah itu hal itu, uncertainty ini yang sebenarnya saya rasa juga masih menggantung dari sisi investor asing ya.
11:06Terlebih juga kalau kita lihat memang saat ini memang kita perlu apresiasi juga terkait dengan pasar modal kita yang semakin
11:14berbenah, itu diharapkan juga masih menjadi salah satu sentimen positif lah untuk pasar kita seperti itu.
11:21Oke, ada sebutkan tadi, regulator kita sedang berbenah begitu.
11:25Kita ketahui bahwa OJK rajin sekali akhir-akhir ini menjatuhkan sanksi bagi pelanggar pasar modal.
11:30Tapi kalau kita melihat soal kepercayaan investor dari asing terutama, mengapa asing tampaknya belum pulih betul kepercayaannya kalau kita melihat
11:40mengacu kepada OJK dan juga BI yang tengah bebenah-benah dan juga rajin sekali memberikan sanksi kepada pelanggar?
11:47Saya rasa kalau kita bicara soal reformasi ya, seperti itu, hal tersebut pasti butuh waktu, mas Jan.
11:54Untuk menguji satu pasar itu nggak mungkin, saya rasa dalam waktu, kita sederhana aja ya, nggak mungkin dalam waktu sehari,
12:01dua hari, seminggu atau satu bulan, seperti itu.
12:03Saya rasa mungkin bisa butuh minimal satu kuartal, ya seperti itu ekspektasinya.
12:08Yang menjadi problem mungkin yang kita rasakan bersama-sama adalah kita lihat banyak emiten yang sehat, perbankan masih sehat, komoditas
12:16masih sehat.
12:17Yang mempermasalahkan itu adalah ibaratkan kalau kita bicara dalam satu kolam ikan, ikannya sehat, tapi kolamnya yang nggak sehat, sakit.
12:27Nah itu yang menjadi problem.
12:28Nah kita lagi untuk beresin kolamnya kan saya rasa butuh waktu, seperti itu dari regulator, semuanya.
12:34Dan kalau kita lihat juga perlahan-lahan ini sudah mulai pulih ya, saham-saham HSC yang memang kalau secara valuasi
12:42ada juga ya, tidak semua saham yang ada di HSC itu buruk.
12:47Memang ada beberapa yang kalau kita lihat secara valuasi memang mungkin asetnya berapa, tapi market capnya bisa ratusan kali lipat
12:55daripada asetnya, yang valuasinya nggak masuk akal.
12:57Nah itu hal-hal seperti itu yang mungkin sedang regulator coba benahi ya kalau saya lihat intervensi dari HSC itu
13:04sendiri.
13:04Mas Leo, kalau kita melihat data lainnya terakhir, ini saya melihat data rupiah dari JIS Dorban Indonesia, ini rupiah menguat
13:11tipis, tapi masih di level 18 ribuan.
13:14Ini kalau analisis Anda seberapa besar ini saling mempengaruhi dengan sikap investor yang deras keluar dari saham Indonesia?
13:21Saya rasa memang yang krisis yang kita hadapi sebenarnya dari MSCI kalau kita tarik itu adalah krisis terkait dengan kepercayaan.
13:31Nah oleh karena itu saya rasa memang hal ini cukup berat ya.
13:34Kalau kita bilang mungkin kita bisa coba ambil institusi internasional lain yang sudah mungkin forecast rupiah, mungkin memang bisa melemah
13:45lebih jauh lagi ya.
13:46Namun saya rasa mungkin hal ini menjadi PR bersama ya, cukup berat juga untuk jaga rupiah apalagi memang dan kalau
13:53dari segi bisnis dan lain sebagainya, saya rasa ini menjadi tantangan tersendiri ya untuk pelaku bersama.
13:58Mungkin saya rasa expect kalau kita ada intervensi lebih lanjut, saya rasa mungkin 17.900 atau 800 mungkin jadi floor
14:06baru yang kita hadapi bersama ya, support ya.
14:09Mungkin kita harap bisa arah ke sana ya karena memang kalau kita lihat potensi pelemahan rupiah itu saya rasa masih
14:16cukup ada ya seperti itu.
14:19Namun kita harap memang semoga apa yang dilakukan ini harus kerja bersama ya mungkin at least kita bisa coba intervensi
14:26pasar dan lain sebagainya itu bisa drop ke at least ke 17.900 atau 800 menjadi support comfortable yang baru
14:34masih ada seperti itu.
14:35Banyak sekali yang perlu diperhatikan terutama pekan ini oleh investor termasuk investor retail dari dalam negeri tadi ada pengumuman dari
14:41BPS, dari global juga ada pemilu di Amerika Serikat, termasuk juga tadi ada beberapa terkait dengan rupiah yang juga menjadi
14:49perhatian para investor.
14:51Terima kasih Leonardo Liwardi, analis NHKorindos Kualitas Indonesia atas penjelasan dan insight yang bersama kami di Kompas Bisnis, sehat selalu
14:58mas.
14:59Ya terima kasih mas, sehat selalu.
15:01Terima kasih.